
Nirmala menangis tersedu-sedu saat acara penyiksaan itu berlangsung. gadis itu meraung-raung memohon ampun pada laki-laki yang tak lain adalah suaminya itu.
Namun, Mahendra seakan menulikan kedua telinganya. Bahkan, laki-laki itu semakin bersemangat. Hal itu membuat Nirmala, sesekali berteriak kesakitan.
"aaarrrggghh, sakit, ampun Kak. Hiks hiks Hiks," Nirmala tak henti-hentinya berteriak Seraya menangis sesungguhkan. dan setelah cukup lama, Mahendra seperti orang yang baru tersadar dari kerasukan.
Dengan segera, laki-laki itu beranjak dari ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar itu." aarrrggghhh, sialan! Kenapa gue nggak bisa ngendaliin emosi jangan marah gue sih? Aarrghh" Mahendra berteriak cukup kencang serayam sesekali menjambak rambutnya dengan kasar.
entah apa yang terjadi pada Mahendra saat ini. sehingga laki-laki itu berani berbuat kasar pada gadis yang sangat ia cintai itu. tiba-tiba saja, rasa penyesalannya pun muncul saat kembali teringat akan ucapan dari Marissa saat dirinya melajukan mobil itu.
" jangan, kendalikan emosi lo Mahendra, atau lu akan menyesal." begitulah pesan dari Marissa saat terakhir mereka meninggalkan restoran milik gadis itu.
Dengan bibir gemetar, Mahendra meraup wajahnya dengan kasar dengan Kedua telapak tangannya itu." Maafkan aku sayang, Aku menyesal." ucapnya Lirih di sela-sela isak tangisnya.
setelahnya, Mahendra segera menyelesaikan membersihkan dirinya. karena memang, Dirinya belum mandi saat pulang dari kantor. dan keburu melihat orang yang ia cintai berpelukan dengan orang lain.
Hal itu sangat membuat Mahendra murka. hingga membuat laki-laki itu, seakan Kehilangan kewarasannya. hingga membuatnya kalap dan melakukan hal sesadis itu terhadap gadis yang sangat ia cintai itu.
" aku mohon Maafkan Aku," ujarnya Lirih. dan setelahnya, Mahendra kembali mengguyur tubuhnya dengan air dingin. dirinya berharap, guyuran air dingin itu, dapat menetralkan dan mengembalikan kewarasannya yang sempat hilang beberapa saat lalu.
****
Sementara itu, di atas ranjang, Nirmala meringkuk dibalik selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya. Sesekali, Gadis itu akan merasa kesakitan dengan sesekali meringis. setelah menyentuh area yang baru saja "disiksa" oleh Mahendra.
"hiks hiks hiks, aku mohon Ampuni aku." ucapnya dengan Lirih. dan juga Dengan nada bergetar hebat. Bahkan, tubuh mungilnya pun ikut bergetar hebat karena menahan rasa sakit.
__ADS_1
Bukan hanya rasa sakit yang ada di tubuhnya. karena Nirmala, masih bisa menahan jika rasa sakit yang ada di tubuhnya itu. Namun, rasa sakit di hatinya pun tak kalah membara.
Hal itu membuat Nirmala, semakin menangis terisak dan mengeratkan pelukannya terhadap guling yang ada di sampingnya itu.
setelah cukup lama menangis, akhirnya Nirmala memutuskan untuk beranjak dari ranjang itu. Dirinya sesekali merintih. Merasakan rasa ngilu dan juga perih yang terdapat di sekujur tubuhnya. Terutama berada di area inti.
Nirmala sempat terkejut kala melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu. Tubuhnya, penuh dengan tanda merah kehitaman. seperti luka lebam.
dirinya kemudian melirik ke arah area bawah tubuhnya. dan membuat Nirmala, seketika mematung di tempatnya. saat menyadari, seperti ada luka robek di sana. dan juga ada yang mengalir berwarna merah.
Hal itu membuat Nirmala, seketika memundurkan tubuhnya beberapa langkah. Seraya membungkam mulutnya dengan telapak tangan. dirinya begitu terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu.
Tanpa basa-basi, Nirmala segera berlari menuju ruangan yang ada di sebelah kamarnya itu. di mana, Di sebelah kamarnya itu, memang terdapat sebuah kamar yang lumayan besar pula dengan fasilitas kamar mandi dalamnya.
Nirmala berlari masih tanpa menggunakan busana. karena memang, pintu kamar itu bisa dibuka lewat pintu samping. dan dengan segera, Gadis itu masuk, kemudian mengunci pintunya.
Sesaat setelah pintu itu tertutup, Mahendra baru saja keluar dari kamar mandi. matanya awas meneliti ke seluruh ruangan. dirinya merasa sangat terkejut. saat tak mendapati, Nirmala berada di ranjang.
Dengan langkah tergesa-gesa, Mahendra mengenakan pakaiannya. Setelahnya, laki-laki itu keluar dari kamar dengan langkah lebar. Raya sesekali, Memanggil nama sang istri.
" Nirmala! Kamu dimana sayang?!" teriaknya lantang. tiba-tiba saja, bayangan Nirmala meninggalkan dirinya, begitu nyata berseliweran di kepalanya. hal itu tentu saja membuat Mahendra, seketika merasa ketakutan.
"apa kalian melihat istri saya?" tanya Mahendra saat melihat beberapa asisten rumah tangganya berada di ruang tamu Tengah membersihkan ruangan itu.
Sontak saja hal itu membuat, para asisten rumah tangga itu, seketika menggelengkan kepalanya." maaf tuan, kami tidak melihat Nyonya Nirmala keluar dari rumah ini." ucap salah satu asisten rumah tangga itu.
__ADS_1
hal itu tentu saja membuat Mahendra yang mendengarnya, semakin merasa kebingungan." aarrgh, kamu kemana sih sayang, Tolong jangan marah padaku" ucapnya Seraya mengacak-acak rambutnya.
Dengan segera, dirinya berlari menuju kamar. berniat untuk mengambil kunci motor yang terletak di atas nakas. Rencananya, Mahendra ingin mencari wanita pujaannya itu.
*****
Sementara itu di lain tempat, tepatnya di kediaman keluarga Deewana, tampak seorang laki-laki Tengah duduk di ruang tamu dengan wajah kusutnya. dan di sana, juga tengah ada dua orang wanita berbeda generasi. yang telah menatapnya dengan tatapan sangat tajam.
Bahkan, salah satu dari kedua wanita itu, Tengah menangis tersedu-sedu di dalam pelukan wanita paruh baya di sampingnya itu." Kenapa Mas, Kenapa kamu setega itu sama aku, apa salahku sebenarnya? hiks hiks hiks" tanya orang itu yang tak lain adalah Delisa.
Yap
Delisa baru saja menerima sebuah pesan dari nomor orang yang tidak dikenal. yang isinya, sebuah video yang memperlihatkan. suami dan mantan undangannya Tengah berpelukan. siapa lagi jika bukan Arbani dan juga Nirmala.
Hal itu semakin membuat Delisa membenci adiknya itu. Padahal, dulu sebelum adanya kasus percintaan ini, mereka adalah saudara yang serasi. bahkan sering dijuluki sebagai" sister Goals"
Namun, Lihatlah saat ini. Delisa bahkan sangat membenci gadis itu. bahkan dirinya seakan tidak Sudi untuk mendengar namanya.
" kau benar-benar keterlaluan Bani!" bentak Nyonya Ariska Seraya menatap nyalang ke arah Putra tunggalnya itu." mama benar-benar kecewa padamu" ucapnya lirih namun syarat akan penekanan.
Hal itu sontak saja membuat Arbani yang mendengarnya, seketika menduga menatap Ibu kandungnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
" maafkan Arbani Ibu, tapi arbani benar-benar tidak mencintai Delisa. Cinta Arbani Hanya Untuk Nirmala." ucap laki-laki itu Seraya beranjak dari sana.
Mendengar hal itu, tentu saja membuat Delisa yang mendengarnya, seketika meradang. Bagaimana bisa, seorang suami mengatakan jika dirinya sangat mencintai wanita lain. dan lebih parahnya lagi, laki-laki itu mengatakan semuanya di depan istrinya.
__ADS_1
" sabar sayang, kita jerat lagi Bani Seperti yang kemarin." ucap Nyonya Ariska Seraya mengusap pundak menantunya itu.