
Pagi harinya, Nirmala baru saja membuka matanya. seketika itu pula, wajahnya memanas. kala mengingat. Apa yang dilakukan oleh Mahendra malam tadi.
" Astagfirullah, aku nggak nyangka ternyata kak Mahendra itu bisa semanggemaskan itu." gumamnya Seraya tersipu malu.
Kemudian, matanya menatap ke samping. Di mana kini, Mahendra Tengah tertidur pulas Seraya memeluknya.
Sejenak, Nirmala memandangi wajah laki-laki yang kini telah sah dan seutuhnya menjadi suaminya itu. Tangannya terulur mengusap wajah damai Mahendra.
" doakan aku ya Kak, semoga aku bisa terus membahagiakan kakak. bantu aku untuk bisa melepaskan dia." ucapnya lirih Seraya menundukkan kepala. tak terasa, air matanya pun jatuh tanpa permisi. Seketika itu pula, nafasnya pun terasa sesak memikirkan tentang semua masalah yang terjadi dalam hidupnya.
" nggak Nirmala, kamu nggak boleh sedih." ucapnya berusaha untuk menguatkan diri sendiri." lagi pula, sekarang ini keluarga dari Kak Mahendra sangat baik padamu. Jadi kamu tidak boleh menyia-nyiakannya." ucapnya penuh tekad.
Dengan segera, dirinya menduga untuk menatap suaminya kembali. Namun, Betapa terkejutnya Nirmala. saat mendapati, pemandangan yang ada di hadapannya itu.
"kak Mahendra sudah bangun?" tanya Nirmala yang hampir saja berteriak. Karena sangking merasa terkejutnya.
Mahendra yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. kemudian, dengan secepat kilat menarik tangan Nirmala. hingga gadis itu jatuh dalam pelukan suaminya itu.
Sejenak mereka saling tatap dengan saling mengukir senyum ketulusan. dan,..
Cup
Mahendra menghujani wajah Nirmala dengan beberapa kali kecupan. Hal itu membuat Nirmala sejenak protes." Ih Kak Mahendra bau belum mandi" ucapnya Seraya hendak menjauh dari laki-laki itu.
Namun Mahendra, dengan cepat menarik tubuh Nirmala. kemudian, dengan segera menggendongnya. hingga membuat Gadis itu memekik karena merasa kaget.
__ADS_1
" Kak Mahendra turun aku ih," ucapnya Seraya meronta Ingin turun dari gendongan laki-laki itu. Namun, dengan cepat Mahendra membungkam suara istrinya itu dengan sebuah kesupan yang hangat.
hal itu semakin membuat Nirmala, seketika membulatkan mata. dirinya semakin meronta ingin melepaskan diri. namun, apalah daya tenaga dan kekuatan Nirmala jauh di bawah Mahendra. hingga dengan mudah, laki-laki itu membuat Nirmala diam.
Akhirnya Nirmala pun pasrah saat sang suami membawanya ke kamar mandi. karena semenjak tadi malam, dirinya sudah tidak polos itu. sehingga, dirinya tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. dan benar saja. ternyata Mahendra memang melakukannya di kamar mandi.
Membuat Nirmala seketika melayangkan tatapan tajam ke arah sang suami. Hal itu membuat Mahendra seketika tertegun namun juga merasa takjub dengan perubahan gadis yang ada di hadapannya itu.
Karena Nirmala yang biasanya kalem dan juga tak pernah marah, kini berubah menjadi seseorang yang begitu menakutkan." Astaga serem banget sih tatapannya," gumamnya Seraya memalingkan wajah kemudian melangkah menuju ruang ganti yang ada di kamarnya.
Mahendra berusaha mengabaikan tatapan tajam dari Nirmala. hal itu tentu saja membuat Nirmala yang melihat ekspresi wajah laki-laki yang telah menjadi suaminya itu, merasa begitu kesal.
" Kak Mahendra nyebelin banget sih!" gurunya Seraya menghentak- hentakan kakinya ke lantai. Kemudian, dengan segera Nirmala duduk di kursi meja rias. Karena memang, Nirmala telah mengenakan pakaian sedari di dalam kamar mandi. Karena memang, itu sudah kebiasaannya.
" Udahlah nggak usah marah-marah aja, nanti cepet tua lho." Mahendra menggoda Nirmala Seraya menyandarkan dagunya di pundak istrinya itu.
Cup
Mahendra dengan sikap mengecup pipi gembil istri kesayangannya itu. Hal itu membuat Nirmala seketika tersenyum tipis. kemudian tangannya mengelus kepala Mahendra yang masih bertengger di pundaknya.
" Makasih ya Kak, atas semua limpahan kasih sayang yang kakak berikan." ucapnya mengulas senyum tipis.
Seketika itu pula, Mahendra Memutar tubuh Nirmala. hingga kini, mereka berdua sudah berhadap-hadapan. Kemudian, tangan laki-laki itu terulur mengelus pipi Nirmala.
" sampai kapanpun, aku akan selalu membahagiakanmu sayang," ucapnya kemudian memeluk Nirmala dengan erat." walaupun aku tahu, kau belum mencintaiku kan," lanjutnya Seraya menatap mata indah Nirmala.
__ADS_1
Seketika itu pula, mata Nirmala membelalak lebar karena merasa terkejut." jadi, kakak mendengar semuanya,?" tanya Nirmala sedikit ketakutan. takut jika laki-laki yang ada di hadapannya itu marah.
Namun sepertinya prasangkanya salah besar. Karena Mahendra menatapnya dengan tatapannya sangat dalam dan juga Tulus." aku tahu semuanya tapi aku pura-pura bodoh, karena memang cinta itu tidak bisa dipaksa." ucapnya mengulas senyum tipis.
Hal itu membuat Nirmala yang awalnya mengendurkan pelukannya, seketika itu pula semakin memeluk Mahendra dengan eratnya." Terima kasih ya kak, semoga aku bisa dengan segera membuka hati untukmu." gumamnya pelan.
Mahendra yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala Seraya sesekali mengecup Puncak kepala gadis itu." sekarang kita makan yuk, ibu sama Papa pasti sudah nunggu di bawah." ucapnya Seraya menarik tangan Nirmala.
Kemudian menuntun Nirmala menuruni anak tangga menuju ke ruang makan yang memang ada di lantai bawah.
" Selamat pagi Pah Bu," ucapnya Seraya duduk di kursi meja makan yang sudah disediakan.
" pagi anak sama menantu ibu, cerah banget nih ya kalian berdua." ucap nyonya Calista menggoda Mahendra dan juga Nirmala. hal itu tentu saja membuat Nirmala seketika memanas merasa malu.
"ish, ibu tuh kayak nggak tahu pengantin baru aja sih." gerutu Mahendra disertai kekehan kecil." Oh iya Ibu sama Papa udah rapi gini mau ke mana?" tanya Mahendra Seraya mena tap kedua orang tuanya secara bergantian.
" mau ke acara pernikahan Delisa Albert dan juga Arbani Deewana. hari ini kan mereka menikah." ucap Nyonya Calista tersenyum tipis.
Nirmala yang mendengarnya seketika menundukkan kepala. Entah mengapa hatinya merasa tak karuan. dan hal itu disadari oleh Mahendra dan juga Nyonya Calista. Mereka berdua Saling pandang seakan Tengah berbicara sesuatu dengan bahasa isyarat.
Sementara Tuan Adi Wijaya hanya terdiam Seraya melanjutkan acara makannya. karena memang, laki-laki paruh baya itu tak pernah mau ikut campur urusan orang lain. yang terpenting baginya adalah keluarganya tentram.
" Nirmala, Ibu minta maaf ya Ibu tidak sengaja berkata seperti itu." ucap Nyonya Calista Seraya meraih tangan Nirmala.
Seketika itu pula, Nirmala menitihkan air mata." ini bukan salah Ibu kok, seharusnya Nirmala yang minta maaf karena Nirmala sudah mempermainkan anak ibu." ucapnya dengan tangis sesungguhkan.
__ADS_1
" tidak sayang, Percayalah apa yang terjadi di dunia ini, tak lepas dari campur tangan Tuhan sayang, jadi Berhentilah untuk menyalahkan dirimu sendiri." ucapnya dengan lembut.
Mendengar penuturan dari Ibu mertuanya itu semakin membuat Nirmala menangis histeris. Karena pada akhirnya dirinya dapat merasakan keluarga yang benar-benar tulus menyayanginya.