
Sinar pagi besinar dengan gagahnya memancarkan terik yang panas pagi itu, Aresya duduk berjemur pagi, di bawah pengawasan seorang dokter dan seorang perawat. Tubuhnya belum stabil, bukan hanya tubuh yang tidak stabil bahkan Aresya tampak berbeda dari biasanya, ia hanya diam tidak mau bicara dan tidak mau bicara pada siapapun, dokter berusaha untuk mengajak bicara dan membawa Adi. Berharap Aresya mengenal mereka, namun ia hanya bersikap biasa saja.
Menatap jauh, kearah hamparan pohon pinus yang tumbuh subur di depan matanya. Aresya duduk di kursi roda, berjemur pagi ini, dokter melatihnya untuk mengerakkan otot tubuhnya yang sempat kaku selama satu bulan berbaring.
‘Ada yang terjadi? Kenapa ia hanya diam dan tidak mau melakukan apapun’ dokter muda itu mengajaknya bicara namun Aresya memilih diam.
“Non Aresya, apa kamu tidak mengenal lelaki ini?” tanya dokter menunjuk Adi di depanya.
Matanya menatap sekilas, menatap Adi dari bawah sampai ke atas, lalu ia mengelengkan kepala, tanda tidak, terus siapa yang kamu ingat, apa kamu mengingat keluargamu?” tanya dokter. Aresya lagi-lagi mengeleng pelan, ia tidak mengingat siapapun, ritual yang mereka lakukan malam itu sepertinya menganggu saraf otak Aresya.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi, namun ia sepertinya kehilangan ingatanya dan suaranya,” ucap dokter menatap Di lelaki yang pernah Aresya sukai.
“Apa? Kehilangan suara dan kehilangan ingatanya?” Adi menatap tepat ke wajahnya.
“Kenapa jadi begini?” tanya Lilis
‘ Apa ini karena ritual itu?’ tanya Lilis.
Lilis berpikir keras, ia ingin mengabari Ny. Marisa, tetapi, Lilis tahu Ny. Marisa lagi banyak masalah, ia mengurungkan nianya mengabari wanita itu tentang Aresya, ia takut Ny. Marisa jadi sakit karena banyak masalah yang terjadi. Tekanan dari rumahnya sendiri Difi yang selalu mengawasinya
“Non, ini aku Adi kita sangat dekat dulu, apa kamu tidak mengingat sedikitpun?” tanya Adi berusaha memulihkan ingatan Aresya.
Sebesar apapun usaha mereka untuk memulihkan ingatanya tidak berhasil, Aresya tetapla wanita yang bisu dan lupa ingatan saat ini.
**
Di kediaman keluarga Erlangga, menjadi rumah yang paling ramai, karena banyak di kunjungi wartawan setelah skandal yang di lakukan Kirana.
Tidak ada yang berani keluar dari rumah, setiap kali pintu di buka para pencari berita akan mengkerumuti setiap orang yang membuka pintu.
Berita tentang Kirana menghiasi setia berita baik cetak maupun elektronik. Sumoto terkejut melihat berita yang menimpa anaknya, lelaki tua itu tidak takut tentang berita yang akan mempengaruhi nilai saham perusahaannya , tetapi yang ia pikirkan hanyalah perasaan anak semata wayangnya.
__ADS_1
‘Kasihan Davino, apakah ia bisa mengatasi perasaanya saat ini?’ Sutomo menjulurkan tangannya ke atas meja mengambil ponselnya ia menelepon Davino.
Berita tentang tertangkapnya Kirana saat bersama pria lain di apartemen menjadi trending tofik, bahkan mengalahkan berita tentang pemilihan kepala daerah saat itu. Bahkan beberapa media membahas tentang lelaki yang dipergoki sedang berhubungan badan dengan Kirana.
Bukan hanya rumah yang didatangi para wartawan bahkan perusahaan tidak luput dari jepretan para pencari berita itu. Saat ini keluarga Erlangga tidak ada yang muncul ke permukaan.
**
Saat melihat berita di telivi kedua orang tua yang lebih terkejut bintang utama dalam berita panas itu adalah anak perempuan mereka yang baru satu hari meninggalkan rumah orang tuanya.
Kedua orang tua itu datang dari Bandung menjenguk Kirana, wanita itu terpaksa di gelandang ke kantor polisi sebagai saksi atas penangkapan Alir.
Walau dalam tes urine, ia tidak terbukti mengkomsumsi narkoba, namun ada yang paling gila dan lebih memalukkaan dari sekedar menikmati barang perusak itu.
Akan lebih terhormat kalau ia tertangkap sedang menkomsumsi sabu dari pada tertangkap basa sedang melakukan hubungan dengan pria yang bukan suaminya.
Di kantor polisi Kirana merasa malu, ia menutupi wajahnya dengan selendang, menutupi wajahnya dari polisi bahkan dari semua wartawan.
Akhirnya kedua oang tuanya tiba, untuk menjenguknya, lelaki yang bertubuh tinggi itu terlihat sangat kecewa.
‘Lebih baik kamu meleyapkan nyawa seseorang itu, masih bisa aku terima daripa hal memalukan seperti ini’ ucap papi Kirana mengalihkan matanya dari kirana
Bahkan foto dan vidionya sudah beredar di internet. Davino benar-benar marah dibuatnya. Ternyata saat ia menyuruh Lilis menyelidiki Alir di kediamannya. Wanita itu menyembunyikan camera pengawas di kamar lelaki itu, atas perintah Davino, camera itu merekam semua yang di lakukan Kirana dengan Alir termasuk malam sebelumnya.
“Anak kurang ajar, tidak tahu malu, harusnya kamu tidak terlahir di dunia ini,” ucap orang tuanya dengan kemarahan.
Paaaak ….!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Kirana, matanya menatap dengan kaget, dengan tangan memegang pipinya yang memerah, ia kaget karena mendapat tamparan dari Papinya, ini pertama kalinya ia mendapat kemarahan seperti itu.
“Pi, sudah jangan di teruskn lagi,” bujuk istrinya menghentikan papi Kirana.
__ADS_1
“Papi maafkan aku” Kirana mencoba meraih tangan orang tuanya. “Aku salah Pi, aku hilaf”
“Hilaf sekali, bukan berkali-kali, lelaki itu bukan hanya terjerat karena narkoba ia juga terjerat dengan video kotormu”
“Aku tidak tahu Pi”
“Aku malu punya anak seperti kamu , lebih baik kamu minum racun saja dan mati sekalian,” ucap lelaki itu meninggalkan ruangan itu dengan wajah menunduk malu.
Kepala lelaki itu tertunduk malu saat beberapa wartawan mendekatinya. Wajah itu tidak akan bisa terangkat tegak lagi karena kelakuan Kirana yang sudah mencoreng wajahnya.
*
Di sisi lain ada seseorang yang tidak senang dengan berita itu. Karena ada skandal itu Difi merasa kesal dengan Kirana, rencananya untuk mengahancurkan Ny. Marisa dan Davino jadi tertunda, karena banyak orang memberikan simpati pada Davino karena penghianatan istrinya.
Davino sengaja di buat menghilang, agar orang mengangapnya sakit hati, padahal di ruangan Ny. Marisa.
Davino terlihat duduk santai melihat acara siaran televisi, kedua nenek dan cucu sedang mendiskusikan tentang perceraiannya dengan Kirana Davino tidak ingin lagi menjadi suami dari Kirana, ia ingin cepat memegang status mantan suami dari wanita itu, ia juga tidak ingin dikaitkan saat sidang Kirana nantinya.
“Urus secepatnya percerain mereka, pak”
“Baik bu, saya akan usahakan,” jawab pengacara dengan yakin.
“ Aku tidak mau namaku ikut terseret dalam kasus mereka nantinya,” ucap Davino.
“Baik pak, saya usahakan, namun pengacara dari Bu Kirana berpesan klien ingin bertemu dengan bapak”
“Tidak usah, saya tidak ingin menemui wanita itu lagi hatiku sudah terlalu sakit dibuatnya” Davino menolak menemui Kirana.
Padahal di kantor polisi Kirana mengalami depresi, saat ia membutuhkan dukungan dari orang tuanya, namun karena sudah terlalu kecewa orang taunya meninggalkan Kirana, ia butuh seseorang untuk temannya berbagi namun semuanya tidak ada yang perduli bahkan teman-teman sosialitanya , memutuskan hubungan dengannya.
Ia juga meminta pengacaranya ingin bertemu dengan Davino suaminya, ia ingin meminta maaf, namun yang ia dapat malah hal yang membuatnya semakin depresi . Davino mengajukan surat cerai.
__ADS_1
“Saya tidak akan mau bercerai dengan Davino, tidak … tidak, aku tidak mau,” ucap Kirana menangis histeris
Bersambung