Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
bab 42


__ADS_3

Akhirnya tibalah pada acara inti. dengan tenang keluarga Deewana yang diwakili oleh Burhan Dewana menyampaikan maksud kedatangannya ke rumah la Tuan Seno Albert itu.


" Maaf sebelumnya Tuan Seno Albert dan juga Nyonya Kania Stuard. kedatangan kami kemari ingin menyampaikan sesuatu," Tuan Burhan menjeda ucapannya.


hal itu tentu saja membuat semua orang yang mendengarnya, menunggu dengan ekspresi harap-harap cemas. apalagi Nirmala, gadis cantik itu sudah berkeringat dengan hebat. karena dirinya tahu, Apa yang akan terjadi selanjutnya.


" menyampaikan apa Tuan Burhan?" tanya Nyonya Kania yang merasa geram dan juga penasaran dengan maksud kedatangan keluarga teman suaminya itu.


Tuan Burhan sejenak menghirup udara sebanyak mungkin kemudian menghembuskannya secara perlahan.


" Maaf Nyonya Kania, Tuan Seno dan semua keluarga. jika kedatangan kami, mengganggu atau bahkan tidak berkenan di hati kalian. kedatangan kami kemarin untuk melamar salah satu putri dari kalian" ucap Tuan Burhan Seraya tersenyum tipis.


hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, terkejut bukan kepalang. Namun, ada seseorang yang tersenyum dengan sangat manis. karena mengira dirinya yang akan dipinang oleh putra dari keluarga Dewana itu.


" memangnya, Siapa yang ingin kalian Pinang?" tanya Nyonya Kania dengan penuh rasa penasaran. karena wanita paruh baya itu berharap jika yang akan dipinang adalah Delisa sang anak kesayangan.


Hening


Sejenak suasana menjadi sangat hening dan juga sedikit mencekam. dan Nirmala segera menyengkram kedua tangannya pada pinggiran sofa.


" kami akan meminang Putri bungsu kalian" ucap Tuan Burhan dengan suara lantang dan juga tegas.


Jeder


seketika itu pula, hati dua orang wanita berbeda segera terasa sakit. jantung mereka seakan ingin lepas dari tempatnya. dan seketika itu pula, tubuh Delisa lemas seperti tak bertenaga.


" ma-maksud kalian apa,?" tanya Delisa dengan sedikit terbata-bata. seakan dirinya baru saja seperti tersambar petir di siang bolong.


" iya Delisa, kami berniat ingin menikahkan adikmu dengan Arbani." ucap Nyonya Ariska tersenyum tipis.

__ADS_1


Tes


Akhirnya, luluh juga pertahanan gadis itu. air matanya mengalir seperti anak sungai yang mengalir deras di pipinya.


hal itu sempat membuat Nyonya Ariska dan juga tuan Burhan yang melihatnya tertekan sesaat. Namun, kemudian mereka sama-sama tersenyum tipis.


Karena mengira jika Delisa menangis karena merasa bahagia atas pengumuman ini. sama dengan Delisa yang menangis tersedu-sedu, Nirmala juga menangis gemetar.


gadis itu sampai tidak ingin menegakkan kepalanya untuk menatap sang kakak dan juga semua orang yang ada di sana.


Begitupun dengan Nyonya Kania. wanita paruh baya itu tak menyangka jika gadis yang akan dilamar oleh keluarga Deewana adalah Nirmala si anak yang tak pernah ia harapkan dari dulu.


Sesaat dirinya menatap tajam ke arah gadis yang sedang diperbincangkan saat ini. terbersit perasaan menyesal. menyesal, Mengapa tidak dari dulu ia melenyapkan gadis sialan itu.


gadis yang telah ia rawat itu, telah mengoyak dan mencabik-cabik hati anak gadis yang sangat ia cintai dan sangat ia sayangi itu.


" saya sangat merasa beruntung karena keluarga Tuan Burhan Dewana mau dan sudi untuk mempersunting salah satu putri kami, tapi semua keputusan ada di tangan Nirmala" ucap Tuan Seno dengan bijak.


Hal itu membuat semua orang seketika menatap ke arah Nirmala dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda. Jika Arbani dan keluarganya menatap dengan perasaan tegangnya. tidak berlaku bagi Delisa dan juga Nyonya Kania.


Pasangan ibu dan anak itu menetap Nirmala dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan. entah apa yang merasuki Delisa hingga membuat Gadis itu menatap sang adik dengan Tatapan yang sulit diartikan dan sangat misterius.


" Bagaimana Nirmala Apa kamu mau menjadi istri Arbani dan menantu dari tante,?" tanya Nyonya Ariska dengan ekspresi wajah memelasnya.


Hal itu tentu saja membuat Nirmala yang mendengarnya, menjadi kebingungan sendiri. di satu sisi dirinya tidak ingin mengecewakan sang kakak dengan menerima lamaran ini. namun di sisi lain, dirinya juga tidak bisa untuk menolak permintaan dari wanita yang sudah dianggap seperti ibunya sendiri itu.


Setelah lama terdiam, akhirnya Nirmala membuat keputusan yang membuat semua orang merasa lega namun juga tercengang.


" Saya menerima lamaran Kak Bani dan juga mau menjadi istrinya." ucapnya dengan mantap.

__ADS_1


Hal itu ia lakukan karena dirinya sudah merasa cukup untuk berkurban lebih lama dan lebih dalam pada keluarganya sendiri. apalagi nasehat yang diberikan oleh Marisa jika dirinya tidak boleh lagi terlihat lemah di di depan ibunya.


Akhirnya senyuman manis itu tercetak juga dari bibir dokter Bani dan juga keluarganya. mereka merasa lega dengan jawaban dari Nirmala.


Namun, itu tidak berlaku untuk Nyonya Kania dan juga Delisa. pasangan ibu dan anak itu menatap Nirmala dengan tatapan yang sangat tajam. setajam pisau yang siap menghunus jantung gadis itu.


" Baiklah kalau begitu, kami akan mempersiapkan semuanya. kira-kira pernikahannya akan dilaksanakan satu minggu dari sekarang. Bagaimana Tuan Apakah anda setuju?" tanya Tuan Burhan pada Tuan Seno.


Mendengar hal itu, Tuan Seno akhirnya melakukan kepala." terserah Tuan Burhan saja saya hanya menurut." ucapnya tersenyum tipis.


kebalik memang jika biasanya pihak perempuan yang memutuskan semuanya. namun tidak untuk keluarga Tuan Seno Albert. karena mereka memutuskan untuk menyerahkan pada keluarga Burhan Dewana.


" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu" ucap Tuan Burhan Seraya bangkit dari duduknya diikuti oleh Nyonya Ariska dan juga Arbani. dan akhirnya mereka sekeluarga pamit undur diri.


*****


Setelah kepergian dari keluarga Deewana, keluarga Albert pun, mulai merancang rencana yang matang. bukan keluarga lebih tepatnya. karena yang bergerak dan antusias hanya Tuan Seno.


Sementara Nyonya Kania dan juga Delisa, memilih untuk masuk ke dalam kamar masing-masing. sementara Nirmala gadis cantik itu pun juga masuk ke dalam kamar.


dirinya merasa bersalah dengan apa yang baru saja terjadi itu. " Maafkan Aku kak Delisa, aku salah aku mohon Ampuni aku" ucapnya Seraya menyeka air mata yang mengalir di pipinya.


dirinya sebenarnya merasa dengan apa yang baru saja ia katakan pada keluarga di mana itu. akhirnya karena merasa lelah fisik maupun hatinya, Nirmana akhirnya tertidur pulas.


****


Sementara itu, di tempat lain lebih tepatnya di sebuah kamar, Delisa menangis histeris. gadis cantik itu meraung-meraung seperti orang yang kesetanan.


membuat Siapa saja yang melihatnya pasti akan merasa ngeri melihat ekspresi dari gadis itu. karena sebenarnya, Delisa tak pernah marah sama sekali dia adalah gadis yang sangat sabar.

__ADS_1


__ADS_2