
"pah, Kapan kita akan pulang,?" tanya Nirmala Seraya menetap sang papa. Tuan Seno yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis.
" Pah jawab ih," rengek Nirmala bak seperti anak kecil yang meminta mainan pada orang tuanya.
Hal itu membuat Tuan Seno dan Nyonya Kania, memberikan respon yang berbeda. jika Tuan Seno merasa gemas, dengan tingkah Nirmala, berbeda dengan nyonya Kania.
wanita itu seakan merasa jijik dengan tingkah gadis yang sangat ia benci itu.
kemudian Nyonya Kania menatap tajam ke arah Nirmala. hal itu sontak membuat Gadis itu menunduk ketakutan.
sangat diuntungkan, Tuan Sena tidak memperhatikan perubahan sikap Putri kesayangannya.
jika tidak, laki-laki paruh baya itu, pasti akan bertanya dari a sampai z untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Tak lama kemudian, suara pintu dibuka dari luar. dan seketika menampakan seorang laki-laki tampan yang memakai jas berwarna putih.
siapa lagi orangnya jika bukan Dokter Bani. laki-laki muda itu, berjalan menghampiri brankar yang ditempati oleh Nirmala.
" nah kebetulan nih ada dokter Bani." seru Tuan Seno saat melihat dokter muda itu.
sementara Nirmala, gadis cantik itu, ketika menundukkan kepala. karena masih merasa canggung akibat dari percakapannya tadi.
" nak Bani, Kapan Nirma bisa pulang,?" tanya laki-laki paruh baya itu.
Dokter Bani tak langsung menjawab. laki-laki muda itu, malah menatap wajah cantik Nirmala, dengan intens.
hal itu tentu saja, membuat gadis cantik itu merasa risih. dan dengan segera ia memalingkan wajahnya menatap ke arah lain.
Bani yang mendapatkan respon tak terduga itu, hanya bisa menghilang nafas panjang. dirinya merasa, jika gadis kecilnya itu telah berubah.
" jika tidak ada yang di khawatirkan, besok pagi Nirmala sudah bisa pulang." jawabnya Soraya tersenyum tipis.
walau dirinya merasa sedikit aneh dengan perubahan sikap Nirmala padanya. namun Ia memutuskan akan mendekati Gadis itu kembali secara pelan-pelan.
Nirmala yang mendengar jika dirinya sudah diperbolehkan pulang, tersenyum dengan sangat manis. dan sialnya, Lagi Dan Lagi Bani merasa terpesona dengan senyum menawan itu.
" ye pulang!" serunya Seraya mengangkat kedua tangannya seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru.
__ADS_1
tanpa disadari, dokter Bani menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman tipis. saat menyadari tingkah konyol dari gadis yang telah lama bersemayam di hatinya.
" kalau begitu, Saya pergi dulu. segera pencet tombol merah jika ada sesuatu yang mendesak." ucapnya Seraya menunjuk sebuah tombol yang berada tidak jauh dari brankarnya.
mereka semua mengangguk mengerti. Terkecuali Nyonya Kania. Karena wanita paruh baya itu, menatap penuh dendam ke arah Nirmala.
" dasar gadis penggoda," gumamnya Seraya keluar dari ruang rawat itu.
sungguh ia merasa sangat jengah dan muak saat menghadapi situasi saat ini.
" Pah, aku keluar sebentar ya, ingin mencari udara yang lebih segar. di sini gerah," ucapnya Seraya melirik sinis ke arah Nirmala.
Tuan Seno yang mendengarnya, hamya mengangguk saja. Laki laki itu kembali fokus pada putri kesayanganya itu.
Ya walaupun, laki laki paruh baya itu tak pernah membeda-bedakan putri-putrinya. karena ia menganggap semuanya sama. tak ada yang berbeda.
" kalau begitu, Saya permisi dulu ya Om," ucap dokter Bani Seraya menatap sekilas ke arah Nirmala.
Tuan Seno segera bangkit dari duduknya. Kemudian menarik lengan laki laki muda itu hingga keluar dari ruangan Vvip itu.
" Om hanya mau mengingatkan, jika kau tidak boleh menyerah untuk mendapatkan hati anak Om yang satu ini," ucapnya tersenyum tipis.
ya semoga rencana Tuhan, tidak pernah meleset sehingga dirinya bisa bersanding dengan Nirmala dalam kebahagiaan yang sesungguhnya.
" Terima kasih banyak Om, saya janji saya akan sekuat tenaga untuk mendapatkan dan meluluhkan hati Nirmala. kalau perlu saya akan melamarnya itu tiketnya juga," ucapnya penuh semangat.
sementara itu, Tuan Seno hanya tersenyum tipis saat mendengar tekad dari pemuda di hadapannya itu.
" tapi ingat, untuk selalu menjaganya Apapun Yang terjadi, jangan sampai kau membuatnya bersedih. jika itu terjadi maka Bersiaplah tidak akan pernah bertemu dengan Nirmala selamanya," ucap Tuan Seno dengan nada tegas. namun syarat akan pengancaman.
" om tenang saja semuanya akan baik-baik saja. karena saya telah lama tertarik pada Nirmala. di saat dirinya masih sangat kecil," ucapnya tersenyum tipis
Kemudian dokter muda itu Mengayunkan kakinya menjauh dari ruangan Nirmala dengan wajah sumringah. dirinya bertekad akan membahagiakan gadis yang mempunyai bulu mata lentik itu.
walaupun dirinya yakin, hal itu tak akan berjalan mulus. sebab banyaknya penghalang yang akan menghalangi mereka dan menjadikan jurang pemisah di antara mereka.
sementara itu tanpa diketahui, Nyonya Kania telah mendengarkan semua percakapan yang dilakukan oleh suami dan dokter itu.
__ADS_1
" Jangan harap kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan, karena aku orang pertama yang akan menggagalkan itu," gumamnya dengan sorot mata penuh dengan kebencian.
kemudian wanita itu terlalu pergi dari sana. Sementara itu, Tuan Seno kembali masuk ke dalam ruangan.
" Kenapa Papa lama sekali?" tanya Nirmala dengan menatap pintu yang kembali tertutup itu.
Tuan Seno yang mendengarnya, tersenyum kearah Nirmala.
"tidak apa-apa sayang, Papa hanya berbincang masalah bisnis dengan dokter Bani," jawabnya sembari duduk di kursi sebelah ranjang anaknya.
Tak lama kemudian, ponsel Nirmala berdering. Dan dengan segera, gadis itu mengambilnya.
Sesaat, alisnya bertaut saat melihat ada nomor asing yang masuk ke dalam kontaknya.
"" kenapa sayang,?" tanya Tuan Seno merasa heran karena melihat ekspresi wajah putrinya itu.
" Oh ini loh Pa ada nomor masuk tapi Nirmala tidak tahu itu nomor siapa," jawab gadis itu Seraya menatap ponselnya kembali.
" Ya sudah kamu angkat saja siapa tahu penting," ujar tuan Seno pada Sang Putri.
Nirmala yang mendengarnya, hanya tersenyum seraya menganggukan kepalanya.
" hay Nirmala," tiba tiba saja, tiga orang muncul di layar video call milik Nirmala.
sontak saja hal itu membuat Nirmala terkejut bukan kepalang. karena selama ini ia tidak pernah memiliki teman akibat dari sikap diskriminasi yang dilakukan oleh chatlyn.
gadis cantik itu seakan menyimpan dendam kesumat pada Nirmala hingga ia mempengaruhi teman-temannya agar menjauh dari gadis Malang itu.
sehingga sampai detik ini, Nirmala tidak pernah mempunyai teman. satu-satunya teman hanyalah Mahendra.
laki-laki itu memang sangat baik padanya untuk itulah Nirmala selalu menghindar Jika soal perasaannya.
karena ia merasa tak pantas dicintai oleh siapapun. terlebih saat dia tahu, jika dirinya hanya anak yang tidak diinginkan.
jangan lupa tinggalkan jejak guys love you
Nb: mampir ya di karya temen othor. Bagus lho ceritanya di jamin nggak nyesel
__ADS_1