Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
bab 21


__ADS_3

Setelahnya Nirmala menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya. kamar yang sudah lama tidak ditempati.


suara pintu terbuka. Sesaat gadis cantik itu tertegun memandangi setiap sudut kamarnya. karena rasanya sudah lama sekali dia tidak menginjakkan kakinya di kamar mewahnya ini.


ya mungkin semenjak ayah dan kakaknya, memutuskan untuk pergi ke negara Prancis. Sejak saat itulah, gadis Malang itu, harus merasakan dinginnya lantai kamar.


beruntung sekarang, ibunya sedikit berbaik hati dengan memberikan kasur tipis untuk alasnya tidur. sehingga gadis itu tidak merasakan kedinginan yang sungguh menyiksa Gadis itu lagi.


karena memang Nirmala dari kecil, memiliki alergi dingin. walaupun tidak terlalu parah, namun alergi itu sangat membuatnya tersiksa.


namun Ali Ali kasihan, sang ibu malah terlihat cuek. bahkan sering, nyonya Kania, mengguyur dengan air.


Akibatnya, seringkali Gadis itu merasa tersiksa dan yang akan mengobatinya adalah para maid yang bekerja di sana.


tak terasa, air matanya seketika turun saat mengingat nasibnya yang begitu Malang.


tok tok tok


seketika itu juga, Nirmala dengan cepat mengusap air matanya. Saat Mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.


"sayang, makan malamnya sudah siap nih," suara Tuan Seno membuat Gadis itu bernafas sedikit lega.


karena ternyata yang memanggilnya adalah sang ayah bukan sang ibu. dengan segera, gadis cantik itu beranjak dari ranjang dan membuka pintu kamarnya.


" Ayo Sayang sarapan, Nanti keburu makan nanya tidak enak loh," ucap Tuan Seno Seraya mengelus kepala gadis cantik itu.


seketika itu pula, Nirmala menundukkan kepala hatinya terasa sakit saat mengingat bahwa dirinya bukan anak dari Papanya.


"apa papa akan tetap menyayangi Nirmana Jika Bapak tahu fakta yang sebenarnya,?" tanya Gadis itu dalam hati.


tak terasa air mata yang sedari tadi ditahan oleh Nirmala, seketika itu jatuh. Tuan Seno yang melihatnya, sangat terkejut.


Sayang kau kenapa,? kenapa kau menangis? apa ada yang masih sakit?" tanya laki-laki paruh baya itu dengan perasaan cemasnya.


Nirmala seketika menggelengkan kepala." Nggak papa kok Pah Nirmala hanya terharu saja, bisa ngerasain makan bersama Papa lagi." ucapnya Seraya tersenyum tipis.


Tuan Seno yang mendengarnya menghela nafas panjang." kamu nih bikin papa khawatir saja kirain ada apa." ujar Tuan Seno Seraya mengusap rambut anaknya itu.

__ADS_1


Mereka kemudian tertawa bersama Seraya berjalan menuju meja makan. dan seketika itu pula, tawa Nirmala surut.


saat melihat nyonya Kania menatapnya dengan tatapan membunuh. Tuan Seno yang menyadari perubahan ekspresi wajah anaknya, mengerutkan kening karena merasa heran.


" Sayang kenapa wajahmu berubah menjadi pucat seperti ini,?" tanya laki-laki paruh baya yaitu Seraya memeriksa kondisi Nirmala.


" enggak papa Nirmala nggak papa Nirmala cuma senang aja bisa kumpul seperti ini," ucapnya tergagap.


" kamu nih ada-ada aja Ayo duduk makan," ucap Tuan Sena Seraya menarik tangan Nirmala untuk segera duduk di kursi meja makan.


Sejenak, Nirmala mengedarkan pandangannya menyusuri sekeliling rumah. seperti ada yang kurang tapi Nirmala tidak tahu apa itu.


" kenapa sayang?" tanya Tuan Seno saat menyadari perubahan wajah sang putri tercinta.


Nirmala menggelengkan kepala Seraya tersenyum tipis." aku hanya merasa heran saja kok kayak ada yang kurang ya Pa,?" tanya Nirmala merasa kebingungan.


Tuan Seno yang mendengarnya, tersenyum tipis." wajar aja ada yang kurang, karena semua Maid, telah dipecat oleh mamamu" ucapnya ringan.


seakan yang baru saja di ucapkan itu, adalah hal sepele. Padahal hal itu akan sangat mwmbuat Nirmala tersiksa.


sontak saja ucapan dari Papanya Itu membuat Nirmala les ketika tersedak.


dengan cepat, Tuan Seno memberikan segelas air pada Nirmala." Makanya kalau makan itu pelan-pelan" emailnya pada Nirmala.


Nirmala yang mendengarnya, menundukkan kepala" Maaf Pah Nirmala hanya terkejut." ucapnya lirih." Kalau boleh tahu kenapa semua maid dipecat Pah?" tanya Gadis itu penasaran.


"karena dia membuat kau terluka sayang" bukan Tuan Seno yang menjawab. Melainkan, Nyonya Kania yang menjawab dengan emosi tertahan.


seketika itu pula, Nirmala kembali bungkam dadanya begitu sesak. Mengetahui jika para maid yang sangat dia sayang, dipecat. dan yang lebih menyakitkan lagi, mereka dipecat akibat kesalahan yang tidak mereka perbuat.


*******


selesai makan malam, Nirmala segera pamit untuk menuju kamarnya." Maaf Pah mah Nirmala pamit dulu ya ke kamar" ucapnya menunduk.


" Iya sayang, istirahatlah besok kan kau harus sekolah." ucap Tuan Seno lembut. sementara Nyonya Kania wanita itu malah menatap tajam ke arah gadis malang itu.


setelahnya Nirmala segera bergegas menuju kamarnya dengan langkah tergesa-gesa. seakan-akan sedang dikejar dengan hantu.

__ADS_1


" Mah kenapa ya Nirmala seperti orang yang ketakutan gitu?" tanya Tuan Seno yang merasa heran dengan tingkah putrinya itu." Apa di sini ada hantu?" Celetuk tuan Seno.


hal itu seketika, membuat Nyonya Kania memukul bahu suaminya pelan." Papa nih ada-ada aja mana mungkin rumah kita ada hantunya. ucapnya sewot.


hal itu sontak saja membuat Tuan Seno tertawa terbahak." hehehe Mama nih sewot banget sih kan Papa tidak bilang kalau setannya itu Mama" ucapnya Seraya terkekeh pelan.


karena laki-laki paruh baya itu tahu, Apa yang dimaksud oleh sang istri. kemudian mereka kembali berbincang dengan hangat untuk melepaskan rindu yang tertahan selama ini.


*****


Sementara itu di kamar Nirmala, gadis cantik itu tampak menangis sembuhkan." Bu Siti maafin Nirmala ya gara-gara Nirmala kalian semua dipecat hiks," ucapnya Seraya terisak.


Gadis itu tak menyangka, jika ibunya sendiri tega memperlakukan penghuni rumah ini dengan begitu kejam.


dia masih tidak terima dengan pemecatan para maid yang telah bekerja di sini selama puluhan tahun.


"Besok aku harus bicara sama papa" ucapnya membulatkan tekad. bukan maksud Nirmala untuk menentang keputusan orang tuanya.


Menurutnya, hal ini tidak adil diterima oleh para pekerja yang telah bekerja di sini selama puluhan tahun.


Dan Dia memutuskan besok akan berbicara pada sang papa. walaupun nantinya dia pasti akan disiksa oleh ibunya.


tapi sepertinya itu lebih baik daripada harus melihat orang lain kelaparan hanya karena dirinya. dan entah kenapa Nirmala tidak pernah membenci ibunya sendiri.


Walaupun dia tahu, dirinya telah disiksa dari kecil oleh wanita yang bergelar ibunya itu. walaupun saat ini dia tahu alasannya.


" Aku berharap, Mama akan sedikit luluh padaku, Aku ingin ngerasain pelukan mama," ucapnya menitikan air mata.


dirinya tidak tahu sampai kapan akan mengalami nasib seperti ini. terkadang dia iri melihat kakaknya yang begitu dekat dengan ibunya.


namun seketika itu pula, Nirmala merasa Tahu Diri jika memang dirinya adalah anak yang tidak diinginkan.


Lelah meratapi nasibnya akhirnya gadis itu tidur pulas.


***sampai jumpa


NB jangan lupa mampir di karya temen outer bagus loh bagus loh ceritanya dijamin gak akan nyesel Oke Guys

__ADS_1



__ADS_2