
Semingu kemudian,...
Hari ini, adalah hari pertama Nirmala sekolah. hal itu membuat Niemala sedikit gembira. bahkan, sedari pagi, gadis itu telah mengenakan seragam wajib yang biasa di pakai oleh anak anak pada hari senin.
"Non Nirma kok udah siap siap," Siti yang baru saja masuk ke gudang, merasa heran. Sebab menemukan majikan kecilnya.
"iya Bi, Nirma udah nggak sabar mau masuk sekolah," jawabnya dengan tersenyum tipis.
Siti yang mendengarnya, menatap dengan senyuman yang begitu mengembang. Karena dirinya begitu kagum akan kegigihan majikan kecilnya itu mencapai cita citanya itu.
Walaupun, tidak akan ada jalan yang mudah untuk mencapai sebuah kesuksesan.
"Non Nirma memang yang luqmar biasa,: siti mengacungkan jempolnya pada Nirmala.
"siti,!!"teriakan Ny.Kania membuat wanita seengah baya segera menghpiri majikanya itu.
"iya Nyonya, ada spa,?"tanya Siti saat telah sampai di hadapan Ny.Kania.
Ny.Kania ysng melihat salah satu pelayan rumahnya itu, segera bamgkit dari duduknya. Dan menatap Siti dengan tatapan menelisik.
"dimana setan kecil itu,?" tanya Ny.Kania dengan ekspresi wajah datarnya.
Mendengar hal itu, Siti segera mundur satu langkah dengan tubuh yang bergetar menahan takutnya.
"jawab!!"nbentak Ny.Kania yang membuat Siti semakin ketakutan di buatnya.
"Nirma di sini Mah," tiba tiba saja, seorang gadis kecil yang sangat menggemaskan, datang dan menghampiri Ny.Kania.
Dengan segera, tangan Wanita muda itu segera menyambar rambut putrinya. Hingga membuat gadis itu, lagi dan lagi menjerit kesakitan. Karena Ny.Kania menariknya dengan sangat kuat dan erat.
Sementara itu, Siti yang mihatnya, seakan merasakan Djavu yang baru ia alami. Baru saja kemarin ia menyaksikan penyiksaan ini. dan sekarang, ia dipaksa untuk menyaksikanya kembali.
Percsyalah sesungguhnya, Siti sangay muak menyaksikan semua ini. Namun, ia tak pumya keberanian untuk melawan majikanya.
"ampun Mah, sakit" teriak Nirmala seraya mencoba melepaskan cengkraman tangan ibunya dari rambutnya.
Namun sayangnya, Nirmala tak berhasil karena memang, tenaganya tak sebanding dengan sang ibu
"sudah ku bilang, jangan panggil aku Ibu karena aku bukan ibumu." bentaknya seraya mendorong tangan Nirmala.
Hingga dalam satu kali sentakan. tubuh mungil Nirmala telah menghempas keatas lantai.
Tak sampai di situ, seakan tak ada rasa kasihan, Ny.Kania, mengeluatkan semua isi yang ada di dalam tas ranselnya.
Seakan sedang memeriksa seorang maling yang ketahuan mencuri. Ny.Kania masih merasa belum puas.
Entah apa yang sedang di cari wanita muda itu. hingga pasang netranya, menangkap ada sesuatu yang menarik perhatianya.
__ADS_1
"siapa yang menyuruhmu untuk memakai kotwk bekal punya anakku,?!" tanya Ny.Kania dengan nada yang sangat menggelegar.
Hal itu membuat Nirmala beringsut ketakutan. " Itu punya kak Dhelisa," jawabnya dengan gemetaran.
Brak
Ny. Kania seketika melempar kotak bekal makanan itu, hingga bekal itu seketika pecah dan isinya berhamburan keluar.
Kemarahan Ny.Kania semakin bertambah, saat melihat makanan yang ada didalam kotak bekal itu.
" siapa yang menyuruhmu membawa ayam panggang itu dalam kotak itu,?!"tanya Ny.Kania dengan nada tingginya.
Siti yang merasa tak tegapun, segera mengakui jika dirimyalah yang memberikan makanan itu.
"maaf Nyonya, saya yang memberikan makanan itu pada Nirmala," jawab Siti dengan gemetaran.
Seketika itu juga, Ny.Kania segera menghampiri Nirmala yang tengah terduduk di lantai seraya menangis sesenggukan.
Dengan segera, menarik tangan gadis itu untuk segera berdiri dan menatap kearah tembok.
Dengan teganya, ia mencambuk punggung gadis kecil itu.
Cetar...
Cetar...
Cetar...
Hingga membuat Nirmala menjerit kesakitan. Karena rasa panas yang menjalar kepermukaan kulitnya.
"huaaa ampun hiks hiks," tangis Nitmala seketika itu pecah memenuhi ruang kamarmya.
Dan dengan segera, Ny.Kania menarik rambut Nirmala. Hingga membuat gadis itu mendongak dan terangkat ke atas.
" dengarkan saya baik baik, jangan pernah memggunakan barang milik anak saya. Kau mengerti,?" tanya Ny.Kania.
Dengan cepat. Nirmala segera mengangguk dan menunduk.ketakutan.
Dan setelah mengstakan hal itu, Ny.Kania segera meninggalkan tempat itu.
Setelah Ny.Kania pergi dari sana, Siti segera menghampiri gadis malang itu dengan berderai air mata.
Sayang, kamu tidak apa apa,?" tanya Siti dengan linangan air mata. Sementara itu, Nirmala, hanya menganggukan kepalanya.
Setelah merasa lebih baik, Nirmala segera berpamitan pada sang pelayan untuk berangkat ke sekolah.
Gadis kec itu memilih untuk melakukan jalan kaki saja. Karena gadis itu tidak ingin membuat sang ibuurka kembali.
__ADS_1
Ia tidak ingin mendapatkan siksaan dari Ibunya lagi entah mengapa, gadis itu merasa sedikit lelah dengan semua yang telah ia alami.
Dengan perlahan, gadis itu berjalan menyusuri jalan raya dengan langkah gontainya.
Setelah hampir satu jam, Nirmala kecil akhirnya sampai di depan gerbang sekolah.
"hei kamu kenapa terlambat,?" tanya satpam itu.
Nirmala dengan segera menoleh ke sumber suara. "iya pak, soalnya saya jalan kaki,' jawab Nirmala dengan tersenyum tipis.
Sementara itu, Pak satpam yang mendengarnya, hanya dapat melongo saja saat gadis kecil berusia lima taun itu menjawab dengan entengnya.
"kamu serius jalan kaki,?"tanya laki laki itu tak percaya.
Dan di jawab anggukan oleh Nirmala. Tak berapa lama, sebuah mobil mewah dengan pengawalan yang ketat, datang memasuki halaman sekolah.
Dan dengan segera, Satpan itu segera berlari menghampiri mobil yang baru saja masuk itu.
"silahkan masuk Tuan muda," ucap para pengawal itu beserta satpam.itu.
Sementara itu, Nirmala yang menyaksikanya, hanya terdiam dengan berbagai pertanyaan di dalam otaknya.
Laki laki kecil yang di panggil Tuan Muda itu melangkah menuju bangunan sekolah. Namun sesaat, mata laki laki kecil itu menangkap ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
"siapa dia,? " tanyanya yang menunjuk kearah Nirmala.
"dia murid baru di sini Tuan," ucap salah satu pengawal yang memang bertugas mengawasi tempat sekolah itu.
Tanpa basa basi, laki laki yang di panggil tuan muda itu melangkah menuju tempat Nirmala berada.
"hai aku Mahendra," laki laki itu mengulutkan tanganya kedepan Nirmala.
Gadis itu segera menatap laki laki yang ada di depannya itu. Kemudian tersenyum tipis.
"aku Nirmala Albert," gadis itu tersenyum.tipis dan mrmbalas uluran tamgan Mahendra.
" aku Mahendra Wijaya ," laki laki itu tampak tersenyum tipis.
Dengan segera, Mahendra menggandeng tangan Nirmala dan membawanya menuju ke kelas Tk A sementara Mahendra berada di Tk B.
"nah, ini kelas kamu kalau ada apa apa, kamu beritahu aku ya," Mahendra mengelus kepala gadis kecil itu.
Sementara itu, Nirmala hanya bisa tersenyum.tipis dan mengangguk setuju.
Setelahnya, gadis kecil itu segera menempati bangkunya yang memang telah di persiapkan oleh sang Papa
__ADS_1
.
Nih kak punya kak Komalasari