
Satu minggu kemudian, Mahendra sudah seperti orang gila. laki-laki Tampan itu seakan sudah kehilangan gairah hidupnya. Brewok dan juga kumisnya, Sudah tumbuh subur memenuhi seluruh permukaan wajahnya. hingga membuat penampilan yang biasanya sangat perfect itu, kini malah acak-acakan seperti orang tak waras.
Hal itu tentu saja membuat Tuan Adi dan juga Nyonya Calista, menjadi begitu sedih dan juga khawatir. mereka berdua pun, berinisiatif untuk mendatangi Nirmala yang kini tengah berada di keluarga Hutama itu.
" Pah lebih baik kita beritahukan keadaan ini pada Nirmala. Mama sudah tidak tega melihatnya." ucap Nyonya Calista Seraya menatap sendu ke arah Mahendra yang kini mengurung diri di kamar.
Tuan Adi yang melihatnya pun, juga ikut prihatin dengan Apa yang dirasakan oleh Putra tunggalnya itu." Ya sudah kalau begitu mah, lebih baik sekarang kita bujuk menantu kita untuk pulang ke rumah." ucap Tuan Adi Seraya menghela nafas panjang.
Nyonya Calista yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala kemudian mengikuti langkah suaminya untuk menjemput menantu kesayangannya itu.
Mereka berharap, Jika hati Nirmala sudah mencair dan sudah bisa diajak damai. sepanjang perjalanan pun, Nyonya Calista seperti tidak tenang. wanita paruh baya itu takut jika kedatangan mereka akan ditolak oleh keluarga Hutama.
tak lama berselang, mobil mewah yang ditumpangi oleh mereka berdua, telah sampai di kediaman keluarga Hutama. dan dengan segera, Nyonya Calista dan Tuan Adi segera turun dari mobilnya.
Mereka pun, disambut hangat oleh seluruh keluarga Hutama. termasuk juga dengan Nirmala. Gadis itu pun juga tampak ikut menyambut kedatangan kedua mertuanya itu. Walaupun, dengan ekspresi wajah yang sedikit tegang.
__ADS_1
"Senang bisa bertemu dengan keluarga Wijaya." ucap Oma Michelle dan juga tante Mira. Sementara Tuan Wisnu dan juga tuan Nicholas masih berada di kantornya.
" Iya Nyonya Michelle, Saya kemari ingin mengajak menantu saya untuk kembali pulang." ucap Tuan Adi Seraya menatap ke arah Nirmala.
Sontak saja hal itu membuat Oma Michelle dan juga tante Mira, seketika terperangah kaget karena mereka merasa sangat terkejut.
Kemudian, mereka berdua menetap ke arah Nirmala dengan tatapan penuh tanda tanya. dan dengan perlahan-lahan, mulai menceritakan semuanya pada Oma Michelle dan juga tante Mira.
tentu saja hal itu membuat kedua wanita berbeda generasi itu, ketika merasa sangat terkejut. Namun, akhirnya Keduanya dapat menerima alasan yang disampaikan oleh Nirmala.
" Ya sudah kalau begitu sayang, lebih baik kamu pulang saja. kamu itu sudah menjadi seorang istri. tidak baik berlama-lama melarikan diri seperti ini." ucap Oma Michelle menasehati Nirmala dengan sangat bijak.
" Terima kasih ya Oma, Tante, kalau begitu, aku ikut sama ibu sama papa. Nanti bilang sama ayah kalau aku pulang ke rumah." ucap Nirmala Seraya memeluk tubuh wanita sepuh itu dengan sangat lama.
" Iya sayang sama-sama, semoga kamu bahagia dengan keluargamu. dan ingatlah, jika suamimu sudah tidak mencintaimu lagi, kamu boleh pulang kemari" ucapnya Seraya melerai pelukan dari Nirmala.
__ADS_1
Kemudian, keluarga Tuan Adi Wijaya pamit kepada keluarga Hutama. dan Nirmala pun, ikut bersama keluarga Wijaya itu.
tak lama berselang, mobil yang telah mereka tumpangi, kini telah sampai di depan rumah mewah bergaya internasional itu. dengan segera, Nirmala melangkahkan kakinya memasuki rumah itu.
Gadis itu segera masuk ke dalam kamar di mana Mahendra berada. gadis Itu tampak terpaku saat baru saja membuka pintu. Karena, Gadis itu melihat dengan mata kepalanya sendiri, sang suami Tengah termenung di atas kasur dengan tatapan kosongnya.
Nirmala yang menyaksikan itu, seketika sangat merasa kesakitan yang ia rasakan di dalam hatinya. Dengan langkah perlahan, gadis itu melangkahkan kaki mendekati suaminya
Kemudian, dengan segera duduk di samping laki-laki itu. dan secara perlahan, tangan gadis itu, terulur mengusap lengan dan juga wajah Mahendra. hingga membuat laki-laki itu, seketika menoleh.
Hingga, akhirnya kedua mata mereka sama-sama bertemu dan seketika itu pula, Mahendra ambruk dalam pelukan gadis itu. Tubuhnya berguncang cukup kuat karena menahan tangis.
" hiks hiks hiks, Aku mohon jangan tinggalkan aku." ucapnya Seraya memeluk tubuh gadis itu dengan sangat erat. Seakan-akan, tak ingin lepas dari pelukannya.
" Tenanglah Kak, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." ucapnya Seraya mengusap rambut sang suami. Hal itu membuat Mahendra yang mendengarnya, seketika meragukan kepala.
__ADS_1
" terima kasih, Terima kasih masih mau bertahan dan kembali padaku" ucapnya dengan suara yang tak jelas karena menenggelamkan wajahnya di tubuh mungil Nirmala.
Akhirnya, Nirmala dan juga Mahendra melepaskan kerinduannya selama ini mereka pendam dengan surga keindahan yang mereka ciptakan sendiri.