
Di perjalanan, Arbani tak henti-hentinya menetap ke arah Nirmala. karena sedari tadi Gadis itu hanya terdiam saja. Hal itu membuat Arbani semakin cemas.
" sayang, Are you okay?" Tanya Dokter muda itu dengan mengelus pundak Nirmala. sontak saja hal itu membuat Nirmala sedikit terperanjat kaget.
Gadis cantik itu beberapa kali mengerjakan matanya untuk menetralisir keterkejutannya. hal itu semakin membuat Arbani semakin merasa cemas dan juga khawatir.
Seketika itu pula Nirmala segera menggelengkan kepalanya." aku nggak apa-apa kok Kak aku cuma nggak enak badan aja" ucap Nirmala Seraya tersenyum tipis.
Arbani yang mendengarnya seketika menghela nafas panjang. Karena dirinya pun tak bisa untuk memaksa gadis yang ada di sampingnya itu. Walaupun, beberapa hari lagi dirinya akan menjadi suami dari gadis yang ada di sampingnya itu.
" Ya udah kalau kamu nggak mau cerita." ucapnya kembali terfokus pada Jalan Raya. sementara Nirmala hanya menatap lurus ke depan.
Tiba-tiba saja, Nirmala menoleh ke arah Arbani karena gadis itu ingin membicarakan sesuatu." Kak Bani, aku mau ngomong." ucapnya Seraya menoleh ke arah laki-laki itu.
Sontak saja hal itu membuat Arbani seketika menoleh dan dengan cepat menepikan mobilnya." kau mau bicara apa sayang,?" tanya laki-laki itu dengan lembut.
Hal itu sempat membuat Nirmala terenyuh dengan sapaan sayang yang dilontarkan oleh dokter muda itu.
Namun untungnya Nirmala dengan sigap dapat menguasai dirinya. yang hampir saja merasa melayang hanya karena diberi sapaan sayang pada laki-laki itu.
" sadar Nirmala, dia itu bukan jodohmu dia itu milik kakakmu." ucap Nirmala Seraya menggelengkan kepala. berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran aneh di dalam otaknya.
" Kak aku mau kita putus, kakak harus ngebatalin pernikahan itu aku mohon!" ucap Nirmala dengan nada datarnya.
hal itu tentu saja membuat Arbani yang mendengarnya, seketika menatap Nirmala dengan tatapan menyelidik dan juga kaget." Sayang, apa yang kau katakan?" tanyanya dengan ekspresi wajah tak percaya.
" pernikahan kita itu tinggal beberapa hari lagi Kamu jangan ngada-ngada deh." ucap Arbani sedikit meninggi. laki-laki itu, hampir saja merasa emosi karena mendengar pernyataan dari gadis yang ada di sampingnya itu.
Untungnya, Arbani bisa mengontrol emosinya hingga membuat laki-laki itu tidak sampai meluapkan emosinya.
__ADS_1
Sementara Nirmala yang baru saja mendapat sentakan sedikit kasar itu, seketika wajahnya merah padam.
" Aku tuh mau kita putus Kak, aku nggak mau nikah sama kakak hiks hiks hiks." ucap Nirmala dengan tangis sesungguhkan.
Arbani yang melihat gadis yang ia cintai menangis, seketika menyadari tindakan bodoh yang baru saja ia lakukan." Dasar bodoh! Kenapa nggak bisa nganter emosi sih?" tutup Bani dalam hati.
Kemudian dengan segera memeluk tubuh gadis itu. mencoba untuk menenangkan sang calon istri. Walaupun, Nirmala beberapa kali menolak dengan mendorong dan memukul dada Bani dengan cukup kuat.
" Tenangkan dirimu sayang, aku minta maaf karena telah membentakmu tadi." ucapnya Seraya mengelus pundak Nirmala.
Nirmala yang mendengarnya seketika mendongak menatap wajah tegas laki-laki yang sebenarnya ia sangat cinta itu.
" Kak aku mohon, kali ini saja Kakak menuruti keinginanku." ucap Nirmala dengan wajah memelas. Hal itu membuat Bani seketika menggilingkan kepala.
" Jangan pernah mengatakan hal ini lagi. Karena Aku tidak mau mendengarnya." ucap Arbani dengan tegas.
Hal itu membuat Nirmala kembali berdiri air mata. dan sontak saja, Hal itu membuat Arbani semakin merasa bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.
Sontak saja Nirmala yang mendengarnya itu seketika menggelengkan kepala." maaf Kak aku nggak bisa cerita" ucap Nirmala Seraya menundukkan kepala.
Hal itu membuat Arbani yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang Seraya kembali fokus terhadap kemudinya.
Akhirnya Nirmala dan juga Dokter Bani, hanya dapat berdiam diri menyelami lamunan masing-masing hingga tak terasa, mobil Arbani telah sampai di tempat yang dituju oleh Nirmala.
****
Nirmala mengucapkan terima kasih pada Arbani saat dirinya telah turun dari mobil laki-laki itu. kemudian melangkah masuk menuju ke dalam restoran milik Marissa itu.
tanpa dirinya sadari, ada sepasang mata yang menatap kejadian itu dengan tatapan sendu namun juga marah.
__ADS_1
Siapa lagi jika bukan Mahendra. laki-laki itu masih merasa sakit tiap kali Nirmala bersama dengan dokter muda itu. Dirinya belum tahu saja jika Nirmala dan dokter Bani akan kera menikah.
Entah apa yang akan terjadi pada Mahendra, jika laki-laki itu tahu Gadis pujaannya akan segera menikah dengan orang lain.
" Kak Mahendra, udah lama ya nunggunya?" tanya Nirmala Seraya duduk di tempat duduk yang berhadapan dengan laki-laki itu.
Mahendra yang melihatnya, seketika tersenyum tipis. Walaupun, senyuman itu sangat amat dipaksakan. karena hatinya masih terasa panas akibat melihat pemandangan yang baru saja lewat di hadapannya itu.
" Diantar siapa tadi.?" tanya Mahendra dengan nada sebisa mungkin terdengar biasa saja.
Nirmala yang mendengarnya, tersenyum tipis." bareng sama Kak Bani tadi ke sini" ucapnya tanpa dosa.
Hal itu membuat Mahendra sedikit frustasi. Apakah gadis ini benar-benar polos atau apa, apa dia tidak tahu kalau Mahendra sedang memendam rasa cemburu? Pikirnya.
Namun, sayangnya Mahendra tidak bisa mengatakan hal itu langsung pada gadis yang ada di hadapannya itu. jangan sampai Nirmala merasa tersinggung dengan ucapannya.
" Oh ya kamu kenapa ngajak aku ketemuan?" tanya Mahendra yang tiba-tiba teringat akan ajakan dari Nirmana.
Hal itu tentu saja membuat Nirmala merasa sedikit tegang dan gugup. gadis cantik itu merasa tak pantas untuk mengatakan hal ini pada Mahendra. Namun Nirmala tak mempunyai pilihan lain.
" Kak Mahendra, aku boleh ngomong sesuatu nggak?" tanya gadis itu dengan sedikit rasa takut.
Mendengarnya, Mahendra makin merasa khawatir dengan gadis yang ada di hadapannya itu." Ada apa Nirmala, Apa benar dugaanku kalau kamu mendapatkan siksaan lagi dari ibumu?" tanya Mahendra penuh selidik.
hal itu seketika membuat Nirmala menggelengkan kepala. karena pertanyaan Mahendra tidak sepenuhnya benar. karena pada kenyataannya, Nirmala tak lagi mendapatkan siksaan fisik. melainkan sekarang batinnya yang disiksa..
" bukan itu Kak maksudnya, aku ke sini Mau mengatakan sesuatu." ucap Nirmala Seraya memajukan wajahnya.
Hal itu membuat Mahendra menyangka, bahwa gadis yang ada di hadapannya itu ingin berbuat yang aneh-aneh.
__ADS_1
" Kamu mau ngapain Nirmala, nggak usah aneh-aneh." tegur Mahendra. hal itu membuat Nirmala sedikit bingung. Apa yang dimaksud oleh Mahendra, Emangnya aku mau ngapain? tanya Nirmala kebingungan dalam hati.
" Emangnya aku mau ngapain Kak?" tanya Nirmala dengan wajah polosnya.