
Pagi harinya, Nirmala segera bangun. dan segera melakukan pekerjaan rumah sesuai dengan apa yang ibunya perintahkan.
gadis cantik itu melangkahkan kakinya, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan beribadah.
Setelahnya, gadis cantik itu segera duduk di depan meja rias. dan setelahnya, membuka kotak make up yang hampir 2 tahun tidak dia gunakan.
Nirmala ingat betul jika kotak make up itu adalah pemberian dari sang kakak. Delisa saat dirinya merayakan ulang tahunnya yang ke-tiga belas.
Gadis itu tersenyum tipis saat mengingat masa lalunya bersama Delisa yang begitu indah. masa-masa terindah sebelum Ibu mengirim kakaknya untuk bersekolah di luar negeri.
tak terasa, air matanya mengalir begitu saja saat mengenang momen itu. Setelahnya, Gadis itu membuka krim yang ternyata masih tersegel.
dan dengan segera, Gadis itu mengoles krim itu di wajah cantiknya. wajah yang terlihat kusam seketika itu juga tampak berseri.
tentu saja, hal itu membuat Nirmala seketika tercengang karena melihat perubahan dalam dirinya.
" Wow ini pasti mahal sekali," ucapnya terkagum-kagum. setengahnya dirinya membuka ponsel yang juga diberikan oleh Delisa sebagai hadiah ulang tahun.
" ini pasti juga mahal harganya," umumnya Seraya mah bukan kotak ponsel itu. seketika itu pula, mata Nirmala berbinar bahagia.
karena gadis itu ternyata mendapatkan hadiah spesial dari sang kakak. karena jujur saja, di sekolah itu, hanya dirinya yang tidak memiliki ponsel.
sebab itulah Gadis itu sedikit minder untuk bergabung bersama teman-teman yang lain. seakan tersadar dari bangunannya, Nirmala segera bergegas keluar kamar untuk membersihkan rumah.
hal itu seperti ucapan sang ibu, yang harus melihat Rumah bersih, sebelum ayahnya bangun. dan dengan sukarela, Nirmala selalu akan menurutinya.
Pertama-tama, Gadis itu membersihkan semua rumah. dan setelahnya mengepel, memasak, dan menatanya di meja makan.
barulah setelahnya, Nirmala akan berpura-pura duduk di sofa ruang tengah. Tak lama kemudian, Tuan Seno dan nyonya Kania, keluar dari kamar mereka.
" Wah udah siap nih anak kesayangan papa," ucap Tuan Seno Seraya menghampiri meja makan. sementara Nyonya Kania, wanita itu meneliti keseluruh ruangan.
seakan Tengah mencari sesuatu matanya terlihat berbeda dengan raut wajah puas. dan itu terlihat sangat jelas di mata Nirmala.
" Semoga Mama suka ya," gumamnya Seraya tersenyum simpul. setelahnya, mereka bertiga sarapan bersama-sama.
__ADS_1
setelah 15 menit kemudian, mereka telah menyelesaikan sarapannya. Tuan Seno dengan segera, pamit akan pergi ke kantor.
dia menghampiri sang istri, dan berpamitan. begitupun dengan Nirmala. gadis cantik itu awalnya merasa takut untuk bersalaman dengan sang ibu.
karena jujur, ini adalah hal pertama yang ia lakukan semenjak dirinya bersekolah. " Mah Papa sama Nirmala berangkat dulu ya," ucap Tuan Seno Seraya mengacup kening istrinya itu.
Nyonya Kania yang melihatnya, sejenak melihat ke arah Nirmala dan sang suami. Nirmala yang melihatnya, seakan paham jika ibunya itu tak suka jika dirinya berangkat bersama suami ibunya.
Nirmala yang mengerti situasi itu, segera pamit pada ayah dan ibunya." kalau gitu Nirmala berangkat duluan aja ya Pa," ucapnya Seraya terlalu dengan cepat.
hal itu tentu saja dibarengi dengan deraian air mata yang mengalir di pipinya." sadar Nirmala kau itu bukan anak bapakmu, jadi jangan berharap kau bisa dekat dengannya," ucapnya Seraya mengusap air mata.
walaupun dirinya sudah berusaha untuk tegar, nyatanya air matanya masih saja mengalir. dan hatinya masih saja terasa sakit.
****
Kini Nirmala tengah berada di jalan raya. seperti biasanya, Gadis itu memutuskan untuk berjalan kaki. walaupun kali ini dirinya telah diberikan uang saku yang lebih dari cukup.
saat dirinya tengah berjalan kaki, tiba-tiba saja sebuah mobil Menghadang jalannya. Hal itu membuat, Nirmala seketika terdiam.
hingga tak berapa lama, seseorang keluar dari dalam mobil. seketika itu juga, Nirmala bernafas dengan lega. karena tahu siapa yang ada dalam mobil.
" ngapain jalan kaki,?" tanya orang itu dengan sedikit Ketus.
" lagi cosplay jadi orang gila," jawab Nirmala asal. Hal itu membuat dokter Bani, sedikit kesal karena mendengar ucapan gadis di hadapannya.
" dasar Bocil," gumamnya sewot." mau bareng nggak hari ini hari hari Senin biasanya kan upacara,?" Tanya Dokter Bani Seraya menawarkan tumpangan.
Sejenak, gadis cantik itu terdiam. dirinya menimbang-nimbang ajakan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu.
sebenarnya gadis cantik itu ingin menolak. karena, teringat akan ucapan ibunya.
" dia itu milik kakakmu bisa tidak sekali saja kamu jangan menyusahkanku apalagi anakku sudah terlalu baik denganmu" ucapan itu selalu terngiang-ngiang dalam otak Nirmala Nirmala.
Namun, dirinya juga takut jika akan terlambat karena saat ini Jam sudah menunjukkan setengah tujuh. dan berarti hanya ada waktu 30 menit Saja.
__ADS_1
" Baiklah aku setuju," ucap Nirmala akhirnya pasrah. karena memang dirinya tak ada pilihan lain. tanpa disadari oleh gadis itu, dokter Bani tersenyum tipis.
laki-laki itu segera membukakan pintu, untuk gadis kecil yang sebetulnya sangat dirinya sayang itu.
***
di sepanjang perjalanan, Bani tidak henti-hentinya melirik ke arah samping. di mana Nirmala berada. ingin sekali laki-laki muda itu, mengajaknya berbicara dan bercanda seperti dulu.
Namun sepertinya, gadis di samping itu bukan lagi Nirmala yang dulu. karena Nirmala yang sekarang, sudah jauh berbeda dari yang Bani kenal.
akhirnya dalam perjalanan itu, mereka berdua hanya terdiam dalam lamunan masing-masing. hingga tak terasa, mereka telah sampai di gerbang sekolah.
dan dengan segera, Nirmala turun. setelah sebelumnya, mengucapkan terima kasih. tanpa disadari, ada Sepasang Mata, yang menatap tingkat mereka, dengan tatapan tajam.
" awas aja kau," ucapnya Seraya mengepalkan tangan karena menahan marah. Setelahnya orang itu berlalu dari sana.
****
sementara itu, di dalam kelas Chatlyn tengah menahan amarah. terlihat dari wajahnya yang merah padam.
"kurang hajar berani sekali mereka berkhianat pada kita." ucapnya Seraya menggebrak meja.
Tak lama kemudian, tiga orang siswa masuk ke dalam kelas dengan santainya. hal itu tentu saja membuat Chatlyn semakin berapi-api.
Brak
suara meja yang digeprek cukup kuat membuat ketiga gadis itu terperanjat kaget.
" Lu gila ya," hardik salah satu diantara mereka Seraya menatap tajam ke arah gadis yang sangat populer di sekolah ini.
" Kalian bertiga yang gila, Kenapa kalian khianatin kita,?" tanya gadis cantik itu dengan berapi-api.
bukannya takut, ketika gadis itu malah tertawa dengan keras. bahkan, salah satu dari mereka malah mengeluarkan air mata.
" kenapa malah ketawa?" tanya Chatlyn geram.
__ADS_1
Bersambung