Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
bab 54


__ADS_3

Kini, Nirmala tengah terduduk lesu di atas ranjang. Seraya menyandarkan kepalanya di sandaran tembok. dirinya masih tak menyangka bahwa wanita yang dianggapnya sebagai seorang ibu, kini berbalik arah membencinya.


" Ya Allah Apa salahku, Kenapa aku harus terus mengalami semua ini? hiks hiks hiks" ucapnya Seraya terisak tergugu.


Tak lama kemudian, pintu kamarnya terdengar diketuk oleh seseorang. dan setelahnya, Mahendra menyembul dari arah luar pintu. laki-laki itu seketika merasa sangat terkejut saat melihat istrinya menangis terisak.


Dengan segera, Mahendra berlari menghampiri Nirmala. dan setelahnya memeluk wanita itu dengan erat."sstt, jangan pernah menangis lagi" ucapnya Seraya mengusap punggung Nirmala.


Hal itu membuat Nirmala, seketika mendungak menetap wajah laki-laki yang kini telah menjadi suaminya." Kak Mahendra aku minta maaf, Maafkan Aku" ucapnya Seraya memeluk Mahendra dengan eratnya.


" sudah tidak perlu minta maaf, setelah ini aku dan keluargaku akan pastikan Jika kau akan baik-baik saja." ucapnya Seraya mendekap erat tubuh mungil istrinya itu.


hal itu semakin membuat Nirmala menangis terisak. karena Gadis itu tidak menyangka, akhirnya dapat merasakan kasih sayang seutuhnya dari sebuah keluarga.


Tok tok tok


tak berselang lama, pintu kamar mereka kembali diketuk oleh seseorang. hal itu dengan segera membuat Mahendra dan Nirmala segera membukanya.


" Ada apa Ibu?" tanya Mahendra yang sedikit kebingungan.


Sementara nyonya Calista yang mendengar pertanyaan dari putranya itu, hanya tersenyum tipis. kemudian dengan segera menarik tangan Nirmala. Seraya membawanya keluar.


" Ayah ikut ibu." ucapnya Seraya membawa Nirmala pergi dari sana. sementara Mahendra yang melihatnya, hanya bisa mengikuti kedua wanita yang ia cintai dari belakang.


***


Sesampainya di ruang tamu, Nirmala tampak tertegun. Saat melihat seorang laki-laki paruh baya Tengah berbincang-bincangan dengan ayah mertuanya.


Seketika itu pula, kedua laki-laki paruh baya itu menatap ke arah Nirmala secara bersamaan. hal itu tentu saja membuat Nirmala seketika menundukkan kepala.

__ADS_1


" Kenapa masih ada di sini? Ayo kita teman mereka" ucap Nyonya Calista Seraya menarik tangan Nirmala. Kemudian ikut duduk bersama Tuan Adi Wijaya dan juga tuan Wisnu Hutama.


Dengan segera Tuan Wisnu Hutama memeluk tubuh gadis itu. dengan begitu eratnya." Maafkan ayah yang pernah membuatmu menderita selama ini" ucapnya Seraya memeluk tubuh Putri kandungan itu.


tuan Wisnu Hutama merenggangkan pelukannya Seraya mata mereka saling bertemu." Apa kau selama ini menderita?" tanya laki-laki paruh baya itu dengan tatapan sendunya.


Dirinya begitu murka saat mendengar cerita dari Nyonya Calista. jika selama ini Nirmala selalu disiksa oleh Nyonya Kania yang notabenya adalah ibu kandungnya sendiri.


hanya karena, kesalahan yang pernah mereka buat di masa lalu. Padahal, kejadian itu murni dari sebuah kesalahan mereka berdua. Tapi, Mengapa putrinya yang malah mendapatkan amukan dari Nyonya Kania.


" tidak ada Tuan, saya tidak pernah mendapatkan siksaan dari keluarga Tuan Albert." ucapnya Seraya tersenyum tipis.


hal itu tentu saja membuat tuan Wisnu Hutama menggelengkan kepala Seraya menatap dalam ke arah mata Nirmala.


" Jangan pernah bohongin ayah, karena ayah tahu semua cerita yang telah kamu alami sayang." ucapnya Seraya mencengkeram pelan pundak Nirmala.


Seketika itu pula, Nirmala menghambur ke dalam pelukan laki-laki yang baru ia ketahui sebagai ayah kandungnya itu. Gadis itu menangis sejadi-jadinya.


Sakit


Itulah yang dirasakan oleh Tuan Wisnu Hutama. Siapa orang yang tidak akan merasa sakit jika melihat dan mendengar darah dagingnya disakiti oleh orang yang notabeknya adalah ibu kandungnya sendiri.


tidak ada. kata itu yang tepat dilontarkan jika ada pertanyaan seperti itu keluar dari mulut manusia. Karena sampai kapanpun tidak akan ada yang namanya bekas anak.


Secara perlahan, tangan dari Tuan Wisnu Hutama mengepal dengan kuatnya." ayah janji, akan membalaskan Rasa Sakit hatimu pada mereka." gumamnya dalam hati.


Karena sampai kapanpun, dirinya takkan pernah rela jika membiarkan orang-orang yang telah menyakiti putrinya bebas begitu saja. Walaupun Tuan Wisnu Hutama masih bergantung pada perusahaan Tuan Seno.


Namun apa pedulinya bahkan Tuan Wisnu telah siap jika perusahaannya gulung tikar akibat permasalahan ini.

__ADS_1


Tuan Wisnu dengan segera melerai pelukannya, kemudian menetap keluarga Tuan Adi Wijaya dengan Tatapan yang sulit diartikan." aku titipkan putriku pada kalian. tolong jaga dia Sayangi dia dan jangan sia-siakan dia." ucapnya Seraya melangkah pergi dari sana.


dengan segera, Mahendra menganggukkan kepala dengan mantap." Ayah tenang saja, Nirmala akan aman bersama kami." ucapnya tersenyum tipis.


Tuan Wisnu yang mendengarnya, menganggukkan kepala. kemudian melangkah meninggalkan kediaman dari keluarga Wijaya.


*****


Sementara itu, di sebuah ballroom hotel tempat berlangsungnya persepsi pernikahan Delisa dan juga Arbani, semua berlangsung dengan semestinya. Hanya saja, formasi keluarganya sedikit kurang. karena, Tuan Seno Albert yang tak lain adalah Ayah dari Delisa tak menghadiri acara itu.


Padahal kemarin waktu resepsi pernikahan Nirmala, laki-laki paruh baya itu menyempatkan diri untuk hadir. walaupun hanya sebentar. Namun, untuk saat ini tidak terlihat sama sekali kehadiran Tuan Seno.


Hal itu tampak membuat Nyonya Kania yang menyaksikan Delisa menangis, mengepalkan tangannya dengan erat.


" benar-benar kau ya Nirmala, Dasar anak pembawa sial." ucapnya Seraya menceritakan gigi-giginya. karena merasa begitu kesal dengan sikap sang suami.


***


Sementara itu di sebuah ruangan yang berwarna putih, dua orang laki-laki paruh baya tengah duduk berhadapan. siapa lagi jika bukan Tuan Seno Albert dan juga tuan Wisnu Hutama.


Mereka sama-sama menatap tajam. Lalu tak beberapa lama, saling membuang muka." Aku tahu aku salah, tapi asal anda tahu, pada malam itu kami sama-sama tidak sengaja hingga terjadi peristiwa itu." ucapnya Seraya menghela nafas panjang. sebelum akhirnya, melanjutkan ucapannya.


" tapi apa perlu sampai seperti ini?" tanya tuan Wisnu Hutama Soraya menatap tajam ke arah Tuan Seno Albert.


" apa maksudnya?" tanya Tuan Seno tak mengerti. karena memang laki-laki itu tidak mengerti apa maksud dari lawan bicaranya itu.


" Apa kau memang benar-benar tidak tahu atau hanya berpura-pura tidak tahu?" tanya Tuan Wisnu Seraya menatap tajam ke arah lawannya.


Hal itu semakin membuat Tuan Wisnu semakin merasa geram dibuatnya." jangan pura-pura bodoh! Apakah kau tidak tahu jika selama ini, istrimu itu selama ini menyiksa anakku?" tanya Tuan Wisnu dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Hal itu tentu saja membuat Tuan Seno, yang mendengarnya seketika membulatkan matanya karena merasa terkejut dengan apa yang ia dengar itu.


" Jangan sembarangan bicara tuan." ucap Tuan Seno menggeram kesal mendengar ucapan dari laki-laki yang ada di hadapannya itu.


__ADS_2