Apa Salahku Ibu?

Apa Salahku Ibu?
Bab 57


__ADS_3

Nyonya Ariska yang mendengarnya, seketika berpikir keras Bagaimana cara agar anaknya itu bisa menyentuh Delisa. Karena, wanita paruh baya itu merasa kasihan pada Delisa.


satu minggu sudah setelah pernikahan mereka, Mahendra tidak pernah sekalipun menyentuh Delisa. Bahkan, secara terang-terangan Arbani berkata menyesal melakukan pernikahan ini.


Karena awalnya, laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu hanya ingin melampiaskan kekesalannya pada Nirmala dengan menikahi Delisa. Namun, justru penyesalan yang ia dapatkan.


dokter muda itu menutupi kebodohannya karena sudah terhasut oleh bisikan setan dan tak bisa mengendalikan amarah yang ada dalam hatinya.


"euumm, sepertinya mamah tahu apa yang harus kamu lakukan." ucapnya Seraya tersenyum tipis. Hal itu membuat Delisa yang mendengarnya, seketika menoleh ke arah Ibu mertuanya.


" Bagaimana caranya supaya aku bisa mendapatkan Kak Bani sepenuhnya?" tanya Delisa antusias. karena jujur, dirinya merasa cukup kewalahan menghadapi sikap dingin arbani itu.


Dengan segera, Nyonya Ariska membisikan sesuatu pada menantunya itu. hingga membuat Delisa, matanya seketika itu juga berbinar-binar.


" Wah Mama hebat kenapa aku nggak kepikiran dari kemarin?" tanya Delisa pada dirinya sendiri." Baiklah kalau begitu, aku akan melakukan hal itu malam ini juga." ucapnya Seraya beranjak dari duduk dan masuk ke dalam kamarnya.


Ceklek


suara pintu dibuka secara perlahan oleh Delisa. Kemudian, kepalanya melongok ke dalam mencari keberadaan suaminya itu. Kemudian dirinya mendengar suara gemericik air yang ada di dalam kamar mandi.


Delisa yang mendengarnya seketika tersenyum tipis. Kemudian kembali menutup pintu kamar itu. Setelahnya, wanita berusia dua puluh tahun itu segera masuk ke dapur untuk membuat minuman.


Setelah selesai membuat minuman, Delisa tampak mengeluarkan sebuah serbuk dari kantong celananya. Kemudian memasukkan serbuk itu ke dalam minuman. dan setelahnya membawa Minuman itu ke dalam kamar.


" diminum dulu ini tanya Nanti keburu dingin loh Mas." ucap Delisa Seraya tersenyum tipis saat melihat laki-laki yang sangat ia cintai berdiri di depan pintu kamar mandi dengan bertelanjang dada karena memang baru selesai membersihkan diri.


Entah karena Arbani merasa sangat lelah dan juga haus, karena memang, sepulang dari rumah sakit Arbani belum meminum apapun. dan pada akhirnya membuat laki-laki itu mengangguk dan berjalan ke arah sang istri berada.

__ADS_1


Hal itu membuat Delisa yang melihatnya, seketika tersenyum penuh kemenangan. dirinya segera bangkit dari duduknya." Aku mau ke kamar mandi dulu, mau ganti baju." ujarnya Seraya tersenyum tipis ke arah sang suami.


Sementara Arbani, laki-laki itu hanya acuh tak acuh kemudian dengan segera meminum teh itu sedikit demi sedikit hingga landas.


" setelah Malam Ini, kamu akan jadi milikku Mas." dari sebalik tembok Seraya tersenyum menyeringai. Setelahnya, dirinya pun masuk ke kamar mandi untuk memakai "baju dinas" dengan senyum mengembang.


Setelahnya Delisa mematut tubuhnya di depan cermin besar yang memang ada di dalam kamar itu dengan senyumannya yang terpikir di bibirnya.


" perfect!" gumamnya Seraya memutar tubuhnya beberapa kali. Sembari menunggu efek obat itu bekerja di tubuh Mahendra.


Setelah hampir 5 menit, Delisa keluar dari kamar mandi secara perlahan. senyumnya mengembang saat melihat sang suami telah membuka handuk yang melilit di tubuh bagian bawahnya.


Karena memang arbani menggunakan Boxer untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Sebenarnya, bukan itu yang membuat Delisa tersenyum.


akan tetapi, gerakan suaminya yang seakan Tengah gelisah. seperti orang yang tengah tidak fokus. dengan perlahan, Delisa menghampiri arbani. kemudian, dengan segera duduk di pangkuan laki-laki itu.


Dengan kedua tangannya melingkar di leher laki-laki itu." Mas Kenapa gelisah seperti itu?" tanyanya dengan nada manja. Hal itu membuat Arbani seketika menatap ke arah Delisa dengan tatapan penuh dengan gai-rah.


Reflek, segera Delisa mengalungkan kedua kakinya ke pinggang Arbani dengan senyum lebarnya. Sementara, Arbani yang memang telah terbuai dengan reaksi obat itu, segera membawanya ke tengah ranjang.


" sentuh aku mas!" ucap Delisa dengan suara serak. Hal itu membuat hatinya berbunga-bunga. akhirnya setelah satu minggu pernikahan mereka, malam ini akan menjadi malam pertama mereka.


Tanpa basa-basi, Arbani segera melancarkan aksinya .hingga membuat Delisa menjerit kesakitan karena memang baru pertama kali melakukan hal ini.


Dirinya memang menjaga sekali hati dan tubuhnya agar tidak tersentuh oleh orang lain. karena memang, dirinya sudah menaruh hati pada dokter muda itu yang kini telah menjadi suaminya.


Entah apa yang akan dilakukan Arbani jika dirinya tahu malam ini telah melakukan malam panas bersama Delisa.

__ADS_1


"awh," pekiknya dengan suara tertahan. disertai deraian air mata. karena ternyata, rasanya memang sangat menyakitkan. Namun, itu tidak berlaku lama. Karena suara rintihan dan juga tangis itu berubah menjadi suara indah yang menggema di dalam kamar.


Malam itu, menjadi malam yang membahagiakan untuk Delisa dan juga Nyonya Ariska. Karena ternyata hal itu sangat mudah dilakukan oleh mereka.


" Kenapa tidak dari kemarin saja Aku melakukan ini?" Dasar bodoh!" maki Delisa di sela-sela kegiatan mereka.


Setelah hampir satu jam, akhirnya mereka sama-sama tepar. dan kemudian tertidur pulas. dengan senyuman Yang Terukir di bibir Delisa.


****


Sementara itu di kediaman Wijaya, tampak sepasang pengantin baru sedang menikmati kebersamaan mereka.


" jadi kita nggak jadi pindah nih?" tanya Mahendra Saraya merangkul tubuh mungil Nirmala. Nirmala yang mendengarnya, seketika mendugak menatap wajah sang suami.


" nggak usah lah Kak, aku nyaman kok di sini. lagi pula ibu sama papa kan hanya punya kita berdua." ucap Nirmala tersenyum tipis.


Mahendra yang mendengarnya, menghela nafas panjang kemudian, mengganggukan kepala Seraya tersenyum tipis. hilang sudah rencananya untuk hidup mandiri.


" kamu udah siap kan,?" tanya Mahendra ambigu. hal itu tentu saja membuat Nirmala yang memang tidak mengerti, seketika menatap Mahendra dengan tatapan bertanya-tanya.


" maksudnya?" tanya Nirmala. karena memang, dirinya mengerti dengan kode-kode orang dewasa.


Dengan perlahan serta senyuman tipis, Mahendra bergerak mengelus perut Nirmala. hal itu seketika membuat Nirmala tersadar Apa yang dimaksud oleh laki-laki kini menjadi suaminya itu.


" hehehe, harus siap lah Kak kan aku udah nikah." ucapnya tersenyum tipis. Kemudian mata mereka saling pandang. dengan tatapan berbeda.


Jika Mahendra menatap Nirmala penuh dengan rasa kasih sayang yang begitu besar dan tulus. namun itu tidak berlaku untuk Nirmala. karena gadis itu masih menatap Mahendra dengan setengah keyakinannya.

__ADS_1


Mahendra mencoba bersabar untuk bisa menggapai hati istrinya itu sebetulnya.


.


__ADS_2