Aresya

Aresya
Istri Pertama Bertemu Istri Ke Tiga


__ADS_3

Kirana menjadi wanita yang terabaikan, status seorang istri pertama. Namun, hanya sekedar status, sejak perselingkuhannya terungkap  ke publik,  ia tidak lagi ada gunanya sebagai istri, bahkan sejak saat itu Davino benar-benar melupakanya ia juga menolak bertemu dan bicara dengan Kirana, bahkan nomornya sudah ia blokir dari kontak telepaonya.


Kirana beberapa kali datang kerumah keluarga Davino tetapi pintu itu sudah tertutup  baginya, saat ini hidupnya bagai di gantung, statusnya ada namun tidak nyata.


Di tangannya ada dua pilihan,  bertahan dengan Davino dengan  mendapatkan status istri pertama, atau ia akan memyerah dan melanjutkan kehidupanya, jika ia pergi  maka ia tidak mendaptkan apa-apa dari Davino, kecuali kalau Davino yang menceraikanya, kalau hal itu terjadi maka setengah dari kekayaan keluarga Davino akan jadi miliknya dan saham milik keluarga Davino akan jatuh ketangannya itulah yang tertulis dalam surat perjanjian yang ia telah di tanda tanganin.


Hal itulah yang di inginkan  orang tuanya, mereka iangin Kirana di cerai, dengan begitu mereka juga mereka juga akan semakin kaya. Tetapi Ny. Marisa bukanlah orang bodoh seperti yang mereka harapkan.


Justru saat ini, Kiranalah yang menderita, karena ini sudah setahun ia  tinggal di rumah orang tuanya, tetapi Davino membiarkanya. Bagi lelaki pemilik tato itu, Kirana  hanya seorang wanita rendah dan istri penghianat, Davino  merasa hanya  Aresyalah yang benar-benar istrinya.


Bahkan Tiara wanita yang menjadi istri ketiga baginya wanita itu hanyalah temannya berbagi selimut dan berbagi kehangatan,  wanita yang membantunya dalam pekerjaan.


Mendengar Davino menikah lagi  Kirana benar-benar  marah dan sakit hati, ia tidak dapat menerima kalau ada tiga wanita dalam hidup Davino.


Ia memutuskan mendatangi Davino ke kantor hari itu, menyetir sendiri dari Bandung ke Jakarta, ia berpikir Davino sudah  memaafkan kelakuanya.


Kirana ingin bicara dengannya,  padahal Davino sudah berpesan pada sekuriti kalau Kirana datang jangan diperbolehkan.


Namun, saat Kirana datang kedua sekuriti itu tidak bisa berbuat banyak. Wanita itu   membentak dan mengancam petugas keamanan kantor.


“Dengar saya ini istri Davino bos kamu, jika kamu mengahalangi saya, akan saya pecat kamu,” ucapnya memberi ancaman.


Tidak mau disalahkan,  salah satu dari mereka menelepon sekretaris Davino, baru juga di telepon wanita itu sudah menerobos masuk.


Maka satu insiden  terjadi di ruangan Davino, bertemunya antara istri pertama dan istri ketiga.


“Mas di makan donk, aku sudah capek-capek loh memasaknya hargailah sedikit,” ucap Tiara  di ruangannya, ia menyodorkan sendok ke mulut suaminya.


“Tiara, aku sudah bilang aku akan makan nanti kalau aku sudah lapar kamu makan saja duluan”


“Gak mau … aaa  buka mulutnya,” ujarnya  masih mengarahkan sendok.

__ADS_1


Tapi mata Davino tiba-tiba menatap kaget  kearah pintu, matanya melotot tajam penuh kebencian.


Kirana berdiri di ambang pintu dikuti sekretarisnya yang sedikit berlari.


“Maaf Pak Davino, tadi bu Kirana memaksa masuk,” ucap sekretaris itu menundukkan kepala merasa bersalah.


“Tidak apa-apa,” ucap Davino mengisyaratkan tangannya,  menyuru sekretarisnya meningalkan ruangan itu.


“Sayang… apa kabar” Kirana baru saja ingin menghampirinya.  Namun, Tiara langsung memasang badan menghalanginya.


“Eh, lo siapa datang-datang main nyosor aja, permisi beri salam dulu ke sebelum masuk, tidak ada sopan sanpun,” ucap Tiara  dengan menatap dengan sinis.


“Eh, lo yang siapa iya! ini itu suami gue,  gue yang istri pertama”


“Oh… jadi lo yang tukang selingkuh itu, eh, najis gue masih berani loe datang kesini iya, tidak tahu malu loe,” ucap Tiara dengan tatapan merendahkan.


Wajah Kirana lansung memerah bagai tomat matang saat Tiara mempermalukanya, padahal  ia  berharap tidak ada lagi mengungkit kejadian itu. Namun , anehnya  Davino hanya diam tidak  membela salah satu antara kedua istrinya.


Davino yang sudah tidak mengharapkan  wanita itu melihatnya dengan tatapan acuh.


“Tentu saja itu urusanku karena dia sekarang jadi suami guee… iya ,kan, sayang,” ucap Tiara mendaratkan bibirnya di pipi Davino,


Mata Kirana menatap dengan tatapan  marah karena cemburu, ia tidak dapat menerima kenyataan kalau wanita itu  lebih di bela Davino darinya.


“Apa  loe tahu, kalau Loe itu hanya istri ketiga? Loe itu bukanlah orang penting”


“Gue tahu, Davino sudah menceritakanya semua sama gue, termasuk loe wanita rendah, sudah punya suami tampan  seperti mas Davino, tapi malah tidur dengan lelaki lain, kalau tidak hina apa coba namanya,  tapi sekarang gue ada bersamanya, untuk menemaninya, sudah sana pulang, loe itu tidak diharapkan di sini,” ucap Tiara seakan-akan Davino barang yang harus di perebutkan dan ia berpikr kalau ia yang paling berhak.


“Menyebalkaaaan….!”


Kirana  meraih pot bunga melempar ke arah Tiara untungnya  tangan Davino menangkisnya tidak mengenai wajah wanita berambut panjang itu.

__ADS_1


“Auhhh… ” Davino memegang pergelangan tangannya.


“Sayang,  kamu  tidak apa-apa” Tiara meraih lengan tangan Davino memijit-mijitnya dengan manja,untuk memanas-manasi Kirana.


“Sayang maaf,” ucap Kirana ingin mendekat.


“Eh, jangan mendekat dasar wanita barbar, sekuriti bawa wanita gila ini dari sini!” ujar Tiara menelepon sekuriti. Tidak lama dua orang yang berseragam  putih celana biru datang.


“Sayang katakan sesuatu, aku hanya ingin bicara dengan kamu,” ucap Kirana wajahnya memohon menatap Davino, tetapi, lelaki itu bukan yang seperti dulu lagi yang selalu memaafkan dan memanjakannya.


“Kirana, dengar saya sudah bilang sama kamu, saya tidak ingin bertemu dengan kamu seumur hidupku, apa lagi untuk bicara. Pergilah jangan  temui aku lagi.”


“Ha. Dengar itu.  Sana pergi!” Tiara ikut-ikutan mengusirnya.


Mata Kirana berkaca-kaca.  Tidak pernah menduga ia akan mendapat penolakan seperti itu dari Davino.


Ia berharap suaminya memaafkan perselingkuhannya, namun untuk seorang Davino perselingkuhan sesuatu hal yang tidak bisa dimaafkan.


“Iya pak, bawa wanita ini dari ruangan saya,” pintah  Davino pada dua orang sekuriti.  “ Sayang, masakan kamu enak,  ayo kita makan bersama,” ucap Davino menatap Tiara, ia membuat Kirana semakin panas, ia pantas mendapatkan itu karena  kepercayaan seseorang ia balas dengan sebuah penghianatan.


“Benar,kan, masakanku enak, besok-besok aku akan selalu memasak untuk kamu,” ucap Tiara menatap Kirana menjulurkan sedikit lidahnya untuk meledek Kirana.


“Kamu tidak boleh memperlakukanku seperti ini Davino, aku  sangat mencintai kamu, maafkan aku beri aku kesempatan satu kali lagi,” ujarnya meronta dari pengangan kedua sekuriti.


“Kamu tidak mencintaiku Kirana… kamu dan keluargamu hanya mencintai uang yang aku miliki, jadi berhenti mengatakan cinta padaku,”ucap Davino.


“Davino, sayang tolong beri aku kesempatan sekali lagi” ucap Kirana masih memohon, tidak perduli lagi dengan harga diri dan gengsi ia hanya tidak rela kalau lelaki yang mencintainya dengan sangat besar di ambil orang lain.


“Kirana, jika aku boleh memberi usul lebih baik kamu menjalani hidup dengan baik, itu saranku, dengan bergitu kamu bisa bahagia, jika kamu bertahan seperti ini,  bertahan denganku membuatmu akan semakin sengsara, karena  aku tidak memiliki sedikitpun rasa cinta untukmu, saat ini hanya ada rasa benci, jadi pergilah menikahlah dengan lelaki yang lebih baik dari aku,” ucap Davino memberinya nasehat.


Kirana sadar,ternyata tidak ada yang tersisa lagi cinta untuknya, ia menunduk dan meninggalkan ruangan Davino dengan tangisan penyesalan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2