Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
Bab 55


__ADS_3

Setelah seminggu berlalu, kehidupan Nirmala pun sudah semakin membaik. hal itu tampak dari Rona wajahnya yang sangat berseri-seri. tak seperti awal dirinya datang ke rumah ini.


" Wah menantu Ibu sudah kembali ceria ya," guda Nyonya Calista Seraya menyenggol lengan Nirmala.


Nirmala yang mendengarnya, tersenyum tipis. karena pada akhirnya dirinya bisa merasakan apa yang dinamakan kehangatan dalam sebuah keluarga.


Apalagi kehangatan dari seorang ibu yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya. hal itu tentu saja membuat mata Nirmala seketika menghangat. bersiap untuk menumpahkan lahar panas dari matanya.


Nyonya Calista yang melihat itu, begitu terkejut. bahkan wanita paruh baya itu sampai bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Nirmala dan membawanya ke dalam pelukan.


" kamu Kenapa Nak,?" tanya Nyonya Calista sedikit panik Seraya mengusap punggung menantunya itu sedikit kasar.


Nirmala yang memang sudah tidak kuat dengan rasa sakit yang ada di dadanya, seketika menangis tersedu-sedu di dalam pelukan Ibu mertuanya itu.


Seketika itu pula, keluarga dari tuan Adi Wijaya seketika hanya terdiam. karena sepertinya mereka tahu apa yang dirasakan oleh Nirmala.


hingga mereka bertiga memutuskan untuk memberikan ruang pada Gadis itu untuk menenangkan dirinya. dan setelah hampir setengah jam, akhirnya tangisan Nirmala pun reda.


' Apa kau sudah tenang nak?" tanya Nyonya Calista lembut Seraya membelai rambut Nirmala. hal itu sontak membuat gadis itu menduga menatap wanita paruh baya yang kini menjadi ibu mertuanya itu.


Nirmala yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala kemudian menundukkan kepala karena merasa malu dengan apa yang baru saja ia lakukan itu.


" Maafkan saya ya Ibu papa, saya sudah merepotkan kalian." ucapnya Seraya menatap tidak enak ke arah Nyonya Calista dan juga Tuan Adi Wijaya.


Mendengar hal itu, Mahendra dan juga kedua orang tuanya, sama-sama tersenyum Seraya menatap ke arah Nirmala." Kenapa harus minta maaf nak, kau tidak salah." ucap Tuan Adi dengan suara bijaknya.


Mendengar hal itu, Nirmala semakin merasakan sesak di dadanya. karena Lagi Dan Lagi, Gadis itu seperti terjebak dalam masa lalunya. masa lalu di saat Tuan Seno begitu sayang padanya.


Namun, sekarang ini semua sudah berubah tak seperti dulu lagi. orang yang dianggap sangat baik dan bijaksana oleh Nirmala, kini beranjak meninggalkannya.

__ADS_1


Untungnya, di saat yang bersamaan Nirmala bertemu dengan keluarga Wijaya yang begitu baik padanya. Bahkan tak mempermasalahkan tentang statusnya yang hanya anak diluar nikah dari keluarga Kania Stuart.


Sungguh Nirmala tidak tahu lagi apa yang harus Ia lakukan untuk membalas kebaikan dari keluarga Adi Wijaya.


" Terima kasih atas kasih sayang kalian yang kalian berikan pada gadis Malang sepertiku." ucapnya dengan lirih.


Mereka bertiga akhirnya tersenyum tipis dan saling berpelukan satu sama lain. Sungguh Nirmala tidak menyangka akan mendapatkan keluarga sebaik dari keluarga Adi Wijaya ini.


*****


di lain tempat, tampak seorang laki-laki paruh baya Tengah menatap tajam ke arah sang istri yang tertunduk lesu dan juga ketakutan.


Siapa lagi jika bukan Tuan Seno dan juga Nyonya Kania yang tengah bertengkar hebat. Karena laki-laki paruh baya itu baru saja mengetahui jika selama ini istrinya telah menyiksa seorang gadis yang tidak berdosa. Apalagi, Gadis itu masih lah darah daging dari istrinya.


Walaupun dirinya merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu, namun tidak ada terbersit satupun niat jahat untuk mencelakai gadis itu.


Karena memang, Tuan Seno sangat menyayangi gadis yang bernama Nirmala itu. nama yang diberikan olehnya Gadis itu baru pertama kali melihat dunia.


Sebenarnya laki-laki paruh baya itu masih tidak menyangka jika apa yang dikatakan oleh Tuan Wisnu Hutama itu benar. karena memang, jika sedang berkumpul Nyonya Kania akan bersikap lembut pada semua anak-anaknya.


Hal itulah yang sampai membuat Tuan Seno terperanjat kaget saat mendengar ucapan dari laki-laki yang kini sangat sungkan ia temui.


Mendengar hal itu, Nyonya Kania yang awalnya menunduk, seketika itu pula segera mengangkat wajahnya menatap ke arah sang suami dengan tatapan penuh luka.


Kemudian dirinya bangkit Seraya menatap lurus ke depan dengan tatapan dingin dan juga tajam." Iya itu benar," ucapnya tanpa ekspresi.


Hal itu membuat Tuan Seno yang mendengarnya, seketika menatap tak percaya ke arah wanita yang menjadi istrinya itu.


" Kenapa kamu setrika itu sama anak kecil, dia itu darah daging kamu mah." ucapnya kembali menatap tajam ke arah Nyonya Kania. berharap wanita itu akan menyesali perbuatannya.

__ADS_1


Namun, sepertinya hal itu tidak akan pernah terjadi. saat Nyonya Kania menatapnya sekilas. tatapannya begitu dingin dan juga mencekam. hal itu sampai membuat Tuan Seno merasa merinding.


" Terus papa pikir Mama harus bersikap biasa saja saat melihat anak itu.?" tanyanya dengan nada bergetar hebat." Asal Papa tahu ya, Mama lebih baik tidak memiliki anak laki daripada harus mendapatkan anak dengan cara seperti ini!" teriaknya lantang.


Kemudian Nyonya Kania terduduk di lantai Seraya memeluk kedua lututnya dengan tangan. Seraya menyembunyikan kepalanya di antara kedua kaki.


Tuan Seno yang melihat itu, tampak sedikit rasa kasihan yang menggelayud di hatinya. Namun, Entah mengapa laki-laki itu masih saja ingin mengintimidasi istrinya itu.


" Apapun alasannya, Mama tidak berhak untuk menganiaya seseorang. apalagi orang itu lahir dari ketidaksengajaan." ucap Tuan Seno Seraya menekankan setiap ucapannya.


Seketika itu pula, Nyonya Kania yang mendengar, menatap tajam ke arah laki-laki yang tengah berdiri di hadapannya itu.


" papa memang benar-benar keterlaluan, apa yang telah dia perbuat. hingga papa, membelanya sampai seperti ini? hah!" bentak Nyonya Kania berapi-api.


Dengan perlahan-lahan wanita paruh baya itu segera bangkit dari duduknya. Setelahnya mengusap air matanya dengan kasar. kemudian berlalu pergi dari sana.


Brak


suara pintu kamar yang ditutup dengan begitu keras Hal itu membuat Tuan Seno yang mendengarnya, sedikit tersingkat karena kaget. Kemudian berlalu pergi dari sana.


*****


Sementara itu di lain tempat, yang tak lain adalah rumah kediaman dari keluarga Deewana, tampak seorang laki-laki muda Tengah termenung di kursi panjang yang ada di belakang rumahnya.


Wajahnya tampak begitu muram dengan tatapan menengadah ke atas. entah apa yang ia pikirkan. hingga tiba-tiba,...


Hap


kedua matanya, ditutup oleh seseorang dari belakang. Hal itu membuat laki-laki itu seketika menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


" Mas Bani ngapain Di Sini?" tanya seorang wanita cantik yang tak lain adalah Delisa.


__ADS_2