
Saat Davino sedang tidur ia tiba-tiba bermimpi buruk, melihat Aresya didatangi mahluk menyeramkan.
Yang ingin membawa pergi, mahluk itu melihat Aresya sudah berubah sangat cantik, iblis sangat marah. Lalu menyeret tubuh Aresya ke hutan, Davino berlari mengikuti.
Awalanya ia marah pada Aresya, Namun saat ia berdiri ia melihat Aresya bukan wanita biasa, dalam mimpi Ia seperti seorang putri dari kayangan.
“Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kita tiba-tiba di sini?” tanya Davino bigung dalam mimpi , tetapi, Aresya terlihat tenang, ia berjalan menyusuri hutan menyeramkan itu.
Hingga tiba-tiba dari balik pepohonan terbang sebuah bayangan hitam besar mengikuti langkah mereka, makluk bayangan itu menyambar tubuh Aresya membawanya terbang, melayang di udara. Davino mengejarnya bayangan tersebut mencoba menyelamatkan Aresya, tetapi, dengan gerakan tiba-tiba bayangan hitam itu, melempar tubuh wanita itu kedalam jurang.
“Aresya ....! ”Teriak Davino.
Davino mengejar ke jurang, tetapi Aresya telah menghilang, ia meyesali dan menyalahkan dirinya karena tidak dapat menyelamatkan istrinya, walau ia tidak pernah menyukai Aresya, namun saat itu hanya mereka berdua yang berada dalam hutan,
Ia terbangun ternyata napas terengah-engah, ia hanya mengalami mimpi buruk, tubuhnya masih berbaring di atas ranjang, duduk dengan nafas terengah-engah, mimpi buruk itu bahkan membuat tubuhnya berkeringat karena takut.
‘Gila, ternyata hanya mimpi, kenapa aku bermimpi seperti itu. Siapa dia sebenarnya?’ tanya Davino dalam hati, ia menatap kearah Aresya yang masih tertidur dengan posisi tubuh kearah Adi, ia semakin kesal karena Omanya ada dalam kamar itu, membiarkan Aresya tidur nyenyak dengan posisi tempat tidur berdekatan dengan asistennya.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Ny. Marisa memegang kening Davino.
“Tidak apa-apa,” kilahnya membaringkan tubuhnya lagi.
“Baiklah istrirahatlah Oma akan menunggu kalian bangun, omah ada di ruang depan”
“Iya” jawab Davino matanya terlihat sinis.
Ny. Marisa menyelimuti Aresya dengan penuh perhatian, tetapi, tetap membiarkan posisi ranjang menjauh dari Davino membiarkan dekat dengan Adi.
Saat omahnya pergi, Davino bangun dengan raut wajah kesal, ia menendang –nendang ranjang Aresya.
“Ada apa?” tanya Aresya dengan mata memerah, ia terbangun.
“Apa kamu akan tidur di sini sampai sore? Sana keluar! Kamu tidak terluka kenapa harus tiduran di sini? Ingin dekat-dekat denganku, masih kurang yang kita lakukan di hutan itu. Masih kurang?”
“ini orang ngomong apa, sih?"desis Aresya kesal, ia menarik selimut dan tidur lagi masih dengan posisi mengahap Adi memunggungi Davino.
“Hei, kamu itu tidak punya sopan santun, suamimu lagi bicara kamu memunggiku ”ucap Davino marah.
'Aku tidak pernah menganggapmu suami' Aresya membatin.
__ADS_1
Aresya diam, ia malas menanggapi apa yang di katakan Davino
Tapi mendengar Davino bicara seperti itu, lelaki bertato itu membuka matanya dengan perlahan, ia juga kaget saat Aresya ada di depanya, hanya jarak berapa jengkal saja darinya.
“Kak Adi sudah bangun?”Tanya Aresya dengan senyuman manis.
‘Non … Aresya cantik’ Mata Adi menatap kaget.
Adi hanya menganguk lemah dengan mata masih menatap Aresya
“Apa kak Adi mau minum?” Aresya bangun menuangkan air putih ke gelas menyodorkan ke Adi.
“Ti-ti-tidak usah,dia menolak dengan lemah”
Sontak Davino semakin murka melihat perlakukan Aresya, dirinya dicuekin tetapi Adi seorang pangawal diberi perhatian.
Ia keluar dengan kesal mencabut selang infus dari tanganya, imasuk kedalam kamar sendiri.
Davino cemburu melihat perlakukan Aresya yang mengacuhkannya, Adi hanya seorang pangawal diberi perhatian, kini ia tahu bagaimana sakitnya dicuekin bahkan tidak dianggap, Aresya wanita cantik saat ini setiap mata yang melihat pasti akan kagum.
‘Ada apa ini? Apa Adi lebih berharga dariku? Ucap Davino dalam hati.
Saat tiba dalam kamar, kamar yang di tempati dengan Kirana, Davino baru menyadari kalau ia meninggalkan kamar itu sudah berhari-hari, bahkan ia baru menyadari kalau Kirana tidak ada di rumah, untuk pertama kali baginya tidak menelepon wanita itu selalam berhari-hari.
Kalau biasanya ia bertengkar setengah hari saja ia sudah panik dan gelisah namun, kali ini, ia merasa biasa saja, tidak menjemput Kirana ke rumah orangtuanya, jangankan menjemput, menelepon dan menanyakan kabar saja tidak melakukanya.
“ Aku bisa lupa dan bisa bersikap tenang seperti ini, padahal tidak ada Kirana di sini, kenapa aku bisa melupakanya,” ucap Davino, ia mengambil ponselnya ingin menghubungi Kirana.
Tok… Tok….
“Masuk”
Belum juga ia menelepon wanita yang sudah ia nikahi tiga tahun yang lalu itu, namun, suara ketukan pintu menghentikanya. Lilis berdiri di depan pintu dengan wajah ragu.
“Ada apa, Lis?” tanya Davino melirik kanan-kiri.
“Pak Davino, boleh saya bicara di dalam?”
Davino mengangguk tanda iya, meminta masuk ke dalam kamar seorang yang sudah menikah, apa lagi yang ia datangi bosnya, seorang lelaki, tentu satu ada hal yang penting yang ia sampaikan, apa lagi yang melakukanya seorang lilis, wanita tegas dan keras, Davino yakin tidak ada niat merayu dari wanita itu.
__ADS_1
“Ada apa, apa ada hal yang penting?”
“Iya, begini pak, saat pak Davino mencari tahu tentang Alir, saat saya masuk ke dalam apartemenya saya menemukan ini, bukankah ini milik pak, Davino?”
Davino memegang sebuah cincin, ia pernah kehilangan cincin miliknya cincin yang penting bagi keluarganya, cincin pemberian Ny. Marisa cincin turun temurun yang selalu di wariskan pada keturunan berikutnya, menurut cerita kalau cincin itu hilang, maka generasi yang menghilangkan tidak akan mendapatkan keturunan, nama cincin itu di sebut penjaga leluhur.
“Kenapa cincin berharga ini ada sama dia?” tanya Davino dengan wajah terlihat bigung.
“Saya tidak tahu saya juga tidak mau menuduh, namun, karena pak Davino memintaku menyelidiki lelaki itu dengan diam-diam aku melakukanya, oh, ini juga barang ini pernah lihat Lilis memberikan sebuah jam tangan mahal milik Davino yang, ia temukan di apartemen Alir.
Tiba-tiba Davino terdiam dengan tatapan mata kosong melihart kedua benda yang ada di tangannya.
“Terimakasih Lis, bisakah saya minta tolong jangan memberitaukan siapapun tentang ini? Baik itu omah atau siapapun” ucap Davino .
“Baik Pak, saya pamit dulu”
Dengan langkah cepat, ia meninggalkan kamar Davino, ia lansung mengerjakan pekerjaannya seperti biasa mengatur jadawal para pengawal dan tugas supir, kali ini ia melakukan sendiri karena Adi masih sakit.
Kalau biasanya lelaki itu yang melakukanya namun hari ini Lilis terpaksa mengambil alih pekerjaan Adi karena lelaki itu masih kedaan sakit, ada lima belas orang yang bekerja sebagai pengawal di keluarga Erlangga, belum termasuk asisten rumah tangga, tukang kebun supir, semua orang yang sudah dapat pelantikan khusus.
Aresya saat ini memiliki dua orang bodyguard Marisa terpaksa menambah pengawalan lagi setelah kehamilan Aresya.
Davino masih diam, kini ia mendapatkan Karma dari perbuatannya, saat ia menyakiti Aresya, kini ia juga di selingkuhi istrinya.
Bersambung ….
Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari
Baca juga karyaku yang lain ya.
-Aresya(TERBARU)
-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (Tamat)
__ADS_1
Bintang kecil untuk Faila (tamat)