Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
Bab 58


__ADS_3

Pagi harinya, Delisa terbangun lebih awal. wanita yang telah menjadi istri dari Dokter Arbani Dewana seutuhnya itu, menatap ke arah sang suami dengan senyuman yang mengembang.


Kala dirinya mengingat kembali malam panas yang baru saja mereka lalui bersama itu. Bahkan, Sampai saat ini pun, Delisa merasa masih saja terasa nyeri di bagian inti tubuhnya akibat ulah dari laki-laki yang sangat ia cintai itu.


Dirinya memutuskan untuk segera membersihkan diri. karena merasakan tubuhnya yang begitu lengket akibat keringat yang membasahi tubuhnya malam itu.


Namun, gerakannya terhenti saat Delisa mengingat sesuatu. Kemudian, dirinya kembali memejamkan mata Seraya kembali memeluk suaminya itu.


Berharap apa yang ia pikirkan itu benar. dan jika benar seperti itu, maka ia akan sangat bahagia. entah Sejak kapan sifat iblis dari Delisa itu muncul. Padahal, Delisa dulu adalah wanita yang paling baik dan tidak pernah marah.


Benar saja apa kata hatinya. tak berapa lama, Arbani terbangun dari tidurnya. Laki-laki itu menggeliat Seraya mengerjapkan matanya.


Degh


Seketika itu pula, wajah arbani seketika memanas karena mengingat sesuatu." tidak! itu tidak mungkin!" teriak arbani lantang. laki-laki itu bahkan menjambak rambutnya sendiri karena merasa frustasi dengan apa yang baru saja terjadi itu.


tak lama berselang, Delisa yang memang sudah terbangun, berusaha untuk menggeliatkan badannya. agar terlihat, wanita itu bangun tidur.


"a-apa yang kamu lakukan padaku Mas,?" tanya Delisa dengan ekspresi wajah panik dan juga hampir menangis.


Hal itu semakin membuat arbani merasa frustasi dengan apa yang ia lakukan malam tadi." arghh, aku tidak melakukan apa-apa" ucapnya cepat dan juga dengan ekspresi wajah panik.


Setelahnya, laki-laki itu bergegas lari ke kamar mandi dengan langkah terbirit-birit seperti seorang yang Tengah dikejar-kejar hantu.


Sementara Delisa yang melihat itu, tersenyum puas penuh dengan kemenangan." Akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya. setelah ini, Aku pastikan kamu akan selalu menyentuhku." ucapnya dengan tersenyum misterius.


Setelahnya, Delisa melenggang pergi menuju ke kamar mandi yang ada di kamar sebelah kamarnya yang kebetulan memang tidak dipakai.


Dirinya, mandi dengan sesekali tersenyum tipis membayangkan apa yang dilakukan oleh Arbani malam tadi. Setelahnya, Delisa menyentuh perut yang memang masih rata itu." semoga kejadian malam tadi menghadirkan malaikat kecil di sini. Sehingga, dia tidak akan pernah bisa lari dari tanggung jawab." ucapnya dengan tersenyum bahagia.

__ADS_1


***


Sementara itu di kamar mandi yang ada di dalam kamar, Arbani tampak frustrasi dengan apa yang terjadi padanya. "arrggh, Kenapa ini bisa terjadi? Padahal, aku sudah menahan selama satu minggu dan akan menahan sampai Nirmala menjadi milikku kembali. tapi kenapa ini bisa terjadi!" teriaknya pada diri sendiri.


Arbani, bahkan sesekali menjambak rambutnya karena merasa kotor telah menyentuh wanita lain selain Nirmala. Padahal, Wanita itu telah sah menjadi istrinya. Entahlah, Apa yang dipikirkan oleh Arbani hingga dirinya merasa begitu Terpukul telah menyentuh istrinya sendiri.


***


Setelah hampir tiga puluh menit, baik Arbani ataupun Delisa, mereka sama-sama keluar dari kamar mandi yang berbeda. dan dengan segera, mereka masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya.


Mereka berdua menampakkan ekspresi wajah yang berbeda. jika Delisa menampakan ekspresi wajah bahagia, tidak dengan Arbani. laki-laki itu menampakkan ekspresi wajah murungnya.


" Mas Mau sarapan apa?" tanya Delisa Seraya berjalan menghampiri suaminya itu. seketika itu pula, Arbani berjalan mundur karena masih merasa gamang dengan apa yang terjadi tadi malam.


" Aku tidak ingin sarapan." ucapnya dengan cepat dan juga Dengan nada sedikit tinggi. setelahnya laki-laki itu bergegas untuk keluar dari kamar itu.


" nak, apa kamu tidak ingin sarapan?" tanya Nyonya Ariska saat melihat Arbani seperti seseorang yang terburu-buru.


Kemudian, bergegas menyalami Ayah dan Ibunya yang memang Tengah menjalankan aktivitas sarapan mereka.


Setelah selesai berpamitan, Arbani segera bergegas mengendarai motor kesayangannya untuk menuju ke rumah sakit tempat ia bekerja.


" Kenapa anak itu?" tanya Tuan Burhan dengan alis saling bertautan. Seraya sesekali menatap ke arah sang istri.


" entahlah, mungkin saja dia banyak pikiran. akhir-akhir ini kan putramu sering pulang larut malam. Mungkin banyak pasien." ucap Nyonya Ariska Seraya mengedikkan bahwa tak tahu.


tak lama berselang, Delisa keluar dari kamar dan segera bergabung ke meja makan bersama dengan kedua mertuanya itu.


" Pagi Mah pah" ucapnya dengan tersenyum tipis Seraya mendudukan diri di sebelah sang ibu mertua.

__ADS_1


mereka balas menyapa menantunya itu kemudian segera menyantap sarapan itu bersama-sama. Setelah Tuan Burhan Dewana berangkat, Nyonya Ariska segera menghampiri menantunya itu.


" Bagaimana semalam sayang?" tanya wanita itu dengan ekspresi wajah tak sabarnya.


Delisa yang mendengarnya, ketika tersenyum tipis ke arah Ibu mertuanya itu." Semua beres sesuai dengan rencana" ucapnya dengan tersenyum tipis.


Nyonya Ariska yang mendengarnya, seketika tersenyum lebar." bagus! Mama yakin, setelah ini Arbani tidak akan pernah Melepaskanmu lagi." ucapnya Seraya melangkah pergi dari sana.


****


Sementara itu di lain tempat yang tak lain adalah kediaman keluarga Wijaya, tampak seorang wanita muda Tengah menyisir rambutnya di depan cermin riasnya." nggak usah cantik-cantik, Nanti kalau ada yang naksir gimana?" tanya Mahendra Seraya melingkarkan tangan kekarnya ke dalam perut ramping Nirmala.


Seketika itu pula, Nirmala terkikik geli Seraya memutar tubuhnya hingga mereka saling berhadapan.


" Kak Mahendra itu kenapa sih, masa istrinya cantik gak boleh?" tanya Nirmala Seraya masih terkiki geli.


" karena aku tidak mau kehilanganmu lagi" ucapnya dengan menatap lekat ke arah mata Nirmala. Hal itu membuat Nirmala seketika tersenyum penuh dengan kebahagiaan.


" Makasih atas cinta besar kalian. Oh ya, apa kita jadi pindahnya?" tanya Nirmala Seraya menatap sang suami.


Cup


Sukanya menjawab pertanyaan Nirmala, Mahendra Justru malah mengecupi pipi Nirmala beberapa kali. hingga membuat Gadis itu merasa geli.


" stop Kak stop. Jangan diterusin nanti aku bisa ngompol tuh. beli tahu nggak." ujarnya Seraya memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan.


Mahendra yang melihatnya, tersenyum tipis kemudian segera berjalan mendekati fas dan membuka laci di dalamnya.


" Sayang tolong Pakaikan dasiku ini" ucap Mahendra Seraya menghampiri Nirmala yang masih sibuk mengolesi wajahnya dengan bedak.

__ADS_1


Nirmala yang mendengarnya, tersenyum tipis kemudian berdiri dari duduknya dan mulai memakaikan dasi pada sang suami. setelah selesai, Nirmala dan Mahendra keluar dari dalam kamar untuk menuju ke arah meja makan


__ADS_2