
Setelah memukuli Aresya dari malam , paginya juga masih berlanjut, Davino merasa sangat kesal.
“Carikan aku mangsa lagi,” ujar Davino pada asisten.
“Baik Pak”
Lelaki bertubuh tinggi kekar itu bodyguarg Davino yang melakukan semua kemuannya. Kali ini ia akan mencari gadis muda yang masih perawan untuk memuaskan sang Bos.
Davino berani mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar untuk mendapatkan wanita muda yang masih perawan , ia akan semakin bersemangat saat melihat lawan mainnya di ranjang kesakitan ataupun ketakutan.
Setelah beberapa lama menunggu dalam kamar mansion miliknya,
Jery bodyguard meneleponya kembali.
“Pak, saya mendapatkannya”
“Sebutkan jenisnya ….”
“Gold seperti biasa Pak”
“Apa tidak ada Platinum?”
“Susah Pak, ada yang tipe seperti itu tetapi ibu tirinya yang ingin menjualnya ….”
“Baiklah bawa dia ke kamarku”
“Baik Pak”
Kode umur gold anak remaja perawan yang umurnya di bawah duapuluh tahun, sedangkan platinum yang ia maksud anak dibawah umur. Lelaki itu memang iblis jahat yang suka memakai anak di bawah umur .
Jery membawa turun anak perempuan muda yang memakai dress mini berwarna merah menyala, saat turun dari mobil matanya di tutup dengan sebuah kain, Davino tidak ingin para wanita-wanita muda yang ia pakai mengetahui mansion miliknya.
“Dengar …! uangnya nanti akan saya transfer ke rekeningmu, sesuai permintaan kamu, mami yang merekomondasikan kamu, hanya mendapat berapa persen saja,” bisik Jery saat membawa wanita itu turun.
“Baik Tuan,” sahut wanita itu dengan percaya diri.
“Tetapi sebelum kamu naik ke kamar tuan muda kami, aku ingin bertanya sekali lagi . Apa kamu benar masih perawan?”
“Iya Tuan saya masih perawan, saya masih duduk di bangku kelas delapan,” ujarnya dengan yakin.
“Baiklah, kalau begitu kamu bersedia diperiksa sebelum diantar ke kamar Tauan muda kami kan?”
__ADS_1
“Tidak usah diperiksa Tuan, saya masih original Kok, hanya ingin membeli ponsel mahal seperti teman-teman saya, saya hanya ingin berpoya-foya seperti mereka,” ujarnya lagi.
“Saya tidak mau dapat masalah, jika kamu tidak perawan, maka kami semua akan dapat masalah,’ ujar Jery.
“Baiklah.” Ia setuju.
Dibawa kesebuah ruangan pemeriksaan, di sana sudah ada dua orang yang akan memeriksanya.
Tiba dalam ruangan itu, ia di minta melepaskan pakaiannya di minta berdiri di hadapan seorang wanita yang berpakaian seragam.
Pertama wanita itu memegang bagian dua bukit sintal yang masih sangat ranum tersebut memegang dan meneliti ke aslian buah itu, setelah di pegang wanita itu mengangguk memberi kode.
“Berbaringlah,” ujar wanita itu lagi.
Ia berbaring tanpa membantah,.
“Buka kakinya.” Ia menurut, tidak lama kemudian wanita itu memakai sarung tangan dan memasukkan jari telunjuk ke lubang milik wanita muda tersebut. Saat jari itu dimasukkan melakukan beberapa gerakan di bawah sana.
“Auh sakit ….!”
“Baiklah kamu boleh bangun,” ujar waniita itu lagi.
Setelah melakukan tes, barulah akan disajikan pada Davino, memakai kembali penutup mata dan membawa ke kamar sang tuan Muda.
“Iya terimakasih Tuan, kenapa sih wajahnya harus di tutup?” Tanya wanita muda tersebut mulai merasa tegang karena lampu di kamar itu remang-remang saat ia menoleh kesamping ada beberapa prorperti yang akan di gunakan Davino dalam permainan.
“Apa kamu sudah siap?” tanya Davino.
“Iya sudah, semakin cepat melakukannya semakin cepat aku mendapatkan uangku,’ ujarnya lagi.
“Baiklah, aku mulai dari sini.” Davino mengikat tangannya di ranjang dan setelah melepaskan pakain wanita tersebut.
“Apa yamg akan tuan lakukan? Tidak bisakah kita langsung memasukkannya?”
“Saya tidak akan membayar kamu mahal-mahal kalau hanya langsung memasukkannya, saya ingin bermain-main dulu, apa kamu keberatan? Jika kamu keberatan aku memberimu pilihan pergi dan kembalikan uang saya atau kamu tetap di sini dan ikuti permainan “
“Baiklah saya akan mengikuti permainannya,” ujar wamita tersebut.
Membayangkan nilai nomil bayaran yang akan diterima nanti setelah keluar dari kamar tersebut membuatnya bersemangat membuang semua kerahguan dan ketakutan dalam hatinya.
‘Aku akan masuk daftar wanita populer di sekolah tidak ada lagi nanti yang akan membuliku dengan uang sebanyak itu aku bisa berpoya-foya membeli semua yang aku inginkan’ ucapnya dalam hati.
__ADS_1
“Baiklah, kamu berteriak menjerit sesuka hatimu luapkan semuanya apa yang kamu rasakan, semakin kamu berteriak semakin aku bersemangat,’ ujar Davino memberi arahan.
“Baiklah Tuan”
Setelah tanganya di ikat terlentang ke papan lingkaran kini kakinya juga di lebarkan dan dikat ke papan tersebut, lalu papan itu ia putar kepala wanita itu kebawa dan kakinya keatas.
Melihat tidak ada suara atau penolakan Davino memutar lagi dan ia menari cambuk dan mengayunkannya ke tubuh wanita tersebut mengenai perut.
“AAA ….!” Teriaknya kesakitan.
Lalu rotan itu terayun dan menghantam tubuhnya kedua kali, tiga kali, hingga meninggalkan luka di sekujur tubuhnya.
Wanita yang penjual itu menangis, demi apapun ia tidak pernah menduga kalau uang yang akan ia dapatkan tidak semudah yang ia bayangkan.
“Sakit ….!” Ujarnya menangis.
Davino tidak akan melepaskanya walaupun ia memohon dan bersujid si kakinya karena peawaran sudah habis.
Davino mendekatkan wajahnya dan menjulurkan lidahnya menjilati luka di sekujur tubuh wanita itu, lalu menarik rambunya membuatnya semakin kesakitan ia berteriak, mendengar teriakan kesakitan itu bagian tubuh lelaki itu semakin bersemangat , menyalahkan sebatang rokok dan menyulutnya rokot tersebut ke tubuh yang terluka wanita itu berteriak lagi.
“Ampun tuan aku menyerah,” ucapnya terisak-isak.
Tetapi semua itu sudah terlambat, Davino memutar papan lingkaran itu lagi wanita itu kehabisan suara dan mulai lemas, melihat lawan mainya mulai lemas, ia melepaskan tali dan mendorong tubuhnya ke atas ranjang sebelum wanita pingsan ia akhirnya melakukan permainan terahir membuka kaki wanita yang sudah babak belur itu dengan kasar san memasukkan pedang itu itu ke gua milik wanita muda tersebut.
Wanita muda itu berteriak kesakitan ia menangis kuat mendorong tubuh Davino.
“Aaah sakit ….!”
“Berteriaklah baby lepaskan suaramu itu membuatku sangat puas,” ujar Davino memompa tubuhnya naik turun.
“Aaah sakit lepaskan Tuan aku menyerah ini sangat sakit,” ujarnya menangis.
“Berteriaklah sayaht lepaskan semunya agar aku melepaskanmu,” ujar Davino.
Menghentakkan tubuhnya dengan kuat dan mencengkram kedua bukit itu dengan kuat.
“AAA Sakit! AAAA !” Teriaknya brontak dan terkulai lemas.
Melihat wanita itu terkulai lemas, Davino melakukan sesi terahir , ia menghentakkan beberapa kali lagi, akhirnya ia mengeluarkan suara panjang.
Setelah memuaskan keinginan tubuhnya ia membersihkan diri membiarkan wanita mudah itu terkulai lemas, ia keluar kamar setelah berpakaian rapih.
__ADS_1
“Urus wanita itu, lakukan seperti biasa,” ujar Davino lalu ia meninggalkan kamar dan pulang kerumah.
Bersambung …