Aresya

Aresya
Apakah Istriku Selingkuh?


__ADS_3

Saat Davino sedang tidur ia tiba-tiba bermimpi buruk, melihat Aresya didatangi mahluk menyeramkan.


Yang ingin membawa pergi, mahluk itu melihat Aresya sudah berubah sangat cantik, iblis sangat marah. Lalu menyeret tubuh Aresya ke hutan, Davino berlari mengikuti.


Awalanya ia marah pada Aresya, Namun saat ia berdiri ia melihat Aresya bukan wanita biasa, dalam mimpi Ia seperti seorang putri dari kayangan.


“Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kita tiba-tiba di sini?” tanya Davino  bigung dalam mimpi , tetapi, Aresya terlihat tenang, ia berjalan menyusuri hutan menyeramkan itu.


Hingga tiba-tiba dari balik pepohonan terbang sebuah bayangan hitam besar  mengikuti langkah mereka, makluk bayangan itu menyambar tubuh Aresya membawanya terbang,  melayang di udara. Davino mengejarnya bayangan tersebut mencoba menyelamatkan Aresya, tetapi,  dengan gerakan tiba-tiba bayangan hitam itu,  melempar tubuh wanita itu  kedalam jurang.


“Aresya ....! ”Teriak Davino.


Davino mengejar ke jurang, tetapi Aresya telah menghilang, ia meyesali dan menyalahkan dirinya karena tidak dapat menyelamatkan istrinya, walau ia tidak pernah menyukai Aresya,  namun  saat itu hanya mereka berdua yang berada dalam hutan,


Ia terbangun ternyata napas terengah-engah,  ia hanya mengalami mimpi buruk, tubuhnya masih berbaring di atas ranjang, duduk dengan nafas terengah-engah, mimpi buruk itu bahkan membuat tubuhnya berkeringat karena takut.


‘Gila, ternyata hanya mimpi, kenapa aku bermimpi seperti itu. Siapa dia sebenarnya?’ tanya Davino dalam hati, ia menatap kearah Aresya yang masih tertidur  dengan posisi tubuh kearah Adi, ia  semakin kesal karena Omanya  ada dalam kamar itu, membiarkan Aresya tidur nyenyak dengan  posisi tempat tidur berdekatan dengan asistennya.


“Kamu tidak apa-apa?”  tanya Ny. Marisa memegang kening Davino.


“Tidak apa-apa,” kilahnya membaringkan tubuhnya lagi.


“Baiklah istrirahatlah Oma akan menunggu kalian bangun, omah ada di ruang depan”


“Iya” jawab Davino matanya terlihat sinis.


Ny. Marisa menyelimuti Aresya dengan penuh perhatian, tetapi, tetap membiarkan posisi ranjang menjauh dari Davino membiarkan dekat dengan Adi.


Saat omahnya pergi, Davino bangun dengan  raut wajah kesal, ia menendang –nendang ranjang Aresya.


“Ada apa?” tanya Aresya dengan mata memerah, ia terbangun.


“Apa kamu akan tidur di sini sampai sore? Sana keluar!  Kamu tidak terluka kenapa harus tiduran di sini? Ingin dekat-dekat denganku, masih kurang yang kita lakukan di hutan itu. Masih kurang?”


“ini orang ngomong apa, sih?"desis Aresya kesal, ia menarik selimut dan tidur lagi masih dengan posisi mengahap Adi memunggungi Davino.


“Hei, kamu itu tidak punya sopan santun, suamimu lagi bicara kamu memunggiku ”ucap Davino  marah.


'Aku tidak pernah menganggapmu suami' Aresya membatin.

__ADS_1


Aresya diam, ia malas menanggapi apa yang di katakan Davino


Tapi mendengar Davino bicara seperti itu,  lelaki bertato itu membuka matanya dengan perlahan, ia juga kaget saat Aresya  ada di depanya, hanya jarak berapa jengkal saja darinya.


“Kak Adi sudah bangun?”Tanya Aresya dengan senyuman manis.


‘Non … Aresya cantik’ Mata Adi menatap kaget.


Adi hanya menganguk lemah dengan mata masih menatap Aresya


 “Apa kak Adi mau minum?” Aresya bangun  menuangkan  air putih ke gelas menyodorkan ke Adi.


“Ti-ti-tidak usah,dia menolak dengan lemah”


Sontak Davino semakin murka melihat perlakukan Aresya, dirinya dicuekin tetapi Adi seorang  pangawal diberi perhatian.


Ia keluar  dengan kesal mencabut selang infus dari tanganya, imasuk kedalam kamar sendiri.


Davino cemburu melihat perlakukan Aresya yang mengacuhkannya, Adi hanya seorang  pangawal diberi perhatian, kini ia tahu bagaimana sakitnya dicuekin bahkan tidak dianggap, Aresya wanita cantik saat ini setiap mata yang melihat pasti akan kagum.


‘Ada apa ini? Apa Adi lebih berharga dariku? Ucap Davino  dalam hati.


 Saat tiba dalam kamar, kamar yang di tempati dengan Kirana, Davino baru menyadari kalau ia meninggalkan kamar itu sudah berhari-hari, bahkan ia baru menyadari kalau Kirana tidak ada di rumah, untuk pertama kali baginya tidak menelepon wanita itu selalam berhari-hari.


Kalau biasanya ia bertengkar setengah hari saja ia sudah panik dan gelisah namun, kali ini,  ia merasa biasa saja,  tidak menjemput Kirana ke rumah orangtuanya, jangankan menjemput, menelepon dan menanyakan kabar saja  tidak melakukanya.


“ Aku bisa lupa dan bisa bersikap tenang seperti ini, padahal tidak ada Kirana di sini, kenapa aku bisa melupakanya,” ucap Davino, ia mengambil ponselnya ingin menghubungi Kirana.


 Tok… Tok….


“Masuk”


Belum juga ia menelepon  wanita yang sudah ia nikahi tiga tahun yang lalu itu, namun,  suara ketukan pintu menghentikanya. Lilis berdiri di depan pintu dengan wajah ragu.


“Ada apa,  Lis?” tanya Davino melirik kanan-kiri.


“Pak Davino,  boleh  saya bicara di dalam?”


Davino mengangguk tanda iya,  meminta masuk ke dalam kamar  seorang yang sudah menikah, apa lagi yang ia datangi bosnya,  seorang lelaki, tentu satu  ada hal yang penting yang ia sampaikan, apa lagi yang melakukanya seorang  lilis, wanita tegas dan keras, Davino yakin tidak ada niat merayu  dari wanita itu.

__ADS_1


 “Ada apa, apa ada hal yang penting?”


“Iya,  begini pak, saat pak Davino mencari tahu tentang Alir, saat saya masuk ke dalam apartemenya saya menemukan ini, bukankah ini milik pak,  Davino?”


Davino memegang sebuah cincin, ia  pernah  kehilangan cincin miliknya cincin yang penting bagi keluarganya,  cincin  pemberian Ny. Marisa  cincin turun temurun yang  selalu di wariskan pada keturunan berikutnya, menurut cerita kalau cincin itu hilang,  maka  generasi yang menghilangkan  tidak akan mendapatkan keturunan, nama  cincin  itu di sebut  penjaga leluhur.


“Kenapa cincin berharga ini ada sama dia?” tanya Davino dengan wajah terlihat bigung.


“Saya tidak tahu saya juga tidak mau menuduh, namun, karena pak Davino memintaku menyelidiki lelaki itu dengan diam-diam aku melakukanya, oh, ini juga barang ini pernah lihat Lilis memberikan sebuah jam tangan mahal milik Davino yang, ia temukan di apartemen Alir.


Tiba-tiba Davino terdiam dengan tatapan mata kosong melihart kedua benda yang ada di tangannya.


“Terimakasih Lis, bisakah saya minta tolong jangan memberitaukan siapapun tentang ini? Baik itu omah atau siapapun” ucap Davino .


“Baik Pak, saya pamit dulu”


Dengan langkah cepat,  ia meninggalkan kamar Davino, ia lansung mengerjakan pekerjaannya seperti biasa mengatur jadawal para pengawal  dan tugas supir, kali ini ia melakukan sendiri karena  Adi masih sakit.


Kalau biasanya lelaki itu yang  melakukanya  namun hari ini Lilis terpaksa mengambil alih pekerjaan Adi karena lelaki itu masih kedaan sakit, ada lima belas orang yang bekerja  sebagai pengawal di keluarga Erlangga, belum termasuk asisten rumah tangga, tukang kebun supir,   semua  orang yang sudah dapat pelantikan khusus.


Aresya saat ini memiliki dua orang bodyguard Marisa terpaksa menambah pengawalan lagi setelah kehamilan Aresya.


Davino masih diam, kini ia mendapatkan Karma dari perbuatannya, saat ia menyakiti Aresya, kini ia juga di selingkuhi istrinya.


Bersambung ….


Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari


Baca juga karyaku yang lain ya.


-Aresya(TERBARU)


-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (Tamat)

__ADS_1


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2