
Tak berapa lama, mata Nirma samar samar terbuka dan sesaat mengerang kesakitan. Seraya menyentuh kepalanya.
"awh, dimana aku,? Kenapa kepalaku pusing sekali,?" tanya gadis itu entah pada siapa.
Ceklek
Suara pintu yang di buka dari luar, membuat gadis cantik itu seketika menoleh. Dan seketika, ia tersenyum.
Karena di sana, berdiri sang ayah yang juga ikut tersenyum.
"sayang, kau sudah sadar,?"tanya Tn.Seno dengan dengan meeantangkan tangannya.
"iya Pah, aku idah sadar, emm kenapa aku ada dusini,?" tanya gadis itu dengan memandang sekelilingnya.
"kamu kan kesetrum sayang, makanya sekarang kamu ada disinu," jawabnya dengan mengelus kepala gadis itu.
Seketika itu juga, Nirma mencoba mengingat semuanya dan benar saja, ia mengingat jika ia terakhir mengantarkan sang kalak ysng akan berkerja keluar kota.
Dan setelah ia maduk kamar, ia tak mengingatnya lagi dan sekarang ada di rumah sakit. Dan seketika itu pula, Nirmala menatap ke arah sang ibu.
Dan tatapanya, segera menghunus kejantumg gadis itu. Membuatnya menunduk ketakutan seketika.
Tak lama kemudian, pintu kembali di ketuk dsn tak Lama, seseorang laki laki tampan seusuia Nirmala, menyembul dari luar.
hal itu seketika membuat gadis itu suringah. dan Tn.Seno menangkap dengan jelas ekspresi wajah anaknya.
Dan sesaat ia merasa gusar. Karena telah memberikan hsrapan palsu pada Dokter muda anak sahabatnya itu.
Ny.Kania yang melihat ekspresi wajah sang suami, mengerutkan dahinya karena merasa heran." kenapa Pah,?" tanya Ny.Kania.
Karena wanita paruh baya itu benar benar merasa keheranan dengan tingkah Sang Suami.
"eh, Mah nggak papa kok," jawabnya mengelak. hal itu membuat Ny.Kania seketika tau jika suaminya fikirkan.
Dengan terenyum smriknya, Ny.Kania berkata dengan lembutnya.
"pah, sepertinya mereka saling mencintai ya,!" tanya Ny.Kania dengan senyuman yang tak dapat di artikan oleh siapapun.
Tn Seno yang mendengarnya, menoleh kearah aang istri. " emang benar ya, mereka saling cinta,?" tanya Tn.Seno dengan wajah serius.
Seketika, Ny.Kania menyunggingkan senyuman puas. Karena apa yang ada di dalam otaknya, ternyata memang terbukti benar.
" sepertinya itu memang benar Pah, coba papa lihat ekspresi wajahnya saat mereka saling tatap," ucap Ny.Kania dengan menunjuk kearah Nirmala dan teman lakl lakinya itu.
Tn.Seno yang mendengarnya, mengikuti kearah sang istri menunjuk. Dan memang benar, mereka berdua sangat akrab.
__ADS_1
Hal itu tentu saja membuat Tn.Seno semakin merasa bersalah.
"terus kalau mereka saling suka, bagaimana dengan nasib Nak Bani Mah, karena papah telah terlanjur memyuruhnya untuk mengejar Nirmala,?" tanya Tn.Seno akhirnya mengutarkan uneg unegnya.
Mendengar hal itu, Ny.Kania tersenyum penuh kemenangan.
"papah nggak usah kawatir, biae nanti, Mama yang akan mengatur semuanya," ucap dengan penuh kemenangan
"akhirnya, ini kesempatanku untuk mengajukan Dhelisa pada Bani,",gumamnya seraya kembali menatap interaksi antara Nirmala dan teman laki lakinya itu.
*****
Sementara itu, Nirmala yang baru kedatangan teman laki lakinya yang tak lain adalah Mahendra, terus menyunggingkan senyumanya.
" kamu kenapa bisa ada disini,?" tanya Mahendra dengan mengelus kepala Nirmala. Sontak saja, Nirmala yang mendapatkan perlakuan demikian, tersipu malu.
Mahendra yang melihat tingkah gadis cantik di depanya itu, menjadi sedikit gemas.
" gemesin bsnget sih kamu," Mahendra menarik hidung Nirmala. Membuat gadis itu mendegus kesal.
Sementara Mahendra, yanv mendengarnya, memilih untuk mengelus bekas hidung yang di cubit itu.
" iya deh, Maaf ya nona cantik," gumamnya seraya mengelus kepalanya.
Nirmala yang mendengar dan mendapatkan perlakuan itu, tiba tiba wajahnya menjadi memerah.
Setelah beberapa lama berselang, Tn.Seno dan Ny.Kania memutuskan untuk keluar kamar. Karena mereka tidak ingin mengganggu.
Lebih tepatnya, Ny.Kania yang merasa muak mendengar dan melihat gadis yang sangat ia benci, tengah tertawa bahagia.
******
"kamu kapan pulang,?" tanya Mahendra saat mereka telah berdua saja di dalam ruangan itu.
"ih, kak Mahendra, aku kan baru di sini.ya pastinya, aku akan lama ini. Apalagi, kalau Dokter melarangnya " ucap Nirmala.
Mahendra yang mendengarnya, hanya tersenyum saja. dan sesekali tanganya mengelus kepala gadis yang tengah terbaring itu.
Tak lama kemudian, mata Mahendra menangkap ada yang aneh di atas nakas.
"kenapa ini makananya nggak di makan,?" tanya laki lakiil itu.
" oh, aku nggak lapar kak, aku mau makan nanti saja," ucapnya tersenyum tipis.
"pokoknya kamu harus makan," Mahendra mengambil makanan itu dan menyuapkan makananya pada gadis kesayanganya itu.
__ADS_1
Dan mau tidak mau, Nirmala memakan makananya. Mahendra yang melihatnya, tak henti hentinya tersenyum tlpis.
" aku berharap, kamu akan menjadi pendamping hidupku nantinya Nirmala. " gumamnya dalam hati.
"ish kaka ngapain lihatin aku terus,?" tanya gadis imut itu.
"karena kamu memang ngangenin," ucapnya lembut dan setelahnya, Nirmala melanjutkan makannya sendiri.
Sedang asyik asyiknya makan, Pintu ruangan seketika terbuka. Dan di sana ada Dokter tampan yang sedang berdiri menatap kedua manusia yang ada ruang itu.
" Dokter Bani," sapa seorang perawat itu karena melihat sang Dokter malah terbengong.
"eh, iya sus, maaf ayo" laki laki itu segrra melangkah masuk keruang Nirma.
" gimana Mala apa keadaanmu sudah membsik,?" tanya Dokter Bani.
" sudah Kak, eh Dok," ucapnya dengan wajah geroginya.
" udahlah, panggil aja seperti biasa udah kayak siapa aja," Dokter Bani mengelus kepala gadis itu.
dan hal itu membuat seseorang yang ada di sana, menatap tajam kearah Dokter Bani. Siapa lagi kalau bukan Mahenra.
Melihat gadis yang ia sukai bercanda dengan la laki laki lain, seketika itu juga smarahnya memuncah.
Sementara Bani yang melirik kerah samping dimana saingannya berada, menatap sinis laki laki itu.
"eh iya kak Bani, bagaimana keadaanmu, lama nggak main kesana," Nirmala tersenyum tipis.
Dan hal itu membuat Mahendra semakin merasa kesal saja.
Bani yang mendengarnya, tersenyum simpul. " ya Main lah, kan kamu juga udah lama gak ketemu Mama," ucapnya seraya melirik sinis kearah laki laki di samping Nirmala.
"iya nanti kapan kapan aku main," Nirmala tersenyum manis.
Tsk taukah Nirmala, jika ada seseorang yang tengah meraskan cemburu yang luar biasa akibat melihat pemandangan itu.
Dengan segera, Mahendra memalingkan wajahnya karena merasa tak sanggup jika harus melihat kemesraan itu.
" oh iya Kak, Pacar kak Bani kemana, kok aku nggak pernah lihat ya,?" tanya gadis itu dengan wajah polosnya.
Seketika itu juga, Bani yang mendengarnya, memasang ekspresi yang sedikit kecewa.
"aku nggak ada pacar Nirma, kan kamu tau itu," ucap Bani sedikit kesal
***Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa mampir di karya teman aku ya, jangan lupa mampir pokoknya, seruuu banget***.