
Menjelang tengah malam, Aresya merasakan bulu kuduknya bergelidik, jarum jam menunjukkan pukul 23:40, Aresya merasakan tubuhnya tidak berdaya, ia baru menyadari satu harian ia belum makan, saat berangkat pagi ke rumah sakit, ia hanya serapan dengan satu lembar roti bakar dan segelas susu, untuk menganjal perutnya.
Tidak cukup sampai di situ masalah yang ia hadapi sepanjang hari, karena ia masuk ke kamar Davino saat ia mengeluarkan cairan miliknya, Davino marah, meyeretnya dan membawanya ke dalam masalah besar.
Kini ini, ia merasakan tubuhnya tidak bertenaga lagi, ia sangat lapar, haus dan lelah.
“Aku tidak kuat hanya sekedar berjalan lagi”
“Kita hanya perlu berjalan , aku tidak mau tinggal lama-lama di sini, mendengar suara-suara burung hantu membuatku merinding,” ucap Davino. Tetapi ia tidak tahu wanita yang selama ini ia hina jelek telah berubah wujud dengan gadis cantik, bahkan lebih cantik dari istri pertamanya.
Disisi Lain mahluk yang mengincar tubuh Aresya telah mengetahui kalau Aresya telah kehilangan mahkotanya, cakra penjaga tubuh Aresya telah hilang dan meninggalkannya.
“AAA … kurang ajar kamu putri. Aku akan membunuhmu” Teriak mahluk jelek itu dengan suara kemarahannya seperti sebuah gemuruh.
Saat berjalan di tengah hutan yang gelap, Aresya tidak kuat mengerakkan tubuhnya, seakan-akan energi dalam tubuhnya terserap habis oleh sesuatu hal, ia merasakan tubuhnya sangat lemah bahkan hanya untuk berdiri ia bahkan tidak mampu.
‘Ada apa denganku? Selapar itukah aku?’ tanya Aresya dalam hati.
Tidak lama kemudian, suara raungan kemarahan itu terdengar di dalam hutan , akhirnya Aresya tahu, kalau mahluk jahat itu ada dalam hutan.
“Kamu pergi saja, tinggalkan aku di sini, pergilah minta bantuan yang mereka incar saya, jadi tidak akan masalah jika kamu pergi”
“ Kamu memintaku meninggalkanmu sendiri di sini?” tanya Davino.
“Iya, aku tidak kuat berjalan lagi,” ujar Aresya, ia menahan rasa sakit di perutnya.
‘Bertahanlah, aku yakin kamu kuat’ Aresya mengelus bayi dalam. perutnya.
“Baiklah kalau kamu ingin seperti itu”
Benar saja Davino meninggalkan Aresya sendirian di tengah hutan, dengan tubuh terkulai lemas tidak berdaya.
“Aku tahu kamu akan melakukan itu, kalau benar kamu memiliki sedikit rasa cinta padaku, kamu tidak akan tega meninggalkan wanita yang mengandung anakmu ini sendirian, aku tidak berdaya dalam kegelapan ini,” ucap Aresya matanya menatap Davino yang meninggalkannya dan menghilang di kegelapan. Ia berpikir kalau Davino akan membiarkanya sendirian.
Davino, turun berjalan menyusuri jalanan, mengunakan sisa tenaganya untuk meminta bantuan, saat ia berjalan sekitar seratus meter, turun dari bukit di mana ia dan Aresya bersembunyi, sebuah mobil barang melintasnya, awalnya bapak supir ragu untuk menolong, saat Davino merentangkan tangannya bapak itu menghiraukannya, akan tetapi saat ia melihat dari kaca spion orang yang menghentikan mobil seseorang yang ia kenal.
__ADS_1
Memundurkan kendraanya lagi, tepat di samping Davino.
“Pak Davino?”
“Iya, ini saya, tolong saya pak,” kata Davino dengan tangan memohon, tubuh semakin melemah.
Pak Rahman membuka pintu mobil dan membantu Davino naik ke dalam mobil.
“Pak, Tolong, istri saya ada di atas bukit, bisa bapak membawa juga, tolonglah,” ucap Davino dengan wajah memohon.
“Ba-baik pak”
Ia memutar balik mobilnya, pak Rahman mencari jalan setapak untuk naik keatas bukit, lelaki itu tahu tentang daerah itu, karena ia sering mengangkut kayu dari atas dan ia antarkan ke pabrik kapal milik Keluraga Davino.
Aresya baru saja menutup matanya, pasrah untuk semua yang terjadi, karena ia tidak punya tenaga untuk berdiri, sebuah lampu terang menyenter wajahnya,
“Iya, itu dia pak tolonglah”
Lelaki paru baya itu turun dan berlari kecil menghampiri Aresya.
“Air, berikan aku air,” ucap Aresya dengan suara kecil.
Pak rahman mengendong tubuh Aresya mengangkat ke jok depan di samping Davino, kebetulan kehabisan air, jadi tidak ada yang ia berikan pada Aresya. Ia akan menahanya hingga mereka keluar dari hutan itu.
“Kita harus cepat pergi dari sini pak, ada beberapa penjahat dari arah belakang yang mendekat"
Pak Rahma terpaksa membawa mobilnya dari arah depan, menerjang bebatuan tanah bergelombang karena jalan yang seharusnya mereka lalui, sudah dikusai para penjahat yang mengejar mereka tadi, mereka datang dari arah itu.
“Saya tidak tahu, ini, lewat dari mana pak Davino, karena bapak biasanya lewat dari belakang”
“Lurus saja pak, sedikit lagi di depan ada jalan setapak menuju kampung, pak”
Ia mengikuti arahan Davino, saat mereka sudah berada di bawah, Davino melirik ke atas, di perhutanan itu ada beberapa mobil mengejar mereka,.
“Sepertinya kita di kejar pak” ujar pak Rahman panik.
__ADS_1
“Kita harus menjauh sebisa mungkin pak, kalau tidak kami berdua dalam bahaya,” ucap Davino matanya menatap mobil yang semakin mendekat itu tubuh Aresya tidak berdaya, Davino meletakkan kepala Aresya di pundaknya.
Pak Rahman menginjak gas, setelah melewati jalan setapak itu , ia melaju dengan kecepatan tinggi, meninggalkan mobil hitam itu di belakang, namun mobil tuanya kalah kuat dari mobil mewah yang mengikuti mereka, mobil hitam itu bisa mengejarnya, namun pak Rahman memasang akal, saat di perapatan lampu merah, ia melakukan trik menipu, saat mereka pikir mobil berwarna putih itu akan jalan lurus, mereka mendahului mobil itu niatnya akan mencegat di depan, ternyata pak Rahman memutar setir dan membawanya putar balik.
Mobil hitam yang mengejar mereka terkecoh, mereka putar balik, namun musuh mengambil arah lurus. Pak Rahman akhirnya bisa menyelamatkan mereka berdua.
“Saya akan antar kemana pak Davino?”
“Tolong ke hotel itu saja, pak,” ucap Davino menunjuk hotel yang mereka lewati di pinggir jalan
Untungnya pak rahman baik hati, mau membantu Aresya membawanya ke dalam kamar.
“Terimakasih pak, lain kali kita akan mengobrol pak” ucap Davino membuka dompetnya mengeluarkan beberapa lembar memberikan pada lelaki itu, Pak Rahman menolak , namun, Davino sangat berterimakasih karena sudah menyelamatkan mereka, mereka beruntung ada pak Rahman yang membantu mereka berdua.
Tadinya ia ingin memintah lelaki mengantar sampai kerumah sakit, akan tetapi, ia pikir lagi, pasti rumah sakit sudah diawasi para penjahat itu, karena tahu Davino terluka, berpikir kalau Aresya akan membawanya kerumah sakit, namun siapa yang menduga Aresya tiba-tiba tidak berdaya, jadi saat ini Davinolah yang menyelamatkan Aresya.
Hal yang pertama yang Davino lakukan meminjam telepon hotel dan meghubungi Ny. Marisa.
Apakah Aresya akan selamat dari kemarahan mahluk jahat yang mengincar tubuhnya dn dari penjahat yang ingin melenyapkan nya?
Bersambung ….
Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari
Baca juga karyaku yang lain ya.
-Aresya(TERBARU)
-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (on going)
__ADS_1
Bintang kecil untuk Faila (tamat)