Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
bab 23


__ADS_3

" terus kita harus gimana, takut gitu sama lu semua?" tanya Marissa dengan menatapnya lama ke arah Chatlyn dan teman-temannya.


" Ya iyalah Lu harus takut sama kami semua. karena kalian bertiga itu, nggak ada apa-apanya dibandingkan kami," ucap salah satu diantara mereka yang bernama Sherly.


Hal itu membuat Marisa dan kedua temannya, memutar bola mata malas seraya berdecih. " yang paling kaya." ucapnya Seraya membuang muka.


sontak saja itu membuat Chatlyn merasa geram. berani-beraninya mereka membantah bahkan terang-terangan memusuhi gadis tercantik dan terpopuler di sekolahan ini.


dengan segera gadis cantik itu melangkahkan kakinya untuk menarik rambut Marisa. karena memang gadis itu yang paling dekat dengannya.


" kalian semua kurang ajar!" ucapnya menggelegar dengan tangan yang bersih akan menarik rambut Marissa.


namun belum sempat Chatlyn melancarkan aksinya, tangan gadis itu telah terlebih dahulu dipiting oleh Marisa dan dibantu oleh Agnes dan Alexandra.


" aw lepasin tangan gue, kalian berdua sialan!" bentar Catlyn pada Marissa dan teman-temannya. Sementara ketika gadis itu, malah menertawakan Catlyn dengan puas.


" hahaha lu semua bisa lihat kan, gadis ini itu adalah seorang gadis manja dia itu tidak bisa apa-apa tanpa bantuan orang lain," ucap Marisa Seraya memelintir tangan Catlyn semakin kuat.


sontak saja hal itu semakin membuat gadis cantik itu memekik dengan sangat keras. karena memang tulangnya seakan lepas dari tempatnya.


" dengar kau anak manja, jangan sampai kau mengganggu teman baru kami. atau kau akan merasakan akibatnya." bisiknya dengan penuh ancaman.


tentu saja hal itu membuat Catlyn semakin membenci gadis yang bernama Nirmala Albert itu. karena semenjak kehadirannya, orang-orang menjadi teralihkan.


Awalnya dia merebut Perhatian para guru yang biasanya memperhatikannya. kedua, perhatian dari Mahendra.


laki-laki yang telah lama ia taksir. dan sekarang ketiga temannya pun diambil oleh Nirmala. tentu saja hal itu membuat Chatlyn semakin membencinya.


"awas saja kau gadis sialan," gumamnya Seraya menatap dengan tatapan penuh kilatan amarah. berdirinya perjanjian membalaskan sakit hati pada gadis yang bernama Nirmala Albert itu.


*****


Sementara itu di tempat lain, Nirmala sedang berjalan-jalan menyusuri koridor sekolah untuk menuju ke ruang kelasnya.


" Diantar siapa tadi,?" tanya seseorang yang tiba-tiba sudah berada di samping Nirmala. Hal itu membuat Nirmala, hampir tercengkang ke belakang.

__ADS_1


" astaghfirullahaladzim kak Mahendra, ngagetin aja ih," ucapnya Seraya menggerutu kesal. setelahnya Gadis itu mengelus jantungnya yang berdetak cukup kencang karena merasa terkejut.


sementara Mahendra, laki-laki Tampan itu aja terdiam saja. Seraya matanya fokus ke depan.


" Diantar siapa tadi,?" tanyanya sekali lagi. Hal itu membuat air mata sedikit takut. karena jujur saja, semakin lama sikap Mahendra semakin menakutkan.


" diantar sama Kak Bani," ucapnya terbata-bata. Entah mengapa, gadis cantik itu merasa merinding melihat aura laki-laki yang ada di sampingnya.


apalagi jika, dirinya menatap mata laki-laki itu. sungguh sangat menyeramkan. lebih menyeramkan daripada melihat hantu.


sontak saja mendengar jawaban dari Nirmala, membuat laki-laki itu, seketika menoleh dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.


" Kak Mahendra Kenapa liatin aku kayak gitu,?" protes Nirmala sedikit mendegus kesal. Hanya untuk mengalihkan rasa takut di hatinya.


" kenapa nggak minta tolong aja sama aku?" bukannya menjawab pertanyaan dari Nirmala, Mahendra malah bertanya balik.


dengan raut wajah ketakutan, Nirmala menundukkan kepalanya" Aku kan nggak punya nomor kakak" ucapnya lirih.


Hal itu membuat Mahendra menghela nafas panjang." berikan ponselmu padaku." ucapnya Seraya menengadahkan tangan ke arah Nirmala.


hal itu tentu saja membuat Nirmala merasa kebingungan." untuk apa?" tanya gadis itu dengan polosnya.


" jangan ini pemberian kakakku," ucapnya dengan ekspresi wajah memelas Seraya kedua tangannya mengatur ke depan dadanya.


hal itu tentu saja membuat Mahendra semakin merasa frustasi. laki-laki itu dengan kasar menjambak rambutnya sendiri." Arrggh kenapa aku bisa jatuh cinta pada gadis polos ini ya Tuhan," ucapnya mengeluh.


hal itu tentu saja membuat Nirmala yang berada di sana semakin merasa kebingungan." kenapa dengan laki-laki ini, apa dia kesurupan,?" tanya Nirmala Seraya berjalan mundur.


" Hei kamu ke mana!" teriak Mahendra lantang. hal itu tentu saja membuat gadis itu gemetar ketakutan.


tanpa aba-aba, Nirmala segera lari terbirit-birit tanpa memperdulikan teriakan dari Mahendra yang terlihat mengejarnya.


hingga gadis itu, ini telah sampai di depan ruang kelasnya."hosh hosh hosh. Astaga Kak Mahendra kesurupan." gumangnya Seraya mengatur nafas yang masih naik turun.


setelah merasa jantungnya aman, Nirmala segera masuk ke dalam kelas dan menuju ke bangkunya.

__ADS_1


****


sementara itu, Mahendra yang tidak berhasil mengejar Nirmala pun, memutuskan untuk kembali ke kelasnya.


" dasar gadis bodoh, enak saja mengatakan aku kesurupan," kerudungnya Seraya mendengus kesal.


dirinya kemudian, menyandarkan kepalanya di kursi kayu yang ada di sana. sejenak matanya terpejam." Kenapa aku tidak bisa membencimu Nirmala, apa yang sudah kamu buat, sampai aku tergila-gila padamu seperti ini." matanya masih saja terpejam.


Yap. Mahendra, baru saja akan membalaskan dendamnya, karena selalu di tolak oleh Nirmala. Namun tampaknya, laki laki itu tak berdaya melakukanya.


" Apa aku salah jika aku memiliki rasa padamu,?" gumannya Seraya masih memejamkan mata.


dirinya merasa tidak sanggup untuk berbuat jahat atau mencelakai gadis itu. Entah mengapa, hatinya merasakan sakit saat Nirmala disakiti.


" sepertinya semesta memang mentakdirkan aku Hanya Untuk Mencintaimu. bukan untuk membencimu," gumamnya lagi Seraya membuka mata.


****


Bel istirahat pun berbunyi menandakan para siswa harus segera mengisi perutnya dan mengistirahatkan otaknya untuk beberapa saat.


begitupun dengan Nirmala. gadis cantik itu Melangkah dengan pasti meninggalkan ruang kelas. di sepanjang jalan, Nirmala hanya bisa menunduk karena merasa insecure dengan teman-teman yang lain.


hingga sebuah suara, membuat dirinya menoleh." ngapain nunduk-nunduk, Memangnya uang koinnya jatuh?" tanya orang yang berada di sampingnya.


Mendengar hal itu dengan segera, Nirmala segera menoleh. dan dirinya mendapati Mahendra yang telah mensejajarkan diri di sampingnya.


" Enggak, lagi nyari tusuk gigi aku yang jatuh," ucapnya asal.


sontak saja, hal itu membuat Mahendra tersenyum menahan geli. Jika saja dirinya tidak berada di area sekolah, pastilah dirinya akan tertawa terpingkal-pingkal.


sayang saja, dirinya harus menjaga image cool dan berwibawa di sekolahan ini. karena akan menjadi pewaris suatu saat nanti.


" kamu tuh nyebelin tapi ngangenin tau nggak," ucapnya Seraya mencubit kedua pipi gadis yang ada di sampingnya.


" Ish kak Mahendra mah gitu," ucapnya Seraya mamayunkan bibir.

__ADS_1


sampai jumpa jangan lupa tinggalkan jejak ya guys


up-nya slow ya guys nunggu berhasil di baru nanti author kebut Minta doanya juga supaya nggak revisi lagi terima kasih💕💕


__ADS_2