
Terdengar suara mobil dari arah belakang, dan itu membuat Nirmala, seketika tertegun. Karena Wanita itu, seperti mengetahui siapa yang ada di dalam mobil itu.
" Nirmala Ayo cepat minggir!" teriak semua orang yang ada di sana. Namun, seperti terkena sihir, Gadis itu malah terdiam di tengah jalan. hingga laju mobil itu semakin cepat dan akan menghantam tubuh mungilnya.
namun, tiba-tiba saja seseorang menariknya dengan sangat keras. Dan,..
Ciiittt,... Brak,....
orang itu seketika terpental cukup jauh. Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika terperanglah kaget. Apalagi, Ternyata bukan hanya satu orang yang tengah terkapar melainkan dua orang.
" Kak Mahendra,....!!!!!! Kak Delisa,......!!!" teriak Nirmala setelah Gadis itu tersadar dari lamunannya dan rasa terkejutnya itu.
Nirmala dan yang lainnya, segera berlari menghampiri kedua orang yang tengah tergeletak dengan bersimbah darah itu.
" hiks hiks hiks, Kenapa kalian lakukan ini?" tanya Nirmala Saraya menangis tersedu-sedu. tangannya menggenggam tangan sang suami yang sudah berlumuran darah itu.
Mahendra yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis." ak-u bah-agia bi-sa me-ndapatkan wan-ita sebai-k dan setul-us kamu. Uhuk uhuk uhuk" ucap Mahendra disertai batuk darah yang cukup kental.
hal itu tentu saja membuat Tuan Adi dan juga Nyonya Calista yang hendak pergi, seketika berhambur memeluk tubuh anaknya yang telah bersumpah darah itu.
" sayang, ibu mohon jangan tinggalkan ibu. hiks hiks hiks." ucap Nyonya Calista Seraya menggenggam tangan putranya. sementara Tuan Adi, laki-laki paruh baya itu hanya terdiam. Namun, dari sudut matanya, laki-laki paruh baya Itu tampak menangis.
" Papa, ibu, tolong jaga Nirmala. Sayangi dia seperti anak kalian sendiri." ucap Mahendra dengan nada lemahnya.
Nyonya Calista dan Tuan Adi yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala." pasti itu sayang, Kamu tidak usah khawatir." ucap Tuan Adi dengan tersenyum simpul.
__ADS_1
" nggak Kak Mahendra nggak boleh pergi. Kakak kan selalu jaga aku kan?" tanya Nirmala histeris. tangan Mahendra seketika terangkat dan mengelus pipi mulus istrinya itu.
" Maafkan aku sayang, tapi sepertinya, aku sudah tidak tahan." ucapnya dengan tersenyum tipis. dan setelah itu, tangan Mahendra, seketika melemas seiring dengan hilangnya nyawa dari raga itu.
" Tidak !!! Kak Mahendra!!! tolong suami saya tolong!!" Tarian Nirmala histeris. wanita itu, seperti seseorang yang tidak waras. Setelahnya, Nirmala menangis tersedu-sedu Seraya sesekali mengguncangkan tubuh kaku suaminya itu.
****
Sementara itu, di tempat yang sama, seorang laki-laki Tengah memangku istrinya yang juga Tengah bersimbah darah. siapa lagi jika bukan Delisa dan juga Arbani.
" tolong jaga anak kita, bahagiakan dia. Aku mencintaimu" ucap Delisa Seraya sesekali merintih kesakitan. Kemudian, tangannya yang lemah, menepuk-nepuk tangan Nirmala yang memang tak jauh dari keberadaannya.
Sontak saja itu membuat Nirmala yang tengah menangis tersedu-sedu, seketika menoleh ke arah belakang. di mana kakaknya berada.
" nggak kakak nggak boleh pergi, kalian harus selamat!" teriak Nirmala histeris. dan tak beberapa lama, terdengar mobil ambulans yang menghampiri mereka.
Setelahnya, tubuh Delisa dan juga Mahendra dibawa oleh orang-orang ke dalam mobil ambulans. sementara Nirmala, wanita itu tetap menangis tersedu-sedu. Seraya menggendong sang anak yang tampak rewel itu.
Sesampainya di depan rumah sakit, Mahendra dan juga Delisa, segera dibawa ke ruang perawatan. hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, sangatlah sedih dan juga kehilangan. Walaupun, Mahendra sudah tidak bergerak lagi, namun Nirmala tetap Kukuh untuk membawa Suaminya ke rumah sakit.
tak lama berselang, seorang dokter keluar dari ruangan itu dengan ekspresi wajah murungnya. hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, seketika semakin takut.
" dok, Bagaimana keadaan suami saya?" tanya Nirmala yang menghampiri dokter itu.
" Maaf nyonya, tapi kami sudah berusaha sekuat tenaga Namun sepertinya Tuhan berkehendak lain." dokter itu Seraya menundukkan kepala.
__ADS_1
" tidak! Tolong jangan katakan itu! itu tidak benar kan dokter pasti bohong kan?!" tanya Nirmala histeris. Hal itu membuat Nyonya Calista, dengan segera langsung memeluk tubuh menantunya itu.
" sabar sayang, semua ini sudah kehendak yang di atas." ucap Nyonya Calista memberikan semangat pada menantunya itu.
" lalu Bagaimana keadaan menantu saya?" tanya Nyonya Ariska pada dokter itu. hal itu tentu saja membuat Nirmala yang mendengarnya, seketika menoleh ke arah dokter itu.
" Iya Dok bagaimana dengan keadaan kakak saya, dia selamatkan?" tanya Nirmala dengan nada tinggi.
Dokter laki-laki itu, hanya menggelengkan kepala dengan nada lemahnya. seketika itu pula,...
Bruk
Nirmala seketika tak sadarkan diri. dan dengan segera, langsung dibawa oleh para tenaga medis itu untuk mendapatkan pertolongan.
di saat suasana sedang tegang, Tuan Wisnu tiba-tiba datang menghampiri mereka semua." pelakunya sudah tertangkap" ucapnya dengan nada datar.
sontak saja hal itu membuat Arbani yang mendengarnya, seketika mendungakan kepala." Siapa orangnya tuan?" tanya Arbani dengan nafas memburu.
" Kania Albert!" ucap Tuan Wisnu Seraya menatap ke arah ke dalam ruangan. Di mana, Nirmala berada.
Arbani yang mendengarnya, seketika berdiri kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.
" Kamu ke mana?" tanya Nyonya Ariska Seraya menarik tangan putranya itu.
" aku harus memberikan pelajaran pada wanita itu," ucap Arbani dengan nada datar dan juga pandangan lurus ke depan.
__ADS_1