Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
Bab 17


__ADS_3

Mahendra yang mendengarmya, menatap sekilas kearah Nirmala. Nirmala yang merasa di cuekin, merasa kesal.


"dasar cowok!!" gerutu Nirmala. Dengan mendegus kesal. Gadis itu menggerutu seraya menghentak hentakan kakinya.


Hal itu tentu saja membuat Mahendra mengulum senyum. Ia merasa sangat gemas dengan tingkah gadis yang telah mencuri hatinya itu.


"gemes banget sih kamu Nir, huh," gumamnua dengan sesekali mengeratkan giginya.


Ia merasa akan lepas kendali jika terus menerus menatap ke arah Nirmala. Dan akhirnya, laki laki itu memutuskan untuk memalingkan wajahnya.


Sementara Nirmala yang mendapati sikap aneh dari teman laki lakinya itu, menautkan alisnya. Karena merasa heran.


" Kak, kakak kenapa,?" tanya Nirmala dengan melambaikan tangannya di depan wajah laki laki itu.


Seketika itu juga, Mahendra segera tersadar dari lamunanya. Ia memasang wajah datarmya.


" emm kamu mau maka. Ini,?" tanya Mahendra dengan mengeluarkan sebuah coklat.


melihatnya, Nirmala segera menatapnya dengan mata berbinar. " mau aku kak, aku mau," rengeknya seperti anak kecil.


Hal itu membuat Mahendra semkin merasa gemas saja. Dengan segera ia memberikan coklat itu pada Nirmala.


Karena ia tak ingin membuat Nirmala semakin merengek dan membuatnya semakin gemas.


" nih semua buat kamu," Mahendra segera memberikan coklat itu pada Nirmala.


Seketika itu juga, Nirmala menerimanya dengan wajah sumringahnya.


" makasih Kaka ganteng," Nirmala menerimanya dengan sangat girang. Ia segera memakanya dan sesekali bercanda dengan di selingi tawa.


hal itu membuat beberapa pengunjung memperhatikan mereka.


tanpa mereka sadari, ada yang menatapnya dengan tatapan mematikan. " berani sekali dia mengganggu kekasih gue, awas saja loe ya," gumamnya seraya berlalu dari sana.


*******


Setelah puas berada di taman, Nirmala dan Mahendra memutuskan untuk kembali ke kamar rawat


sesampainya di sana, Nirmala segera berbaring ketempat tidur.


" kslau gitu, aku pulang ya, besok aku kesini lagi," Mahendra segera bangkit dari duduknya. Bersamaan dengan itu, pintu ruang rawat terbuka dar luar.


Dan setelahnya, tampak Dokter Bani menyembul dari balik pintu. Hal itu membuat Nirmala seketika menunduk.

__ADS_1


Gadis itu masih merasa malu dengan tindakan laki laki itu yang melamarnya secara tidak langsung pada Ayahnya.


"kalau begitu aku pulang ya, besok aku kembali," Mahendra berkata dengan mengelus kepala gadis itu.


Hal itu membuat seseorang di sana, juga ikut menatap tajam ke arah Mahendra. Siapa lagi orangnya jika bukan dokter Bani.


setelah mengatakan hal itu, Mahendra keluar dari ruang rawat. ia berpapasan dengan dokter Bani. " jangan mengganggu milik orang lain," dokter Bani berkata dengan tatapan tajamnya.


Mahendra yang mendengarnya, sejenak terdiam. Hingga ingatanya tertuju dengan Nirmala.


" dia masih single belum menjadi milikmu. " ucap Mahendra tak kalah sinisnya.


Mendengar hal itu, Bani mengepalkan tanganya kuat. Karena manahan amarah." Kurang ajar! berani beraninya ia berkata seperti itu," gumamnya seraya masih menatap pintu keluar.


****


' enak ya, yang abis ketawa tawa dengan laki laki lain," sindir Bani dengan menatap sinis gadis yang ada di hadapanya itu.


" lah, kita kan ngak ada hubungan apa apa, ngapain Kak Bani cemburu,?" dengan polosnya, gadis itu menanyakan hal yang membuat laki laki itu seketika mengeram kesal.


" heh bocah kecil, kamu itu masih kekasihku, aku nggak pernah menganggap kita putus " ucap Bani dengan wajah kesalnya.


Nirmala yang mendengarnya, hendak melayangkan protesnya. Namun hal itu ia tahan karena mendengar ucapan Bani.


"aku nggak mau," ucapnya seraya membalas tatapan tajam laki laki ywng ada di hadapanya itu.


" kenapa tidak mau, apa yang membuatmu menolakku,?" tanya Bani.


Nirmala menghela nafas panjang. Sebelum ia mengatakan sesuatu. " aku itu nggak pantes untuk kakak, leboh baik kita lupakan cinta monyet ini dan fokus ke kehidupan masing masing," jawab Nirmala dengan menyeka air matanya yang akan jatuh itu.


Bani yang mendengarnya, menggelengkan kepalanya. " nggak, sampai kapanpun, kamu nggak akan pernah kemana mana," ucapnya dengan melangkahlan kakinya.


Hendak mendekati pintu keluar. Namun, hal itu ia urungkan saat mendengar ucapan dari Nirmala.


" aku sudah punya pacat kak Bani," ucapnya dengan nada lantangnya. Hal itu sukses membuat Bani seketika menoleh.


" siapa pacar kamu,?" tanya Bani dengan melangkahkan kembali kakinya menghampiri ranjang.


Nirmala yang mendapati tatapan tajam laki laki yang ada di depanya itu, seketika memalingkan wajahnya.


Karena merasa tak tega akan menyakiti laki laki yang begitu baik padanya itu.


" jawab Nirmala," sentak laki laki itu seraya menarik dagunya. Hingga wajah mereka tak berjarak sedikitpun.

__ADS_1


Deg


Hal itu membuat jantung Nirmala seakan sedang berdisko ria. Namun dengan cepat, gadis itu masang ekspresi wajah datarnya.


"Mahendra," jawab Nirmala tegas. Hal itu mampu membuat Bani seketika membeku karena ia meraaa tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar itu.


" nggak mungkin, kamu pasti membohongiku kan,?" tanya Bani dengan tersenyum tipis.


Berharap apa yang di dengarnya itu tidak benar. Dan hanya bualan semata.


" itu memang benar kak Bani, jadi aku mohon, mulai sekarqng, jangan pernah lagi untuk menganggu aku lagi, lebih baik anda mencari sosok pengganti saja," terang Nirmala.


Bani yang mendengarnya, segera mengusap air matanya yang tiba tiba terjatuh itu.


" semoga, kamu bisa bahagia dengan pilihanmu itu," Bani segera berlalu dari aana.


Dan setelah Dokter muda itu pergi, Nirmala menangis sejadi jadinya. mengapa hidupnya tak pernah bahagia.


" hiks hiks, ya Tuhan, mengapa aku tidak pernah merasakan apa ywng namanya bahagia Tuhan,? Hiks hiks," ucapnya dalam isakan tangisnya.


tak lama berselang, pintu ruangan segera terbika. Dan menampilkan kedua orang tuanya.


dengan segera, Nirmala mengusap air matanya. dan kembali tersenyum pada Papanya. " sayang, kau kenapa menangis,?" tanya Tuan Seno yang menyadari wajah putri kesayanganya itu.


Nirmala dengan segera, menggelengkan kepalanya dan tersenyum.tipis.


" nggak apa apa kok Pah, aku cuma kelilipan aja matanya," jawab Nirmala.


Sementara Nyonya Kania, wanita paruh baya itu hanya terdiam saja. Dan sesekali membuang muka ke arah lain. Sungguh ia merasa muak melihatnya.


Bersambung.....


Nb: mampir yuk Di karya teman author, judulnya mengejar cinta Casanova di jamin nggak nyesel deh.


Blurb: Ainisha menjadi pelakor drmi membayar hutang sang Ayah pada seorang rentenir.


Memisahkan sepasang kekasih yang telah bertunangan dengan berbagai cara. Bahkan melakukan kebohongan dan berubah diri menjadi sosok wanita dengan karakter berbeda yang bernama Alisha untuk menyembunyikan jati diri.


Bagaimana jika sang pria yang bernama Haikal, adalah laki laki yang ia kenal dan ia cintai,?


Bagaimana jika Haikal jatuh cinta pada Alisha bukan pada Ainisha,? Ikuti kisahnya.


__ADS_1


__ADS_2