
Beberapa hari kemudian,...
Kini Nirmala tengah bersiap-siap untuk berangkat kerja. tentunya tanpa sepengetahuan ayah dan kakaknya.
Karena, jika sampai ketahuan dirinya bekerja. bukan Nirmala yang akan terkena masalah. Melainkan sang Ibu, Nyonya Kania yang akan mendapatkan masalah.
Walaupun hal itu memang kenyataan. namun rasa-rasanya Nirmala masih enggan untuk membuka aib sang ibu.
Entahlah, apa yang Gadis itu pikirkan. yang jelas, dirinya masih sangat menyayangi wanita yang selalu menyiksanya itu yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri.
" aku harus segera siap siap supaya nggak terlambat ke restoran Kak Marissa." gumamnya Seraya Mengayunkan langkahnya meninggalkan rumah itu.
tak lama berselang, dirinya telah sampai di depan restoran Marissa. dan dengan cepat, gadis itu Mengayunkan langkahnya.
Hingga, dirinya tak sengaja menabrak seseorang dengan begitu kerasnya. hingga gadis itu terguyung ke belakang.
" eh maaf tuan saya nggak sengaja" ucapnya Seraya menundukkan kepala sedikit ketakutan.
Sementara laki-laki paruh baya yang bersajak ditabrak oleh Nirmala itu tertegun sesaat. pandangannya tak henti menatap sang gadis dari atas sampai bawah.
hal itu tentu saja membuat Nirmala semakin menunduk ketakutan. Beruntungnya, Marissa segera datang dan menghampiri teman kecilnya itu.
" maaf tuan jika teman saya tak sengaja mengganggu Anda," ucapnya Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.
Sementara laki-laki paruh baya itu hanya menganggukkan kepala saja. Namun, matanya tak lepas dari sosok gadis yang baru Ia tabrak itu.
" nggak mungkin itu anaknya," gumannya Seraya menggelengkan kepalanya beberapa kali. kemudian melenggang pergi dari restoran itu.
" kau tidak apa-apa,?" tanya Marisa cemas Seraya meneliti tubuh Nirmala dari atas sampai bawah. dirinya khawatir, jika akan ada luka di tubuh gadis itu.
karena memang, Marissa sudah sangat menyayangi Nirmala. dan dirinya berjanji akan selalu menjaga gadis itu.
Nirmala yang mendengarnya, segera menggelengkan kepala. Kemudian berpamitan pada Marissa untuk segera bekerja.
Dirinya bekerja dengan sedikit melamun. entah apa yang terjadi, namun Nirmala merasa seperti ada ikatan batin antara dirinya dan juga laki-laki paruh baya itu.
__ADS_1
" ah itu pasti hanya perasaanku saja" gumamnya Seraya melanjutkan pekerjaannya. dan akhirnya, waktu istirahat pun tiba.
dengan segera, Nirmala menghampiri Marissa yang terlihat sedang berbincang-bincang dengan Alexandra dan juga Agnes.
Kebetulan, dua teman Bosnya itu datang berkunjung. hanya untuk sekedar berbincang-bincang. Karena, kesibukan ketiganya yang membuat mereka Jarang Bertemu.
hal itu tentu saja membuat Nirmala sedikit ragu untuk bergabung dengan mereka. Entahlah namun, Gadis itu merasa sedikit sungkan.
Walaupun mereka sudah berteman cukup lama. tetap saja Nirmala merasa tidak pantas untuk menjadi bagian dari mereka.
" ngapain kamu berdiri di sana, mau cosplay jadi patung Pancoran,?" tanya Alexandra Seraya terkekeh pelan.
Sontak saja ucapan dari Alexandra itu membuat Marissa dan Agnes juga ikut menoleh ke arah yang dituju oleh temannya itu.
" ngapain Masih di situ ayo sini" ucap Marissa Seraya Melambaikan tangan. Hal itu membuat Nirmala mau tidak mau datang menghampiri ketiganya.
" Kenapa kamu Nirma, Kok dari tadi aku lihat kamu seperti gelisah gitu,?" tanyanya Seraya menatap penuh selidik.
Nirmala yang mendengarnya, seketika menjadi sedikit bergetar. dirinya bingung antara memberitahu atau tidak.
" Kamu kenapa Nirmala, kok kayak gelisah gitu,?" tanya Marissa dengan menatap ke arah teman kecilnya itu.
lama Gadis itu terdiam, hingga dirinya memutuskan untuk menceritakan semuanya pada teman-temannya itu.
" Kak sebenarnya aku, beberapa hari kedepan akan dilamar." ucapnya dengan lirik Seraya menundukkan kepala.
Hening,...
Seketika itu pula, suasana menjadi sangat hening. Marisa dan kedua temannya, saling melempar pandang.
" kamu sama Mahendra mau menikah?" celetuk Alexandra Seraya menatap Nirmala dengan tatapan intens.
dengan segera Gadis itu menggelengkan kepala." bukan Mahendra yang mau melamar aku, melainkan Kak Bani." ucapnya Seraya menghela nafas panjang.
hal itu tentu saja membuat ketiga orang yang ada di hadapan Nirmala, seketika tercengang. Memang, Marisa dan teman-temannya mengetahui jika Nirmala Tengah diperebutkan oleh dua orang laki-laki.
__ADS_1
Namun, mereka tak menyangka jika orang yang disebut Nirmala sebagai dokter Tampan itu yang melamarnya.
Sebab, Nirmala tak pernah bercerita tentang laki-laki itu. dirinya hanya bercerita Jika dia mempunyai teman kecil yang sekarang menjadi dokter.
" kamu serius Nirmala,?" tanya Marisa dengan ekspresi wajah tak percaya. dengan lemas Nirmala menganggukkan kepala.
" terus kok kenapa malah lemas, kamu nggak suka sama dia, apa kamu sudah jatuh cinta sama Mahendra?" tanya Alexandra dengan ekspresi wajah menyelidik
" bukan begitu kak, aku memang mempunyai rasa pada dia. tapi, dia sudah memiliki Tambatan Hati lain." ucap Nirmana lirik.
kontan saja hal itu membuat ketiga Gadis itu terbelalak kaget." maksudnya, kamu cuma jadian selingkuhan?" tanya Alexandra setengah emosi.
begitupun dengan yang lain. karena mereka bertiga, telah menganggap Nirmala seperti Adiknya sendiri. sehingga seperti memiliki tanggung jawab untuk menjaganya.
" bukan seperti itu Kak maksudnya" ucap Nirmala Seraya menggelengkan kepala.
" terus gimana maksudnya?" tanya mereka bertiga hampir kompak.
Karena sungguh mereka sangat-sangat bingung dengan gadis yang ada di hadapannya itu. jika bukan seperti itu kenyataannya Lalu gimana
" dia sebenarnya juga mempunyai rasa padaku Dan aku pun juga begitu." ucapnya menggantung di udara." hanya saja, Aku Harus bersaing pada kakakku sendiri"
saat ini, Marissa sudah mulai paham akan berjalan ceritanya." Jadi maksud kamu, kalian saling mencintai tapi terhalang oleh Kakakmu yang juga suka pada orang yang sama?" tanya Marissa memastikan.
Hal itu membuat Nirmala seketika menganggukkan kepala." Iya kak dan aku bingung harus apa" ucapnya masih menundukkan kepala.
" Iya simpel aja sih Nirma, kamu tinggal terima lamaran dia. kalian saling mencintai" celetuk Alexandra Seraya menatap gadis itu.
Nirmala yang mendengarnya, seketika menggilingkan kepala." masalahnya nggak semudah itu Kak, kalau aku terima lamaran dia, aku takut jika nanti Kak Delisa malah akan membenciku. aku di dunia ini sudah nggak punya siapa-siapa." ucapnya Seraya bercerai air mata.
merutupi nasibnya yang kurang beruntung berada di dunia ini. Hal itu membuat Marissa dan kedua temannya, ketika memeluk tubuh mungil itu.
" Astaga gue baru nyadar, kalau ternyata dia itu Sebatang Kara di dunia ini." gumamnya dalam hati Seraya mengusap pundak Nirmala.
Sebatang Kara dalam artian lain. jika pada umumnya Sebatang Kara tidak memiliki keluarga, tidak dengan Nirmala. dirinya memiliki keluarga yang utuh, namun seperti tak memiliki keluarga.
__ADS_1
Walaupun, dirinya tahu jika Kakak dan ayahnya sangat menyayanginya. namun Apa itu bertahan lama, apalagi jika sang ayah mengetahui fakta itu. dan juga Delisa yang mengetahui jika laki-laki yang ia dambakan, malah memilih dirinya.