
" tidak Mahendra tidak akan pernah membiarkan Nirmala pergi dari sini." ucapnya seraya menggelengkan kepala.
" jangan terlalu yakin, karena jika seorang wanita merasakan sakit hati, mereka biasanya tidak akan pernah menggunakan akalnya kembali." ucap Nyonya Calista Seraya berlalu pergi dari sana.
Hal itu membuat Mahendra semakin bergetar ketakutan. dengan segera, laki-laki itu Melangkah dengan tergesa-gesa memasuki kamarnya.
Ceklek
Pintu kamar segera dibuka. dan mendapati Nirmala Tengah terduduk di sofa Seraya membaca buku kesukaannya. yaitu sebuah buku yang menjadi buku favoritnya selama ini.
Sayangnya, dulu waktu di keluarga Albert, Nirmala tak pernah mendapatkan kesempatan untuk membaca buku itu. Karena hari-harinya hanya disibukkan dengan bekerja bekerja dan bekerja.
Nirmala terus saja membuka buku tanpa menghiraukan keberadaan Mahendra di sampingnya. Seakan, penampakan Mahendra tak terlihat oleh Nirmala.
Dengan segera, laki-laki itu terduduk di samping Nirmala. kemudian, berusaha untuk meraih tangan wanita itu. namun sayangnya, belum sempat Mahendra menyentuh tangan cantik itu, Nirmala sudah menepisnya dengan sedikit kasar.
Setelahnya Nirmala beranjak dari duduknya." Aku ingin kita pisah." ucap Nirmala dengan nada tegas.
Seketika itu pula, Mahendra segera mendunga menatap ke arah wanita yang baru saja mengucapkan kata-kata horor itu.
" tidak, kau jangan sembarangan berbicara." ucapnya segera bangkit dari duduknya kemudian mencengkeram kedua lengan Nirmala.
Namun Lagi Dan Lagi, gadis itu menghempaskan tangan Mahendra dari tubuhnya. Seakan-akan yang baru saja menyentuhnya Itu adalah sebuah kotoran.
Kemudian, tanpa berucap apa-apa, Nirmala segera melingkar pergi meninggalkan kamar. Sungguh, saat ini Nirmala sudah merasa muak dan kehidupan yang ia jalani.
Sepertinya, dirinya sudah merasa lelah. karena Lagi Dan Lagi, orang yang dianggapnya sebagai pelindung, kini justru Malah semakin menyakitinya. Dulu, Delisa yang dianggap Nirmala sebagai pahlawan. Namun nyatanya, wanita itu malah berbalik menyerangnya dan malah menyakitinya.
Sekarang, Mahendra yang dianggap sebagai pahlawan, kini juga menyakitinya. Bahkan menyiksanya dengan begitu kejam.
Hanya karena amarah yang menguasai tubuhnya. Nirmala telah bertekad akan mengakhiri semua penderitaan ini. dirinya akan menjadi orang yang sedikit egois.
__ADS_1
Setelah Nirmala keluar dari kamar, Mahendra dengan segera menyusul wanita itu. laki-laki itu benar-benar ketakutan dengan ucapan yang dilontarkan oleh ibunya dan juga istrinya itu.
"aaareggghh, bodoh!" Mahendra berteriak dengan frustasi Soraya menjamak rambutnya sendiri dengan begitu kuat.
Dengan segera, laki-laki itu menyusul sang istri. bahkan Mahendra seperti orang gila saat mencari gadis itu. Sungguh, dirinya begitu menyesal. hanya karena emosi yang menguasai hatinya, membuat Mahendra melupakan segalanya.
Sepertinya, Mahendra akan segera menuai apa yang baru saja ia perbuat.
****
Sementara itu Di taman belakang, Nirmala tampak menangis sesenggukan." Ya Tuhan, Mengapa nasib buruk tidak pernah benar-benar pergi dari hidupku." ucapnya dengan deraian air mata.
Pandangannya menengadah menatap langit-langit yang tampak begitu cerah dengan awan putih yang menghiasi. tak lama berselang, Nyonya Calista dan Tuan Adi, menghampirinya.
Hal itu tentu saja membuat Nirmala segera mengusap air matanya. kemudian tersenyum ke arah kedua mertuanya itu.
" Apa rasanya sangat sakit?" tanya Tuan Adi dengan nada beratnya. Hal itu membuat Nirmala yang mendengarnya, seketika terdiam.
Seketika itu pula, Nirmala segera menundukkan kepala. Seraya air mata yang mengalir di pipinya itu dengan sangat deras.
Nyonya Calista yang melihat itu, dengan segera memeluk dan mengusap punggung Nirmala. memberikan sensasi ketenangan bagi menantunya itu.
" menangislah, Jika menangis bisa membuat kamu menjadi lebih tenang." ucap Nyonya Calista dengan terus mengusap punggung Nirmala.
Tak lama berselang, seorang pelayan rumah itu berlari menghampiri ketiganya." maaf Nyonya, tuan, di luar ada tamu yang mencari Nyonya Nirmala." ucapnya Seraya menundukkan kepala hormat.
" siapa Bi,?" tanya Nyonya Calista dengan menatap pelayannya itu.
" Tuan Wisnu nyonya," ucap pelayan itu sembari menundukkan kepala hormat.
Mendengar nama ayah kandung dari Nirmala terucap, terang saja hal itu membuat Nyonya Calista dan Tuan Adi, seketika Saling pandang. Kemudian, dengan segera sama-sama menatap ke arah Nirmala.
__ADS_1
" Aku ingin bertemu ayah," ucap gadis itu tiba-tiba. dengan segera, Nirmala beranjak dari duduknya. kemudian, melangkahkan kakinya dengan sedikit tergesa-gesa.
Hal itu membuat Nyonya Calista dan Tuan Adi, seketika Saling pandang. dengan apa yang baru saja mereka lihat itu. karena memang, selama ini Nirmala tak pernah berlaku seperti ini.
Hal itu mendadak membuat mereka berdua, semakin merasa khawatir dan cemas. setelah mereka saling pandang, Tuan Adit dan nyonya Calista segera berjalan menyusul menantu mereka itu.
" Papa ibu kalian kenapa tergesa-gesa seperti itu?" tanya Mahendra yang berpapasan dengan kedua orang tuanya.
Bugh
bukannya menjawab, Tuan Adi malah melayangkan satu bogeman yang mendarat mulus di perutnya. Hal itu membuat Mahendra, seketika mundur beberapa langkah.
" dasar kau ya, laki-laki pecundang. Beraninya menyakiti istri sendiri. dasar pengecut!" maki Tuan Adi dengan nada tinggi.
Seketika itu pula, Mahendra menundukkan kepala. karena memang, laki-laki itu merasa sangat bersalah dengan apa yang telah Ia berbuat pada istrinya.
" Maaf Pah aku terlalu cemburu," ucapnya dengan lirih.
Mendengar hal itu, Tuan Adi menatap sinis ke arah putranya sendiri."cih, Kau bilang apa barusan, tidak sengaja, asal kau tahu ya Mahendra, Tuan Wisnu Hutama itu adalah orang yang paling tidak bisa melihat keluarganya Tersakiti. dirinya akan langsung memutus hubungan apapun dengan orang yang menyakiti keluarganya." ucap Tuan Adi menjelaskan sifat yang dimiliki oleh laki-laki yang menjadi ayah dari menantunya itu.
Mahendra yang mendengarnya, menautkan alis karena merasa kebingungan dengan penjelasan yang dipaparkan oleh Papahnya itu." maksud Papa apa?" tanya Mahendra.
Tuan Adi yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang." dengar nak, Tuan Wisnu itu adalah orang yang sangat ketat dirinya tidak akan pernah mengampuni orang-orang yang mengusik kehidupan keluarganya. Apalagi, Tuan Wisnu baru bertemu dengan Nirmala. otomatis, Kamu tahu kan apa yang selanjutnya terjadi?" tanya Tuan Adi
Gluk
Mahendra dengan susah payah menelan salivanya. dirinya tidak akan pernah Rela jika harus berpisah dengan Nirmala untuk yang kedua kalinya. Cukup Sudah dirinya selama ini menunggu hati gadis itu terbuka. dan sekarang, dengan kelakuan bodohnya, Mahendra akan Kehilangan orang yang ia cintai.
" tidak Pah Bu itu tidak boleh terjadi." ujarnya Seraya berlalu dari sana. Hal itu membuat Nyonya Calista dan Tuan Adi, seketika Saling pandang.
" Pah, apa sebaiknya Papa membantu Mahendra?" tanya Nyonya Calista yang merasa kasihan.
__ADS_1