Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
Bab 26


__ADS_3

dengan cepat, Nirmala segera turun dari dalam mobil dengan perasaan yang entah bagaimana. ia memukul-mukul pelan kepalanya untuk menghilangkan rasa aneh itu.


" sadarlah Nirmala kau ini masih kecil, lagi pula kau ini tidak pantas bersanding dengan Kak Bani yang mendekati sempurna," gumamnya Seraya masih tetap memukul kepalanya.


dengan segera, Gadis itu masuk ke dalam rumah. dan tanpa disadari oleh Nirmala, Sepasang Mata telah menatapnya dengan tatapan tajam.


siapa lagi orangnya jika bukan Nyonya Kania. wanita paruh baya itu, menatap Nirmala dengan tatapan yang mengerikan.


dengan segera, wanita itu berjalan dengan cepat dan langsung menyambar rambut gadis cantik itu." bagus kau ya, hmm" ucapnya Seraya menarik rambut Nirmala dengan cukup kuat.


Hal itu membuat Nirmala seketika memetik kesakitan." aaakhh, ampun mah lepasin," ucapnya Seraya meringis kesakitan.


namun bukannya melepaskan,, wanita paruh baya itu malah semakin menariknya. hingga kepala gadis itu mendongak ke atas.


" Dari mana saja kau anak Si***n,? tanya Nyonya Kania Seraya membentak gadis itu.


"Ampun maafin Nirmala Ma hiks hiks," ucapnya Seraya menangis sesenggukan.


Duk


Nyonya Kania dengan tega, mendorong tubuh gadis itu. hingga kepalanya sedikit membentur pinggiran meja.


ketika itu pula darah menetes cukup banyak dari kepalanya." heh itu akibatnya jika kau berani macam-macam denganku, Dasar anak Si**n." setelah mengatakan itu, Nyonya Kania segera pergi meninggalkan ruang tamu.


sementara Nirmala, gadis cantik itu masih menangis sesungguhkan. Seraya memegang kepalanya yang berlinangan darah.


seketika itu pula, kilasan bayangan masa lalunya muncul dan berputar-putar bak kaset rusak. Dulu, dirinya hanya bisa menangis dan Meraung kesakitan saat sang mama memperlakukan sedemikian rupa.


namun, berbeda dengan saat ini. karena dirinya lebih sedikit berani. itu akibat ajaran dari sang kakak yang mengajarkan Nirmala sedikit melawan saat sedang ditindas oleh sang mama.


ingat Iya Dek kamu harus sedikit melawan jika memang kamu tidak bersalah yang betul-betul terlaluan.


Dhelisa yang saat itu mendengar penuturan sang adik, merasa begitu geram dengan tindakan yang dilakukan oleh Mama mereka.


Nirmala yang melihat darah semakin banyak mengalir dari kepalanya, memutuskan untuk bergegas ke ruang obat untuk mengobati lukanya.

__ADS_1


karena jangan sampai sang ayah tahu jika dirinya mengalami luka seperti ini. apalagi jika tahu yang melakukannya adalah istrinya sendiri.


Nirmala segera melangkahkan kakinya menuju obat. dan disaat perjalanan, gadis itu tak sengaja melihat sang mama yang sedang mengecat kukunya.


Seakan tak ada kejadian apapun yang baru saja terjadi. dengan pelan Gadis itu melangkahkan kaki menghampiri wanita itu.


" mah sebenarnya Ada apa sih sampai mama membenci Nirmana," ucap Gadis itu Seraya melangkahkan kaki mendekati Nyonya Kania.


hal itu tentu saja membuat menanyakannya seketika mendongak dan menatap gadis yang ada di depannya dengan tatapan berang.


" kau sudah tahu kan, Apa alasannya. Jadi sekarang menyingkir lah dari sini!" bentaknya lantang. bahkan wajah Nyonya Kania menjadi merah padam.


itu menandakan jika wanita itu Tengah menahan amarah yang cukup hebat dalam hatinya.


Nirmala yang dari tadi diam, ini mulai melangkah mendekati sang mama. dirinya tidak peduli dengan bentakan yang dikeluarkan oleh wanita paruh baya di hadapannya itu.


" kalau Nirmala boleh tahu, Siapa ayah kandung Nirmala Ma,?" tanya Gadis itu dengan deraian air mata yang membasahi pipinya.


Bugh


" Jangan pernah kau bahas dia lagi aku akan memberi pelajaran padamu!" teriaknya dengan penuh Nada amarah dan emosi yang meluap-luap.


karena nyonya Kania, sampai kapanpun tidak akan pernah memberitahukan ataupun mempertemukan mereka.


karena wanita paruh baya itu, ingin membalaskan dendam dan rasa sakit hatinya. dengan cara yang lain.


sementara Nirmala yang mengetahui sang mama marah besar, segera beringus mundur dan berlari menuju ke ruang obat.


ia berlari dengan ketakutan yang amat dalam. rasa takut yang bercampur dengan rasa sakit yang luar biasa.


Karena sekarang, Nirmala Sudah tumbuh menjadi gadis remaja. yang mengetahui apa yang diucapkan oleh Mamanya itu.


berbeda dengan dirinya yang dulu. yang hanya bisa menangis dan memeluk para pelayannya. namun sekarang, sumber kekuatannya sudah tidak ada lagi.


dan Nirmala sekarang benar-benar sendiri menghadapi pahitnya kenyataan hidup. ingin sekali Gadis itu menyerah.

__ADS_1


namun dirinya selalu ingat, dengan pesan yang diucapkan oleh para pelayan sebelum mereka pergi dari rumah itu.


" Nir mah harus kuat ya, jangan pernah menyerah. teruslah membujuk Nyonya Kania agar beliau mau membuka hatinya untuk kamu," ucap Siti salah satu pelayan itu.


Nirmala saat itu hanya bisa menganggukkan kepala dan tersenyum tipis. tak disangka, ternyata itu adalah perkataan terakhir dari para pelayannya.


Karena setelah itu, sang Ibu benar-benar memecat semua pelayan yang ada di rumah itu. Tak lama kemudian, Nirmala telah sampai di ruangan seperti UKS itu.


setelahnya, Gadis itu segera mengobati lukanya dengan kasa dan obat merah. tak lama berselang, ada yang mengetuk pintu rumahnya.


dengan segera, gadis cantik itu beranjak dari duduknya. dan melangkahkan kaki menuju pintu depan.


karena rumah ini menggunakan alat semacam pendeteksi suara. yang bisa mengetahui suara apapun dari dalam rumah itu.


Sehingga, suara apapun akan terdengar dari luar. namun alat itu juga bisa dimatikan secara otomatis. sehingga saat Nirmala disiksa dulu, tak ada orang yang mengetahuinya.


karena dengan sengaja Nyonya Kania merusak alat itu. namun beruntungnya, saat ini alat pendeteksi suara itu telah diperbaiki oleh Tuan Seno.


sehingga Hal itu membuat Nyonya Kania tidak leluasa lagi untuk memberikan pelajaran pada gadis malang itu.


dengan segera, Nirmala membuka pintu utama rumah itu. dan sesaat kemudian, dirinya tertegun. karena di depan sana, ada 5 pelayan wanita dan juga tiga tukang kebun.


" Iya cari siapa,?" tanya Nirmala dengan sopan. Seraya mengulas senyum tipis.


semua pelayan yang ada di sana, segera menunduk hormat pada gadis yang ada di hadapan mereka.


hal itu tentu saja membuat Nirmala, tercengang dan sedikit kebingungan." kalian Siapa, Kenapa kalian menunjukkan kepala padaku,?" tanya jadi itu sedikit merasa takut.


salah satu pelayan yang menyadari sikap dari gadis yang ada di hadapannya, segera mengangkat wajahnya.


" tenang Nona kami hanya memberi hormat pada anak dari majikan kami," ucapnya dengan tersenyum tipis.


Nirmala yang mendengarnya, Malah semakin merasa kebingungan." majikan siapa yang kamu maksud?" bukan Nirmala yang bertanya.


melainkan Nyonya Kania yang baru saja keluar dari kamar. Hal itu membuat semua orang kembali menundukkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2