
Mendengar Aresya dalam bahaya, Lilis dan Davino berlari ke rumah Aresya. Suasana semakin mencekam saat terdengar suara tembakan dalam rumah.
“Oh, apa mereka menembak orang hamil, itu keterlaluan,” ujar Difi berpura-pura ikut panik .
‘Aku berharap wanita bunting itu mati bersama bayi dalam kandungannya’ Kirana membatin.
Sementara Nyonya Marisa memegang dadanya, ia takut para penjahat itu menghabisi Aresya dan bayinya.
“Aku berharap dia selamat, tolong jangan ambil mereka.”Ia memohon dalam hati.
“Jangan khawatir Oma dia akan baik-baik saja.” Kirana berpura-pura bersimpati, tetapi dalam hatinya ia berharap Aresya dan bayi dalam rahimnya mati.
“Ya, baiklah,” ucap Ny. Marisa.
Tetapi ia tahu kedua wanita itu tidak menginginkan Aresya dan anaknya.
Di sisi lain.
Tadinya Aresya ingin menggunakan kekuatannya untuk melenyapkan para penjahat itu dengan kekuatannya, tetapi ia mengurungkan niatnya, tidak ingin iblis yang mengincar tubuhnya di saat ia hamil anak Davino.
“Apa yang harus aku lakukan … jika aku diam, bayi ini akan mati. Tapi jiga aku menggunakan kekuatan aku dan bayi ini akan ditemukan makluk jahat.” Aresya bigung.
Saat ia dalam kepanikan, tiba-tiba para bajingan jahat itu masuk …
Suara tembakan terdengar lagi dari dalam rumah, Lilis masuk keempat orang itu melarikan diri.
Aresya meringkuk memegangi bagian perut, ia meringis kesakitan
“Non Aresya!” pekik Lilis panik.
Davino dengan panik mengangkat tubuh istrinya ke mobil membawanya kerumah sakit.
Darah segar menetes dari perutnya
“Bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit,” ujar Davino panik ia menutup luka itu dengan tangannya.
Pak Darma menyalahkan mesin mobil tangannya gemetar karena panik, ini bukan pertama kalinya ia melihat orang terluka, itu sudah hal biasa baginya. Tetapi melihat orang yang amat terpenting di keluarga Erlangga terluka itulah yang membuatnya panik.
‘Bagaimana dengan bayinya, apa meninggal?’ Ia melirik kaca ke belakang.
Wajah Davino pucat, ia berusaha menahan darah agar tidak mengalir dari luka yang di tembak.
“Tolong selamatkan kami,” ujar Aresya dengan suara parau.
“Baiklah … bertahanlah, jangan banyak bergerak,” ujar Davino memeluk tubuh Aresya di pangkuannya.
Tidak berapa lama, mereka tiba di rumah sakit
*
“Maafkan saya Nyonya, saya gagal menjaga Nona Resyah,” ucap Adi berlutut saat mereka menunggu Resya di rumah sakit.
__ADS_1
Ny. Marisa sangat marah. “Apa yang kalian kerjakan!” Ia membentak Adi.
Davino, Karina mereka hanya diam, Davino hanya bisa menunduk, kalau ia tadi lebih cepat , mungkin masih bisa selamat.
“Siapa yang melakukanya Kali ini? tanya Ny. Marisa dalam hatinya.
Dua orang Dokter keluar dari ruangan Aresya, wajah mereka berdua terlihat sangat cemas.
“Kita bicara di ruangan saya Bu,” ucap dokter melirik Marisa
“Kalian di sini saja”
.
‘Oma selalu saja seperti itu’ Davino merasa kesal, tapi ia tidak mengatakan apa-apa, walau ia tidak memiliki perasaan sedikitpun pada Aresya tapi ia tetaplah suaminya.
“Tidak apa-apa sayang jangan diambil hati,” ucap Kirana mengusap punggung tangan Davino.
Davino bersikap baik-baik saja, tapi hatinya bergejolak biar bagaimanapun ia bersedih juga karena ia tahu kalau Aresya past sudah kehilangan anak yang di kandung.
Dalam ruangan dokter Ny Marisa terlihat duduk lemas, dokter harus memberinya segelas air, untuk menenangkanya, karena dari semua yang orang ia adalah orang paling bersedih, karena ia sudah berusaha keras untuk menjaga Aresya.
“Beruntung Bu, dia bisa di selamatkan, tetapi dia meminta kami untuk merahasiakannya.”
“Apa maksudnya …. Apa kandungannya selamat?” Wajah Marisa kaget.
“Ya Bu, tetapi Aresya memina kami untuk merahasiakannya”
“Tetapi Bu, ini akan jadi tugas besar, untuk melindunginya”
“Aku Tahu, Dok”
“Ada satu hal lagi .. dari hasil yang kita periksa dari makanan yang Aresya makan, sepertinya ada orang yang lain juga yang ingin membunuh mereka, artinya ada musuh dalam selimut di rumah itu, orang yang tidak suka dengan kehamilanya ”
“A-a-apa makanan?”
“Iya, suntikan, tujuan utama dari suntikan untuk mengentalkan darah dan lambat laun kalau darah mengental akan gagal jantung ini semacam membunuh tanpa jejak, itu artinya ada dua bentuk penyerangan pada Nona Aresya”
“Iya ampun padahal saya sudah menjaga dengan ketat masih bisa kecolongan juga”
‘Siapapun yang melakukan itu pada Aresya pasti suatu saat akan aku temukan’ Marisa mengepal tangannya.
Setelah berbicara dengan dokter, merekka sepakat akan mengabarkan kalau Aresya keguguran.
Ia keluar dari ruangan dokter, Davino dan Kirana masih duduk menunggu, tapi Bimo sudah pulang.
“Bagaimana, Oma?” Davino berdiri diikuti Kirana.
“Kalian pulang saja, kasihan Istrimu dia sudah kedinginan ini sudah pagi, dia pasti capek”
“Tapi apa yang terjadi padanya?”
__ADS_1
“Besok saja, dia juga belum sadar”
Ny. Marisa enggan menjelaskan apa yang terjadi pada Davino, baginya. Davino tidak perlu tahu bagaimana kedaan Resya.
“Baiklah, kami pulang.” Ia terlihat kecewa saat Omanya tidak menganggapnya sedikitpun.
*
Dalam ranjang rumah sakit, Aresya masih berbaring lamah, keberuntungan masih berpihak padanya, pekluru tidak mengenai rahimnya, peluru hanya melukai tulang pinggangnya.
“Bu, dia dalam bahaya kalau masih di rumah sakit ini, kalau lelaki yang tadi itu tahu misinya tidak berhasil pasti mereka akan mendatangin Nona Resya lagi” ucap Lili berbisik dengan mata waspada bak burung elang.
“Kamu benar, apa yang harus kita lakukan, saya benar-benar tidak bisa berpikir lagi,” ucap Ny. Marisa memijat kepalanya.
“Kita keluarkan dulu dari sini Bu, nanti baru kita cari untuk tempat yanga aman”
Seorang suster membantu Aresya melepaskan selang yang menempel di tubuhnya, ikut juga menemani Aresya.
Mengeluarkan Aresya dari rumah sakit pakai drama bak di flim-flim Hollywood karena adengan kejar-kejaran, Lilis yakin kalau mereka sudah diawasi seseorang terpaksa ia dudukkan di kursi roda berpura-pura sebagai Aresya, wajahnya di tutupi, dan di dorong pakai kursi roda, apa yang diperkirakan semua benar, saat ia keluar dari rumah sakit, di bawa pakai mobil dua orang mencegat mobil yang ditumpangi Lilis, tepat diparkiran rumah sakit, mereka berpikir kalau yang mereka ikuti adalah Aresya.
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terima kasih sudah baca karya saya,semoga kakak suka dan terhibur dengan karya saya,bantu komen dan kasih masukan di setiap bab ya.
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia(tamat)
Bintang kecil untuk Faila (tamat
Pariban Jadi Rokkap(ongoing)
__ADS_1