
Saat Davino memberikan gelas jus besar Aresya menolak karena ia merasa begah.
“Aku masih kenyang,” ujar Aresya menolak.
“Kenapa? Kamu takut mabuk, terus tidak bisa pulang? Ayolah, bukankah kamu wanita super, masa hanya segelas jus saja kamu tidak takut,” ucap Davino.
“Aku tidak bisa, aku sangat pusing” Aresya menolak.
“Tidak bagus menolak pemberian orang, karena ini tidak akan membuat mati, tetapi akan lebih sakit saat aku memberi, tetapi ditolak,” ucap Davino.
“Maaf aku memang tidak bisa”
“Baik, baik kamu memang selalu menolakku,” ucap Davino menegak jus itu hingga habis tidak bersisa, bahkan ia juga memesa minuman ber-alkoholl.
“Apa kamu tidak terlalu banyak minum, aku takut kamu mabuk dan tidak bisa menyetir”
“Apa kamu takut mati? aku tidak takut Aresya, aku tidak takut mati,” ucap Davino dengan suara yang mulai ngaur.
“Non, Aresya, pak Davino” suara itu mengalihkan perhatian mereka berdua.
Aresya sudah mengantipasi itu tadi, sebab itu ia ia mengirim pesan untuk Adi memintanya datang, menjemput. Ia takut ada hal buruk terjadi, memintanya Adi datang mengawalnya adalah hal yang paling tepat.
“Oh, kamu, lelaki gila, dia adalah istriku apa kamu tahu itu? kenapa kamu harus datang?” tanya Davino tidak terima saat Adi ada di antara mereka.
Davino semakin kesal, saat melihat Adi memberikan perhatian pada Aresya, perhatian yang tidak bisa ia berikan namun di berikan orang lain.
“Iya pak saya tahu, saya akan mengantar bapak pulang,” ucap lelaki bertato itu dengan sopan.
“Dengar, saya tidak butuh bantuanmu, biarkan aku di sini dengan Aresya, kamu pulang saja duluan.” Davino berdiri mendorong tubuh Adi.
“Apa yang kamu lakukan semua orang melihatmu, hentikan itu,” ucap Aresya.
“Aku tidak perduli dengan tatapan orang, sekarang biarkan pria menyeramkan ini pulang, kenapa kamu memanggilnya ke sini apa pria ini lebih berharga dari aku?” tanya Davino terlihat seperti anak kecil yang sedang cemburu.
“Pak Davino, saya hanya menjalankan tugas atas perintah Nyonya, tugasku melindungi Nona Aresya”
“Aku juga melindungi istriku, kamu pulang saja, saya bilang” Davino membentak dan mengusir.
“Bagaiamana bapak mau melindunginya kalau bapak sendiri sudah mabuk”
__ADS_1
Ia tidak terima saat Adi menasehatinya. “Jangan urus-urusanku,” ujarnya dengan nada ketus, menarik tangan Aresya meninggalkan restaurant.
“Kamu mau kemana? Bayar tangihannya sana” perintahnya pada Adi. Saat lelaki bertato itu berbalik badan membayar bill tangihan, kesempatan itu ia gunakan membawa Aresya kabur.
“Hentikan, aku mohon,” teriak Aresya dengan wajah ketakutan saat Davino melajukan kendaraanya dengan kecepatan tinggi.
“Tenanglah, aku tidak mabuk, tidak apa-apa”
“Kamu akan membunuh kami berdua, tolong hentikan,” teriak Aresya, laju kendaraan Davino perlahan, melambat ia mencerna kalimat yang keluar dari mulut Aresya.
“A-apa maksudnya” KArena mabuk Davino tidak menyadari kalau Aresya sedang hamil, saat omanya menjaga Aresya bagai berlian, Davino hampir mencelakai mereka.
“Tolong hentikan kamu akan menyakitinya nanti,” ucap Aresya kemudian.
Davino menghentikan kendaraanya di pinggir jalan tol, wajahnya tiba-tiba pucat melihat Aresyamemegang perutnya.
Aresya masih takut, untuk pertama kalinya baginya merasa setakut itu, ia pucat tak berdaya. Kalau ia tidak sedang mengandung anak itu mau terbang atau terguling sekalipun ia tidak pernah takut. Namun, saat ada janin dalam rahimnya ia ketakutan layaknya wanita lemah pada umumnya.
“Apa aku menyakiti anakku?” teriak Davino memegang wajah Aresya dengan kedua tangannya.
“Ya,” jawab Aresya dengan tenang
Tubuh Davino menegang, ia baru tersadar, Aresya ingin muntah, saat mobil berhenti ia membuka pintu mobil dan memuntahkan semua yang ia minum.
“Maaf aku salah, Kenapa tidak melarang tadi,’ ujar Davino gugup.
“Percuma ngomong sama kamu,, jae A
“Apa kamu merasakan sakit?” tanya Davino merasa bersalah karena sudah menyeret, memaksa Aresya .
‘Iya ampun bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya gara-gara aku’ ucap Davino dalam hatinya, ia selalu seperti itu, Davino selalu menyesal kemudian
Masih dengan tangan bergetar, ia merogoh ponselnya, demi calon anaknya ia membuang gengsi, ia menelepon Adi untuk menjemput Aresya.
“Datanglah kami berhenti di pinggir tol, aku akan serlok titik lokasinya,” ucap Davino. Ia membuka jaketnya menyelimuti tubuh Aresya.
Ia memutuskan meminta Adi untuk menjemput mereka, karena terlalu banyak minum ia takut menyetir.
“Baik pak, saya akan kesana, tetapi depan sangat macet pak, bersabarlah pak,” ucap Adi di ujung telepon.
__ADS_1
“Aku pusing, ingin muntah”
“Tidak apa ini ada plastik aku menampungnya,” membuka gaspor dan kebetulan ada palastik .
“Tidak, aku keluar saja” Aresya keluar sama halnya dengan Davino ia juga memuntahkan semua makanan yang ia makan, wajahnya pucat.
Davino dengan sabar memafahnya menurunkan jok depan mobil menidurkan Aresya.
Ia juga dengan singap mengosok kaki dan tangan Aresya dengan minyak gosok memijat keningnya, ia baru maerasa mendingan.
Saat Davino ingin mengusap bagian perutnya dengan minyak angin, ia terdiam.
“Hati-hati pelan saja mengolesinya,” ucap Aresya menarik tangan Davino yang bergetar, ia takut menyentuh, takut ia telah menyakitinya.
Tangan Aresya menahannya tangan itu di atas perut membiarkan telapak tangan Davino merasakan gerakan dari dalam perutnya
“Anakku” ucap Davino dengan pundak bergetar, ia mengusap air di ujung matanya, untuk pertama kalinya Aresya menginjinkan mengusap perut hamil tersebut.
Davino meneteskan air mata, saat bayi dalam perut Aresya, akhirnya apa yang di inginkan keluarga besarnya terwujud juga, tetapi, ia merasa ada bahaya yang mengintai mereka.
“Bertahanlah Sya, kita akan pulang menunggu rasa akan lama karena kecelakaan lalu intas.
“Apa kamu yakin bisa menyetir, aku takut kamu tiba-tiba pusing nanti”
“Tida percayalah, aku akan menyetir dengan hati-hati”
Menarik nafas panjang dengan hati-hati Davino menyetir sendiri, walau lambat asal selamat hal itu yang dipikirkan Davino saat menyetir, ia menyadari kesalahannya yang berbuat kasar pada Aresya yang sedang hamil.
Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari
Baca juga karyaku yang lain ya.
-Aresya(TERBARU)
-Manusia Titisan Dewa(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (Tamat)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)