Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
bab 40


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,...


Hari ini adalah hari yang dijanjikan oleh Arbani. laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu, telah memberitahukan tentang rencana lamarannya pada kedua orang tuanya.


hal itu tentu saja membuat sang ibunda, sangat girang mendengarnya. bahkan wanita paruh baya itu, telah mempersiapkan semuanya sejak beberapa hari yang lalu.


hatinya sungguh berbunga-bunga. apalagi yang akan menjadi calon menantunya, adalah Nirmala Albert. gadis yang memang sejak lama, telah Ia idam- idamkannya menjadi sosok menantu di keluarga besar Dewana.


" Bani, Mama udah nggak sabar tahu mau ke tempat calon menantu Mama Ayo cepetan dong." ucap nyonya Ariska pada Sang putra.


Hal itu tentu saja membuat Arbani yang melihat dan mendengarnya, terkekeh pelan Seraya menggelengkan kepalanya. karena merasa lucu dengan tingkah ibunya itu.


" sabar aja kali mah, lagi pula acaranya kan masih nanti malam." ucap Arbani dengan mengulas senyum tipis.


Mendengar hal itu, Nyonya Ariska menghela nafas panjang. dirinya kemudian menampakan wajah yang sangat cemberut.


hal itu tentu saja membuat Arbani yang melihatnya, kembali tertawa tanpa suara. pernah melihat ekspresi yang Mama sangat lucu.


" sabar sebentar lah Mah, lagi pula kita akan ke rumah tuan Albert itu masih nanti malam." tiba-tiba seorang laki-laki masuk ke dalam kamar Arbani.


siapa lagi jika bukan Tuan Burhan Dewana, ayah kandung dari seorang Arbani Deewana. hal itu semakin membuat nyonya Ariska cemberut.


dengan sedikit kesal, wanita paruh baya itu akhirnya meninggalkan kamar sang anak dengan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.


Sementara tuan Burhan dan juga Arbani yang melihatnya, hanya terkekeh pelan Seraya menggelengkan kepalanya.


" dasar, Mama kamu tuh bener-bener lucu ya" ucap Burhan Seraya masih menatap punggung istrinya hingga menghilang di balik tembok.


" Ya itu kan istrinya papa, awas nggak usah di bibir nanti Bani aduin sama mama." ucap laki-laki muda itu Seraya menggoda papa.


Tuan Burhan yang mendengarnya, menatap sinis ke arah sang anak. Namun Percayalah mereka hanya bercanda. karena memang, pasangan ayah dan anak itu seringkali bercanda.

__ADS_1


" dasar tukang ngadu," cibirnya Seraya duduk di kursi samping ranjang. " omong-omong, Apakah kamu sudah memberitahu pada keluarga calon istrimu bahwa nanti malam kita akan bertanding ke rumahnya?" tanya Tuan Burhan Seraya menatapnya anak sekilas.


Bani yang mendengarnya, menggelengkan kepala." belum Pah, rencananya aku akan memberikan kejutan pada Nirmala. Gadis itu akan terlihat lucu saat terkejut." ucapnya Seraya memandang langit-langit kamarnya.


membayangkan selucu apa ekspresi gadisnya itu saat merasa terkejut. dan pasti bukan hanya terkejut melainkan juga bercampur kesal. dan Arbani tidak sabar untuk menyaksikan ekspresi menggemaskan Pujaan hatinya itu.


*****


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di restoran Marissa, Nirmala Tengah mondar-mandir tak menentu.


tiba-tiba saja, perasaannya menjadi tidak enak. Apalagi, Bani tidak pernah memberikan kabar padanya.


Bukan bukannya Nirmala berharap untuk selalu dihubungi oleh dokter itu. justru dirinya berharap tak akan pernah dihubungi oleh dokter Tampan itu lagi . Sehingga dirinya dengan mudah bisa melupakan masa lalu mereka.


Namun, Nirmala merasa resah karena setelah dokter Bani mengatakan jika dirinya akan melamar dalam waktu dekat, dokter muda itu malah tidak pernah menghubunginya.


Dirinya, hanya merasa rasa takut jika tiba-tiba saja dokter muda itu datang ke rumahnya dengan membawa orang banyak. lamaran dadakan.


" Kamu kenapa Kok gelisah banget Nir,?" tanya Marisa Seraya menepuk pelan bahu gadis itu. hal itu tentu saja membuat Nirmala yang tengah fokus, hampir saja tercengkang karena kaget.


" astaghfirullahaladzim Kak Marissa, ngagitin aja sih," ucap Nirmala Seraya sedikit menggerutu kesal. hal itu tentu saja membuat Marissa yang melihatnya, terkekeh pelan.


" Abisnya kamu lucu banget sih kalau Kaget gitu, gemesin tau nggak," ucapnya Seraya mencubit kecil pipi Gembul Nirmala.


hal itu tentu saja membuat Nirmala yang mendengarnya, mencabikan bibir karena kesal.


" Ya udah nggak usah kesal sini sama aku," Marissa menarik tangan Nirmala hingga mereka sampai ke dapur restoran.


dengan segera, Marissa mengajari membuat menu-menu yang belum pernah dibuat oleh Nirmala sebelumnya.


karena memang, di restoran ini Nirmala hanya bertugas untuk membantu semua pelayan yang ada di sini. namun dengan gaji yang sama dengan karyawan lain.

__ADS_1


marisalah yang meminta semua karyawan agar tidak merasa iri dengan Nirmala. Karena Marissa mengatakan jika Nirmala adalah adiknya yang ingin belajar untuk masak dan bekerja di restoran ini.


Walaupun, awalnya Nirmala menolak dengan alasan tidak enak. karena mendapatkan gaji tapi tidak bekerja dengan benar.


Namun karena bujuk rayu yang diberikan pada Marissa, akhirnya Nirmala menurut saja.


" nah ini kamu buat makanan kesukaan kamu." ucapnya Seraya menyerahkan semangkuk ayam yang telah dibersihkan dan juga telah dikukus.


Dengan segera gadis itu meracik bumbu dan mengolah semangkuk ayam itu menjadi rica-rica yang sangat lezat.


tak membutuhkan waktu lama, untuk Nirmala menghidangkan makanan itu. karena hanya waktu 15 menit, kini di meja ruang belakang telah tersaji semangkuk rica-rica dan juga nasi panas.


hal itu tentu saja membuat Marissa yang awalnya Tengah diet, seketika menjadi buyar. dirinya merasa tergiur dengan masakan yang dimasak oleh Nirmala.


" hais Kayaknya aku salah deh memberikan ide memasak untukmu," ucapnya cemberut.


Nirmala yang mendengarnya, menawarkan alis karena merasa bingung dengan maksud sahabatnya itu." Maksudnya gimana Kak?" tanya Nirmala tak mengerti.


" ya aku salah memberikan ide masak untukmu, jadinya aku nggak bisa diet deh." ucapnya menggerutu.


hal itu tentu saja membuat Nirmala seketika tersenyum lebar. dan dengan jahil dirinya membisikkan sesuatu pada Marissa.


" nggak usah diet kali Kak, nasi padang masih enak loh kak." ucapnya berbisik dengan jahil.


Marisa yang mendengarnya, seketika melotot tajam ke arah Nirmala. Namun, Gadis itu tak ketakutan seperti biasanya. melainkan dirinya malah tertawa dengan lepas.


" Hahaha Kak Marisa Kalau ketawa lucu deh," ucapnya dengan mengusap sudut matanya dengan jari saking kerasnya tertawa.


Sementara itu Marissa yang mendengarnya, melemparkan sedotan kecil tepat ke arah Nirmala." dasar adik kurang ajar!" ucapnya Seraya hendak menarik baju gadis itu.


Namun secepat kilat Nirmala menghindar. sehingga terjadilah mereka kejar-kejaran seperti layaknya anak kecil. hal itu tentu saja membuat Nirmala sedikit melupakan kegelisahannya. dan diam-diam, Marisa yang mengetahui itu tersenyum tipis.

__ADS_1


" kamu pokoknya nggak boleh sedih Nirmala, aku janji akan buat kamu bahagia. anggap aja ini sebagai ucapan permintaan maaf ku padamu karena telah membully selama ini.


__ADS_2