Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
BAB 13


__ADS_3

Sementara itu, di dalam ruang iCu, Bani sedang berusaha memberikan pertolongan pada gadis yang ada di tempat tidur itu.


Bani mrmenatap sendu kearah fmgadis yang telah lama berada di dalam hatinya. Namun sayangnya, keberanianya tak sebanding dengan profesinya yang merupakan sebagai seorang Dokter.


Walaupun pada waktu itu Nirmala baru berusia enam tahun, tapi kepolosan dan keluguanya, telah mencuri hatinya.


Dan seakan sukar untuk di lepaskan. karwna memang, sedalam itu nama yang telah tertancap dalam hatinya.


Flasback On


" kak, boleh minta bolanya nggak,?" tanya seseorang anak yang sepertinya baru berusia enam tahun.


"oh, ini punyamu ya,?" tanya anak laki laki yang sepertinya berusia sepuluh tahun.


"iya kak," gadis kecil itu menganggukan kepalanya dan menunduk ketakutan.


Anak laki laki itu tersenyum kearah gadis kecil yang sedang ketakutan itu.


"nggak usah takut, aku nggak bakal gigit kamu kok," anak laki laki itu tersenyum dan mengelus kepala gadis kecil yang ada di hadapanya itu. " nama kamu siapa,? Aku Bani Arbani Dewana," tanganya menengadah ingin bersalaman.


Dengan masih sedikit takut, gadis imut itu membalas jabatan tangan Arbani. " Aku Nirmala Albert," ucapnya dengan wajah malu malu kucingnya khas anak kecil.


Hal itu membuat Bani menjadi sedikit demas dan sedikit berani juga untuk mengusak rambut Nirmala.


Padahal mereka baru saja bertemu. dan dengan cepat, mereka berdua sudah akrab hingga sering bermain bersama.


Flasback Of


Hingga sekarang ini mereka masih suka bertemu. Walaupun, Bani merasa, jika Nirmala sedikit menghindar akhir akhir ini.


Entah karena apa, laki laki itu tak mengetahuinya. Yang jelas, Nirmala terlihat sekali jika sedang menghindarinya.


hingga tepukan di bahu Bani, membuat laki laki itu tersadar.


" Dok, kok malah bengongong,?" tanya Suster Santi. Dan Dengan segera, laki laki itu tersadar dari lamunanya.


"eh, Maaf ayo kita mulai lagi," DoktervBani segera memeriksa dan mwnangani Nirmala dan tak lama kemudian, dia keluar.


" bagaimana keadaanya nak Bani,?" tanya Tn.Seno saat melihat laki laki muda di hadapanya.

__ADS_1


" kondisinya sudah stabil. dan sekarang akan di pindahkan ke ruang rawat," jelas Dokter Bani. Hal itu, tentu saja membuat Ny.Kania, reflek mendesah.


Dan hal itu menjadi perhatian Dokter Bani. " kenapa Tan,?" tanya laki laki itu menatap heran.


"eh, enggak apa apa kok," dengan segera, merubah ekapresi wajahnya dan kembali ke wajah sedihnya.


Dan tak berapa lama, terdengar suara pintu terbuka. Dan tak berapa lama, terdengar brankar yang di dorong.


"Ya Tuhan Nirmala," Ny.Kania segera menghampiri dan mengenggam tangan anaknya dengan ekspresi yang sangat menyedihkan.


" Mah, tenanglah, Nirmala telah baik baik saja," Tn.Seno mengusap bahu sang istri untuk mencoba menguatkan.


"hiks hiks iya pah," Nt.Kania menangis dalam pelukan sang suami.


Dan dengan segera, Nirmala di bawa oleh beberapa perawat tadi, menuju ruang rawat VVIP yang mang telah di pesan oleh Tn.Seno.


*******


"sayang, bukalah matamu, dan kembalilah berceria," Tn.Seno tak hentinya menggenggam tangan putri kesayanganya.


Sementara Ny.Kania yang tengah berdiri di samping sang suami, dengan tatapan tajamnya menatap Nirmala. Seakan ingin menguliti gadis itu hidup hidup.


Yang jelas, ia masih sangat membenci gadis yang terbaring di brankar rumah sakit itu.


Entah sampai kapan wanita itu menjadi monster yang menakutkan bagi Nirmala, yang jelas tak ada raut senang sedikitpun.


" Mah, apa kita kasih tau Dhelis aja ya, soal kondisi adeknya,?" tanya Tn.Seno yang menatap sekilas sang istri.


Seketka itu juga, Ny.kania tampak terkejut. Namun, dengan secepat kilat, wajahnya berubah menjadi seperti semula.


"nggak usah Pah, Dhelisa baru saja berangkat dan jangan di gangu sama kita. Apalagi kan, Nirma sudah baik baik saja," Ny.Kania berkata dengan nada lembutnya.


Tn.Seno yang mendengarnya, hanya mengangguk dan kembali menatap Nirmala putri kesayanganya itu denfan tatapan sendunya.


Sementara itu, Ny.Kania menatapnya drngan tatapan membunuh. Tatapan matanya seakan ingin menguliti gadis itu.


Tak lama berselang, suara pintu di ketuk dan masuklah Dokter Bani yang datang untuk mengecek keadaan Nirmala.


"sore Om, Tante," sapa Dokter Bani dengan ramahnya.

__ADS_1


"sore nak Bani" ucapnya dengan sedikit menyingkir dan menunggu di kursi sofa depan ranjang.


Karena tau, jika Dokter muda itu akan memeriksa Nirmala.


Dari jauh, Tn.Seno dapat melihat perlakuan lembut yang di tunjukan Bani Pada anaknya itu. Dan sesaat, tarikan bibir pria paruh baya itu, melengkung membemtuk sebuah senyuman.


Ia merasa jika, laki laki muda tengah menyimpan rasa yang besar. bagi putri bungsunya itu. Dan ia berharap, gadis kecilnya itu akan menyambut baik perasaan Bani.


Apalagi, Tn.Seno telah mengenal baik keluarga Bani. Sementara itu, tatapan berbeda di tunjukan oleh Ny.Kania.


Wanita paruh baya itu semakin memperlihatkan amarah yang memuncah. terbukti dengan deru nafasnya yang naik turun.


Sementara itu, Dokter Bani yang Baru saja memeriksa gadis pujaanya itu, tersenyum tipis kala melihat wajah teduh Nirmala.


"jangan lama lama sakitnya, karena aku menunggumu," bisiknya di telinga Nirmala.


Setelahnya ia menghampiri orang tua Nirmala. " bagaana keadaan Nirmala nak Bani,?" tamya Tn.Seno dengan wajah cemasnya dan menatap sekilas sang putri yang masih terbaring.


" keadaannya baik, Om sebentar lagi, pasti akan segera sadar," jawabnya dengan tersenyum manis.


Mendengar hal itu, Tn.Seno menghela nafas lega. "syukurlah kalau begitu, terus kapan dia akan sadar," tanya Tn.Seno.


" mungkin satu atau dua jam akan sadar, kalau betu saya permisi Om, Tante," ucapnya seraya berlalu pergi.


"kalau kamu memang menyukai anak Om, kau harus mengejarnya dengan bersungguh sungguh." bisiknya saat Dokter Bani melewati Tn.Seno.


Mendengarnya, Bani tersenyum tipis. " terimakasih Om, pasti akan saya kejar," ucapnya tersenyum bahagia.


Akhirnya bisa mendapatkan pengakuan juga dari keluarga wanita yang ia incar sejak dulu. Dan lebih bahagianya, ia juga telah mendapatkan lampu hijau dari Keluarga gadis pujaan hatinya.


Bani keluar ruang Nirma dengan senyuman yang terus tersungging di bibirnya


*****Bersambung.


Nb: mampir yuk, di karya temen othor yang kece ini nih judulnya : tanpa talak by tie tik



Blurb : Sebuah Syarat pernikahan dari pria bernama Arvin telah di setujui Fayre. karena kenangan pahit di hidup masing masing, keduanya sepakat untuk menjalani pernikahan tanpa ada perceraian diasa depan.

__ADS_1


Lantas, bagaimana kah keduanya menghadapi masalah yang menerjang bahtera rumah tangga mereka,? Mampukah Fayre menjaga syarat yang di ajukqn suaminya? Atau justru Arvin sendiri yang melanggar Syarat tersebut,


__ADS_2