
kini momen yang ditunggu tunggu telah tiba. di mana, Mahendra dan Nirmala Tengah duduk bersanding di pelaminan dengan senyuman yang mengembang di antara mereka.
Mahendra begitu sangat bahagia karena dapat meyakinkan wanita yang menjadi istrinya itu jika semua akan baik-baik saja.
tak lama berselang, sesi acara foto pun berlangsung. dan dengan perlahan, mereka berdua melayani swafoto bersama tamu undangan.
Sedang mereka semua asyik berfoto, Tuan Seno dan juga seorang laki-laki paruh baya yang memang asing di mata semua orang. Namun hal itu membuat Nirmala tertegun sesaat. karena, seperti dirinya pernah melihat laki-laki itu.
Nirmala mengamati laki-laki paruh baya itu hingga beliau masuk dan naik ke atas panggung pelaminan." Selamat ya nona, semoga pernikahanmu bahagia." ucap laki-laki paruh baya itu dengan tersenyum tipis.
Nirmala dan Mahendra yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala kemudian tersenyum tipis." kok aku merasa nggak asing ya sama laki-laki itu, apalagi, jantung ini rasanya berdegup-cukup kencang ya," ucap Nirmala bertanya-tanya.
tiba-tiba saja segerombolan gadis datang menghampiri Nirmala dan juga Mahendra yang tengah beristirahat di atas pelaminan.
" Hai kalian nikah Kenapa nggak bilang-bilang sih?" tanya Marisa menggerutu kesal.
" Emang lu siapa?" tanya Mahendra dengan nada sinisnya. hal itu tentu saja membuat Marisa yang mendengarnya, ketika mendengus kesal.
" hei ingat ya gue Itu Kakaknya," ucapnya Seraya melayangkan tatapan tajam pada laki-laki yang bernama Mahendra itu.
Sementara Alexandra dan juga Agnes yang melihatnya, hanya menggelengkan kepala Seraya tersenyum tipis.
" kalian itu ya, berantem aja. kayak Tom and Jerry tau gak, ini kan lagi acara bahagia kenapa kalian malah kayak musuh bebuyutan ini?" tiba-tiba saja Nyonya Calista Wijaya datang menghampiri perkumpulan anak muda itu.
" tahu nih Tan, Mahendra tuh rese banget" ucapnya Seraya menghampiri wanita paruh baya itu kemudian memeluknya.
__ADS_1
Hal itu membuat Nirmala yang melihatnya, seketika menatap dengan ekspresi wajah kebingungan. Alexandra yang melihatnya, kemudian menghampiri Nirmala." nggak usah kaget Nir, Marissa dan Mahendra itu sebenarnya teman dekat sejak kecil. hanya saja, mereka sering berantem hingga terkadang hubungan mereka renggang." ucapnya Seraya tersenyum tipis.
Nirmala yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala. Kemudian, dirinya kembali terduduk di kursi pelaminan.
Sementara Tuan Seno yang memang sedang berada di sana, dengan perlahan menghampiri Nirmala. hal itu sontak saja membuat gadis cantik itu, segera berdiri.
Grep
seketika itu pula, Tuan Seno segera memeluk tubuh Nirmala dengan erat. Kemudian mengusap kepalanya dengan lembut. tak lama berselang, laki-laki paruh baya yang tadi dilihat oleh Nirmala itu, juga ikut mendekati Gadis itu kemudian memeluknya.
" maaf tuan, tuan siapa?" tanya Nirmala yang merasa kebingungan. Tuan Seno mengajak Nirmala untuk duduk di pelaminan bersama dengan laki-laki paruh baya itu.
" Nirmala, dia adalah Ayah kandungmu." ucap Tuan Seno dengan senyuman yang dipaksakan. Sesungguhnya, hatinya sangat hancur mendapati kenyataan yang sangat memilukan ini.
Jedar
Seketika itu pula, hati Nirmala seakan merasa begitu sakit. Karena untuk pertama kalinya Tuan Seno yang Nirmala tahu adalah Ayah kandungnya, menyebut dirinya dengan sebutan "aku" hal itu tentu saja membuat dirinya seakan ditampar dari kenyataan.
" Pah aku mohon, jangan seperti ini." ucap Nirmala yang sedikit bersujud itu. Hal itu tentu saja membuat Marissa dan teman-temannya, juga kedua orang tua Mahendra, merasa prihatin dan kasihan terhadap nasib gadis itu.
Dengan segera, Nyonya Calista Wijaya mengangkat tubuh menantunya itu untuk berdiri." tidak perlu risau sayang, jika keluargamu yang dulu tak mau lagi menampungmu atau menyayangimu, ada keluarga baru kamu yang siap menyayangimu" ucapnya Seraya memeluk tubuh menantu kesayangannya itu.
hal itu tentu saja membuat tangis Nirmala, seketika pecah." huhuhu, Kenapa nasib Nirmala strategis ini Tante? hiks hiks hiks" tanya Nirmala dengan isak tangis yang terdengar dari bibirnya.
Sontak saja hal itu membuat Nyonya Calista, tuan Adi Wijaya, Marissa dan teman-temannya, menjadi sangat iba kepada gadis Malang itu. Apalagi Mahendra laki-laki yang kini telah menjadi suami Nirmala itu merasa begitu Terpukul dengan apa yang dialami oleh istrinya itu.
__ADS_1
Dengan segera laki-laki hitam manis itu menghampiri dan kemudian memeluk istrinya itu dengan erat.
" jangan pernah menangis lagi untuk hal yang tidak kau inginkan. sayang, apalagi kini sudah ada keluarga barumu yang akan siap menyayangimu sampai kapanpun." bisik Mahendra di telinga Nirmala.
Seketika itu pula, Nirmala segera mendunga dan menatap wajah suaminya yang begitu damai. Kemudian, mengedarkan pandangan ke arah kiri dan kanan panggung pelaminan.
di mana, di sana Tengah berkumpul orang-orang yang menatapnya dengan tatapan penuh kasih. Kemudian, Nirmala dengan perlahan berjalan ke arah Nyonya Calista. Kemudian, dengan secara tiba-tiba Gadis itu berlutut di hadapan wanita paruh baya.
Sontak saja hal itu membuat semua orang yang menyaksikannya, seketika merasa terkejut. dengan apa yang dilakukan oleh Nirmala. dengan segera, Nyonya Calista membantu Nirmala untuk segera berdiri.
" Apakah ibu akan selalu menyayangiku, walaupun ibu tahu kalau aku bukan anak dari keluarga Albert?" tanya Nirmala dengan deraian air mata yang membasahi pipi.
"sttt, kau ini bicara apa, Memangnya kenapa kalau kamu bukan putri dari keluarga Albert. Walaupun engkau terlahir dari sebuah kesalahan, tapi itu tidak membenarkan tindakan keluargamu untuk menyiksa dirimu sayang," ucapnya Seraya merengkuh gadis itu.
Yap, Nyonya Calista Wijaya dan juga tuan Adi Wijaya telah mengetahui semua yang dilalui oleh Nirmala. hal itu disampaikan oleh Mahendra saat mereka telah melakukan akad nikah tadi pagi.
Awalnya Mahendra mengira jika kedua orang tuanya akan bersikap sama dengan orang-orang yang membenci Nirmala. Namun, Ternyata apa yang ia pikirkan salah besar. Karena ternyata dengan senang hati ibu dan ayahnya mau menerima Nirmala.
Mereka berdua bahkan merasa geram saat mendengar cerita dari Mahendra. jika Nirmala sedari kecil disiksa oleh Nyonya Kania. dan ada rasa ingin melaporkan wanita paruh baya itu.
Namun dengan cepat Mahendra menolak usulan ibunya itu. karena yang terpenting saat ini Nirmala sudah dalam keadaan aman bersama keluarga mereka.
Mendengar Hal itu membuat air mata Nirmala semakin deras mengalir. seakan dirinya tak percaya akan keajaiban yang datang hari ini. Akhirnya dirinya bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.
Kemudian dengan perlahan dirinya menghampiri Tuan Adi Wijaya kemudian hendak berlutut di hadapan laki-laki paruh baya itu. Namun, dengan cepat ditahan oleh Tuan Adi Wijaya.
__ADS_1