
Nirmala yang tau jika sang kakak.akan menemui sang Mama, menarik tangan Dhelisa. " nggak usah kak, aku memang yang bersalah," ucap Nirmala menundukan kepalanya.
"ini nggak bisa di biarkan Nir, ini sudah kelewat batas," Dhelisa sudah mulai muak dengan ibunya dan akan mengeluarkan ineg unegnys.
"tolong kak, jangan lakukan itu aku tidak mau jika Mama malah membenciku semakin dalam," ucapnua seraya terisak.
Dan sesat Dhelisa hsnya terdiam dan menatap sang adik dengan rasa kasihan yang mendalam. " kasihan kamu Nirma, kenspa mama tega sekali sama kamu,?" tanya Dhelisa mengusap air matanya.
Nirmala yang mendengarnya, hanya tersenyum saja. " itu mungkib udah jadi nasib aku kak, sekarang, kakak siap siap gih," ucap Nirmala tersenyum tips
"tapi kamu nggak apa apa di tinggal sendiri sama mama,?" tanya Dhelisa merasa khawatir.
"aku tidak apa apa kak, hanya saja, aku nanti kesepian kalau nggak ada kakak," jawabnya tersenyum tipis.
Dhelisa yang mendengarnya, tersenyum tipis dan kemudian memeluk adik kesayanganya itu dengan erat.
"kakak Minta, jaga dirimu baik baik ya, jangan sampai Mama menyakitimu lagi," ucap Dhelisa pada sang adik..
Nirmala yang mendengarnya, hanya mengangguk saja. Dan akhirnya mereka menghabiskan malam itu hanys dengan bercanda dan bercanda.
Tanpa di sadarinya, ada sepasang Mata yang menatap kearah Nirmala dengan mata memerah menahan amarah.
"awas saja kau anak sialan," gumamnya seraya berlalu pergi dari sana.
Wanita paruh baya itu segera masuk kedalam.kamarnya dan membanting semua isi dalam kamar itu.
" sialan kau anak setan!! Berani sekali kau membicarakan ku," geramnya dengan wajah merah padamnya karena memahan amarah.
" aku akan semakin jadi menyiksamu! karena kau telah berani mempengarui anak kesayanganku," matanya menatap kesekeliling berharap ada yang bisa ia gunakan untuk memisahkan Dhelisa dan Nirmala.
karena sampai kapanpun, Nyonya Kania tak akan pernH rwla jika anak kesayanganya, bergaul dengan gadis seperti Nirmala.
Karena bagi dia, Nirmala hanyalah sebuah aib yang harus di singkirkan dari kehidupan keluarganya. Terutama dari anak kesayanganya.
Dengan segera, Nyonya Kania bangkit dari ranjang. Dan dengan segera mengambil laptopnya. Kemudian tangan lentiknya dengan lincah mengetik dsn menggeser kursor.
Entah apa ysng di cari oleh wanita kejam itu, hingga matanya sesekali bergerak liar. Seperti sedang mencari sesuatu.
" yeah ketemu!!" teriak Nyonya Kania seraya mengangkat tanganya tinggi tinggi. Seakan baru saja menemukan harta karun yang sangat berharga.
" setelah ini, kau akan tamat Nirmala sayang," Nyonya Kania berkata seraya tertawa dengan sangat kencangnya.
Beruntung, kamarnya masih mengaktifkan peredam suara. Menjadikan apa yang di lakukan Nyonya Kania, tak di ketahui oleh semua orang.
__ADS_1
Setelahnya, Nyonya Kania segera bsngkit dari kasur. Dab segera menuju dapur. Dimana kamar Nirmala berada.
*******
Setelah selesai menaruh bubuk cabai di tempat tidur Nirmala, wanita jahat itu segera keluar. Ia menuju kamar Dhelisa untuk mengetahui, aktivitas yang ada di dalam sana.
Samar samar, Nyonya Kania masih mendengar canda dan tawa dari kedua gadis itu.
Hingga ada satu kalimat yang membuat Nyonya Kania tersenyum lebar.
" kak, aku mau ke kamar mandi ya," ucap Nirmala segera pamit pada sang Kakak.
" enn iya Dek, kakak udah ngantuk banget ini. kamu nanti kalau mau tidur kamar kamu juga ngak masalah," Dhelisa berkata dengan memejamkan matanya.
Nirmala yang mendengarnya, menganggukan kepalanya. Dan dengan segera, gadis itu segera membuka pintu.
Tepat setelah pintu terbuka, tangan Nirmala segera di tarik oleh seseorang. Dan hal itu berhasil membuat Nirmala hampir saja berteriak.
Plak
Satu tamparan, lagi dan lagi mendarat mulus di pipi gadis cantik nan polos itu.
" apa yang kamu katakan dengan anaku sialan,?" tanya Nyonya Kania dengan menatap penuh amarah.
Tiba tiba saja, rambut Nirmala di tarik oleh sang Ibu hingga gadis itu merintih kesakitan. Karena tarikanya begitu kencang.
Hingga membuat gadis itu mengaduh. " aduh Mah, sakit," ucapnya seraya berlinang air mata.
"sakir katamu, mana yang lebih sakit,? Hmm aku!! Aku yang sakit karena harus melahirkanmu, membesarkanmu, jika aku bisa memilih, aku akan memilih untuk melenyapkanmu saja!!" bentaknya.
Seketika itu juga, Nirmala jatuh terduduk. Gadis itu menangis sejadi jadinya. " Mah, kalau aku bisa memilih, aku akan pilih untuk meminta pada Tuhan, untuk mengambil nyawaku saja. Agar Mamah merasa puas dan tidak merasa terbebani," ucapnya.
Sayang, ucapan itu hanya bisa terucapkan dalam hati saja. Karena kenyataanya, gadis itu sama sekali tidak berani
Bahkan menatap wajahnya saja, Nirmala tak mempunyai keberanian. Apalagi ini, membantah ucapanya.
Setelahnya, Nyonya Kania meninggalkan tempat itu. Dengan Niemala yang masih sesenggukan.
Pagi harinya,...
Nirmala dan Dhelisa tengah bersiap siap untuk mengantarkan Dhelisa pergi ke luar kota.
"dek, Kakak pergi dulu ya," ucapnya seraya memeluk tubuh mungil Nirmala.
__ADS_1
"iya kakak, hati hati ya di sana," ucap Nirmala dengan mengusap air matanya.
"iya sayang, kamu hati hati ya di sini," ucapnya seraya tersenyum lembut. Mah jangan kasari Nirmala lagi, Dhelisa mohon," ucap gadis cantik itu.
Sementara itu, Ny.Kania hanya memuang muka tanpa berniat menjawab.
Dhelisa yang mendaoati jawaban yang demikian, menghela nafas panjangnya.
Tak lama berselang, mobil yang menjemput Dhelisa datang juga.
"hati hsti kamu di sana ya," ucap Ny.Kania tersenyum.dan memeluk putri kesayanganya itu.
Dhelisa hanya menganggukan kepalanya dan mereka segera berangkat.
********
Setelah kepergian mobil yang membawa Dhelisa, Ny.Kania segera masuk kedalam rumah tanpa melirik Nirmala sedikitpun.
gadis cantik itu hanya bisa menghela nafas dan menundukan kepalanya.
****
Sementara di dalam rumah, Ny.Kania sedang merencanakan sesuatu. Ia sama sekali tak menghiraukan kata kata dari sang anak.
"mampus kau anak sialan," gumamnya seraya menyerigai tipis. Kemudian berlalu dari sana.
Sementara para Maid yang menyaksikannya, hanya bisa berharap harap cemas.
"ya Allah, lindungi Nona kecil kami," ucapnya dengan mata berkaca kaca..
Sementara itu, Nirmala yang baru saja masuk, menatap heran kearah para Maid yang menatapnya dengan wajah cemasnya..
"bi, kalian semua kenapa,?" tanya Nirmala yang merasa heran. nelihat tingkah para pelayan di rumah ini.
"nggak papa Non, kita permisi dulu ya,"Siti dan yang lain segera meninggalkan tempat itu.
Sementara Nirmala, gadis itu mulai berhati hati. Ia merasa sikap Para Maid yang demikian, membuat Nirmala lebih waspada.
gadis itu mulai mengarahkan mata indahnya, ke segala arah untuk melihat di mana ada yang aneh.
Bersambung.
Mampir yuk di karya kak Desy puspita di jamin nnggak akan nyesel
__ADS_1