
satu bulan kemudian, setelah kejadian itu, Mahendra sama sekali tidak pernah berbuat kasar pada Nirmala. Agaknya, laki-laki itu telah merasa trauma akibat ditinggal oleh Nirmala. Walaupun memang, ditinggal oleh Nirmala hanya beberapa hari, namun, Hal itu membuat Mahendra tersiksa.
" Duh, gandengan aja terus, truk aja kalah lho," ucap Nyonya Calista meledek Mahendra. sontak saja hal itu membuat Nirmala yang mendengarnya, seketika menyembunyikan wajahnya karena merasa malu.
" Ibu ih ganggu aja." ucapnya Seraya menarik tangan Nirmala untuk duduk di ruang keluarga. dan hal itu diikuti oleh Tuan Adi dan nyonya Calista. mereka juga ikut Duduk di sebelah anak-anak mereka.
" Kalian kan baru 2 bulan menikah, apa sebaiknya kalian tidak melaksanakan resepsi,? apalagi sekarang kan keluarga Nirmala bertambah." ucap Nyonya Calista memberi usul.
Tuan Adi yang mendengarnya, juga menganggukkan kepala tanda setuju." Papa juga setuju, Apalagi kan, sekarang Nirmala sudah menemukan keluarga barunya." ucapnya tersenyum tipis.
Mahendra dan Nirmala yang mendengarnya, seketika Saling pandang." kami juga setuju kok Pah Bu," ucap mereka hampir bersamaan.
Hal itu membuat kedua orang tua Mahendra, seketika terkekeh pelan." gini ya kalau udah jodoh, ngomong aja barengan." ucapnya masih dengan senyuman kecil di bibir mereka.
Mahendra yang mendengarnya, tak mengindahkan ucapan orang tuanya. laki-laki itu malah mengeluarkan ponselnya. memperlihatkan dekorasi-dekorasi terbaik dari orang-orang kenalannya.
' Coba kalian lihat, ini bagus nggak?" tanya laki-laki itu memperlihatkan ponselnya pada orang-orang yang ia sayangi.
__ADS_1
" bagus," ucap mereka serempak. Hal itu membuat Mahendra yang mendengarnya, menggelengkan kepala, akhirnya, mereka memutuskan untuk membicarakan hal ini pada semua anggota keluarga. termasuk juga dengan keluarga Hutama.
Oma Michelle, tante mira dan juga Om Nicholas diundang oleh keluarga Wijaya untuk membicarakan tentang ini. dan tentu saja orang tua Nirmala.
Mereka semua tanpak antusias mendengarkan dan menyambut rencana resepsi pernikahan yang cukup mewah.
****
sementara itu, di tempat lain, Lebih tepatnya, di sebuah kamar mewah, seorang wanita paruh baya Tengah memandangi sebuah foto seorang gadis yang tengah membawa boneka di tangannya, dengan tetapan tajam dan penuh kebencian.
" sudah main-mainnya sayang, Sekarang waktu sudah berakhir." ucapnya Seraya tersenyum misterius. dan dengan segera, menyalakan api dan kemudian membakar foto itu. hingga menjadi abu yang tak tersisa.
siapa lagi jika bukan Nyonya Kania, sepertinya dendam wanita paruh baya itu sudah mendarah daging. sehingga susah untuk melepaskan dendam itu. dan lebih parahnya lagi, orang yang menjadi sasarannya, adalah anak yang tidak berdosa dan tidak tahu menahu tentang kejadian itu.
Setelahnya, Nyonya Kania terlihat menghubungi seseorang." Halo sayang apa kau sudah siap?" tanya Nyonya Kania pada seseorang di seberang sana.
" Aku siap mah," Ucap orang itu yang tak lain adalah Delisa. entah setan apa yang merasuki tubuh gadis itu. sehingga membuat dirinya menjadi kehilangan kendali seperti itu.
__ADS_1
" Oke kalau begitu, kita tunggu hingga 1 tahun ke depan rencana ini." ucap Nyonya Kania tersenyum penuh arti.
Delisa yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala dan kemudian mengakhiri pembicaraan mereka di telepon.
Beberapa bulan kemudian, Nirmala Tengah duduk di sebuah bangku taman. karena Entah mengapa, wanita itu merasa pusing yang luar biasa. mungkin karena kelelahan akibat dari resepsi yang cukup meriah yang baru saja mereka laksanakan beberapa hari yang lalu.
" Kau kenapa sayang, sebaiknya kita ke dokter saja. wajahmu pedas sekali." ucap Mahendra dengan ekspresi wajah khawatirnya.
Nirmala yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. kemudian mereka segera berangkat menuju ke rumah sakit.
Sesampainya di sana, Nirmala segera diperiksa oleh dokter kandungan. karena nyonya Calista bersikeras, jika menantu kesayangannya ini Tengah hamil. dan akhirnya, mereka berdua menurut saja apa kata orang tua.
" Selamat ya, Tuan Nyonya, Nyonya Nirmala sepertinya Tengah mengandung usia 4 Minggu." ucap dokter itu Seraya menjabat tangan Mahendra.
sontak saja hal itu membuat Mahendra dan kedua orang tuanya, seketika berbinar cukup bahagia." Terima kasih dok," ucapnya Seraya mengelus perut wanita kesayangannya itu dengan penuh cinta. dan akhirnya mereka semua, memutuskan untuk segera keluar dari rumah sakit itu.
di saat mereka tengah berjalan menyusuri koridor rumah sakit, Nirmala tak sengaja berpapasan dengan sang kakak yang sepertinya juga Tengah memeriksakan kandungannya.
__ADS_1
Namun, Nirmala tak berani untuk menatap dan kakak karena ekspresi wajah Delisa begitu menakutkan. saat mereka Tengah berpapasan, Delisa membisukan sesuatu pada Nirmala.
" bersiaplah kau akan hancur." ucapnya dengan wajah misterius. hal itu tentu saja membuat Nirmala seketika menunduk ketakutan.