
Nyonya kania yang mendengarnya, menggelengkan kepalanya. " apa yamg kamu dengar itu, memang benar Nak Bani, " ucapnya seraya tersenyum menyerigai.
Sepertinya. Wanita paruh baya itu telah berhasil membuat Bani, Dokter muda itu merasa patah hati.
Dengan cara ini, ia akan lebih mudah untuk memisahkan Bani dan juga Nirmala.
Karena ia tak sudi jika Nirmala mendapatkan laki laki seperti Bani. Yang memang terlalu sempurna untuk gadis sialan itu.
" kalau begitu, Tante pergi dulu ya, ingat jangan memaksakan kehendakmu, jika memang tidak bisa. Karena di luar sana, masih ada wanita yang mencintaimu dengan tulus," Nyonya Kania bangkit dari duduknya.
Meninggalkan Bani yang masih tercemung di tempatnya.
Flasback Of
" aku harus bisa mendapatkanya kembali," ucapnya dengan mengeratkan tekadnya. Karena ia seperti orang yang sedang cemburu buta.
*****
Sementara itu, di tempat lain, tepatnya di ruangan Vvip, tampak Mahendra dan Nirmala sedang berbincang bincang dengan sesekali di selingi canda tawa.
Nirmala merasa aangat bahagia karena ia bisa selepas ini dengan tertawa.. Hal yang tak pernah ia rasakan sejak dulu.
Jangankan tertawa, tersenyum.tipispun belum pernah ia lakukan. hingga tanpa sadar, Nirmala menitihkan airmstanya.
Mahendra yang melihatnya, seketika itu terkejut. " hey, are you okey,?" tanya laki laki itu yang merasa terkejut sekaligus juga khawatir.
" apa perlu aku panggilkan Dokter, ?" tanya Mahendra yang hendak berdiri.
Namun, dengan cepat gadis cantik itu menahan lengan Mahendra, seraya menggelengkan kepala. " nggak usah Kak, aku nggak apa apa kok," ucapnya tersenyum tipis.
" yakin kamu,?" tanya Mahendra sekali lagi untuk memastikan jika gadis di hadapanya itu benar benar baik baik saja.
Nirmala menganggukan kepalanya seraya tersenyum.tipis. " aku baik kak, terimakasih udah khawatir sama aku," ucapnya seraya mengusap air matanya yang lagi lagi tak bisa di tahan.
dan akhirnya, jatuh membasahi pipi Nirmala. Hal itu membuat Mahendra kembali khawatir.
" emmm gimana, kalau kita ketaman rumah sakit aja, biar kamu merasa lebih tenang dan gak mewek lagi," ucapnya menggoda gadis itu.
" issh paan sih kak," ucapnya seraya memukul pelan bahu Mahendra seraya tersenyum tipis.
" nah, gitu dong enak di pandangnya, kamu itu enak di lihat kalau lagi senyum. daripada mewek mewek nggak jelas, jelek tau," Mahendra berkata dengan mengusap kepala gadis itu.
Kemudian, mereka keluar dari ruangan rawat, dengan menggunakan kursi roda dwn juga selanh infus yang masih tertancap di pergelangan tanganya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju taman rumah sakit, Mahendra dan Nirmala, tak henti hentinya bercanda dan sedekali tertawa.
Dan tak jarang, aksi mereka itu menjadi perhatian yang lainya. hal itu membuat Nirmala sedikit menunduk karen malu.
" ngak usah malu sayang," ucap Mahendra tak sadar memanggilnya sayang. Hal itu tentu saja membuat gadis itu, seketika mendongak.
" kakak, manggil apa,?" tanya Nirmala merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Mahendra seketika itu menggelengkan kepalanya. " nggak bilang apa apa, tadi aku lagi bales pesan adik aku ," ucapnya seraya menunjukan ponselnya yang ada di tangan.
Nirmala yang mendengatnya, menghela nafas lega. Karena ternyata, ia salah menduganya. kalau saja itu semua benat, Nirmala pasti akan menjauhi Mahendra.
Kerena ia tak mau di cap sebagai gadis perusak hubungan orang. Sudah cukup ia menjadi biang masalah di kehidupan keluarganya
ia tidak mau menjadi beban pikirab orang lain. Apalagi orang itu adalah Mahendra. Laki laki ywng aangat baik.
ia tidak mau membebani laki laki itu terus menerus. Karena Mahendra adalah orang yang sangat baik.
*****
sesampainya di taman rumah sakit, Nirmala dan Mahendra segera duduk di sana. Seraya keduanya memejamkan matanya.
Menikmati seiap hembusan angin yang berhembus lrmbut menyaou wajahnya.
" hmm seketika pikiran dan hatiku menjadi sangat tenang kak," Nirmala berkata denganengulas senyum tipisnya.
Tanpa Mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap Mereka dengan tatapan tajam. bak mata Pisau yang siap mebghunus mereka berdua.
Siapa lagi orangnya jika bukan Bani. Dokter muda itu tak sengaja melihat pemandangan yang membuatnya sakit hati.
puk
Tiba tiba saja, sebuah tepukan ringan mendarat mulus di pundak laki laki itu. Sehingga membuat Bani menoleh seketika.
Dan di sampingnya, telah berdiri seorang wanita paruh baya yang juga ikut memandang ke arah depan
" kau bisa lihat kam nak Bani, Nirmala begitu sangat bahagia," ucapnya dengan tersenyum misterius.
Mendengar hal itu, dokter Bani membuang muka kearah lain. Karena ia merasa sakit dengan apa yang di katakan wanita paruh baya di sampingnya itu.
Kemudian, setelahnya, Bani mengayunkan langkahnya menjauh dari sana. Meninggalkan Nyonya Kania yang tersenyum.penuh kemenangan.
" tunggu saja permainan ini anak muda," ucapnya tersenyum smrik.
__ADS_1
Setelahnya juga ikut meninggalkan tempat itu dengan ulasan senyum yang tak pernah surut dari bibirnya.
********
Sementara itu, di bangku taman itu, Nirmala dan Mahendra tengah bercerita dan sesekali bercanda.
" eh, kita tulis pakai ini yuk, nanti setelah selesai, Kita masukan ke sini," Mahendra memperlihatkan sebuah gelembung ysng akan di tiup nantinya.
" wah, boleh tuh kak," Nirmala berkata dengan wajah sumringahnya..
Dengan segera, Nirmala dan Mahendra sama sama menulis di kertas kecil dan melipatnya menjadi kecil kecil.
Kemudian, mereka sama sama memasukanya ke dalam selang gelembung dan dengan segera, meniupnya.
Dan setelah menjadi balon yang berisi kertas, mereka saling pandang dan mengulas senyum manis.
" udah siap belum,?" tanya Mahendra yang bersiap akan meniup selang itu.
Nirmala mengangguk dengan semangat dan dengan segera, mereka berdua segera meniupnya..
Fyuhhh
Sekali tiupan, gelembumg itu mengembang dengan sendirinya, dan membentuk love yang sangat indah.
Nirmala yang melihat itu, merasa begitu kagum dengan apa yang ia lihat itu.
" wuah besar dan bagus banget sih kak, kok aku nggak bisa ya,?" tanya Nirmala mengetuk ngetukan gelembungnya.
" sini biar aku buatin," tangan Mahendra mengambil selang dan tempat gelembungnya.
Kemudian meniupnya membentuk huruf yang sangat indah.
" lho kok bentuknya huruf N kak,?" tanya Nirmala yang merasa bingung.
Bersambung....
Nih kakak, Mampir ya, di karya kakak author yang kece satu ini judulnya Super God System : HEALER bagus lho kak ceritanya.
Blurb :Antonie adalah pemulung yang mati akibat ulah Sonya, putri pemilik Rumah Sakit Harapan Kita.
Setelah kematiannya, Antoni bertemu dengan seseorang pria tua yang ramah. Awalnya Antonie tidak tahu jika dirinya telah mati, namun setelah obrolan dengan pria tua itu, Antonie tahu jika telah mati.
Pria tua itu bisa menghidupkan si Antoni, asal ada syaratnya, yaitu, merubah dunia kedokteran yang sudah rusak karena keserakahan....
__ADS_1