
Davino belum dapat menerima kehadiran Areyani dalam rumahnya, bahkan sangat membencinya, baik Arkan anak yang ia tungu-tunggu selama ini tidak mau lihat. Kehilangan Aresya satu pukulan besar untuknya.
“Kenapa kehilanganmu sangat menyakitkan Resya… banyak hal yang ingin aku katakan padamu, tidak seharusnya aku menyakitimu saat itu, tolong maafkan aku, kenapa kamu tidak memberiku kesempatan untuk minta maaf, sebelum kamu pergi, kamu membiarkanku memikul rasa bersalah ini selamanya,” ucap Davino menatap foto Aresya. Bayangan saat ia menolak dan menyakiti Aresya saat itu membuatnya sangat bersalah. Penyesalahan satu beban yang sangat menyakitkan.
Satu harian Davino hanya tidur di kamarnya, tidak keluar, ia tidak memperdulikan kehadiran Areyani dan putranya.
Namun Davino tidak memperdulikan kehadiran Areyani tidak mau keluar dari kamarnya,
ia menuduh orang yang melakukan itu pada Aresya adalah omahnya. Davino menuduh omanya penyebab Aresya meninggalkannya.
Tok… Tok …
Suara pintu membangunkannya dari lamunan dan dari kesedihanya.
“Siapa?”
“Ini Oma, buka pintunya, Nak.”
“Ada apa Oma, aku lagi tidur, nanti aku turun”
“Sapalah anak dan Areyani”
“Tidak usah, katakan pada mereka aku belum siap, jangan memaksaku”
“Baiklah, Nak,” jawab Ny. Marisa menghela napas ia juga tahu ia kalau ia salah, lebih berpikir tidak memaksa Davino.
Saat Areyani di bawah untuk tinggal di rumah keluarga Elangga. Davino memutuskan meninggalkan rumah keluarganya, ia merasa omanya tidak bisa mengahargainya.
*
Sesuai pesan Aresya padanya. Areyani memulai dengan Adi lelaki yang akrap dengan Aresya.
“Selamat pagi pak,” sapa Yani dengan ramah menatap lelaki yang sedang menyuci mobil di depanya.
“Eh Non Aresya, apa kabar kita semua sangat merindukan Non,” ucap Adi tidak lama kemudian melihat Areyani mengobrol dengan Adi anak-anak yang lain pada datang berkerumun.
“Ini untuk bapak,” ucap Areyani memberikan ponsel keluaran terbaru saat itu, Adi yang sangat menginginkan benda itu wajahnya sumbringah kegirangan “Katanya bapak pasti menyukainya,”lelaki itu orang yang menyukai ponsel yang keluaran yang baru. Sering sekali ian menjual ponsel lama dan beli yang baru.
“Eh makasi Non, tumben kirain tidak ingat lagi denganku,” ucap Adi ia tidak menyadari kalau wanita yang di hadapanya bukanlah wanita yang selama ini yang ia jaga dan ia cintai dengan diam-diam, Adi hanya tersenyum pada Areyani dalam hati kecilnya ia ingin memeluk Aresya.
“Buat aku tidak ada?” tanya Lilis bercanda.
__ADS_1
“Maaf tidak ada, dia hanya memberikan satu,” ucap Areyani.
“Dia siapa? Apa ada Adi memiliki wanita idaman diam-diam?” tanya Lilis anak-anak yang lain menatap Areyani.
“Aku mau bilang kebenaranya pada kalian biar tidak ada kesalapahaman, aku bukan Aresya.”
“Apa?” Adi menatap sebentar lalu tertawa kecil, ia pikir Aresya bercanda.
Namun, Lilis menatap dengan dalam, ia menyadari sesuatu, kalau yang di hadapanya saat ini bukanlah Aresya sering bersama Aresya semasa hidup, ia bisa mengenalinya.
“Apa kamu Areyani?” tanya Lilis menatap dengan serius.
“Ya”
“A-a-apa maksudnya, apa Resya punya kembaran?”
“Iya aku kembaran Aresya,” jawab Areyani dengan tatapan sedih.
Henro, Adi, LIlis, Rini, mematung menatap Areyani sangat mirip dengan Aresya mereka hanya terdiam tidak percaya.
“Dia kemana?”
“Aresya sudah meninggal.”
“Aku tidak percaya, ini sangat menyakitkan, tadi aku sangat senang saat melihat Aresya, ternyata aku salah, ternyata yang aku lihat saudara kembaranya,” ucap Hendro.
“Sudah berapa lama dia pergi?” tanya Adi lagi tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Teman-temannya menyadari hal itu, kedekatan Aresya dan Adi sudah seperti adek dan kakak, bahkan Davino sampai beberapa kali merasa cemburu melihat kedekatan Adi dengan Aresya.
Akan tetapi, wanita yang ia cintai sepihak itu sudah tiada, ia sudah meninggalkan dunia ini tanpa pamit dengannya.
“Dia sudah pergi selama dua tahun,” ucap Areyani.
Meraka semua terdiam , masih sangat jelas dalam ingatan mereka bagaimana mereka liburan bersama Aresya, ia bisa menjadi teman yang baik pada para pengawalnya
Wajah sedih terlihat dari pengawal Aresya, orang-orang itu tidak pernah merasa sakit hati di buat Aresya, mereka mengenal Aresya orang yang baik ramah dan tidak pernah membeda-bedakan status antara mereka.
Ny. Marisa datang, menghela nafas panjang lagi, ia tahu orang-orang itu pasti terkejut dengan apa yang mereka dengar.
“Aku berharap bagaiamana kalian menjaga Aresya kalian juga memperlakukan Areyani seperti itu, kalian sudah tahu mereka saudara kembarnya, namanya Areyani, mulai hari ini akan jadi bagian dari keluarga ini, jadi pengawalan pada Aresya saat ini berlaku untuk Areyani,” ucap Ny. Marisa.
Wajah mereka semua terlihat datar tidak ada yang menyahut, mereka semua masih terdiam , Rini masih menangis dengan sedih.
__ADS_1
“Baik Bu,” jawab Lilis dengan suara berat hati
“Aku merindukan Aresya,” ucap Rini
“Jika ada kesalahan dia semasa hidup, tolong di maafkan,” ucap Areyani.
“Iya, mungkin ada kesalahan baik yang tidak disengaja, tolong dimaafkan ya,” ucap Ny. Marisa.
“Apa yang terjadi padanya, Bu?” tanya Lilis.
“Dia kecelakaan satu tahun setelah melahirkan, dia terjatuh dari lantai satu, kepalanya terluka dan tidak terselamatkan,” ujar Ny. Marisa.
Ia menyembunyikan tentang kecelakaan yang terjadi pada Aresya, tidak mungkin baginya bercerita kalau Aresya bertarung dengan mahluk jahat yang datang dari masa lalu yang keluarganya dan mengincarnya dirinya. Anak-anak buahnya tidak ada yang tahu tentang kekuatan yang di miliki Aresya, hanya Lilis yang tahu kalau Aresya dan keluarga Erlangga memiliki kelebihan memiliki kekuatan layaknya orang-orang super.
Ny. Marisa dan semua keluarga menyembunyikan semua itu, mereka hidup biasa, layaknya orang biasa.
“Apa Aresya di makamkan di sini?” tanya Adi sama seperti Davino tidak percaya kalau belum melihat kuburanya.
“Kakak dimakamkan sangat jauh,” ucap Areyani.
Adi hanya menganguk kecil dalam hatinya tidak ada yang tahu kalau ia menangis sedih, tidak ada yang tahu kalau ia mencintai diam-diam majikanya,bahkan fhoto Aresya dalam dompetnya masih tersimpan rapi.
Sikap Aresya yang memperlakukanya dengan baik,membuat lelaki pemilik tato di wajah itu merasa nyaman dan merasa di hargai. Hanya Aresya wanita yang ia kenal tidak merasa takut padanya.
Kini wanita itu baik itu sudah pergi kealam baka meninggalkan kenangan indah pada orang-orang yang mencintainya. Adi hanya menatap sedih benda berbentu segi empat itu, ponsel yang ia inginkan itu mendadak tidak ada nilainya di mata Adi saat tahu kalau Aresya sudah meninggal.
Aresya mendonorkan hatinya untuk Areyani, bukan hany hatinya bahkan ia juga memberikan anak dan suaminya untuk Areyani, bahkan seluruh hidupnya a berikan untuk kembaranya.
“Dari dulu, aku dan kamu saat menderita hidup dalam tekanan dan di kejar iblis, tetapi kali ini aku akan memberikan kmu kehidupan yang indah,” ujar Aresya saat itu, lalu ia memutuskan memberikan hatinya untuk san adik.
Setelah Davino tahu kalau Aresya sudah meninggal Davino sangat berubah, ia menghukum semua orang-orang yang pernah mencelakai istrinya, termasuk Difi ibu tirinyaia memasukkan wanit itu ke penjara bersama putranya, bukan hanya itu saja Kirana dan keluarganya ia jebloskan ke penjara, lalu ia memimpn perusaan milik keluarganya dengan baik.
Tetapi sayang Davino tidak menerima Areyani sebagai pengganti Aresya, baginya wanita itu satu-satunya di hidupnya, Davino juga berjanji ia tidak akan memiliki wanita lagi sampai sisa hidupnya, ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Aresya, ia juga sangat menyesal karena pernah menyakiti Aresya dulu.
‘Kamu sukses menghukumku dengan berat Aresya, kamu meninggalkanku dan tidak memberiku kesempatan meminta maaf’ ucap Davino dalam hati.
Marisa dan ayah Davino akhirnya bisa menikmati hidup setelh Davino bisa diandalkan mengurus perusahaan, mereka memutuskan menyerahkan perusahaan sepenuhnya pada Davino Erlangga.
Marisa, pindah keluar negeri ia tinggal di sana bersama putranya dan cucunya.
Sementara Areyani, memutuskan keluar dari rumah Davino dan kembali ke planet mereka, ia akan hidup di sana sebagai putri.
__ADS_1
Tamat.