Aresya

Aresya
Menolak Ajakkan Suami Untuk Tidur


__ADS_3

Davino menemui Marisa, ia ingin bertanya bagaimana dengan kelanjutan bayi tabung yang sudah mereka rencanakan , ia berharap tidak perlu melakukan cara yang seperti itu, ia berpikir ingin melakukannya sendiri, Davino tidak tahu kalau  Aresya sudah hamil.


NyMarisa Kaget saat membaca email dari dokter, dokter yang menanggani  kesehatan Davino. Cairan yang di tampung milik Davino ada yang  di berikan terahir kalinya mengalami kerusakan.


[Kenapa bisa rusak ?saat itu semua baik-baik dan Aresya saat ini hamil, lalu kenapa ke dua kali bisa seperti itu?]


[ Bu Marisa, sepertinya pak Davino meminum obat KB atau ada seseorang yang tidak ingin diamemiliki keturunan yang pasti cairan milik pak Davino tidak bisa di satukan karena rusak]


[Apa dokter memeriksa dengan baik?  Bagaimana dengan kesehatanya? Apakah itu kerusakan permanen apa sementara? Terus bagaimana solusinya?]


[Kesehatan pak Davino harus di jaga] balas dokter°


“Ada apa  lagi ini,  kenapa semakin hari semakin menakutkan seperti ini, siapa lagi yang meracuni Davino,  aku pikir,   hanya perlu melindungi Aresya,  ternyata Davino juga ikut diincar, bagaimana dengan kehamilan Aresya” Ny. Marisa mengosok pundaknya,  ia merasa  lehernya tegang.


Ada banyak orang yang tidak suka Aresya, karena itulah, b


Tok … Tok ….


“Masuk” sahut NY. Marisa dengan wajah pucat.


“Omah kenapa?” tanya Davino melihat wanita tua itu memijat leher bagian belakangnya.


“Aku merasa pusing”


“Ada apaOmah?”


“Ada orang yang mencoba merusak rencana oma lagi”


“Cairan yang kamu berikan ke dokter yang terahir kali, kata dokter rusak, apa kamu masih merokok atau kamu mengkomsumsi obat-obatan?” tanya wanita itu menatap Davino dengan tatapan serius.


“Omah, sejak omah bilang aku berhenti, aku sudah berhenti dan aku sudah melakukan yang omah perintahkan, aku juga ingin  cepat berhasil,  aku ingin lihat dia mengandung anakku” ucap Davino


“Davino,  ada seseorang yang tidak ingin kamu punya keturunan ada yang tidak ingin kamu punya anak”


“Omah janga-“


“Ada seseorang yang menginginkan Aresya celaka,  itu juga sama untuk kamu,  ada orang yang tidak ingin kalian bersama, mana Aresya?” tanya Ny. Marisa panik,.


Dia pergi dengan, Adi,” Ucap Davino jengkel, “ini juga yang akan aku bicarakan denganmu Omah, aku ingin tinggal bersama Aresya tolong  menyetujuinya”

__ADS_1


“Davino biarkan dia seperti itu,  dia tidak menyukaimu, kita akan melakukan rencana ketiga  dan kita akan membicarakannya dengan Aresya juga”


NY Marisa menelepon Adi meminta Aresya masuk ke kamarnya.


“Masuk Syah,” pinta Ny Marisa.


Aresya kaget saat ada Davino juga ada di ruangan NY Mrisa, lelaki itu menatapnya dengan tatapan benci, Aresya masuk bersikap tenang, seakan tatapan Davino yang menajam itu, ia berpikir  itu hanya  bola lampu rusak.


“Aresya duduklah di sini Nak, kita akan bicara serius, aku ingin melindungi kalian berdua. Aku ingin Adi melindungimu”


“Kenapa harus orang lain?”


 Tanya Davino menatap keduanya bergantian


“Kalau oma ingin Aresya  hamil aku akan menghamilinya sekarang, tidak perlu menampungnya lagi”


“Maaf aku tidak bisa”


“Maksudnya …  kamu tidak mau tidur denganku?” tanya Davino pada intinya lansung.


Aresya hanya diam tidak menjawab dan tidak membantah.


“Ini gila, ini tidak masuk akal, egois,  dia istriku, Oma”


“Davino, sudahlah,  mari kita hargai keputusan Aresya, toh juga saat itu kamu menolaknya juga kan? Jadi untuk kebaikan kalian berdua  mari kita tunggu sampai situasinya tenang,” ucap Ny. Marisa.


“Tidak, aku tidak mau, biakan aku yang menghamilinya  melakukanya dengan cara mudah” ucap Davino menatap Aresya dengan tatapan mata tajam dan seakan merendahkan.


“Akutidak mau, sekalipun kamu suamiku walaupun kamu  sebagai penguasa di sini”


“Tapi aku berhak”


“Tapi,  aku juga berhak menolak kamu menyentuhku, tujuanku datang ke rumah ini bukan jadi istrimu, aku datang hanya akan memberikan anak,  lalu aku akan pergi,  kamu puas?”


“Apaaa?” mata Davino kaget mendengar jawaban Aresya.”  Omah apa yang dia katakan?”


“Davino baiklah, aku meminta Aresya menjadi istrimu  hanya untuk melahirkan anak untuk keluarga kita, sehabis itu ia bisa memilih apakah ia akan tetap di sini atau dia akan pergi itu pilihan Aresya”


“Itu sama saja kamu menjual dirimu untuk keluarga ini dengan alasan menikah denganku”

__ADS_1


“Iya itu benar dan bayaran yang di berikan Omah mahal,  maka itu aku mau,  kamu puas?”


“Jadi benar, semua karena uang, benar dugaanku”


“Iya,  itu benar, jadi  jangan mengharapkan apa-apa dariku selain  anak,  aku juga tidak menginginkan apa-apa dari keluarga ini,  selain hanya uang, jadi jangan berpikir kalau aku ingin merebut posisi istrimu, jadi …  mari kita bekerja sama,  agar aku cepat meghilang dari hadapanmu dan satu hal lagi berhenti menghinaku ataupun merendahkanku lagi aku manusia,  bukan patung”


“Baik,   kamu harusnya berterus terang dari dulu kalau kamu hanya ingin uang dari kelurgaku, aku tidak perlu mengotori tanganku dengan hal-hal yang lain,” ucap Davino.


“Iya, sekarang kamu sudah tahu kan? Jadi ayo kita kerja sama,  kita lakukan dengan cara bayi tabung”Ucap Aresya. “Baik ayo kita lakukan antara patner bukan suami istri.”


Davino mendengus kecil, matanya menatap  Aresya dengan tatapan  sinis.


“Baik” jawab Davino.


bersambung ….


Baca terus kisahnya ya.


Bersambung


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasih untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (on going)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)

__ADS_1


__ADS_2