
Itu karena kamu terlalu lemah dan tidak tegas,” ujar Difi, masih punya muka membantah suaminya.
“Kamu pantas membusuk di penjara, aku berharap kamu mati selamanya di sana,” ucap suaminya dengan wajah penuh emosi rasa kecewa membuatnya tidak bisa mengontrol kalimat yang keluar dari mulutnya.
Ia tidak pernah menduga kalau istrinyalah di balik hilangnya cucu yang sudah lama di nanti-nantikan dalam keluarga.
“Kamu tidak bisa membiarkan aku seperti ini, aku masih istrimu,” ucap Difi menatap dengan tatapan memohon berharap suaminya menolongnya.
“Aku tidak memiliki istri yang berjiwa iblis seperti kamu, mana seorang wanita yang berani menyakiti wanita yang sedang hamil, padahal kamu sendiri seorang ibu”
“Tolong selamatkan Bimo, jangan biarkan dia masuk penjara ia tidak salah apa-apa.”
“Kenapa kamu menyuruhku melakukan itu padahal kamu sendiri ingin melenyapkan anakku , entah bagaimana nasip cucuku saat ini, aku tidak akan melakukan apa-apa untuknya, bahkan aku akan membuatnya membusuk di penjara bersamamu”
Mata Difi menatap kaget, ia tidak menduga kalau suaminya akan bicara seperti itu padanya. Manusia bisa berubah jadi musuh seketika saat ia kecewa, walau itu seorang suami.
“Bukankah Bimo kamu bilang sudah seperti anak bagimu?” tanya Difi menatap dengan tatapan kecewa.
“Dia akan jadi seperti anak untuk kalau kamu juga menganggap Davino seperti anakmu sendiri, tapi, sayang, kamu hanyalah wanita pembohong lain di mulut lain juga di hati, saat aku tahu kamu ingin menyakiti anakku saat itu juga hubungan antara bapak dan anak antara aku dan Bimo terputus”
Difi menunduk tanpa kata-kata lagi, kini berahir sudah pertualangannya.
“Satu hal lagi seluruh keluarga wanita yang bekerja di perusahaan saya akan saya pecat, karena mereka ini seperti kloni kumpulan para penjahat yang harus dimusnakan” ucap Ny. Marisa.
Bukan hanya Difi dan dan Bimo yang di tangkap semua keluarga yang ada hubungannya dengan wanita itu diseret dan di bawa ke penjara bahkan harta keluarganya ikut disita.
Difi Saras Wati otak dari teror yang diterima keluarga Erlangga selama ini. Ia teropsesi ingin jadi Nyonya besar di keluarga Erlangga, Aresya yang pertama kalinya mengetahui itu, orang yang yang melukai Ny. Marisa saat di pabrik, Aresya melihat Difi bertemu mereka di salah satu café.
Sejak saat itulah Ny. Marisa berfokus padanya dan tahu siapa musuh terbesarnya, tadinya selama ini melakukan teror pada keluargannya, awalnya ia pikir itu saingan bisnisnya. Tetapi, Aresya membuka matanya, memberitahunya, ternyata oran g itu adalah ibu mertuanya sendiri.
__ADS_1
Karena ulahnya orang tuanya, anak yang tidak bersalah ikut terlibat dan akan didakwa membantu kejahatan ibunya.
“Cukup sudah kamu menikmati harta saya selama ini, saat kamu menikmati kehidupan di penjara dengan waktu yang lama, karena ada berapa nyawa yang sudah kamu hilangkan dan jangan lupa anakmu juga akan terlibat atas kesalahan yang tidak ia lakukan, ia akan menemanimu di penjara,” bisik Ny. Marisa.
“Dengar aku tidak akan diam nenek tua! Aku akan bebas dan membahas semua keluargamu, jangan lupa kamu belum menemukan wanita itu bukan?” Difi tersenyum licik.
“ Kata siapa? Nanti aku akan membawanya menemuimu ia baik-baik saja”
“Apaaa?” wajah Difi terlihat kaget saat ia bilang baik-baik saja.
“Jadi apa yang kamu rencanakan tidak ada apa-apanya bagiku, kamu bukanlah lawanku levelmu masih terlalu renda denganku, jadi nikmati hari-harimu di penjara”
Difi, Bimo, dan seluruh keluarganya mendekam dalam penjara. Niat hati ingin merebut bulan apa daya bulan tak dapat di raih, malang yang ia dapat.
**
Tiga bulan, sejak di nobatkanya Davino sebagai CEO di perusahaanya, ia mengubah dirinya layaknya seorang robot ia habiskan seluruh waktunya dalam pekerjaan. Tidak menemukan Aresya bahkan tidak mendapat kabar membuatnya seperti robot yang mengilai pekerjaan yang tidak membiarkan dirinya beristirahat.
Hari itu ia sengaja pulang kerumah ingin mengambil pakaian ganti untuk ia bawa ke kantor.
“Apa aku tidak ada artinya bagimu, tidak bisa kamu mengangapku sebagai istrimu?” tanya wanita berparas cantik itu menatap Davino dengan tatapan sendu....
“Maaf jika aku belum bisa menerimamu, tapi terima kasih karena sudah mau membantuku saat itu.”
“Tapi kamu tidak bisa memperlakukanku seperti ini, kamu belum menyentuhku, sama sekali apa salahku?”
“Tiara, dengar aku butuh waktu”
“Kita sudah berbulan-bulan menikah tapi kita belum melakukan malam pertama, aku ini seorang perempuan punya harga diri, aku sudah sabar menunggu selama berbulan-bulan, tetapi, kamu seakaan-akan jijik melihatku, aku malu pada diriku,” ucap Tiara menangis sesegukan, ia menumpahkan isi hatinya pada Davino.
__ADS_1
“Maaf aku tidak pernah jijik hanya saja hatiku-“
“Aku tidak butuh hatimu, aku hanya meminta kamu melakukanya,” ucap Tiara
Sebagai lelaki Davino merasa malu pada dirinya karena Tiara yang meminta hal itu padanya, ia akan melakukannya kalau ia menginginkanya, tetapi, saat Aresya menghilang tanpa jejak, ia kehilangan semangat bahkan kehilangan nafsu.
“Aku meminta maaf karena membuatmu sedih,”
“Iya aku sedih, jangan buat aku semakin sedih,” ucap Tiara mendekat meraih leher Davino menempelkan bibirnya pada bibir Davino.
“Tiara aku han-“
“Jangan menolakku, aku akan merasa sangat terhina sebagai istri jika kamu menolakku,” ucap Tiara, ia berpikir kalau apa yabg di lakukanya saat ini tidaklah satu kesalahan hanya saja yang di lakukanya terlalu memalukan.
Namun, tidak mengapa baginya asal ia mendapatkan kebutuhan batinnya sebagai wanita, ia sudah cukup sabar dengan itu.
Satu minggu diabaikan ia masih maklum, ia berpikir Davino memikirkan Aresya,siapapun akan bersedih dalam posisi Davino kehilangan istri dan bayinya.
Namun ini sudah berbulan-bulan lamanya, ia disuruh menunggu, ia tidak bisa lagi tahan, ia juga wanita dan sebagai istri ia tidak bisa terus-menerus di abaikan maka itu menuntuntut haknya saat Davino datang kerumah.
“Aku tidak perduli kamu mau bilang ini sikap wanita rendahan aku tidak perduli kamu mau bilang aku rakus sebagai wanita,” Tiara semakin mendorong lidahnya semakin masuk ke dalam mulut Davino membiarkannya bermain mengelitikny di sana.
Tiara bersikap agresip ia mendorong tubuh Davino hingga terduduk di sisi ranjang bibir keduanya masih saling berpangutan.
Tanpa aba-aba dan tanpa merasa malu, ia membuka pakaianny setelah berhasil melepaskan piyama tidurnya ia naik kepangkuan Davino bibirnya tidak berhenti bermain . Pada akhirnya ia mendapatkan apa yang ia inginkan dari Davino.
Davino pada akhirnya terusik, ia menutup mata menikmati apa yang ia rasakan saat ini. Hal itu bisa mengurangi stresnya.
Karena hubungan ranjang atau aktivitas ranjang bagi pasangan menurut para ahli, bisa menghilangkan stress, menurut dokter hal itu akan sangat membantu Sembilan puluh persen mengurangi stress.
__ADS_1
Akhirnya Tiara mendapatkan malam pertamanya dengan suaminya, walau harus ia yang menuntut duluan , tetapi tidak apa-apa baginya karena apa yang di lakukan tidaklah salah, mereka berdua pasangan suami istri walau hanya nikah sirih.
Bersambun