Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
bab 49


__ADS_3

Kini, Nirmala Tengah berada di sebuah masjid yang tak jauh dari rumah sakit itu. ditemani oleh Nyonya Kania. sebagai perwakilan dari keluarga Nirmala.


Sementara Tuan Seno memutuskan untuk menyusul Arbani dan juga Delisa. Sebenarnya, laki-laki paruh baya itu sedikit merasa kecewa dengan keputusannya diambil oleh Nirmala. Sehingga, dirinya meminta wali hakim untuk menikahkan Nirmala.


Hal itu tentu saja membuat Nyonya Kania yang mendengarnya, seketika tersenyum dengan penuh kemenangan. karena sepertinya Lagi Dan Lagi Dewi Fortuna berpihak kepadanya.


" Terima kasih ya Pa, memang ini yang Mama inginkan." ucapnya tersenyum tipis. Kemudian, Nyonya Kania ikut Duduk di samping Nirmala dengan senyuman yang tak henti-hentinya tersungging di bibirnya itu.


Begitupun dengan Mahendra dan juga kedua orang tuanya. mereka tak henti-hentinya tersenyum tipis.


tak lama berselang, penghulu dan juga jajarannya datang memasuki Aula masjid yang menjadi tempat akad nikah berlangsung.


dengan segera, Mahendra menetap ke arah penghulu itu dengan hati yang berdebar-debar. Namun sepertinya itu tidak berlaku untuk Nirmala. karena dari tadi Gadis itu hanya menundukkan kepala Seraya sesekali mengusapnya dengan jari lentiknya.


" tuan muda Mahendra, Apakah semua sudah siap?" tanya penghulu itu padanya.


Seketika itu dengan mantap, Mahendra menganggukkan kepala. Kemudian tangannya terulur menjabat tangan Pak penghulu.


" Ananda Mahendra Wijaya bin Adi Wijaya saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Nirmala Albert binti Wisnu Hutama dengan mas kawin sebuah rumah dibayar tunai" Ucap pak penghulu sedikit lantang.


Hal itu membuat Tuan Adi Wijaya dan juga Nyonya Calista Wijaya, seketika Saling pandang. karena, mereka menyadari jika dari ayah Nirmala berbeda.


Begitupun dengan Nyonya Kania. mata wanita paruh baya itu sampai membulat sempurna karena merasa terkejut. Bagaimana bisa penghulu itu tahu nama bedebah itu.

__ADS_1


Dengan secepat kilat, Nyonya Kania menuliskan sesuatu di kertas dan menyerahkannya pada Pak penghulu. dan akhirnya pernikahan pun terjadi dengan kata sah.


Akhirnya prosesi akad nikah itu pun akhirnya terlaksana. Dan mereka Akhirnya telah sah menjadi suami istri.


Namun Binar Bahagia itu seketika lenyap saat Tuan Seno datang menghampiri mereka dengan wajah merah pada menahan amarah.


" siapa ayah kandung dari Nirmala,?" tanya Tuan Seno dengan nada dinginnya. hal itu seketika membuat Nyonya Kania ketakutan di tempat.


" Siapa yang memberitahukan dia tentang semua ini? Sialan!" ucapnya seraya mengumpat dalam hati.


" Pa Papa ngomong apa sih, mama nggak ngerti tahu nggak?" tanya Nyonya Kania sedikit gemetar.


Dengan segera laki-laki paruh baya itu menarik tangan istrinya untuk keluar dari Aula masjid kemudian membawanya entah ke mana. Sementara Nirmala, Gadis itu hanya bisa mematung meratapi apa yang akan terjadi selanjutnya.


Akankah penderitaannya semakin bertambah dengan Tuan Seno juga membencinya? Entahlah hanya waktu yang bisa menjawabnya.


Sebenarnya Mahendra tahu apa yang terjadi. Karena, dirinya lah Yang memberitahukan semua pada laki-laki paruh baya itu. Itu terjadi karena Mahendra sudah merasa tidak tahan dengan sikap yang ditunjukkan oleh Nyonya Kania kepada gadis yang kini menjadi istrinya itu.


Flashback on


lima menit setelah Nirmala di rias oleh Nyonya Calista yang tak lain adalah ibu dari Mahendra. Mahendra memutuskan untuk menghampiri Tuan Seno. Kemudian, dirinya menceritakan semua pada laki-laki paruh baya itu. Beserta bukti yang telah Ia pegang dari penyelidikan dengan Marissa dan teman-temannya.


memang terkesan jahat apa yang dilakukan oleh Mahendra. Namun sepertinya hal itu lebih baik daripada Nirmala mendapatkan siksaan dari ibu kandungnya sendiri. Untuk itulah Tuan Seno tidak menghadiri acara akad nikah karena memang dirinya merasa sangat kecewa dibohongi seperti itu.

__ADS_1


" Kak Mahendra, tolong jawab pertanyaan aku. apa Emang kakak yang mengungkap semuanya?" tanya Nirmala saat mereka Tengah berada di dalam mobil.


Mahendra yang mendengarnya, tersenyum tipis kemudian menepikan mobilnya di tempat yang sedikit sepi." Maafkan aku Nirmala, tapi memang ini sudah seharusnya terjadi." ucapnya Seraya menggenggam tangan istrinya.


hal itu seketika membuat Nirmala menangis sesenggukan. Untungnya make up yang menempel pada wajah gadis itu adalah make up jenis waterproof yang tahan air.


" Lalu bagaimana dengan reaksi Mama sama papa Kak Mahendra? mereka pasti akan sangat merasa ilfil padaku kan,?" tanya Nirmala di sela-sela Isak tangisnya


Hal itu membuat Mahendra seketika terdiam. Kenapa dirinya tidak memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika semua ini terbongkar.


Mahendra seakan lupa jika orang tuanya bisa saja berbalik membenci Nirmala saat mereka tahu kenyataan yang sebenarnya.


*****


Sementara itu di sebuah ruangan yang tampak bersih, seorang laki-laki paruh baya Tengah menetap tajam ke arah sang istri. siapa lagi jika bukan Tuan Seno dan nyonya Kania.


Mereka seperti sedang bermusuhan." katakan pada Papa siapa ayah dari Nirmala? Coba katakan!" bentak Tuan Seno berapa api. hal itu tentu saja membuat Nyonya Kania seketika terlunjak kaget.


Karena, selama mereka menikah tak pernah sedikitpun Tuan Seno membentaknya. laki-laki itu selalu berkata lembut pada istri dan anaknya.


" dia adalah pemilik perusahaan Alexander Group." ucap Nyonya Kania sedikit gemetar.


Brak

__ADS_1


Seketika itu pula, Tuan Sino menggebrak meja dengan cukup keras. hal itu tentu saja membuat Nyonya Kania terlonjak kaget.


" b3r3ngs3k kalian berdua, kalian rupanya menghianati aku kan?" tanya Tuan Seno Soraya mencengkeram dagu sang istri.


__ADS_2