
mendengar jawaban dari Nirmala, membuat wajah Mahendra seketika memerah karena malu." Astaga apa yang aku pikirkan, bisa-bisanya aku berpikir Nirmala akan berbuat sejauh itu. aku nggak mungkin lah." gerutunya pada dirinya sendiri.
Sementara Nirmala yang melihat tingkah dari Mahendra, mengerutkan keningnya karena merasa bingung. ih kakak mah aneh" ucapnya Seraya meminum jus yang ada di depan matanya.
Karena memang, Mahendra telah memesankan makanan dan minuman kesukaan Nirmala Tentu saja laki-laki itu tahu makanan dan minuman dari gadis yang ia cintai.
akhirnya Mahendra meminta Nirmala untuk memakan makanan yang telah Ia pesankan itu sembari menunggu keberaniannya terkumpul kembali akibat perasaan malu Yang bergelayut di hatinya akibat kejadian itu.
****
Selesai menyantap semua makanan, barulah Nirmala menatap Mahendra dengan Tatapan yang sulit diartikan. hal itu tentu saja membuat Mahendra, sedikit merasa aneh dan bingung.
" Nirma kamu kenapa,?" tanya Mahendra Seraya menatap penuh dengan kebingungan. Hal itu membuat Nirmala semakin menangis sesenggukan.
" Kak, Kak Mandra masih mau Kan jadikan aku sebagai istrimu?" tiba-tiba saja Nirmala berkata demikian. Hal itu membuat Mahendra yang mendengarnya, seketika tercengang.
" Nirmala Kamu itu kenapa sih, Kenapa jadi aneh gini?" tanya Mahendra yang semakin merasa kebingungan. Namun tidak dipungkiri terselip Rasa Bahagia yang cukup tentara di hati Mahendra.
Yap, Mahendra pernah melamarnya secara personal beberapa hari yang lalu. namun sayangnya, Nirmala tidak menerimanya. dengan alasan, dirinya masih ingin merasa bebas.
Hal itu tentu saja membuat Mahendra kala itu yang mendengarnya, seketika merasa kecewa. Namun, dirinya begitu terkejut ketika gadis itu tiba-tiba menerima lamarannya.
" aku tidak apa-apa Kak, aku hanya merasa mungkin aku sudah mulai mencintaimu." ucapnya Seraya menyentuh bagian Ulu hatinya yang merasa begitu nyeri." Maafkan aku Kak, jika aku terkesan menyakitimu, aku memang sangat jahat padamu." ucapnya dalam hati Seraya mengusap air mata yang menetes di pipinya.
seketika itu pula, Mahendra segera tersenyum penuh bahagia. karena pada akhirnya bisa mendapatkan gadis yang ia cintai. entah Mahendra polos atau apa, akan tetapi laki-laki itu tak menyadari jika dirinya hanya menjadi bahan pelampiasan saja.
sungguh kisah percintaan yang sangat dramatis dan juga ironis. Mahendra dengan segera, memeluk tubuh gadis itu dengan penuh bahagia.
" terima kasih, atas jawabanmu sayang. Aku sungguh bahagia" ucapnya Seraya mendaratkan kecupan untuk beberapa kali pada kening Nirmala.
__ADS_1
hal itu tentu saja membuat Nirmala seketika menangis semakin kencang. air matanya mengalir dengan begitu deras. Mahendra mengira jika Nirmala menangis penuh dengan bahagia. Walaupun pada kenyataannya, Gadis itu menangis penuh dengan kepiluan.
" kumohon Maafkan aku Kak, jika nanti kakak mengetahui semuanya, tolong Jangan benci aku." ucapnya dalam hati.
Akhirnya, Mahendra memutuskan untuk melamar gadis itu di depan banyak pengunjung restoran itu. hal itu tentu saja membuat semua mata menata baru pada Mahendra dan juga Nirmala.
Sungguh malang nasib Nirmala dan juga Mahendra. sama-sama menjadi korban keegoisan orang yang mereka cintai. Nirmala menjadi korban kakaknya, sementara Mahendra menjadi korban Nirmala. Memang, kehidupan bisa strategis itu.
Selesai acara lamaran pribadi itu, Mahendra mengajak Nirmala untuk menuju ke butik terkenal yang ada di kota itu. Untuk memesan baju akad nikah untuk mereka.
" sayang, aku sangat bahagia semoga pernikahan ini bisa menjadi pernikahan pertama dan terakhir kita." ucap Mahendra tersenyum tipis.
hal itu malah semakin membuat Nirmala, menangis sesenggukan." Tenanglah Sayang, setelah kita menikah aku akan langsung membawamu keluar dari rumah itu agar kamu bisa hidup bahagia." ucapnya dengan tersenyum tipis.
Nirmala yang mendengarnya hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. dan akhirnya tak beberapa lama mereka berdua telah sampai di depan sebuah butik ternama di kota itu.
setelah hampir setengah jam, akhirnya Mahendra dan juga Nirmala memutuskan untuk segera pulang." besok, aku akan melamarmu secara resmi dengan kedua orang tuaku." ucap Mahendra tersenyum tipis.
Nirmala yang mendengarnya, ketika tersenyum tipis. kemudian mengangguk perlahan. Setelahnya, Nirmala diantarkan pulang oleh Mahendra.
Dalam perjalanan, Mahendra tak henti-hentinya menatap sang gadis Pujaan Hati. yang tak lama lagi akan menjadi istrinya itu. Hingga, dirinya tak menyadari ada tikungan tajam Yang terjadi di depan mata.
" Kak Mahendra awas!!" teriak Nirmala histeris. hal itu membuat Mahendra seketika menoleh dan,..
Brug
Brak
Kecelakaan tak bisa diindahkan lagi. mobil Mahendra seketika Ringsek. Hal itu, membuat darah seketika mengalir di mana-mana.
__ADS_1
"Nirmala, bangun" ucap Mahendra dengan lemah Seraya menepuk-nepuk pundak gadis itu. seketika itu pula, tubuh Mahendra menjadi gemetar. karena Menyadari, sesuatu yang buruk akan terjadi pada calon istrinya itu.
Dengan secepat kilat laki-laki itu membuka pintu mobil dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
" Sayang aku mohon Bertahan," bisik Mahendra di samping telinga Nirmala. tak lama berselang, ada seorang sopir taksi yang tiba-tiba menghentikan taksi miliknya. Kemudian menawarkan tumpangan untuk Mahendra dan juga Nirmala.
" Pak kita jalan sekarang ya, ke rumah sakit terdekat." Mahendra berkata sebelum supir taksi itu mengeluarkan suaranya.
Dengan segera supir taksi itu menganggukkan kepala dan segera melajukan taksinya menuju lokasi yang dituju.
Kebetulan jalan yang dilewati oleh Mahendra itu terbilang cukup sepi. Apalagi, keadaan setelah hujan. Untuk itulah, Mahendra merasa khawatir saat mengalami kecelakaan itu. dan untuk pelaku tabrak lari itu, Mahendra akan menyerahkannya semua pada polisi.
***
Tak lama berselang, taksi yang ditumpangi oleh Mahendra dan juga Nirmala telah sampai di depan rumah sakit. dengan segera laki-laki itu membopong tubuh lemah Nirmala kemudian membawanya ke dalam.
" suster dokter! tolongin calon istri saya," teriak Mahendra dengan lantang. Hal itu membuat sebagian pengunjung rumah sakit ketika menoleh ke arah sumber suara.
Tak lama berselang, seorang dokter datang menghampiri Mahendra yang masih setia membawa Nirmala.
Dokter itu tampak sangat terkejut saat menyadari Siapa gadis itu." Nirmala," ucapnya dengan lirik.
" dokter Kenapa bengong, Ayo selamatkan calon istri saya dok." ucap Mahendra Seraya meninggal lengan dokter Arbani.
hal itu seketika membuat dokter Bani tersadar dari lamunannya." ah Lebih baik aku tanya nanti saja, Apa maksud dari laki-laki ini" gumamnya Seraya meletakkan Nirmala ke atas Brantas rumah sakit.
Setelahnya membawanya ke ruang unit gawat darurat. Sementara Mahendra, Hanya bisa pasrah dan berdoa di depan ruang tunggu.
" Ya Tuhan kenapa ini bisa terjadi,?" tanya Mahendra Seraya mengusap wajahnya dengan kedua tangan dengan kasar
__ADS_1