
Selepas kepergian Arbani, Delisa segera masuk ke dalam rumah. wanita cantik itu membaringkan Sang putra di kasur. Kemudian, dirinya bersiap-siap untuk menemui seseorang.
" Halo Mah, aku sudah siap. kita jalankan rencana kita sekarang juga. dan jangan lupa, Mama juga bawa gadis yang bernama Citlyn itu untuk membantu kita." ucap Delisa dengan nada dinginnya.
Entah pergi ke mana sifat ceria dan juga sifat hangat dari seorang Delisa Albert itu. yang tersisa saat ini, hanyalah sikap dingin angkuh dan juga arogan.
Setelah mengatakan hal itu, Delisa segera bersiap-siap untuk pergi. Sementara bayi laki-laki itu dititipkan pada para asisten rumah tangga yang ada di rumah itu.
" kalian tolong jaga anak saya baik-baik, Saya mau pergi sebentar." ucapnya Seraya melangkahkan kaki meninggalkan rumah itu.
Tanpa wanita itu sadari, ternyata Arbani dan juga nyonya Arista telah membuntutinya dari belakang. Awalnya, wanita paruh baya itu menolak untuk mengikuti saran dari Putra tunggalnya itu. Namun, dengan sekuat tenaga Arbani mencoba menyakinkan jika Delisa itu bukanlah wanita baik-baik.
Setelah melalui Drama berhari-hari, akhirnya Nyonya Ariska pun mengikuti saran dari putranya dengan catatan, jika kecurigaan Arbani itu tidak benar, laki-laki itu harus mulai berusaha untuk mencintai istrinya itu. dan Arbani pun mengangguk setuju.
****
Setelah melalui perjalanan panjangnya, akhirnya Delisa sampai juga di sebuah rumah kosong yang terletak di pusat kota. wanita beranak satu itu, segera memasuki bangunan yang tampak Tak terawat itu.
" Bagaimana apa semua sudah siap?" tanya Delisa pada dua orang wanita itu yang tak lain adalah nyonya Kania dan juga Catlyn.
" kau tenang saja sayang, semua akan baik-baik saja. dan setelah ini, kau dan Arbani akan hidup bahagia tanpa bayang-bayang gadis sialan itu." ucap Nyonya Kania Seraya mengusap kepala Delisa dengan lembutnya.
Delisa yang mendengar itu, seketika memancarkan Aura dingin yang sangat menakutkan." itu harus terjadi, karena aku sudah melangkah sejauh ini. Aku tidak ingin pengorbananku sia-sia. Percuma saja aku menyuruh Nirmala untuk mundur dari pernikahan jika aku tidak bisa mendapatkan Arbani." ucap Delisa dengan Aura dinginnya.
Nyonya Kania dan juga Catlyn, seketika Saling pandang dan juga tersenyum tipis." kalau begitu, kita bertiga bagi tugas." ucap Nyonya Kania Seraya menatap ke arah Catlyn dan juga Delisa secara bergantian.
__ADS_1
" kau Catlyn bertugas untuk menarik perhatian Nirmala agar berada jauh dari jangkauan keluarga Wijaya. setelah itu, Biarkan saya yang akan menjalankan rencana selanjutnya." ucap Nyonya Kania dengan sorot mata menakutkan.
Mereka bertiga akhirnya membubarkan diri untuk melakukan tugas masing-masing. Tanpa mereka ketahui, ada dua pasang mata dan dua pasang telinga, yang melihat dan mendengar semua percakapan ketika orang itu.
Siapa lagi jika bukan Nyonya Ariska dan juga Arbani. Bahkan, saking terkejutnya, Nyonya Ariska Sampai Menutup mulutnya agar tidak berteriak.
Sungguh, wanita paruh baya itu tidak pernah menyangka jika wanita yang ia anggap sebagai menantu kesayangannya itu, ternyata adalah seorang wanita licik yang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan tujuannya.
Nyonya Ariska pun ikut keluar saat Delisa juga keluar dari bangunan itu. Rencananya, wanita paruh baya itu akan mencoba menasehati menantunya itu. sementara Arbani, laki-laki itu juga akan ikut mencoba menasehati Delisa agar tidak terlalu terjerumus ke dalam kubangan dosa.
" Delisa! tunggu!" teriak Nyonya Ariska saat wanita cantik itu akan masuk ke dalam mobil. dengan segera, Delisa menoleh Seraya membalikkan badan saat mendengar namanya dipanggil.
Deg.
" Ma Mama, Ma-ma ngap-ain Di Sini?" tanya Delisa dengan suara tergagap dan juga terbata-bata.
Untung saja, bangunan yang mereka tempati adalah rumah kosong. jadi tidak akan ada orang yang terganggu dengan suara amarah Nyonya Ariska yang begitu menggelegar.
" hiks hiks hiks, maafin aku mah, aku terpaksa melakukan ini. karena aku sangat mencintai Mas Bani." ucap Delisa dengan menangis tersedu-sedu.
" itu bukan cinta Delisa, tapi itu Obsesi. Ingatlah, orang yang terobsesi itu tidak akan pernah merasa bahagia." ucap Arbani dengan suara beratnya.
" tapi aku sangat mencintaimu mas," ucap Delisa Seraya menatap sendu ke arah laki-laki itu. Arbani yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepala.
" tapi aku tidak Delisa, maaf. tapi yang namanya cinta, itu datang dari hati. kau ataupun aku, tidak bisa memaksakan kehendak hati. karena yang dapat membolak-balikkan hati manusia, adalah sang pembuat hati itu sendiri." ucap Arbani Seraya mengelus kepala wanita yang masih berstatus istrinya itu.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Delisa seakan tersadar dari semua tingkah yang pernah ia lakukan." Baiklah kalau begitu, aku akan melepaskan. dan aku akan membawa anak kita, untuk menemukan kebahagiaan yang baru." ucap Delisa melangkahkan kaki untuk pergi dari sana.
" tunggu, Bagaimana dengan Nirmala, kalian akan mencelakai Nirmala kan, Gadis itu tidak bersalah." ucap Nyonya Ariska. hal itu sukses membuat Delisa, menghentikan langkahnya.
Kemudian, berbalik arah menatap pasangan ibu dan anak itu." iya Mama benar, Nirmala memang tidak bersalah dalam hal ini. aku akan menghentikan aksi mereka." ucap Delisa Seraya melangkahkan kakinya pergi dari sana.
Hal itu membuat Nyonya Ariska dan Arbani, seketika Saling pandang." kita ikuti Delisa" ucap Nyonya Ariska Seraya menarik tangan putranya itu.
*****
Sementara itu, di sebuah bandara, keluarga Wijaya, keluarga Hutama Tengah saling melepas Rindu dengan keluarga masing-masing. Karena Tuan Adi dan juga nyonya Calista akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.
Begitupun dengan Tuan Wisnu Hutama. laki-laki paruh baya itu juga akan melakukan perjalanan bisnis bersama dengan saudaranya yaitu tante Mira dan juga Om Nicholas.
" kalian berdua baik-baik ya, jangan pada berantem." ucap Tuan Wisnu Seraya menatap tajam ke arah Mahendra.
Mahendra yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, tepat saat semua orang akan memasuki bandara, tiba-tiba saja seseorang menarik tangan Nirmala. hingga membuat gadis itu seketika terseret keluar.
Hal itu tentu saja membuat semua orang yang berada di sana, seketika berlari untuk mengejar Nirmala. karena wanita itu membawa seorang bayi dalam gendongannya.
" kau harus mati Nirmala!" teriaknya lantang. kemudian dengan segera, menarik tubuh mungil Nirmala hingga ke tengah jalan.
sontak saja semua orang yang berada di sana, seketika menjerit histeris." Nirmala awas!" teriak semua orang secara bersamaan.
Bruuummmm
__ADS_1
tepat, di belakang sana, ada sebuah mobil yang melaju dengan sangat kencang.