Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
bab 36


__ADS_3

saat ini, suasana di restoran sedikit ramai. karena memang sekarang jamnya makan siang. itu membuat semua orang, bergegas pergi untuk mengisi perutnya.


terlihat Nirmala Tengah sibuk melayani pelanggan. bahkan Gadis itu sering saja hampir jatuh karena membawa beberapa mangkok dalam satu nampan.


Untungnya, ada Mahendra yang selalu Sigap membantu Nirmala. Entahlah laki-laki itu sering sekali berkunjung ke restoran milik Marissa.


Hanya untuk mengikuti kemanapun Nirmala pergi. hal itu terkadang membuat Marissa merasa geram. bukan gram karena merasa cemburu, tapi geram karena selalu mengganggu aktivitas teman kecilnya itu.


" astaga. kau kalau mau jalan itu hati-hati. bentuk bumi itu terlalu kecil untuk membawa semua ini." ucap Mahendra mengomeli gadis itu.


Dengan segera, laki-laki itu beralih membawa nampan yang berisi makanan dan membawa ke masing-masing meja yang telah memesannya.


Sementara itu, Nirmala yang mendapati omelan dari Mahendra hanya bisa meringis. karena memang, kali ini dirinya yang bersalah. terlalu memaksakan diri untuk membawa nampan yang berisi pesanan orang tua.


Seperti halnya yang ia lakukan selama ini. Berusaha tetap tegar walaupun tubuh dan pikirannya sudah merasa lelah.


Memang Nirmala terlalu Naif untuk hal ini dirinya masih merasa bahwa apa yang dilakukan oleh ibunya itu masih batas wajar. dan berdoa agar semuanya berlalu.


entah sampai kapan dirinya akan Terbelenggu pada harapan semu itu. tapi yang jelas, dirinya masih berharap jika sang Ibu bisa menyayanginya.


"aaakh, apa ini,?" tanya seorang pelanggan dengan ekspresi wajah merah padam. dirinya sampai naik ke atas kursi.


hal itu tentu saja membuat semua orang memandangi wanita itu dengan tatapan bingungnya. Marissa dan yang lainnya, menghampiri wanita itu.


" Ada apa nyonya, Ada yang bisa saya bantu?" tanya Marissa sopan. Hal itu membuat Mahendra sedikit tercengang.


karena melihat perubahan yang ditunjukkan oleh Marissa. karena dulu wanita yang ada di hadapannya sangat angkuh. namun sekarang, Marisa begitu berwibawa dan sangat sopan pada orang lain.


" Hei kau lihat nih di mangkok gua ada apa," tanya wanita itu Seraya menunjukkan ke arah mangkok pesanannya.


sontak saja hal itu membuat Marissa dan yang lainnya, seketika tercengang karena mendapati sesuatu yang aneh dalam Mangkok itu.

__ADS_1


" saya mohon maaf nyonya, tapi saya bisa menjamin kalau itu bukan ulah kami. ataupun ulah karyawan saya," ucap Marissa mencoba meredakan amarahnya.


Bukan amarah karena dibentak oleh wanita berupaya itu. Melainkan menahan amarah karena ada yang berani mencoba menyabotase restoran ini.


Dengan segera, wanita cantik itu menyuruh bawahannya untuk menyelesaikan insiden ini. sementara dirinya menarik tangan Nirmala dan membawanya ke ruangan CCTV.


Sementara itu Nirmala merasa kebingungan sekaligus terkejut. karena dirinya, memang sama sekali tidak mengerti dengan kejadian ini.


"**** Damn," umpat Marisa dengan ekspresi wajah merah padam. karena menahan amarah Yang meluap-luap dalam dadanya.


Nirmala yang mendengarnya, juga ikut terfokus pada layar monitor. dengan segera, gadis itu menutup mulutnya karena merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat.


" rupanya kau ingin bermain-main denganku," ucap Marissa dengan ekspresi wajah bengisnya. sudah sejak lama, Gadis itu tidak menampilkan ekspresi wajah bengisnya.


lebih tepatnya, saat Marissa telah bergaul dengan Nirmala. Hal itu membuat emosi dan dan rasa angkuhnya, sedikit mereda.


namun kali ini, Marissa akan menunjukkan taringnya kembali. dengan segera, gadis cantik itu segera melangkah menuju tempat yang telah diberitakan pada anak buahnya.


Nirmala yang melihatnya, hanya terdiam mematung. dengan segera dirinya melangkah untuk menuju dapur. karena memang, Nirmala merasa tidak berat aku campur dengan urusan Marissa.


Hal itu tentu saja membuat Nirmala menggelengkan kepalanya cepat." aku nggak ikut kak aku takut," ucap Nirmala ketakutan.


Marissa menghela nafas panjang mendengar ucapan Nirmala." kau harus tetap ikut. aku merasa ini pasti. ada sangkut pautnya dengan kamu," ucap Marissa.


Akhirnya mau tidak mau Nirmala mengikuti teman sekaligus Bosnya itu. tak lupa pula Marisa mengajak Mahendra untuk ikut bersama.


mereka bertiga segera masuk ke dalam mobil dan melasakannya meninggalkan area restoran itu. dan Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh Marissa, telah sampai di tempat tujuan.


Dengan segera Marisa turun dari mobilnya dan diikuti oleh Nirmala dan juga Mahendra. dengan segera, menuju ke tempat itu.


Brak

__ADS_1


Maira menggebrak meja yang ada di dalam bangunan klub itu. hal itu tentu saja membuat semua orang menatap Marissa dengan ekspresi wajah herannya.


" ngapain loe datang-datang geprek meja seenak lu aja?" tanya seseorang yang baru saja keluar dari ruangan di dalam klub itu.


Tentu saja itu membuat Marissa Ketika menoleh dan melayangkan tatapan tajam pada orang yang baru saja berbicara itu.


" harusnya gue yang tanya sama lu, ngapain lu pakai rusuh di restoran gue,?" tanya Marisa dengan emosi yang meledak-ledak.


Hening


Seketika itu pula, suasana menjadi begitu hening. tak ada yang berani membuka suaranya. bahkan seakan jangkrik pun enggan untuk mengeluarkan suaranya.


Hal itu membuat Nirmala, semakin merasa merinding. karena ia yakin, jika insiden ini berkaitan dengan dirinya.


" loe ngomong apa sih, aku nggak paham," Ucap orang itu mengelak.


" Alah bacot nggak usah ya sok polos gitu, gue tahu ini semua ulah lu kan,!" ucap Marissa Soraya menunjuk ke arah gadis itu.


yang tak lain dan tak bukan adalah Catlyn. Yap sampai sekarang pun, Gadis itu masih menaruh dendam pada mantan sahabatnya itu.


karena memang Sampai saat ini pun, dirinya masih tidak terima. jika Marissa lebih memilih anak bau kencur seperti Nirmala.


Apalagi. dengan Mahendra yang juga ikut memilih Nirmala. hal itu semakin membuat Catlyn, semakin menaruh dendam.


" haha Iya emang gue yang lakuin itu," ucapnya dengan tersenyum sinis." itu karena Lu lebih memilih dia daripada gua" selanjutnya Seraya menuding wajah Nirmala.


Seketika itu pula, Nirmala menunduk ketakutan. dan dengan cepat, Marissa menepis tangan Catlyn yang sedari tadi, menunjuk wajah Nirmala.


" nggak usah lo tunjuk-tunjuk dia, gue nggak mau berteman sama lu lagi itu karena ulah lu sendiri bukan karena dia." ucap Marisa penuh dengan makanan.


hal itu tentu saja membuat Catlyn semakin murka." pergi loe semua dasar penghianat dasar kalian tidak tahu diri." umpatnya berapi-api.

__ADS_1


hal itu tentu saja membuat membuat semua yang ada di sana, segera berhambur keluar. termasuk juga Marissa.


gadis itu menarik tangan Nirmala dan membawanya keluar dari sana.


__ADS_2