
Beberapa hari kemudian.
Dalam satu ruangan Arseya masih tertidur setelah dokter memberikan suntikan padanya.
Beberapa hari ini, ia di haruskan istirahat total, segalanya harus di lakukan dalam ranjang, ia hanya bisa berbaring, bagian dari tubuh lelaki yang paling dibenci ada dalam tubuhnya saat ini, tepatnya ada dalam rahimnya.
Ny Marisa memutuskan melakukanya dengan cara penyuntikan benih milik Davino memindahkan ke tubuh Aresyah, karena Davino menolak melakukan malam pertama dengan istrinya.
Maka ia melakukan dengan cara penyuntikan, walau prosesnya lebih sulit dan tingkat keberhasilanya juga belum pasti hanya 30% saja, tapi setidaknya ia mencoba dari pada memaksa Davino melakukanya tapi ujung-ujungnya malah menyakiti calon dari ibu dari anaknya, dari pada memaksa dan menunggu lama, lebih baik melakukanya.
‘Aku berharap ini berhasil, tidak ingin melihat lelaki jahat itu’ Aresya membatin, suntikan pada tubuhnya, ia merasa sangat ngantuk menutup mata dan tertidur.
Ny. Marisa melakukan penjagaan ketat padanya, Aresya juga tidak diperbolehkan untuk kerja lagi, Ny Marisa ingin rencana kali ini berhasil dan tidak memperbolehkan Aresya untuk lelah.
Tapi setelah Empat hari di rawat, menurut pengakuan Lilis pengawal Ny. Marisa ada dua orang yang sering mengawasi ruangan Aresya, padahal tadinya selama proses kehamilan Aresya, wanita itu ingin merahasiakanya termasuk pada Davino sekalipun, tapi ia tidak mau membahayakan Aresya, bagi wanita itu Aresya satu-satunya wanita yang bisa menyelamatkan keluarganya dari putus keturunan.
Karena saat Davino umur dua tahun, Ny. Marisa sudah mencari wanita yang sama dengan mereka, wanita yang bisa melahirkan anak untuk meyambung silsila keluarga mereka, tapi sampai Davino umur 30 tahun belum mendapatkan wanita yang bisa, hingga ia akhirnya takdir mempertemukannya dengan Aresya wanita yang memiliki gen yang sama dengan mereka.
Ny Marisa sangat menjaga Aresya baginya wanita itu harta karun lebih berharga dari emas baik dari berlian sekalipun, maka itu ia memberi harga yang mahal utuk apa yang dilakukan Aresya, bahkan Ny Marisa menepati janjinya, ia menjamin keselamatan adek Aresya, membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan yang bagus, walau harganya selangit dan prosedurnya juga ribet, tetapi rela melakukanya yang penting Arseya bisa melahirkan anak untuk Davino.
“Apa yang aku takutkan akhirnya muncul juga,” ucap Ny .Marisa melihat rekaman cctv yang di perlihatkan lilis padanya.
“Apa yang kita lakukan Bu?” tanya wanita yang senang memakai pakain warna hitam itu menatap Marisa dengan tatapan siap menerima setiap perintah.
__ADS_1
“Kita akan membawa Aresya pulang kerumah utama”
Tiba-tiba mata Lilis menatap dengan tatapan kaget, karena ia tahu rumah sarang musuh majikanya, ada orang –orang yang tidak menyukai kehadiran seorang anak, salah satu yang paling berpengaruh iBu Tiri dari Davino.
Difi ibu tiri dari Davino , Davino juga mempunyai saudara Tiri yang di bawa ibunya, belum lagi Kirana istri pertama dari Davino, wanita yang terlihat baik saat bertemu Aresya, tapi aslinya wanita penyihir jahat.
“Tapi Bu-“
“Kamu pasti berpikir kalau saya salah, karena memilih membawa pulang Aresya. Terkadang kita harus mengawasi musuh kita dari dekat agar kita tahu apa yang mereka rencanakan.”
“Baik Bu saya akan atur keberangkatan kita”
Resya terlihat sangat keberatan saat di minta balik lagi kerumah keluarga Erlangga , padahal beberapa bulan lalu, ia pergi dari sana karena diusir Davino.
‘Apakah mereka orang yang sama denganku, manusia yang datang dari planet lain?’ Aresya bertanya dalam hati.
Mendengar hidupnya mereka juga diincar, ia berpikir kalau keluarga Davino bukan manusia biasa sama seperti dirinya, Aresya dan saudara kembarnya, mereka semua di panggil keturunan penyihir jahat, karena ia dan adeknya memiliki kelebihan, mereka punya tenaga yang kuat, bukan sekedar kuat, tapi tenaga super, bisa mengangkat beban berat yang tidak mungkin bisa diangkat manusia biasa.
“Apa itu artinya aku akan bertemu dengan pak Davino setiap hari?” tanya Aresya merasa tidak senang, baru beberapa hari ini ia merasa nyaman di perlakukan bak Tuan Putri, tapi seperinya itu hanya sesaat.
“Percayalah, kami akan membuat tempat khusus untuk kamu, jadi tidak perlu bertemu dengan Davino”
“Baiklah Oma”
__ADS_1
**
Davino bekerja seperti biasa, ia tidak tahu kalau Resya sudah kembali kerumah utama, Aresya menempati satu rumah yang dibangun di samping rumah besar keluarga Erlangga, bagunan satu kapling, tadinya untuk semua karyawan yang bekerja untuk keluarga Erlangga baik supir, tukang kebun, asisten rumah tangga dan koki.
Tapi rumah besar Erlangga memiliki banyak ruangan dan kamar jadi rumah itu kosong , tapi kini sudah di tempati Aresya dan satu orang asisten rumah tangga dan empat orang bodyguard yang menjaga.
Dari balkon kamar Davino bisa terlihat dengan jelas ke bangunan itu, lelaki itu sudah pulang ke rumah, setelah urusanya di pabrik selesai, ia baru saja bangun pagi seperti kebiasaan Davino setiap pagi, ia akan melakukan olah raga, ia melakukan olah raga kecil di balkon kamarnya. Matanya tidak sengaja melihat Aresya baru bangun ,
“Aresya? Apa ia dibawa kesini?” ucap Davino memperjelas penglihatanya.
Aresya untung cepat menyadari kalau ada Davino melihatnya, pura-pura tidak melihat dan ia masuk.
“Pak Adi! tolong kunci gerbangnya donk”
“Kenapa Mbak,” tanya lelaki bertato di wajah itu menatap dengan bigung”
“Pak Davino melihatku, aku yakin dia akan datang ke sini, tolong jangan biarkan dia masuk iya pak, pasti mulutnya akan menghina dan memaki-makiku nanti”
“Baik mbak” Lelaki bertubuh kekar itu menutup gerbang , rumah terlihat sunyi,
Benar saja Davino lari pagi , ia berhenti di depan pintu, ia mengentuk beberapa kali, tapi tidak ada sahutan.
“Apa aku salah lihat tadi?” Davino mengeleng dengan bigung, melanjutkan lari pagi dan meninggalkan depan rumah Aresya.
__ADS_1