
“Omah berikan aku waktu Aresya tidak pernah berada di rumah.”
“Bagaimana dia mau di rumah kalau sendiri merendahkanya meminta orang menjamahnya, dia gadis baik-baik bagaimana dia menerima penghinaan yang kamu berikan padanya, Hentikan sampai di sini kamu tidak akan bisa melakukan apa-apa, biarkan aku melakukan dengan caraku”
Tepat saat makan siang di pabrik saat Resya dan Marta dan tiga orang lainnya mencari makan di luar Pabrik, sebuah mobil mewah berhenti di depan Pabrik .
‘Omah, apa yang ia lakukan di sini’ Resya melirik Marta wanita itu sudah tahu kalau ia Nyonya besar pemilik perusahaan .
“Kalian pergi saja duluan , aku masih urusan yang lain,” ucap Resya.
Dengan buru-buru ia menghampiri mobil berwarna hitam , ia langsung masuk tanpa di suruh, memang harus seperti itu, Ny Marisa tidak ingin orang dari pabrik mengetahui hubungan Aresya dan keluarganya.
“Oma …?”
“Kita jalan saja, kita cari tempat yang enak untuk bicara kalau tidak kita langsung pulang ke rumah” pintah wanita pada supir dan asistenya.
“Kamu susah sekali dihubungi nak, apakah kamu tidak punya ponsel?”
“Ah, ada tapi-“
“Ini untuk kamu ponsel yang baru, sudah mengisi dengan nomor-nomor yang penting, saya punya rencana baru untuk kamu.”
Tidak jadi kerumah Aresya dibawa kesebuah hotel apa yang mereka lakukan semua serba rahasia, seakan- akan keluarga Erlangga punya musuh di mana-mana.
NY Marisa orang yang tidak banyak bicara, selalu terlihat tegas dan bicara pada intinya.
“Nak Aresya begini, saya mengganti cara kita, mungkin akan lebih sulit dan sakit dan lebih lama dan lebih mahal, tapi setidaknya saya harus mencobanya”
“Iya Oma”
“Jujur apa yang di lakukan Davino sama kamu, saya marah besar padanya, sebagai wanita saya mengerti perasaanmu kamu pasti sakit hati, atas nama Davino sebagai Omanya saya minta maaf.”
Ares merasa sangat di hargai ketika wanita itu meminta maaf, atas kesalahan cucunya, baru kali ini melihat ada orang kaya yang berani meminta maaf pada oran rendah seperti dirinya. Aresya akhirnya berani membuka mulut atas semua perlakuan buruk yang di lakukan Davino padanya, NY Marisa terlihat menatapnya dengan serius ketiga mendengar cerita Resya.
“Ia sangat jijik melihatku Oma, aku merasa sangat malu”
“Baiklah mendengar semua ceritamu, saya tidak memaksanya lagi, saya akan melakukan dengan caraku, percuma juga memaksa lelaki keras kepala itu, tapi saya tidak akan mau menyerah padanya hanya saya akan menganti caranya saja, tapi kamu harus percaya padaku”
“Baik Omah saya setuju, apapun itu, demi adikku”
“Saya senang dengan semangatmu, tenang Nak, Adekmu juga sudah mendapat penangan yang lebih baik”
“Terimakasi Oma”
__ADS_1
“Tapi rencanaku kali ini akan lebih sakit, bagaimana, apa kamu mau? kalau ini tidak berasil baru kita kembali pada rencana awal”
“Baik Oma aku setuju, aku mau”
“Ok kita akan melakukanya besok kamu istirahat yang banyak agar kamu kuat”
Tidak beberapa lama ada dua orang dokter memberi serangkain pemeriksaan pada Aresya, ia pasrah dan memilih percaya pada Ny. Marisa.
Buat seorang Aresya lebih baik ia mendapat luka di luar dari pada mendapat penghinaan yang bertubi dan penghinaan dari Davino, ia rela mendapat suntikan sepuluh kali dalam satu hari daripada mendengar satu kata yang mengandung racun dari mulut berbisa Davino.
**
Disisi lain dua orang lelaki suruhan Ny Marisa membawa paksa Davino membawanya ke sala satu ruang khusus yang di dalam ada dua orang dokter.
“Apa yang ingin kalian lakukan?”
“Ini perintah Nyonya besar pak, kami harus melakukanya,” ucap Dokter memberikan botol kecil pada Davino.
“A-a-apa ini?” tanya Davino dengan mata melotot.
“Bapak harus mengeluarkannya dalam botol itu baru kita akan melakukan tugas kita”
“Apa kamu memintaku mengeluarkan cairanku dalam botol ini?” Mata Davino melotot tajam.
“Iya pak, karena bapak menolak melakukan tugas bapak sebagai suami, jadi Bu Marisa melakukan dengan rencana kedua, jadi bapak harus mengeluarkannya di sini”
“Maaf Pak, waktu yang di berikan satu minggu untuk pak Davino sudah berahir, kita akan melanjutkan rencana B”
“Gila saya tidak mau, kalian pikir apaan? Kalian memintaku memerasnya di sini?”
“Ini ruangan Men’s room namanya pak Davino”
“Gila saya tidak akan melakukan itu,” ucap Davino melepaskan tangan kedua berbadan kekar suruhan Omahnya.
“Dengar Pak, bapak tahukan betapa tegasnya nenek Anda, jika Bapak menolak, kami terpaksa melakukan operasi untuk mengambilnya, bapak bisa pilih apakah diberikan dengan cara yang baik-baik atau kami mengambil dengan cara kami”
“Gila, apa kalian semua gila, ini pelecehan namanya,” ucap Davino dengan wajah marah.
Ia lupa kalau ia juga melakukan hal yang lebih buruk pada Aresya. “Berikan teleponnya padaku, saya ingin menelepon Orang tua itu”
Kedua Dokter suruhan Ny Marisa tidak mau tawar menawar kalau NY Marisa bilang sekarang, harus iya,
“Maaf, kami tidak bisa pak , bapak hanya perlu melakukan apa yang di perintahkan Nenek Anda,” ucap dokter.
__ADS_1
“Baik, baik tunggu biarkan saya menelepon.” Davino mengeluarkan ponselnya dari saku celananya menghubungi Ny Marisa.
“Omah apa yang anda lakukan ini namanya pemaksaan,” ucap Davino protes.
“Saya sudah memberikan kamu waktu selama satu minggu tapi apa yang kamu lakukan sampai saat ini?”
“Omah, dengar, ia pergi dari rumah maka itu aku tidak bisa melakukannya.”
“Banyak alasan, tidak berguna, lakukan apa yang di katakan Dokter jangan membantah,” pintahnya dengan tegas.
Davino merasa sangat kesal, saat ia diminta mengeluarkan cairan miliknya, hal yang sulit ia lakukan, ia harus bekerja keras melakukanya untuk mengeluarkan.
“Bapak mau bantuan apa, DvD, apa majalah dewasa?” tanya seorang suster berwajah cantik.
“Kamu yang bantu mau gak?” tanya Davino menatap perawat itu, wajahnya lansung memerah.
“Baiklah, ini untuk pekerjaan,” ucap wanita itu dengan wajah manja.
“Maaf … aku tidak akan melakukannya dengan sembarangan wanita, aku punya kriteria khusus,” ujar davino merendahkan wanita cantik yang akan membantunya.
Wanita itu langsung terdiam, ia tidak pernah menduga kalau ada lelaki yang akan menolak rayuan nya, ia tidak tahu kalau Davino punya gaya ranjang yang aneh untuk memuaskan keinginan tubunhya dan mengeluarkan cairan milik nya.
Davino masuk kedalam ruang khusus yang di dalamnya di sediakan banyak pilihan untuk membantunya mengeluarkanya.
Ia mencoba menonton DVD, itu pun tidak membantunya sampai satu kaset ia putar habis ia juga belum berhasil mengeluarkanya Mencoba membuka lembar demi lembar majalah dewasa yang ia baca, bukanya ingin keluar malah ia mengantuk karena majalah itu.
Gila… bagaimana ini, satupun tidak berhasil, biasanya Kirana memasukkan kemulutnya dulu baru ia keluar, tapi saat ini. Apa yang harus aku lakukan?
Satu setengah jam Dokter di buat menunggu tadinya Dokter pikir berhasil karena harus lama baru keluar, hingga ia keluar dengan wajah lelah tapi tidak berhasil.
“Maaf aku tidak bisa mengeluarkanya, itu satu hal yang susah aku lakukan ,” ucap Davino dengan wajah malu.
“Terpaksa kami harus melakukanya sendiri” ucap Dr. Ivan lelaki bertubuh tambun itu seakan tidak mau buang-buang waktu.
Dr. Ivan menyuruh kedua lelaki itu menirdukan paksa Davino mengikat tangan dan kakinya melorotkan celananya.
“Hei gila, apa yang kalian lakukan ini penghinaan namanya, aku bisa menuntut kalian, lepaskan saya,” teriak Davino ia brontak .
“Teriakan pak Davino sama dengan teriakan wanita itu malam di mana bapak meminta kami melakukanya,” ucap Dr. Ivan.
Davino mendapat karma dari yang ia lakukan pada Aresya, bahkan ia mendapatkan yang lebih buruk ia diikat bak tawanan dan dua orang perawat datang melakukan tugas mereka mendirikan tongkat pusaka milik Davino, dokter memberinya obat peransang dan melakukannya dengan perawat yang di tolak tadi.
“Apa kali lakukan, dengar baik-baik aku akan menuntut kalian semua saya akan membakar klinik ini,” ucap Davino dengan kemarahan dan mengancam.
__ADS_1
Dua perawat itu tidak menghiraukan penolakan Davino, mereka berdua hanya melakukan tugas dan akhirnya mereka mendapatkan cairan milik Davino
Bersambung ….