Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
bab 37


__ADS_3

Hari ini tepat satu minggu insiden yang sangat menjijikkan terjadi di restoran Marissa itu. bukan karena hewan yang dibawa oleh Catlyn dan teman-temannya.


Memainkan, cara yang digunakan oleh gadis itu untuk menyabotase sekaligus memfitnah Nirmala.


hal itu tentu saja membuat Agnes dan Alexandra yang mendengarnya, menjadi begitu terkejut sekaligus heran.


" astaga, Kenapa dia bisa ngelakuin hal serendah ini,?" tanya Alexandra habis pikir dengan sikap yang diambil oleh Catlyn.


" hmm Katanya sih itu karena kita memilih Nirmala daripada dia." ucap Marissa Seraya menyesap minuman yang ada di gelas.


hal itu tentu saja membuat Alexandra dan juga Agnes yang mendengarnya, sama-sama menghela nafas panjang.


Karena, sudah tahu jika pemicunya Pasti karena Nirmala. Padahal mereka beralih mendukung Nirmala karena sudah merasa geram dengan tingkah laku Catlyn.


Namun sepertinya Gadis itu tidak akan pernah merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan. karena dirinya merasa Memiliki segalanya.


*****


Sementara itu di lain tempat, tepatnya di sebuah restoran. seorang gadis tengah ditarik oleh seorang laki-laki yang memakai kemeja berwarna putih.


laki-laki itu membawa sang gadis untuk segera duduk di kursi meja pesanannya. dengan pasrahnya, gadis itu menurut saja.


" kau mau pesan apa,?" tanya si laki-laki Seraya menatap wanitanya sekilas.


hal itu tentu saja membuat si wanita, menghilangkan kepala dengan cepat." nggak usah aku nggak laper" ucapnya datar.


hal itu tentu saja membuat si laki-laki, mengeram kesal. karena dirinya sudah dari dulu meluluhkan hati wanitanya itu. namun, sepertinya hatinya sedikit membatu.


Atau mungkin, ada yang ditutup-tutupi oleh wanita itu. hal itu tentu saja membuat si laki-laki, menatap tajam ke arah si wanita.


" Nirma kau itu kenapa sih, dari dulu sikapmu itu tak pernah berubah. semakin dingin dan acuh," ucap Selamat pagi yang tak lain adalah dokter Bani.


Yap. mereka adalah dokter Bani dan Nirmala. karena kedekatan Nirmala dan Mahendra yang begitu intens, membuat dokter muda itu terbakar Cemburu.

__ADS_1


Akhirnya, dengan paksa dokter muda itu membawa Nirmala ke restoran langganannya. karena ada beberapa hal yang akan ia katakan pada gadis itu.


hal itu tentu saja membuat Nirmala, seketika mendongak menatap ke arah laki-laki yang sebenarnya sangat Ia sayangi.


Namun sepertinya rasa sayangnya dikubur dalam-dalam. mengingat perasaan yang dimiliki oleh sang kakak lebih besar daripada dia.


membuat Nirmala merasa sadar diri dan memilih mundur daripada Harus bersaing dengan sang kakak. apalagi dengan status dirinya yang bukan anak kandung dari tuan Seno.


" Sudahlah Kak jangan dibahas lagi, aku mau pulang." ucapnya beranjak dari duduk dan melangkah menjauh dari dokter Tampan itu.


Namun, langkahnya terhenti saat mendengar ucapan dari laki-laki itu." besok hari Senin, aku dan keluargaku akan datang ke rumahmu untuk memintamu menjadi pendampingku" ucap Arbani lantang.


Deg


hal itu tentu saja membuat jantung Nirmala, seakan ini lepas dari tempatnya. dan dengan segera, Gadis itu menghampiri dokter Bani yang masih duduk di tempatnya.


" kak Bani jangan macam-macam ya," ucap Nirmala serum melayangkan tatapan tajam pada laki-laki itu.


Namun, bukannya merasa takut. hal itu, justru membuat dokter muda itu malah semakin tersenyum lebar." Terserah apa katamu, yang jelas nanti hari Senin, aku akan datang ke rumahmu" ucapnya Seraya tersenyum tipis.


" dasar Kak Bani nggak waras!" makinnya Seraya melangkahkan kaki menyusuri trotoar Jalan Raya.


Dirinya, Harus berpikir dengan keras untuk menggagalkan rencana konyol laki-laki itu. walaupun, dalam hatinya Nirmala merasa sangat senang.


Namun, Lagi dan lagi hal itu harus dipatahkan dengan kenyataan pahit yang menimpa hidupnya. sejenak, dirinya berpikir Langkah apa yang ia harus ambil.


Sampai tiba-tiba, sebuah ide muncul begitu saja di dalam otaknya. dengan segera, Gadis itu merogoh tasnya untuk mengambil benda pipih.


dengan segera, Nirmala menghubungi seseorang. dengan menghela nafas panjang, Nirmala mulai menceritakan semua pada seseorang yang ada di seberang sana.


" Halo Kak Bani, ada sesuatu hal yang harus kamu ketahui. sebelum kakak, mengambil keputusan untuk menikah sama aku." ucap Nirmala sedikit gugup.


tentu saja hal itu membuat dokter Bani yang memang masih berada di restoran itu, merasa heran namun juga penasaran.

__ADS_1


" ada apa, Jika kamu hanya ingin mengatakan gagalkan Rencanaku, Jangan harap. karena aku tidak akan pernah melakukannya." ucapnya terdengar tegas.


Hal itu tentu saja membuat Nirmala, menghela nafas beberapa kali untuk meredakan rasa gugupnya.


" bismillah semoga ini yang terbaik," gumamnya dalam hati." dengar baik-baik Kak Bani, aku bukanlah Putri kandung dari Tuan Seno." ucapnya dengan satu kali tarikan nafas.


Hening


suasana seketika menjadi sangat Hening saat Nirmala baru saja mengatakan hal itu. dan terdengar tak ada respon dari Arbani di seberang sana.


Hal itu tentu saja membuat Nirmala harap-harap cemas. dirinya selalu berdoa dalam hati. agar setelah ini, Arbani akan membatalkan keputusannya.


Karena di samping dirinya yang akan hancur, akan ada pula hati kakaknya yang akan remuk redam.


oleh sebab itulah, Nirmala sudah membuat keputusan. jika akan hancur, maka itu hanya dirinya saja. jangan orang lain.


Namun angan-angannya terputus saat Arbani mengatakan sesuatu yang di luar ekspektasinya." apapun statusmu, aku akan tetap memintamu pada kedua orang tuamu." ucapnya kemudian mematikan sambungan telepon.


Nirmala yang mendengarnya, semakin kelabakan. karena itu artinya, dirinya harus mencari alasan yang lebih masuk akal untuk menggagalkan rencana ini.


Bukan, bukan karena dirinya tak mempunyai rasa yang sama pada dokter Tampan itu. namun rasa Sayangnya pada Delisa, lebih besar daripada rasa Sayangnya pada dokter Bani.


Untuk itulah, Nirmala akan berusaha sekuat tenaga untuk menggagalkan ide yang menurutnya konyol itu.


dengan segera, gadis cantik itu memutuskan untuk pulang ke rumah dengan berjalan kaki. karena memang dirinya merasa sudah terbiasa dari kecil melakukan hal ini.


20 menit kemudian, Nirmala telah sampai di Kompleks perumahannya. dengan segera, gadis itu membuka gerbang rumahnya sendiri.


setelah terbuka, Nirmala segera masuk ke dalam pekarangan rumahnya. Sejenak, dirinya mengerutkan dahi saat melihat ada sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya.


dengan langkah ragu-ragu, Gadis itu mulai menapakan kakinya ke arah teras rumah. dan dengan hati-hati, Gadis itu membuka pintu utama.


Deg

__ADS_1


seketika itu pula, jantung Nirmala seakan ingin lepas dari tempatnya. saat mendapati, sosok yang ada di hadapannya.


"ka-ka," ucapnya terbata-bata. hal itu tentu saja gadis yang tak lain adalah Delisa segera menoleh ke sumber suara.


__ADS_2