Aresya

Aresya
Meminta Bantuan Mahluk Pelindung


__ADS_3

Sehabis membersihkan diri Aresya memakai piyama miliknya lagi, tidak seperti pengantin baru  kebanyakan bersikap manja  dan bersikap malu-malu dan ingin di perhatikan lebih karena sudah memberikan  sesuatu yang berharga.


Tetapi  Aresya wanita yang  berbeda, ia seakan kembali pada dirinya sendiri,  ia bersikap biasa saja, karena sesungguhnya, ia tidak pernah suka dengan Davino.


Ia merebahkan tubuhnya di ranjang menarik selimut menutupi tubuhnya, ia merebahkan tubuh dan mencoba untuk tidur.


“Apa kamu mau langsung tidur, Aresya?” tanya Davino melihat ke arah Aresya.


“Iya aku sangat lelah dan ingin tidur, ayo kita tidur”


“Sa, Apa kamu sudah memaafkanku?” tanya Davino matanya menatap punggung Aresya yang sedang berbaring.


Malam pengantin yang mereka lakukan kali ini, tidak  lantas membuat Aresya merasa nyaman dengannya, ia berpikir kalau Aresya masih membencinya  terlihat dari sikapnya yang masih dingin dan acuh.


Aresya membalikkan badan dan menatap Davino, ia tersenyum kecil, hanya seyuman ringan tanpa makna.


“Sudah, ayo kita tidur,” ucap Aresya, ia menutup matanya seakan-akan  ingin membuat batas antara ia dan Davino, tidak ingin Davino membahas  tentang dirinya lagi.


Walau Davino ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Aresya, namun, ia tidak ingin memaksa, melihat Aresya tidur membelakangi dirinya, ia terus berpikir.


Apa aku  sudah melakukan kesalahan? Apa dia juga hanya memanfaatkanku kali ini? kenapa sikapnya sangat dingin seperti itu’  ia melihat ke araj jendela, Davino menatap punggung Aresya, wanita itu tidur  membelakanginya.


Saat  matanya sudah mulai berat, Davino menjulurkan tangannya menyelinap di pinggang Aresya,  memeluknya dan tidur, tidur degan tubuh miring memeluk Aresya. Saa Davino tidur nyenyak.


Aresya  belum tidur saat tangan Davino memeluk pinggangnya, ia membuka mata,  ia melihat jendela ada bayangan yang melintas lagi.


‘Bagaimana? Apa kamu sudah melihatnya? Pergilah ke neraka, au sudah tidak perawan lagi’ ucap Aresya dalam hati.


Iblis jahat itu marah, Aresya merasa sakit d bagian perut ia bangun  dari ranjang  minimum satu tablet obat dari dalam tas kecil yang ia beli dari apotek tadi, ia menganti pakaiannya dan keluar Hotel dan menelepon Adi, memintanya untuk menjemputnya pulang. Aresya juga menelepon Iwan untuk menemaninya di luar Hotel, ia mulai berkeringat dan duduk dengan lemah di kursi di depan Hotel,


Beberapa menit adi datang  menjemput  untuk mengantar ke bandara dalam mobil Aresya meringkuk menahan rasa sakit di tubuhnya ia mengigil walau pending mobil sudah dimatikan, Adi juga memberikan jaket yang ia pakai untuk Aresya,


“Non Aresya bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja” Adi terlihat sangat  khawatir dengan keadaan Aresya.


“Tidak perlu, nanti saja kalau sudah tiba di Jakarta”

__ADS_1


Dengan tubuh mengigil ia menelepon Ny. Marisa.


“Iya nak Aresya ada apa?” suara Ny. Marisa panik karena ia menelepon  subuh-subuh.


“Oma mahluk jahat itu melakukan sesuatu padaku” ucap Aresya dengan suara bergetar karena mengigil.


“Kamu dalam bahaya,” ucap Marisa.


“Kamu di mana sekarang,  Nak?”


”Aku menuju bandara untuk pulang ke Jakarta” jawab Aresya


“Baik-baik Omah akan meminta dokter ke bandara sekarang juga”


“Baik,  Omah”


“Bertahanlah sayang,  semua akan baik-baik saja,” ucap aresya mengelus perutnya.


Marisa mondar-mandir dengan  gelisah, “Tidak seharusnya aku menyuruh Aresya dengan Devan, bagaimana ini? Apa  ia akan baik-baik saja” ucap  Ny. Marisa  masih berjalan k eke segala sudut ruangan


Saat  Aresya tiba di bandara sebuah jet  pribadi sudah menunggunya  sana. Tiba di bandara Aresya sudah tidak sadarkan diri dengan wajah pucat seperti mayat.


Terpaksa Adi mengedongnya untuk membawanya masuk,  untuk ada seorang pekerja Bandara membantunya membawa Aresya mengunakan tandu membawanya  ke dalam pesawat.


Satu orang  dokter dan satu orang perawat sudah menunggu Aresya dalam pesawat, memberikan pertolongan pertama untuk Aresya , dokter juga menelepon Ny. Marisa sebelum bertindak, dokter melakukan semua sesuai yang di perintahkan Ny. Marisa karena Aresya tidak boleh mengkomsumsi sembarangan obat,  karena kehamilannya,  ia  juga alergi untuk beberapa jenis obat .


Dokter,  menyuntik  lengan Aresya dengan obat tertentu yang aman untuk wanita hamil, memasang infuse dan alat bantu bernafas, dokter bekerja keras  memberi Aresya pertolongan, pesawat  itu terbang membela langit.


Terbang meninggalkan Singapura, Negara itu  tidak akan di lupakan Aresya seumur hidupnya,  karena di Negara itulah ia melakukan kewajibannya sebagi istri.


Dari bandara helikopter sudah siap siaga untuk  mengangkutnya juga, di tidak lupa, seorang dokter juga bersiaga setelah beberapa jam menempuh Singapura- Jakarta, akhirnya Aresya tiba di bandara, dari sana ia angkut lagi menuju villa di puncak.


Karena di sana  ruangan khusus sudah di persiapkan untuk Aresya, Ny. Marisa juga sudah tiba di Puncak.


Saat Aresya tiba  di bawah ruang khusus .

__ADS_1


Tidak berapa lama  empat orang datang  ke villa, menggunakan  jubah berwarha hitam yang menutup kepala  hingga ujung kaki,   tidak ada yang tahu siapa mereka kecuali lilis karena ia ikut membantu mengarahkan jalan untuk mereka untu masuk melalui pintu belakang da ke ruangan bawah tanah,  sebagai tempat khusus  utuk Ny. Marisa.


Saat ke empat orang  masuk, Lilis juga memakai jubah hitam ikut melakukan ritual untuk  Aresya. Mereka orang yang sama dengan Ny. Marisa.


Ia di masukkan dalam satu peti kayu dan diatas kepalanya di letakkan batu berwarna biru berkilau dan seorang dari yang memakai jubah mengangkat  tombak runcing bermata tiga di arahkan  kearah  batu yang di letakkan di atas kepala Aresya.  Tubuh Aresya  mengelepar  sebentar akhirya diam,  batu bercahaya itu padam.


Ketua dari golongan itu mengangkat roh Aresya memasukkanya ke dalam batu berwarna biru,  kini  lengan yang memiliki tanda merah itu di sayat dan di keluarkan darahnya dan di tampung dalam wadah kecil setelah tertampung sekitat serempat barulah luka Aresya di bungkus.


Darah yang di tampung itu di  tuangkan di sekeliling  batu berwarna biru. Batu bercahaya berwarna biru itu di yakini sebagai makluk penjaga lelulur mereka,  jika ingin meminta  bantuan, maka memanggilnya dengan darah,  dengan darah,  ia akan bekerja tugasnya melindungi, itu cakra penjaga tubuh yabg selama ini melindungi Aresya. Kini ia akan melindungi Aresya dan bayi dalam kandungannya.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2