
Tak lama kemudian, ponsel Nirmala, terdengar bunyi sangat nyaring. Hal itu membuat fokus Nirmala teralihkan.
dengan segera, gadis cantik itu melangkahkan kakinya mendekati ke arah nakas. dengan segera, mengangkat panggilan yang ternyata dari Delisa sang kakak.
sejenak Nirmala merasa bingung. Mengapa nama kakaknya, tiba-tiba saja berada dalam ponselnya. padahal setahu Nirmala, Dirinya belum sempat memasukkan nomor sang kakak.
dengan segera, Nirmala mengangkat panggilan video call dari Delisa." Halo Kak Assalamualaikum" ucapnya Seraya tersenyum tipis.
" Waalaikumsalam Dek, kamu nggak papa kan?" tiba-tiba saja, pertanyaan itu meluncur dari mulut Delisa.
hal itu tentu saja, membuat Nirmala sedikit terkejut dan merasa kebingungan." maksud kakak apa?" tanyanya Seraya menautkan kedua alisnya.
" tak ada apa" ucap Delisa tersenyum dengan penuh makna. Nirmala yang mendengarnya, hanya ikut menganggukkan kepala.
" gimana sekolah kamu dek,?" tanya Delisa saat mereka sama-sama terdiam.
" Alhamdulillah semua baik kak." ucapnya Seraya tersenyum tipis.
Delisa yang mendengarnya, tersenyum jahil dan bersiap ingin menjahili sang adik." pasti hubungannya sama Mahendra baik juga kan" ucapnya menggoda Nirmala Saraya naik turunkan alis.
seketika itu pula, Nirmala yang mendengarnya terkejut bukan kepalang. ka-kak tahu dari mana?" tanya Nirmala sedikit Gagap.
bukan karena merasa salting atau salah tingkah, tapi Gadis itu merasa bingung untuk mengatakan kebenarannya pada sang kakak.
" apa aku jujur saja ya sama Kak Delisa,?" tanya gadis itu termenung sesaat. dan setelah beberapa saat, Nirma akhirnya memutuskan untuk memberitahukan hal ini pada Delisa.
Namun, niatnya itu diurungkan saat mendengar penuturan dari Delisa." kamu kalau suka sama dia, nggak usah malu. nanti kalau malu kayak kakak lagi," ucapnya tersenyum Getir.
Hal itu membuat jiwa kepo Nirmala meronta-ronta." memangnya Kakak suka sama siapa?" tanya Nirmala penasaran.
Mendengar hal itu, Delisa menggelengkan kepalanya." anak kecil nggak usah tahu" ucapnya Seraya terkekeh pelan.
hal itu tentu saja membuat Nirmala yang mendengarnya, menjepitkan bibirnya kesal." aku tuh udah gede tau nggak Kak, Kenapa sih Kakak sama papa itu selalu menganggap Nirmala anak kecil?" tanya gadis itu mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Hal itu membuat Delisa seketika tertawa lepas." Hahaha kamu tuh lucu banget sih, dengan Iya Nirmala sayang, sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi adik kecil aku," ucapnya tersenyum Tulus." walaupun nanti kamu akan mendapatkan kehidupanmu sendiri," selanjutnya Seraya mengusap air mata yang tengah jatuh.
Nirmala yang mendengarnya, tangisnya seketika pecah." hiks hiks hiks, Kak Delisa janji ya Jangan Pernah Berubah." ngucapnya Seraya mengusap air mata.
Delisa yang mendengarnya segera menggelengkan kepala." Kamu tuh ngomong apa, sampai kapanpun kamu tetap menjadi adik kesayangan kakak." ucapnya tersenyum lebar.
Hal itu membuat Nirmala Malah semakin menangis terisak." Makasih ya Kak udah sayang sama aku hiks hiks hiks" ucapnya di sela-sela Isak tangis.
"sampai kapanpun, keadaan kita dan status hubungan kita tidak akan pernah berubah." ucapnya Seraya mengusap layar ponsel.
mereka akhirnya berbincang-bincang seperti bisa. dan di saat Delisa memiringkan tubuhnya, tak sengaja Nirmala melihat foto yang berada di belakang sang kakak.
Deg
jantungnya seakan ingin lepas dari tempatnya. saat menyadari apa yang ia lihat itu.
" Jadi benar apa kata Mama, kalau Kak Delisa itu suka sama Kak Bani,?" tanya Gadis itu dalam hati.
Karena Nirmala mengira, jika ucapan ibunya itu hanya untuk merusak mentalnya saja. karena dia bukanlah bagian dari keluarga Tuan Seno.
terbukti dengan terpampangnya foto laki-laki itu di rumah yang ditempati oleh Delisa. Hal itu membuat Nirmala, semakin merasa tak pantas.
dirinya kemudian menghela nafas panjang." sadar Nirmala kau itu bukan siapa-siapa. lagi pula pasti kau hanya merasa cinta monyet pada Kak Beni," ucapnya Seraya menggelengkan kepala.
dirinya bertekad untuk mengubur perasaan yang ada dalam hatinya. toh dirinya juga masih sangat kecil untuk mengenal Apa itu cinta.
Delisa yang melihatmelihat adiknya melamun, mengerutkan kening karena merasa heran." Adik kamu kenapa,?" tanyanya heran.
seketika itu pula, Nirmala segera menggelengkan kepala." Enggak kok aku nggak papa" ucapnya tersenyum tipis.
akhirnya mereka melanjutkan waktu quality time untuk berbincang-bincang bersama. karena sedari kecil, Delisa dan Nirmala jarang sekali untuk bertemu.
dulu Delisa sempat kebingungan saat sang mama memaksa Delisa untuk menjauh dari Adiknya sendiri. namun setelah kenyataan ini terungkap, Delisa baru mengerti.
__ADS_1
Tak lama kemudian, kamar diketuk oleh seseorang. Hal itu membuat Nirmala, seketika menoleh." Kak, sepertinya ada seseorang yang mengetuk pintu. kalau begitu, tidur malam matiin ya," ucapnya Sarah yang meminta persetujuan dari kakaknya.
"Iya dek kakak juga mau mandi nih udah malam juga," ucap ucap Delisa. tiba-tiba saja matanya menangkap ada yang aneh di wajah sang adik." dek itu keningnya kenapa?" hanya di desa Soraya menunjuk ke arah kening Nirmala.
Nirmala yang mendengarnya, segera meraba keningnya sendiri. kemudian dirinya tersenyum tipis." Nggak papa kok tadi aku kepleset aja hehehe" ucapnya Seraya menunjukkan senyum Pepsodent.
Hal itu membuat Delisa, sedikit tak percaya karena Gadis itu tahu apa yang sebenarnya terjadi. walaupun dirinya tak ada bukti, tapi feelingnya sangat kuat.
" kasihan kamu Dek pas itu ulah dari mama, Kamu tenang aja. setelah ini, kakak pasti kan kamu akan baik-baik saja." gumamnya dalam hati.
" Ya udah kamu matikan dadah," ucapnya Seraya Melambaikan tangan pada Nirmala. dan setelahnya Nirmala segera bangkit dari duduknya untuk membuka pintu kamar.
Ceklek
setelah pintu terbuka, keluarlah Nirmala dari dalam kamar." Non Nirmala makan malamnya sudah Siap ucap salah satu pelayan.
Nirmala yang mendengarnya, menganggukkan kepalanya." iya Bi Tunggu sebentar ya, Nirmala mau bersih-bersih dulu." ucapnya Seraya tersenyum tipis.
pelayan itu hanya menganggukkan kepala. dan kembali ke dapur untuk mempersiapkan semuanya.
***
sementara itu di dalam kamar, Nyonya Kania tampak memikirkan sesuatu. Bagaimana cara menyingkirkan gadis sialan itu dari rumahnya.
dirinya terus saja mondar-mandir untuk mencari ide. yang tepat yang ampuh untuk membasmi seekor kuman itu.
" Huh, aku harus bisa segera membuat dia keluar dari sini. tapi gimana caranya ya,?" tanyanya Seraya mengetuk-ngetuk meja rias miliknya.
Tok tok tok
Tak lama kemudian, pintu kamar diketuk oleh seseorang. disusul dengan suara seorang wanita paruh baya.
" Nyonya, makan malamnya sudah siap," ucap pelayan itu.
__ADS_1
" Ya tunggu sebentar" ucapnya Seraya melangkahkan kaki untuk membuka pintu kamarnya.
Setelahnya, Nyonya Kania bergegas turun dari lantai 2 menuju ruang makan. dan setelahnya duduk di kursi meja makan,