
hari ini, Nirmala sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Bani. dengan catatan, gadis itu harus menjaga pola hidupnya dan senantiasa untuk berhati-hati.
karena kondisi tubuhnya, masih sedikit lemah. hal itu dikarenakan, tenaga yang terkuras habis akibat kecelakaan yang ia alami.
" apa sekarang saya sudah boleh pulang dokter,?" tanya Nirmala dengan sapaan formal. hal itu tentu saja, membuat laki-laki itu sedikit tercengang.
apalagi di ruangan ini, hanya ada keluarga Nirmala. yang mana, mereka sudah akrab Sedari Dulu.
Nirmala sebenarnya sudah tahu, dengan sikap Bani yang tiba-tiba saja terdiam. saat mendengar sapaan formalnya.
namun gadis itu merasa abai dengan Tatapan laki-laki yang ada di depannya." mungkin ini lebih baik kak," gumamnya dalam hati.
setelah beberapa saat, akhirnya dokter Bani tersadar dari lamunannya." Oh mungkin Nanti sore kamu sudah boleh pulang," ucap Bani Seraya menghela nafas panjang.
Nirmala yang mendengarnya memanyunkan bibirnya karena dirinya baru diperbolehkan pulang pada sore hari. Padahal gadis itu sudah ingin sekali pulang ke rumahnya.
walaupun di sana nantinya, dirinya hanya akan dijadikan pesuruh oleh sang ibu. Namun menurutnya itu lebih baik daripada dirinya harus bertemu dengan dokter Bani setiap hari.
itu akan lebih menyakiti batin dan pikirannya." Sekarang aja lah dok," rengeknya pada sang dokter Tampan itu.
hal itu tentunya membuat dokter Bani merasa gemas. ingin sekali laki-laki muda itu memeluk dan mengacak-acak rambut gadis itu.
" Oke kalau gitu sekarang kamu boleh pulang," dan akhirnya laki-laki itu pun menyerah dengan tingkah lucu dan menggemaskan gadis yang ada di depannya.
seketika itu pula, Nirmala bersorak hore dirinya sampai melompat-lompat di samping kasurnya.
" Ye akhirnya pulang," serunya dengan mengangkat kedua tangannya. hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, terkekeh pelan.
" dasar Bocil," gumam Bani Seraya menggelengkan kepala, karena merasa lucu dengan tingkah gadis itu.
sementara Nyonya Kania menatap tajam ke arah gadis itu." dasar memerlukan" umumnya mencibir.
Tak lama kemudian, pintu ruang rawat kembali terbuka. dan menampilkan sesosok laki-laki tertampan yang sangat.
hal itu, sukses membuat Nirmala tak berkedip menatapnya. dokter Bani yang melihatnya, mendengkur kesal." lihatin terus aja pacarnya," ucapnya sewot.
sementara itu, Nirmala yang mendengarnya tak merespon sindiran dari laki-laki yang ada di sampingnya itu.
__ADS_1
justru dirinya malah memanas-manasi dengan melangkahkan kakinya, menghampiri teman laki-lakinya itu.
" udah siapa aja nih," ucap Nirmala Seraya tersenyum tipis. Mahendra yang mendengarnya hanya mengangguk saja.
Kemudian menghampiri kedua orang tua Nirmala." sudah siap om tante," ucapnya Seraya tersenyum tipis.
" Terima kasih ya nak Mahendra," Tuan Seno tersenyum Tulus pada teman- laki-laki putrinya itu.
" sama-sama om, Ayo kita segera pulang mobilnya sudah siap," Mahendra berjalan menggandeng tangan Nirmala.
hal itu tentu saja membuat dokter muda itu terperangah kaget. Namun, bukan hanya dokter Tampan itu yang merasa terkejut Nirmala juga ikut terkejut.
" Aku tidak akan pernah rela" bisik dokter Bani, saat laki-laki itu melewati Mahendra dan Nirmala.
tentu saja hal itu membuat Nirmala segera menoleh ke samping. dan mendapati dokter Bani menatapnya dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Gluk
Rasanya, Nirmala tak mampu untuk menelan salivanya saat melihat tatapan dari laki-laki yang telah mencuri hatinya.
namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang Dhelisa, juga menyukai dokter muda itu. jadi dirinya harus mengalah demi kebahagiaan sang kakak.
" aku bertekad, akan merebut Nirmala dari tanganmu dokter sialan!" tempatnya merasa kesal. Mahendra segera menarik tangan Nirmala menuju ke mobilnya.
Tak lama kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Mayra dan kedua orang tuanya telah terlalu meninggalkan area rumah sakit.
meninggalkan Bani, yang menatap kepergian mobil itu dengan tatapan sendu." semoga saja, kau bisa bahagia dengan pilihanmu itu." gumamnya Seraya melangkah pergi.
********
sementara di dalam mobil, suasana semakin Canggung. Nirmala dari tadi hanya terdiam. Seraya sesekali, mengusap air matanya.
Mahendra yang melihatnya, sebenarnya merasa Jengah dengan tingkah gadis yang ada di sampingnya itu.
namun dirinya tidak mempunyai kedudukan yang cukup untuk menegur gadis yang ada di sampingnya itu.
" jangan terlalu dipikirkan, semua sudah diatur oleh sang Maha Kuasa kita hanya perlu menjalaninya saja," Mahendra berkata dengan bijaksana.
__ADS_1
Hal itu membuat Nirmala seketika menoleh, kemudian tersenyum tipis." Makasih ya Kak Mahendra," ucapnya tersenyum tipis.
Mahendra yang mendengarnya, tiba-tiba saja merasa sesuatu yang besar, menghimpit dadanya. saat melihat senyum Tulus dari Nirmala.
seketika itu juga, Mahendra merasa Bimbang. apakah dirinya akan melanjutkan misi balas dendamnya, atau justru berbalik arah dengan kembali mencintai dan menyayangi Nirmala seperti dulu.
" kak Hendra kenapa," tanya Nirmala, saat mendapati laki-laki yang ada di sampingnya itu hanya terdiam saja.
Mahendra yang mendengar pertanyaan dari Nirmana, seketika bersikap seperti biasa. Seakan-akan Tak ada hal yang terjadi." nggak papa kok, kamu cantik aja kalau kamu lagi sedih gitu," ucapnya asal.
hal itu tentu saja membuat Nirmala mengerutkan keningnya. karena biasanya seorang gadis atau wanita akan terlihat cantik saat sedang tertawa.
tapi ini kenapa Mahendra berkata, jika dirinya terlihat cantik saat sedang bersedih. benar-benar tidak masuk akal.
Namun Nirmala tidak ingin menambah beban pikirannya dengan memikirkan hal yang tidak penting.
*****
setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Mahendra telah sampai di depan rumah Nirmala.
dengan segera, Nirmala dan kedua orang tuanya segera turun dari mobil itu.
" Nak Hendra, Terima kasih ya telah mengantarkan kami sampai di depan rumah dengan selamat," Nyonya Kania berkata dengan tatapan penuh makna.
Mahendra yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala." kalau begitu, Saya permisi dulu ya Tante Om Nirmala, Besok saya kembali lagi," ucapnya Seraya tersenyum tipis.
Hal itu membuat Nirmala semakin merasa tidak karuan. Mendengar ucapan dari Mahendra. " kenapa aku merasa Tidak enak hati ya, melihat tatapan dan ekspresi wajah Mahendra,? Seperti bukan Mahendra yang aku kenal," gumamnya seraya menatap ke arah jalan.raya.
" sayang, kita masuk ya," ajak Tuan Seno pada Sang Putri. Nirmala yang mendengarnya, hanya mengangguk.
" kau Kembalilah ke kamarmu yang dulu, dan jangan sampai suamiku tahu. jika kamu, pernah tidur di gudang." ucap Nyonya Kania.
Nirmala yang mendengarnya hanya mengangguk saja. Gadis itu masih tidak berani menatap wajah atau mata dari sang ibu.
Jangan lupa tinggalkan jejak guys
NB mampir yuk di karya temen author dijamin bagus loh ceritanya nih Autor spell banner-nya
__ADS_1