
"hayo, mikir apa,?" tanya laki laki itu saat menyadari gadis yang ada di hadapanya seketika menutup matanya.
Dengan reflek, Nirma menggelengkan kepala dan memalingkan wajahnya karena merasa malu. Bisa bisanya dia mrngira jika Mahendra akan men**mnya.
Pemikiran macam apa itu, kenapa ia bisa berfikir demikian,? Benar benar tidak masuk akal.
"ya sudah kalau begitu, aku pergi ya, ingat jangan ngeres," ucapnya menggoda Nirma.
Sontak saja, Nirma yang mendengarnya, menghentak hentakan kakinya. Dan segera masuk ke dalam kelas.
"hmm benar benar gadis yang mengemaskan," gumamnya seraya berlalu pergi.
Setelah Mahendra berlalu, selelompok orang masuk kedalam kelas Nirma dan langsung menyeretnya kepojok kelas.
"loe ngapain deketin pacar gue, ? Hmm," tanya gadis cantik itu yang tak lain adalah Chatlyn. Gadis berwajah bule itu, mencengkeram wajah Nirmala. Hingga gadis itu merintih ke sakitan.
"ampun kak, sakit," ucapnya lirih dengan air mata yang mengalir tanpa henti. Karena memang, gadis itu merasa kuku tajam kakak kelasnya itu menembus kulitnya.
"sakit loe bilang, gue jauh lebih sakit tau karena loe kegatelan sama pacar gue," bentaknya semakin mencengkeram dagu Nirmala.
Hal itu membuat gadis itu, semakin merintih kesakitan.
"denger ya anak sialan, loe jangan pernah sekali sekali mendekati pacar gue lagi. karena dia itu calon tunangan gue," ucapnya seraya berapi api.
Nirmala yang mendengarnya, hanya menganggukan kepalanya beberapa kali.
"bagus !! Ayo kita pergi," ucap Chatlyn dengan gaya angkuhnya dan segera berlalu daro sana.
Sementara di ruang itu, Nirmala memangis tanpa suara. Mengingat nasibnya yang malang itu.
"kenapa engkau hadirkan aku di dunia ini, jika hanya menanggung dan meninggalkan luka tuhan,? Hiks hiks," Nirmala bertanya seraya terisak
********
Hari ini, Mahendra akan bertamu kerumah Nirmala . Karen Memang, laki laki itu tak pernah sekalipun bertandang kerumah gadis yanh namanya memetap dalam hatinya itu.
ia menjadi penasaran, seperti apa keluarga dari wanita yang sangat ia cintai itu.
"awh sakit nyonya ampun," terdengar pekikan dan jeritan daei seseorang yang suaranya seperti di kenal oleh Mahendra.
Dengan perlahan,laki laki itu menuju ke arah pintu. Ia ingin memastikan suara siapa itu. Hingga ia dapat melihat dengan jelas, Nitmala. Gadis yang telah berada. Dalam hatinya, tengah mendapatkan beberapa kali pukulan.
"aeh aakit nyomya, saya mohon ampun," Suara Nirmala yang merintih kesakitan.
Mahendra hendak memasuki rumah itu. Namun, langkahnya terhenti saat ia mengingat pesan dari kedua orang tuanya dulu.
__ADS_1
"jangan pernah kau sekalipun masuk ke dalam rumah orang lain. karena itu di anggap tidak sopan" pesan Sang Ibu saat mereka tengah berada di ruang tamu.
Mengingat hal itu, Mahemdra merasa gamang. laki laki itu mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah Nirmala.
Hingga suara benda yang di hantamkan, membuat Mahendra terlonjak kaget.
*******
sementara itu, di dalam rumah, Nirmala tengah menangis seswnggukan di lantai dengan kepala yang telah berlumur darah
" ampun Nyonya, ampun saya tidak sengaja," ucapnya seraya menangkupkan kedua tanganya kedepan dada.
Ny.Kania ysng mendengarnya, melangkah dengan cepat dan menarik tangan gadis itu kemudian memyeretnya kekamar mandi.
Byur
Byur.
Hmmmp
Hmmmph
Suara air yang di guyurkan kearah tubuh Nirmala terdengsr begitu jelas. Hingga nafas gadis itu tetsengal sengal.
Semua orang yang ada di sana, tak kuasa menahan kesedihan.
Sementara di dalam.kamar mandi, Ny.Kania masih saja mengguyur tubuh Nirmala dengan beberapa ember air.
"ampun nyonya, saya tidak sengaja melakukanya," Nirmala memohon belas kasihan ibunya.
Ny.Kania yang mendengarnya, bukannya merasa iba, wanita itu malah semakin kejam pada putrinya sendiri.
Dengan kasar, wanita itu menjambak rambut Nirmala hingga gadis camtik itu memekik kesakitan.
"kau bilang apa tadi,? Hmm kau bilang tak sengaja,?" tanya Ny.Kania dengan menarik rambut Nirmala semakin kuat.
"kau tau. gelas kristal itu lebih mahal dari pada kamu tau," bentaknya seraya mendorong tubuh Nirmala hingga kepala gadis itu terbentur tembok.
Brug
Setelahnya, Nyonya kania segera berlalu dari sana. Dan setelah Ny.Kania berlalu pergi, Siti datang tergopoh gopoh.
"ya Allah Non, " wanita setengah baya itu segera menghampiri dengan langkah tergopoh goponya.
"semoga, kamu kuat mrndapatkan siksaan dari ibumu nak," wanita setengah baya itu mengelus kepala dan membersihkan luka yang berada di kepala Nirmala.
__ADS_1
"kita harus lapoe sama Tuan Mbak, kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi," ucap salah satu dari mereka..
Siti yang mendengarnya, menggelengkan kepalanya." jangan kalian jangan lakukan itu. Kita tidak punya kuasa atas itu," Siti mencoba mengingatkan jika posisi mereka tidak aman.
Akhirnya,,Siti dan para Maid yang laim, mengangkat tubuh Nirmala dan membawanya kekamar.
*****
Sementara itu, Mahendra yang masih di sana, merasa sangat geram karena mendengar suara jeritan dari gadis yang ia cintai.
" gue harus bawa dia pergi dari sana, tapi bagaimana caranya,?" tanya laki laki itu dalam.hati.
Akhirnya Mahendra memiloh untuk pergi dari sana terlebih dahulu karena akan mengatur strategi untuk membebaskan Nirmala.
****
Sementara itu, Di dalam kamarnya. Ny.Kania terlihat aangat murka apalagi, jika melihat wajah sok polos dari gadis yang sangat ia benci.itu. Ia akan semakin merasa emosi.
"tunggu saja Kania, waktunya tidak akan lama lagi," ucap Ny.Kania menyakinkan dirinya sendiri.
Tak lama berselang, ponsel yang sedari tadi ia genggam, bergetar. Pertanda jika sedang ada panggilan masuk.
Dengan segera, Ny.Kania mengangkat panggilan itu yang ternyata itu dari Dhelisa. anak kesayangannya itu.
"halo Mah," sapa Dhelisa dari seberang sana.
"halo sayang, ada apa,?" tanya Ny.Kania dengan wajah cerianya.
"aku lulus di sekolah dengan nilai terbaik," ucap Dhelisa dengan girang. " dan rencananya, Dhelisa akan kuliah di sana bareng sama Nirmala," ucap Dhelisa.
Seketika itu juga, wajah Ny.Kania menjadi berubah masam.
"kapan kamu akan pulang sayang,?" tanya Ny.Kania dengan wajah yang telah kembali seperti semula.
"emmm kayaknya besok atau dua hari lagi deh Mah, emang kenapa,?" tanya gadis cantik itu dengan memandang wajah sang ibu dengan seksama
Bersambung....
Nb: mampir yuk di karya kak Haryani bagus ceritanya.
Blurb:Terlahir sebagai putri seorang ningrat, terbiasa dengan aturan yang begitu ketat membuatnya susah didekati kaum Adam.
Terpaksa menikah karena perjodohan, tetapi sebelum pernikahan terjadi sang mempelai pria justru meninggal karena hal mistik.
Konon karena ia adalah perempuan spesial dengan sebutan "Bahu Laweyan". Akankah ia mampu bertahan di atas kutukan yang tidak pernah ia minta?
__ADS_1