Aresya

Aresya
Wanita Muda untuk Tuan Muda


__ADS_3

Setelah memukuli Aresya  dari malam , paginya juga masih berlanjut, Davino merasa sangat kesal.


“Carikan aku mangsa lagi,” ujar Davino pada asisten.


“Baik Pak”


Lelaki bertubuh tinggi kekar itu  bodyguarg Davino yang melakukan semua kemuannya. Kali ini ia akan mencari gadis muda yang masih perawan untuk memuaskan sang Bos.


Davino berani mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar untuk mendapatkan wanita muda yang masih perawan , ia akan semakin bersemangat saat melihat lawan mainnya di ranjang kesakitan ataupun ketakutan.


Setelah beberapa lama menunggu dalam kamar  mansion miliknya,


Jery  bodyguard meneleponya kembali.


“Pak, saya mendapatkannya”


“Sebutkan jenisnya ….”


“Gold seperti biasa Pak”


“Apa tidak ada Platinum?”


“Susah Pak, ada yang tipe seperti itu tetapi  ibu tirinya yang ingin menjualnya ….”


“Baiklah bawa dia ke kamarku”


“Baik Pak”


Kode  umur gold  anak remaja perawan yang umurnya di bawah duapuluh tahun,  sedangkan platinum yang ia maksud anak dibawah umur. Lelaki itu memang iblis jahat yang suka memakai anak  di bawah umur .


Jery membawa turun anak perempuan muda yang  memakai dress mini berwarna merah menyala, saat turun dari mobil matanya di tutup dengan sebuah kain, Davino tidak ingin para wanita-wanita muda yang ia pakai mengetahui mansion miliknya.


“Dengar  …! uangnya nanti akan saya transfer ke rekeningmu, sesuai permintaan kamu, mami yang merekomondasikan kamu,  hanya mendapat berapa persen saja,” bisik Jery saat membawa wanita itu turun.


“Baik Tuan,” sahut wanita itu dengan percaya diri.


“Tetapi sebelum kamu naik ke kamar tuan muda kami, aku ingin bertanya sekali lagi . Apa kamu benar  masih perawan?”


“Iya Tuan saya masih perawan, saya masih duduk di bangku kelas delapan,” ujarnya dengan yakin.


“Baiklah, kalau begitu kamu bersedia diperiksa sebelum diantar ke kamar Tauan muda kami kan?”

__ADS_1


“Tidak usah diperiksa Tuan, saya masih original Kok, hanya  ingin membeli ponsel mahal seperti teman-teman saya, saya hanya ingin berpoya-foya seperti mereka,” ujarnya lagi.


“Saya tidak mau dapat masalah, jika kamu tidak perawan, maka kami semua akan dapat masalah,’ ujar Jery.


“Baiklah.” Ia setuju.


Dibawa kesebuah ruangan pemeriksaan, di sana sudah ada dua orang   yang akan memeriksanya.


Tiba dalam ruangan itu, ia di minta melepaskan pakaiannya di minta berdiri di hadapan seorang wanita yang berpakaian seragam.


Pertama wanita itu memegang bagian  dua bukit sintal yang masih sangat ranum tersebut memegang dan meneliti ke aslian buah itu, setelah di pegang wanita itu mengangguk memberi kode.


“Berbaringlah,” ujar wanita itu lagi.


Ia berbaring  tanpa membantah,.


“Buka kakinya.” Ia menurut, tidak lama kemudian wanita itu memakai sarung tangan dan memasukkan jari telunjuk ke lubang milik wanita muda tersebut. Saat jari itu dimasukkan melakukan beberapa gerakan di bawah sana.


“Auh sakit ….!”


“Baiklah kamu boleh bangun,” ujar waniita itu lagi.


Setelah melakukan tes,  barulah akan disajikan pada Davino, memakai kembali penutup mata dan membawa ke kamar sang tuan Muda.


“Iya terimakasih Tuan, kenapa sih wajahnya harus di tutup?” Tanya wanita muda tersebut mulai merasa tegang karena  lampu di kamar itu remang-remang saat ia menoleh kesamping ada beberapa prorperti yang akan   di gunakan Davino dalam permainan.


“Apa kamu sudah siap?” tanya Davino.


“Iya sudah, semakin cepat melakukannya semakin cepat aku mendapatkan uangku,’ ujarnya lagi.


“Baiklah, aku mulai dari   sini.” Davino mengikat tangannya di ranjang dan  setelah melepaskan pakain wanita tersebut.


“Apa yamg akan tuan lakukan? Tidak bisakah kita langsung memasukkannya?”


“Saya tidak akan membayar kamu mahal-mahal kalau hanya langsung memasukkannya, saya ingin bermain-main dulu, apa kamu keberatan? Jika kamu keberatan aku memberimu pilihan pergi dan kembalikan uang saya atau kamu tetap di sini dan ikuti permainan “


“Baiklah saya akan mengikuti permainannya,” ujar wamita tersebut.


Membayangkan nilai nomil bayaran yang akan diterima nanti setelah keluar dari kamar tersebut  membuatnya bersemangat membuang semua kerahguan dan ketakutan dalam hatinya.


‘Aku akan masuk daftar wanita populer di sekolah tidak ada lagi nanti yang akan membuliku dengan uang sebanyak itu aku bisa berpoya-foya membeli semua yang aku inginkan’ ucapnya dalam hati.

__ADS_1


“Baiklah, kamu berteriak  menjerit sesuka hatimu luapkan semuanya apa yang kamu rasakan, semakin kamu berteriak semakin aku bersemangat,’ ujar Davino memberi arahan.


“Baiklah Tuan”


Setelah tanganya di ikat terlentang ke papan lingkaran  kini kakinya juga di lebarkan dan  dikat ke papan tersebut, lalu papan  itu ia putar kepala wanita itu kebawa dan kakinya  keatas.


Melihat tidak ada suara atau penolakan Davino memutar lagi dan  ia menari  cambuk dan mengayunkannya ke tubuh wanita tersebut mengenai perut.


“AAA ….!” Teriaknya kesakitan.


Lalu rotan itu terayun dan menghantam tubuhnya kedua kali, tiga kali, hingga meninggalkan luka di sekujur tubuhnya.


Wanita yang  penjual itu menangis,  demi apapun ia tidak pernah menduga kalau  uang yang akan ia dapatkan tidak semudah yang ia bayangkan.


“Sakit ….!” Ujarnya  menangis.


Davino tidak akan melepaskanya walaupun ia memohon  dan bersujid si kakinya karena peawaran sudah habis.


Davino mendekatkan wajahnya dan menjulurkan lidahnya menjilati luka di sekujur tubuh wanita itu, lalu menarik rambunya membuatnya semakin kesakitan ia berteriak, mendengar teriakan kesakitan itu  bagian tubuh lelaki itu semakin bersemangat ,  menyalahkan sebatang rokok  dan menyulutnya rokot  tersebut  ke tubuh yang terluka  wanita itu berteriak lagi.


“Ampun tuan aku menyerah,” ucapnya terisak-isak.


Tetapi semua itu sudah terlambat, Davino memutar papan lingkaran itu lagi wanita itu kehabisan suara dan mulai lemas, melihat lawan mainya mulai lemas, ia melepaskan tali dan mendorong tubuhnya ke atas ranjang sebelum wanita pingsan ia akhirnya melakukan permainan terahir membuka kaki wanita yang sudah babak belur itu dengan kasar san memasukkan  pedang  itu itu ke gua milik wanita muda tersebut.


Wanita muda itu berteriak kesakitan ia menangis   kuat mendorong tubuh Davino.


“Aaah sakit  ….!”


“Berteriaklah baby lepaskan suaramu itu membuatku sangat puas,” ujar Davino memompa tubuhnya  naik turun.


“Aaah sakit lepaskan Tuan aku menyerah ini sangat sakit,” ujarnya menangis.


“Berteriaklah sayaht lepaskan semunya agar aku melepaskanmu,” ujar Davino.


Menghentakkan tubuhnya dengan kuat dan mencengkram  kedua bukit itu dengan kuat.


“AAA Sakit! AAAA !” Teriaknya brontak dan terkulai lemas.


Melihat wanita itu terkulai lemas, Davino   melakukan sesi terahir , ia menghentakkan beberapa kali lagi, akhirnya ia mengeluarkan suara panjang.


Setelah memuaskan keinginan tubuhnya ia  membersihkan diri membiarkan wanita mudah itu terkulai lemas, ia keluar  kamar setelah berpakaian rapih.

__ADS_1


“Urus wanita itu, lakukan seperti biasa,” ujar Davino lalu ia meninggalkan kamar  dan pulang kerumah.


Bersambung …


__ADS_2