Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
Bab 71


__ADS_3

Satu tahun kemudian, Kini, Mahendra dan juga Nirmala, telah dikaruniai seorang bayi perempuan yang sangat cantik bernama Marsha Ayu Wijaya. yang ini berusia tiga bulan.


kehadiran baby Marsha menjadi penghiburan bagi Kedua keluarga besar Nirmala dan juga Mahendra terkadang, malah menjadi rebutan kedua Opanya.


Seperti saat ini, saat mereka Tengah berkumpul di ruang tamu. karena rencananya, Tuan Adi Wijaya, dan juga Nyonya Calista, akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri untuk satu bulan ke depan. Hal itu membuat kedua manusia paruh baya itu, tampak begitu sedih harus meninggalkan cucu pertama mereka.


" Gimana kalau baby Marsha ikut sama Opa yuk ke luar negeri." ucap Tuan Adi saat berbicara dengan bayi berusia 1 bulan itu.


" Iya nak biar mama sama papa bisa nambah Adik lagi buat Marsha." Timpal Nyonya Calista Seraya melirik ke arah menantu dan anaknya.


Hal itu membuat Nirmala dan juga Mahendra yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala karena merasa malu.


"ish, ibu sama Papa apaan sih, Lagian baby Marsha itu masih kecil. masih butuh perhatian dan kasih sayang. Masa harus dikasih adik? kan nggak mungkin" ucap Mahendra dengan Ketus.

__ADS_1


" Halo teman-teman Mahendra, lagi pula kalian itu masih muda, terus juga sama-sama sehat. nggak papa nambah. biar nanti Marsha ada temennya." ucap Nyonya Calista tersenyum lebar.


" maaf Bu, Bukannya di rumah nggak mau, tapi Nirmala masih kebayang rasa sakit ngeluarin Marsha dalam perut. katanya terngiang sampai sekarang." ucap Nirmala jujur.


Memang, Jika seorang anak mereka tidak bisa ikut campur terlalu dalam. karena yang menjalani adalah Mahendra dan Nirmala. mereka akhirnya kembali berbincang-bincang seperti biasa.


*****


Sementara itu di lain tempat, tepatnya di keluarga Deewana, seorang wanita cantik yang tengah menggendong bayi laki-laki tampak Tengah mengejar suami yang akan berangkat kerja.


" mas Beni tunggu!" teriak Delisa Seraya meraih tangan laki-laki itu. hal itu tentu saja membuat Arbani seketika menghentikan langkahnya. dan sesaat mata elangnya, menatap tajam ke arah wanita yang masih berstatus istrinya itu.


" Delisa, aku mohon Tolong jangan ganggu aku." ucap Arbani Seraya menepis tangan istrinya. Delisa yang mendengarnya, menggelengkan kepala tanda tidak mau.

__ADS_1


" tidak Mas, aku ini istrimu dan ini ada anakmu." ucapnya Seraya menunjuk bayi laki-laki yang tengah tertidur pulas dalam gendongannya.


Mendengar hal itu, Arbani menghela nafas panjang." Sudah berapa kali aku bilang, Sebentar lagi kita akan bercerai. jadi tolong jangan ganggu aku, karena hatiku masih sangat mencintai Nirmala." ucap Arbani dengan nada lirihnya.


Sontak saja hal itu membuat Delisa yang mendengarnya, seketika membulatkan mata. tak menyangka jika sang suami, masih menyimpan rasa dengan masa lalunya.


" Mas, mereka itu sudah bahagia. bahkan mungkin Nirmala sudah lupa akan kisah kalian." ucap Delisa dengan nada naik turun karena menahan amarah.


" aku tahu Delisa, tapi yang namanya cinta itu tidak bisa dipaksa." ucap Bani Seraya menundukkan kepala.


Laki laki itupun sadar apa yang ia perbuat adalah suatu kesalahan. mengharapkan wanita yang telah menjadi milik orang lain. dan malah menyia-nyiakan wanita yang menjadi miliknya secara agama dan negara.


Namun, apa mau dikata, hati Arbani seakan membatu selama ini dan tak pernah mencintai wanita yang bernama lengkap Delisa Albert itu.

__ADS_1


" sudahlah, kalau gitu, aku berangkat dulu. malam nanti sepertinya aku tidak pulang." ucap Arbani dengan nada lirik dan berlalu pergi dari sana.


__ADS_2