Aresya

Aresya
Malu Mengakui Dia Istrinya


__ADS_3

Melihat Aresya liburan di tengah  Laut.


Teman-teman Davinoi meminta  ikut bergabung,  Ny. Marisa, tadinya ingin menolak ingin Aresya merasa nyaman tanpa melihat lelaki yang ia benci. Namun   menurut juga, Davino merapatkan kapal miliknya dengan kapal Ny. Marisa, mereka ikut bergabung,  jadi dalam kapal Ny. Marisa jadi ramai dengan adanya  Davino, teman-temannya juga membawa pasangan masing-masing hanya  Davino yang tidak membawa pasangan.


Sementara Aresya ikut  turun ke bawah laut, untuk melihat pemandangan bawah air, ia dalam pengawasan ketat dari pengawalnya, demi menghindari kecurigaan orang Marisa memberi Aresya  kebebasan di bawah pengawasan seorang  yang menyamar jadi pengawalnya, dengan begitulah orang-orang yang tidak suka hamil tidak mencurigainya.


“Omah, kami ikut bergabung,” ucap Kiki


“Boleh, boleh sini gabung itu …  si Bibi lagi bakar ikan,” ucap Ny.Marisa ramah.


“Wih, ada gitar juga jadi merasa seperti petualang ni,” ucap Kiki memetik gitar ikut dan bernyanyi.


Tapi mata Davino menoleh kanan kiri karena tidak ada sosok Aresya di sana.


‘Kemana wanita itu, apa ia pulang? Ah, tadi dia naik Speedboat, aku yakin kalau dia melihatku di sini dia akan menghindar dan menjauh.


 Aku ingin lihat, kemana lagi dia menghindar, kelaut?’ Ucap Davino  dalam hati. Mereka berdua saling  membenci dan saling menghindar jika di sana ada Davin maka Areya akan pergi dan begitu juga sebaliknya.


“Omah.  Aresya kemana?” tanya Devan, Marisa juga meminta lelaki tampan itu untuk datang.


“Oh mereka  lagi menyelam di bawah”


“Wah  menyelam. Ada peralatan menyelam lagi oma?” tanya Kiki ingin ikut turun.


“Lihat saja,  tempatnya dalam box di pojok” Marisa menunjuk box besar tempat penyimpanan alat menyelam .


Lelaki bertubuh tinggi itu ikut terjun ke laut  bergabung dengan Aresya, setelah beberapa lama di bawa air,  puas  menjelajahi karang dan melihat ikan-ikan cantik,  Aresya naik ke permukaan,  saat menoleh ke kapal ada banyak orang yang menoleh kearah mereka,  salah satunya Davino yang lagi-lagi menatapnya dengan sinis pad istrinya.


‘Kenapa lelaki sombong ini ikut-ikutan kesini sih ? membuat hariku jadi tidak bersemangat’  ucap Aresya dalam hati.


“Wah, kok jadi rame begini,” ucap Adi saat ikut naik ke atas kapal,  di susul Lilis.


“ Kami ikut bergabung, tidak apa-apa, kan” Kiki ikut muncul dari dalam air.


 “Kita teman-teman Davino” Ia mengulurkan tangannya pada Aresya. “Saya Kiki,” ucapnya mengulurkan tangannya.

__ADS_1


“ Aresya.” Resya membalas tangan lelaki bertubuh tinggi itu.


“OH. Tadi yang balapan kapal motor itu siapa?”


“Lilis”


“Resya, sini  makan dulu!” panggil Ny. Marisa , Wanita itu tidak ingin lelaki lain mendekati Aresya, ia punya pilihan sendiri yang bisa menjaga  Aresya.


Aresya naik,  membuka pakaian menyelamnya, hanya mengenakan pakaian berenang di tubuhnya,  tato terpampang jelas di seluruh tubuhnya, perutnya masih rata tidak terlihat seperti wanita hamil.


Teman-teman Davino hanya menatap  mata melotot,, Aresy  bersikap tenang,  tidak perduli dengan tatapan mata para lelaki  itu padanya, Lilis juga punya   tato di tubuhnya, hanya tidak separah Aresya yang  hampir seluruh badan,  Rini juga  memiliki seni lukis di paha dan di belakang leher.  Memiliki tato di badan lagi,  sering kali dirinya di pandang rendah, saat orang yang melihat, menganggapnya seorang pelaku kriminal, padahal sebagian orang seperti Ny. Marisa, menganggap  itu hanyalah karya seni.


“Wao,  cewek-cewek keren,” ucap salah seorang teman Davino yang melihat Lilis dengan tatapan takjub.


Padahal di sebelahnya ada kekasihnya yang menatap Lilis dengan tatapan tidak suka,  dari mereka semua Lilis yang paling menyita mata pria itu,  pakaiannya yang sangat terbuka dan gayanya yang sangat cuek di tambah tato yang ia miliki menambah kesan tegas  pada diri Lilis.


“Siapa mereka Davino?” bisik temannya, menatap Aresya.


“Mereka orang-orang yang kerja pada Oma,” jawab Davino cuek.


Seperti dugaan Davino,  saat melihatnya di sana, Aresya memilih turun ke bawah kapal di mana para pengawalnya  duduk.


“Di sini lebih enak, di atas kumpulan orang-orang kaya,” ucap Aresya  menjatuhkan panggulnya di salah satu kursi kecil, ternyata lilis juga memisahkan diri dari teman-teman Davino,  tidak lama kemudian disusul Rini, mereka berbeda kelas dari teman Davino.


“Kok kita pada kumpul di sini?” tanya Adi ikut turun.


“Kita beda kelas soalnya, jadi kita disini saja,” ucap Aresya menyudahi makannya.


‘Aku tahu kamu akan kabur, kalau aku datang, aku ingin lihat sampai kapan kamu kabur jika melihatku’ ucap Davino tersenyum sinis. Marisa yang melihat pasangan suami istri yang saling membenci itu hanya bisa menghela napas panjang.


Saat selesai makan Adi melompat lagi ke dalam air tanpa peralatan selam.


“Ada yang berani mengikuti?” Ia  menantang teman-temannya untuk menyelam paling lama dan membawakan rumput laut bukti mereka bisa menyelam tanpa peralatan.


“Siapa takut” ucap Lilis membalas tantangan lelaki berbadan kekar itu.

__ADS_1


“Aku juga mau ikut bisa gak?”


“Non,  sebaiknya jangan lagi , nanti takut kenapa-kenapa” ucap Adi melarang Aresya ikut terjun kelaut.


Ia ikut terjun, diikuti Lilis dan Rini  mereka berada dalam  air .


Marisa melihat dari atas kapal, di ikuti orang –orang di atas kapal melihat mereka yang melompat ke dalam air, Aresya hanya duduk.


Saat itu juga teman-teman Davino saling melihat satu sama lain.


” Aresya itu siapa sih sebenarnya Vin? Oma kamu perhatian bangat”


“Bukan orang penting, dia hanya orang gila,” ucap Davino makin ketus.


“Haaa? Kiki menatapnya penuh penyelidikan.


Devan dan teman-teman yang lain  menyadari ada yang di sembunyikan, lelaki bertampang dingin tersebut.


‘Ada hubungan apa sebenarnya Davino dengan Aresya,  kenapa  Bu Marisa sangat menjaga wanita itu, sedangkan Davino terlihat sangat membenci dia?’ Devan bertanya dalam hati, matanya melihat Davino.


Davino terlihat tidak senang saat teman-temannya  bertanya tentang Aresya.


“Apa dia sepupumu,Vin? kok  dia panggil Oma juga pada nenek kamu” tanya pacar Kiki,  para wanita berwajah cantik itu penasaran dengan sosok Aresya. Mereka semakin penasaran karena perhatian yang di tunjukkan Ny Marisa padanya sangat berbeda,  belum lagi empat orang lelaki berbadan kekar yang  terus mengawalnya kemanapun  ia pergi memperlakukan Aresya layaknya tuan putri.


“Oma kamu kayaknya sayang  dan perhatian “


“Dia tidak penting, dia hanya anak teman Oma,” ucap Davino berbohong.


Davino malu mengaku pada teman-temanya kalau Aresya istri yang di pilih omanya,  ia semakin merasa benci pada Aresya saat wanita itu memperlihatkan tato di tubuhnya pada teman-temanya.


“Apa kamu yakin  wanita itu tidak penting Davin?” Kiki menatap serius.


“Tidak, dia hanya wanita gembel yang dipungut oma,” ujar Davino dan tepat  saat itu Aresya mendengarnya karena ia naik ke atas.


“Sabar Non,” bisik Lilis menguatkan Aresya.

__ADS_1


‘Kalau saja bukan karena adikku dan anakmu yang ada dalam rahimku ini, aku sudah melenyapkan kamu dan teman-temanmu’ ucap Aresya dalam hati


Bersambung...


__ADS_2