Aresya

Aresya
Malam Yang Mencekam


__ADS_3

Saat tiba di hotel Davino tertegun beberapa saat, walau Aresya berusaha menyembunyikan wajahnya cantiknya dengan rambut panjang, namun Davino sempat melihat wajah istrinya yang terlihat sangat berbeda, rambut Aresya yang tadinya bergelombang dan keriting, sekarang panjang dan lurus.


‘Aku merasakan sesuatu yang berbeda dari wanita ini, apa yang terjadi?” Davino mencoba mendekat, tetapi Aresya selalu menghindar dan menyembunyikan wajahnya, penampilan mereka berdua sangat berantakan, bahkan noda darah ada dipakaian Aresya.


Tidak ingin hal buruk terjadi, davino menelepon Marisa


“Ha, Davino? Kamu dimana?” tanya Ny Marisa dengan panik di ujung telepon .


Ternyata saat mereka hilang dari pengawasan Adi orang-orang suruhan NY, Marisa sudah  berpencar mencari mereka kemana-mana.


Setelah Davino menceritakan keberadaan mereka.


“Dengar, jangan kemana-mana,  jaga Aresya jangan sampai mereka menyakiti Aresya Davino. Tolong!  jaga dia sebelum Adi datang,” ucap omahnya, terdengar sangat panik.


“Baik Oma”


Sekitar lima  menit kemudian Adi datang bersama empat orang anak buahnya, Namun, sebelum mereka tiba ….


Tok … Tok ….


Davino mengintip sebelum membuka , tapi yang mengetuk seorang lelaki yang berpakaian seragam Hotel, saat ia ingin membukanya.


“Siapa?” tanya Aresya dengan lemah.


“Pekerja Hotel membawa makanan yang kita pesan”


“Jangan membuka,  itu para penjahat yang mengejar kita di hutan tadi. ,” ucap Aresya.


“Ha? Dari mana kamu tahu” tanya Davino mendorong meja untuk menghalangi pintu .


“Aku bisa merasakannya”


“Gunakan kekuatanmu,  coba kamu dengarkan apa yang mereka bicarakan?”


Ia menutup matanya mengarahkan kupingnya


“Kamu benar, itu bukan petugas Hotel,  bagaimana mereka bisa mengikuti kita” Davino menghalangi pintu agar orang yang berpura-pura petugas hotel tidak bisa masuk.

__ADS_1


Penjahat yang mengincar Aresya orang-orang yang nekat, yang mau melakukan apapun demi tujuannya tidak perduli,  walau itu di depan banyak orang, mereka suruhan seseorang.


‘Hidupku dalam bahaya besar diincar manusia dan mahluk jahat’ bisik Aresya dalam hati, ia sudah pasrah kalau bayi dalam kandungannya akan lenyap.


“Teleponnya diputus,” ucap Davino


“Aku merasa akan ada pertempuran di sini,” ucap Aresya,  ia bangkit dari ranjang.


“Apa maksudnya?” tanya Davino merasakan kengerian,  dalam bayangannya pertempuran yang dimaksud Aresyah sebuah pertarungan antar kelompok.


“Saat Adi dan orang-orangnya datang, aku yakin para penjahat itu akan melumpuhkan mereka, mana ponselmu kita haru mengabari mereka sebelum ada hal buruk terjadi,” setelah mahkotanya  hilang kemapuan Aresya semakin bertambah tetapi ia tidak bisa menggunakan semuanya, ia takut iblis jahat sedang mencari keberadaannya.


“Ponselku masih  mati daya,” bisik Davino.


Aresya mencari akal untuk  menghindari hal buruk, ia melihat dari jendela, kamar mereka tepat menuju jalan, Hara  membuka sarung bantal berwarna  putih ia mencari kayu untuk menjulurkannya keluar, ia sudah mencari tidak menemukan apa-apapun dalam kamar. Terpaksa ia mematahkan besi gorden, Davino hanya diam menonton Aresya, ingin melihat apa yang ia lakukan , setelah ia merusak besi penyangga gorden,  ia mengikat sarung bantal berwarna putih membentuk hurup X yang artinya ada bahaya,


Aresya mengeluarkan  besi itu dari jendela kaca yang ia pecahkan.


Beruntung Aresya memberikan tanda seperti itu, Adi baru saja ingin meninggalkan Hotel,  saat ia masuk bertemu resepsionis  karena dibawah tekanan,  kedua  wanita cantik itu berbohong, mengatakan  tidak ada tamu yang bernama Aresya baik Davino, ternyata mereka di bawah todongan,  di bawa mejanya ada satu orang yang mengarahkan pistol kearah mereka berdua.


Demi mendapatkan Aresya,  para penjahat itu menyabotase petugas hotel, mulai dari resepsionis keamanan, dapur, bagian pengantar tamu,  tidak tanggung-tangung ada  sepuluh orang ada dalam Hotel.


Saat Aresya melakukan itu, ternyata ada tanggapan dari satu mobil milik Adi balasan dengan kode kedipan lampu tiga kali yang artinya mereka paham.


Aresya mengikat sarung bantal bentuk   lingkaran atau yang artinya kalau  Hotel di ambil alih atau di kuasai musuh dan memberi tanda  garis datar artinya agar  Adi dan anak buahnya jangan masuk,  karena jumlah musuh lebih banyak, Aresya mengerti kode bahaya itu,  karena diajari Adi, ia tidak menduga ternyata berguna dan ia gunakan saat itu.


Adi merekam aksi pintar dan berani yang di lakukan Aresya,  lalu ia kirim pada NY.Marisa , sekarang saatnya Lilis yang bertindak si wanita malam atau ninja wanita itu akan menyelamatkan Aresya dan Davino.


‘Biarkan mereka menolongku, aku tidak ingin menggunakan  kekuatanku’


Lilis datang secepat kilat,  mengunakan motor cros yang melaju mencari celah jalan tercepat,  tidak perduli ia harus menyebrang  sungai kecil ia melewatinya  agar cepat tiba di hotel,  di mana Aresya terjebak.


Prinsip bagi  perguruan lilis, jika ia gagal melindungi  kliennya,   ia akan memotong jari-jari tangannya, jika jari tangannya habis maka  jari kakinya.


Saat ini jari wanita  asal negeri sakura itu sudah hilang satu, karena klien sebelum NY. Marisa, lilis sudah pernah gagal, klien yang ia jaga,  tewas di tangan  saingan bisnis suaminya, maka saat itu lilis harus rela jari-jarinya hilang satu.


Saat ini,  ia ditugaskan menjaga  dua klien sekaligus Aresya dan Ny. Marisa,  maka ia akan bekerja keras untuk melindungi mereka.

__ADS_1


Jarak yang ditempuh biasanya makan waktu 30 menit , namun, lilies gunakan hanya lima belas menit menggunakan motor.


Akhirnya lilis tiba, ia memulai aksinya,   ia  berdiri di sebuah gedung bank gedung yang bersebelahan dengan hotel,  ia  menembakkan sebuah tali  ke gedung hotel,  setelah terhubung  tanpa mengenal rasa takut,  wanita bermata  elang itu meluncur mengunakan tali,  hingga ia sudah berada dalam hotel di lantai paling atas.


Ia melihat rekaman yang di kirim Adi, dari rekaman itu ia mengetahui  letak  kamar Aresya, ia turun menggunakan tali masuk melalui  kaca yang di pecahkan Aresya.


“Lilis!”Davino menahan pintu menggunakan ranjang  hotel yang ia berdiri  dan ditahan menggunakan lemari dan sofa.


Dengan cepat lilis mengangkut Aresya mengunakan tali, tidak diduga Adi sudah berada di gedung bank ikut bertindak cepat menyelamatkan Aresya dan Davino,  saat aresya  dan Davino sudah diamankan di atap hotel,  para penjahat berhasil masuk ke kamar ,  mengetahui target kabur,  mereka berpencar dan sebagian keatap hotel,  dimana Aresya dan Davino berada.


“Apakah kandunganmu baik?” tanya lilis berbisik.


“Untuk saat ini masih aman”


“Baiklah kami akan menyelamatkanmu, kami tidak punya cara lain”


Aresya diminta meluncur dari tali duluan dan di susul Davino walau ia kesakitan karena pundaknya terluka, ia mengunakan satu tangan untuk meluncur, pada saat mereka mendarat di gedung bank itu,  tiba para penjahat itu  melihat mereka,  mengarahkan pistolnya membidik  Aresya,  sebagai target, namun,  Adi  melihat Aresya dalam bahaya ia melompat menghalangi dengan tubuhnya.


 Dor …


Peluru itu menerobos   pinggang lelaki bertato di wajah  itu,  tetapi,  tidak lantas membuatnya tumbang,  ia menyeret Aresya dan melindunginya  membawanya berlindung di balik tembok.


Bersambung ….


Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari


Baca juga karyaku yang lain ya.


-Aresya(TERBARU)


-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (on going)

__ADS_1


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2